Love Korean Girl

Love Korean Girl
Perlakuan manis Albert


__ADS_3

****


3 bulan kemudian.


Buughhh, buughhh,


"Katakan dimana kekasih ku?"


"A aku tidak tau"


"Kaatakaaaaann..!!!! atau aku akan menghancurkan semuanya, usaha mu dan keluarga mu, kau tau ancaman ku tidak akan pernah main-main"


Albert kembali memukul.


"Ja jangaan, jika kau mengacau kan ini, kita akan terkena finalty yang cukup besar"


"akuu tidak perduliiii, cepat katakan atau kau akan mati di tangan ku"


"ba..baiklah aku akan mengatakan nya"


Akhirnya dia mengatakan keberadaan Han-na.


Aku sulit bertemu Han-na, aku juga selalu di larang untuk bertemu Han-na, aku akui kerjasama ini menguntungkan perusahaan ku hingga berkali-kali lipat, tapi akses ku bertemu dengan Han-na sangat sulit, hingga sampai aku hilang kendali, dan mendatangi Mr Rudi, dan menanyakan keberadaan kekasih ku, awalnya dia tidak memberi tau ku, tapi setelah aku ancam, akhirnya dia memberi kan ku alamat dimana Han-na berada, tidak menunggu lama, aku langsung pergi ke tempat yang Mr Rudy tunjukan.


Di sebuah kamar yang cukup besar.


Han-na merasa ketakutan, Han-na sedang berdua di kamar itu dengan seorang pria bertubuh gemuk yang sekarang ternyata menjadi CEO Han-na. Pria itu terus mendekati Han-na dengan tubuh yang setengah telanjang, Han-na yang ketakutan mencoba mundur beberapa langkah.


"come on.. you can do it with me, I will make you more famous than before, i will pay you whatever you want "


(Ayolah kau bisa melakukan nya dengan ku, aku akan membuatmu lebih terkenal dari sebelumnya, aku akan membayar mu barapapun yang kau mau) Ucap pria itu.


"Noo... please don't do that to me"


(Aku mohon jangan lakukan itu padaku )


"Came oon dear... I can make you famous, you will be satisfied later, we will have fun now baby"


(Ayolaahh sayang... Aku bisa membuat mu terkenal, kau akan puas nanti, kita akan bersenang-senang sekarang sayang)


Han-na menahan tangis dan terus mundur,


tapi pria itu terus mendekati Han-na, Han-na terus mundur tapi terhenti karena tembok, kini Han-na sudah tidak dapat mundur lagi.


Lelaki itu terus mendekati Han-na sampai pria itu memaksa akan mencium dan memeluk Han-na , tapi Han-na pun mencoba menolak..


"Don't fight dear if you don't want to regret"


(Jangan melawan sayang jika kau tidak ingin menyesal )


Han-na berteriak sekencang-kencangnya.


"Noo please... don't come near me"


(Tidak tolong... jangan mendekatiku)


Tiba-tiba .


Bruuuukkkk .


Pintu terbuka karena di dobrak Albert,


pria itu pun terkejut, Albert pun menghampiri pria itu lalu.


"Kurang ajaaaaaarrr "


Bhuuugggg.

__ADS_1


Satu pukulan keras mengenai wajah pria itu,


pria itu berteriak kesakitan sambil memegang bekas pukulan nya, terlihat sedikit darah dari mulut pria itu.


Kemarahan Albert yang sudah tidak bisa di bendung lagi dengan nafas yang terengah-engah kini menghampiri pria itu kembali lalu memukul nya kembali.


"Apa yang akan kau lakukan pada kekasihku hah" Ucap Albert dengan sangat marah .


Bhuuuggg bhuuuuggggg bhuuugggg.


"Rasakan iniiiii brengseeeekkk "


Bhuuggg bhuuuuggggg bhuuugggg.


"Hentikan atau kau akan menyesal Albert"


Ucap pria itu menahan rasa sakit nya.


"Aku tidak perduliiiii, kau harus mati di tanganku"


Ucap Albert dengan marah.


Melihat Albert yang terus memukul pria itu Han-na langsung menghentikan nya.


"Stop Albert, we better get out of here, I'm so scared"


(Berhenti Albert, lebih baik kita pergi dari sini, aku sangat takut )


Mendengar perkataan Han-na, Albert pun berhenti lalu menghampiri Han-na.


"Are you okay ?"


Tanya Albert.


"I want to get out of here"


( aku ingin pergi dari sini )


Albert pun langsung membawa Han-na ke suatu tempat yang hening, sejuk dan indah.


Han-na yang terlihat menangis.


Albert pun langsung menghampiri dan memeluk Han-na.


"I'm sorry " Ucap Albert .


Han-na tidak menjawab, dia hanya menangis terisak, ini adalah pelukan lembut yang Han-na rasakan setelah sekian lama tidak Han-na rasakan ketika berpacaran dengan Albert.


