Love Korean Girl

Love Korean Girl
Olivia meninggal?


__ADS_3

Bagaimana Dokter? "


Dokter pun menghela nafas nya.


"Mohon maaf yang sebesar-besarnya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapii takdir berkehendak lain, saya harap anda dan keluarga di berikan ke tabahan"


"Apa, apa maksudnya dokter?"


Tanya Aldi yang mulai panik.


"Pasien tidak bisa terselamatkan, karena peluru itu menembus tepat pada jantung, jantung adalah bagian vital yang sangat sensitif, dengan kondisi korban yang kehilangan banyak darah, itu sebab nya korban tidak bisa bertahan lama"


"Tidaaaaakkk, itu tidak mungkin, jangan main main Dokter, aku sedang tidak ingin bercandaaaaa"


Ucap Aldi marah dan mencengkram baju Dokter itu.


"Mohon maaf, kami tidak bercanda, seperti yang saya telah katakan, takdir berkehendak lain, dan itu di luar kendali saya"


Ucap Dokter dengan tenang.


Aldi pun melepaskan cengkraman nya.


Aldi mencengkram rambutnya dengan kedua tangannya, lalu berseder ke tembok sambil menangis sejadi-jadinya.


"Noo, kenapa Oliv, kenapa kau harus pergi secepat ini, aku masih ingin melihat senyuman mu, aku masih ingin melihat kebahagiaan mu, kenapaaa?"


Setelah beberapa menit Aldi menangis, Aldi langsung menghubungi Ryan kembali namun tidak ada jawaban, kemudian Aldi menghubungi orang tua Oliv, orang tua Oliv pun terkejut mendengar kabar tersebut dan mereka akan segera menuju rumah sakit.


***


Di tempat Ryan,


Saling berpelukan sambil memejamkan mata, Ryan dan Han-na sekarang sedang berpelukan.


Pantai malam yang indah menjadi saksi cinta rahasia mereka.


Namun betapa terkejutnya dia ketika mendengar suara wanita yang ia kenal memanggil nya.


"Ryan"


Ryan terkejut lalu membuka mata.


"Oliv"


Ryan pun langsung melepaskan pelukan nya.


"What's wrong Ryan?"


(Ada apa Ryan ?)


Ucap Han-na yang heran.


Ryan tidak menjawab, tapi Ryan malah mencari keberadaan suara itu, menengok kesana kemari mencari ke setiap sudut sambil memanggil-manggil nama Oliv, namun Ryan tidak menemukan nya.


"Ryan please tell me what's wrong, there's no one here, it's just us"


(Ryan tolong katakan padaku ada apa, tidak ada siapapun di sini, hanya ada kita)


"Han-na why do I suddenly feel bad, I'm worried about Oliv, i promised to pick her up, and maybe now she's waiting for me"


( Han-na kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak, aku menghawatirkan Oliv, aku berjanji akan menjemput nya, dan mungkin sekarang dia menunggu ku)


"Calm down, maybe it's just your feeling"


(Mungkin itu hanya perasaan mu saja)


"No, this is unusual, we better go home"


(Tidak, ini tidak biasa, lebih baik kita pulang)


"Okay"


Ucap Han-na mengangguk.


Why is Ryan so concerned about Oliv, he doesn't realize, if I feel jealous when Ryan calls Oliv's name and worries about her.


(Kenapa Ryan sebegitu perhatian nya pada Oliv, dia tidak menyadari, jika aku merasa cemburu saat Ryan memanggil nama Oliv dan menghawatirkan nya)


Ucap Han-na dalam hatinya.


Akhirnya Ryan dan Han-na menuju mobil, mereka pun masuk.


Setelah masuk, Ryan mengecek ponselnya, dan Ryan terkejut ketika melihat beberapa panggilan dan pesan dari Oliv dan dari Aldi, dan yang sangat membuat Ryan terkejut adalah pesan dari Aldi yang mengatakan bahwa Oliv sedang di rumah sakit sekarang dan masuk UGD.


Mobil Ryan melaju cepat, sunyi, tidak ada percakapan di dalam mobil.


***


Sampai di Rumah sakit.


Terlihat Aldi yang sedang duduk menunduk dengan kedua tangan di wajah nya.


Ryan dan Han-na segera menghampiri Aldi.

__ADS_1


"Aldi, apa yang terjadi pada Oliv, cepat katakan"


Ucap Ryan panik.


Sementara Aldi yang mendengar suara Ryan perlahan melihat ke arah Ryan, lalu melihat ke arah Han-na dengan tatapan tajam.


Aldi pun geram dengan segera memukul Ryan dengan keras.


Bhuukkk.


"Aaaah....Apaa yang kau lakukan hah?"


Ryan terkejut dan marah.


Aldi masih menatap Ryan dengan tajam, dengan nafas yang terengah-engah menahan emosi yang tak terbendung.


"Kau bertanya? kau bertanya apa yang aku lakukan hah, seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu, apa yang kau lakukan?"


"Apa yang kau bicarakan hah? aku menanyakan keadaan Oliv dan kau malah memukul ku, ada apa denganmu?"


"ADA APA DENGANMU !!"


Ucap Aldi menaikan nada bicara nya, lalu menarik nafas dalam.


"Kenapa kau tidak menjemput Oliv?"


Ucap Aldi dengan penuh penekanan.


"Aku..akuuu"


Ryan gugup.


"Aku apa? hah? aku sedang bermesraan dengan wanita itu? jadi kau lupa pada Oliv begitu?"


Ucap Aldi sambil menunjuk ke arah Han-na.


"Aku tidak lupa, hanya sedikit telat"


"Apa kau bilang, sedikit telat?"


"Iya, karena tadi di jalan aku menolong Han-na yang sedang Albert, ah mungkin kau tau maksud ku"


"Oh begitu, hanya begitu? lalu setelah itu, kemana kau membawa wanita ini? ke hotel? ke kebun? ke sawah? ke tempat dimana tidak ada orang begitu? lalu kau bisa sepuasnya bermesraan dengan wanita j**ang ini hah?"


Ucap Aldi.


Ryan marah lalu.


Bhuukkk.


"Apa yang kau katakan hah? ada apa denganmu, jangan pernah pernah kau mengatakan hal itu lagi pada Han-na atau..."


Terpotong.


"Atau apa? atau kau akan memukul ku? pukul saja Ryan, jika perlu kau habisi saja nyawa ku, agar aku tidak melihat lagi orang seperti mu"


"Aaaarghh ucapan mu sudah keterlaluan"


Ketika Ryan akan memukul Aldi kemudian Han-na langsung mengehentikan nya.


"Stooopp, do not fight anymore"


(Berhentiii, jangan bertengkar lagi)


"Don't meddle in my business b*tch"


(Jangan campuri urusan ku wanita j**ang)


Terlihat beberapa orang hanya melihat, tidak melerai karena takut, namun ada salah satu orang yang melapor pada security.


"Berani nya kauuuu, berkata seperti itu"


Ucap Ryan yang ingin memukul Aldi kembali.


"Stooop pleaseeee"


Ucap Han-na yang semakin panik.


"Kau keberatan karena aku memanggilnya j**ang hah? apa kau tidak berpikir selama ini, kau lihat, Albert sering keluar masuk kamar wanita ini, dan kau pikir apa yang mereka lakukan ketika sedang berdua hah? entah sedang berpegangan tangan, lalu berpelukan, lalu berciuman, saling menyentuh satu sama lain, laluuuu..."


Bbhuukkk.


Ryan mencengkram baju Aldi kemudian memukul nya kembali.


Bbhuuukk.


Ryan kembali memukul Aldi.


"Berani nya kau berkata kotor seperti itu, kau tidak tau apapun tentang Han-na, jadi jangan pernah mengklaim Han-na seperti itu"


"Ryan stooop pleasee"


Ucap Han-na tapi tidak Ryan dengar.

__ADS_1


"Shuut uuupp"


(Diaaamm)


Aldi berteriak pada Han-na sambil mendorong nya hingga jatuh.


"Han-naaa !!!! Aldiiii... kau benar-benar membuatku hilang kendali"


"Pukul aku Ryan, ayo habisi saja akuuu"


Ryan mencengkram baju Aldi.


"Katakan padaku ada apa denganmu hah? kenapa kau jadi seperti ini? ADA APAA HAH ?"


Tiba-tiba Aldi menangis.


"Semua adalah salahmu Ryan, jika kau tidak pergi dengan wanita j**ang itu, Oliv pasti tidak akan seperti ini"


Ucap Aldi sambil menunjuk-nunjuk ke arah Ryan.


"Sudah ku katakan jangan berkata seperti itu pada Han-na"


Ucap Ryan penuh penekanan.