Han-na pun membalas pelukan itu.


Cukup lama mereka berpelukan, akhirnya Albert melepaskan pelukan itu lalu menghapus air mata Han-na.


Perlakuan yang sangat manis yang kadang-kadang Albert lakukan.


"I'm sorry I almost broke you "


(Maafkan aku, hampir saja aku membuat mu hancur )


Han-na masih menangis dan tidak menjawab Albert.


"Okay we better go home now"


(Oke lebih baik kita pulang sekarang)


Albert dan Han-na pun pergi dari tempat itu.


****

__ADS_1


Di tempat lain di dalam mobil,


Ryan dan Aldi sedang dalam perjalanan pulang .


Saat Aldi menyetir mobil tiba-tiba ponsel Aldi berbunyi, sebuah pesan masuk dengan nomor telepon yang tak di kenal.


* Isi pesan *


Hi Aldi kenapa kau mengganti nomor telepon mu, ini aku Olivia, aku ingin menanyakan tentang Ryan, apa dia bersamamu ? aku menghubungi nya berkali-kali, tapi sama dengan mu nomor nya tidak aktif, akhirnya aku pergi ke rumah keluarga mu untuk mengetahui nomor mu dan mereka memberikan nomor mu, mereka bilang kau ada di Bali, apa kau bersama Ryan ? aku ingin sekali bertemu dengan Ryan, aku ingin meminta maaf kepada nya, ini salahku ini kesalahan ku, aku ingin memeluk nya dan ingin menebus semua kesalahanku. Tolong jangan beri tau Ryan dulu jika aku mengirim pesan padamu pleeeeeaaasseee, aku akan menyusul kalian kesana nanti, tolong jangan beri tau Ryan dulu, aku percaya padamu.


Sontak Aldi terkejut.


" Olivia "


Mendengar nama yang di sebut oleh Aldi Ryan pun menoleh dan heran kepada sahabat nya itu.


"Olivia ?apa maksud mu ? apa itu pesan dari Olivia ? atau kau akan mengingatkan aku kembali padanya ?"


"Hey, noooo ini teman lama ku dan Olivia adalah teman sekolah ku dulu, dia mengabari ku jika Olivia temanku baru saja meninggal dunia"


"Benarkah begitu ?"


"Ryan.. kau tau kan jika nama Olivia itu tidak hanya satu di dunia ini "


"Yeah aku percaya"


Ucap Ryan sambil menghadap kaca mobil lalu Ryan pun memejamkan matanya ..


"Kenapa nama Olivia menjadi biasa saja saat aku mendengar nya kali ini, aku sering mengingatnya, tapii kali ini berbeda, apa rasa cinta ku pada Olivia sekarang sudah pudar, entahlah yang ada di pikiran ku saat ini adalah Kim Han-na, dia membuat ku terpesona, huuhh sudahlah, aku pun belum yakin perasaan ku pada Han-na seperti apa "


Gumam Ryan dalam hati nya .


Sementara Aldi yang sibuk dengan pikirannya.


"Maafkan aku Olivia karena aku berkata kau meninggal, tapi ini adalah kemauan mu sendiri, tapi kenapa kau pergi lalu kembali, kau sangat mempermainkan perasaan Ryan Oliv, kau seharusnya tau seberapa susah nya Ryan melupakan mu, sampai detik ini pun Ryan masih selalu mengingat mu, entah dia masih mencintaimu atau membenci mu, aku tidak tau itu hanya Ryan yang tau jawaban nya "


Ucap Aldi di dalam hati nya.


"Apa kau tau dimana gadis Korea itu sekarang ? sudah beberapa lama aku tidak melihat nya"


Ucap Aldi tiba-tiba.


Ryan pun membuka mata nya lalu berkata .


"Aku tidak tau, dan kenapa kau bertanya padaku, tapi aku sangat khawatir padanya, aku takut kekasihnya itu lebih buruk memperlakukan Han-na"


"Kenapa kau peduli, Han-na sedang bersama kekasihnya, apa yang harus kau khawatir kan, kekasihnya akan menjaga nya, akan melindungi nya, mungkin saja saat itu kekasihnya sedang sangat marah pada gadis itu, pertengkaran itu sangat biasa dalam sebuah hubungan, iya kaaan ? "


Ryan pun menatap Aldi .


"Sejak kapan kau pintar, biasa nya kau selalu memperkeruh keadaan"


"apa !! apa kau tidak pernah menyadari nya jika aku yang selalu memberikan nasihat padamu?"


"Heeummm sedikittt"


"Ayo turun kita sudah sampai "


Ucap Aldi.


"Tungguuuu !! coba lihat itu "


Aldi pun menoleh .


Terlihat dua orang di depan hotel keluar dari mobil.


..."bukan kah diaaaaaa........

__ADS_1


****


BERSAMBUNG


__ADS_2