"Bahkan kau lebih membela wanita itu, good, you are bastrad, jika saja aku tidak membiarkan mu bersama dengan Olivia, mungkin dia tidak akan seperti ini, jika saja saat itu aku tidak selalu mengalah padamu, mungkin Olivia akan hidup bahagia dengan ku"


Ucap Aldi melepas cengkraman Ryan dengan kasar, lalu mendorong Ryan hingga terjatuh.


"Apa maksud mu hah?"


"Ryan please stooop"


Han-na pun kembali menahan Ryan, namun Ryan tetap berdiri tapi tidak menyerang Aldi.


"Aku lelah Ryan, Aku lelah harus selalu mengalah padamu, bahkan aku rela menahan rasa sakit ketika kau selalu bermesraan dengan Oliv di depan ku, kau tau, sebelum kau mengenal Oliv waktu itu, aku sudah lebih dulu menyukai nya, tapii karena Oliv menyukai mu dan kau juga menyukai Oliv, aku merelakan dia untuk mu, aku mendukung hubungan kalian, meskipun aku harus selalu menyembunyikan wajah sedih ku pada kalian berdua, karena yang ku pikirkan saat itu, persahabatan kita lebih dari segalanya, tapii apa sekarang, kau malah melakukan ini, aku menyesal sudah mengalah untuk mu, aku sangat menyesal"


Ryan benar-benar terkejut mendengar pengakuan Aldi seperti itu.


Ryan terdiam untuk beberapa saat.


Ya Tuhan, apa yang ku dengar ini benar, Aldi mencintai Oliv, itu artinya selama inii, aku menyakiti Aldi, tapi kenapa Aldi tidak pernah menceritakan itu padaku, dasaar pengecuutt.


Ryan mencengkram baju Aldi kembali.


"Kenapa kau tidak pernah mengatakan ini padaku pengecut, kenapa kau menyembunyikan ini padaku, KENAPAAA !!"


Aldi tidak menjawab hanya menatap wajah Ryan dengan tajam.


"Kenapa kau tidak mengatakan ini padaku lalu kita bersaing secara sehat, apa itu buruk menurut mu hah"


Ucap Ryan penuh penekanan.


"Kau bertanya padaku seperti itu? kau yakin hah, akan bisa membagi cinta dengan ku? jika pun Oliv mencintai ku dan kau mencintai nya, belum tentu kau akan bisa seperti ku, lagi pula Oliv pasti akan tetap memilih mu, kau tau, aku hanya sahabat, ooffzz maksudku asisten dari CEO muda terkaya di seluruh jagad, jadii apa yang aku punya untuk bisa memikat Oliv"


"Apa maksudnya dengan kau bicara seperti itu hah? kau pikir aku memikat Oliv dengan kekayaan ku begitu hah?"


"Mungkin begitu, dan lihatlah, kau sekarang menjadi lebih buruk, karena terpikat oleh wanita j*lang itu, come on Ryan kau yang seharusnya memikat, bukan kau yang terpikat"


"Itu bukan urusan mu, tidak ada yang tau tentang perasaan seseorang, entah dengan siapa kau akan jatuh cinta, sekarang kau menyalahkan ku karena aku mencintai orang lain hah, kenapa kau tidak berpikir saat aku mencoba bangkit dari keterpurukan ku, kau pikir itu karena apa hah, kenapa ketika aku mencintai orang lain kau menyalahkan ku, sedangkan kau adalah orang yang selalu menyaksikan keterpurukan ku, dan sekarang apa, kau menyalahkan ku atas apa yang terjadi, ini hidupku, jadi kau tidak perlu mengatur hidupku"


"Owh, tenang saja, lagi pula aku sudah muak dengan mu, dengan sikap mu yang selalu se enaknya saja itu, sudahlah sekarang semua nya sudah terlambat, kau urus saja wanita j*lang mu itu, semoga saja dia bisa memberikan mu kepuasan"


Ucap Aldi menghempaskan cengkraman Ryan.


Tapiii..


Bbhuuukk.


Ryan kembali memukul Aldi.


Bbhuuukk.


"Aaaah, kenapa kau tidak menghabisi ku saja Ryan, KENAPAA!!"


Tiba-tiba.


"Berhentiii !!! mohon maaf ini rumah sakit, kalian tidak di izinkan untuk membuat keributan di sini, jika tidak berhenti maka kalian bisa keluar sekarang juga"


Ryan dan Aldi pun berhenti dengan nafas yang terengah-engah.


"Apa kalian bisa berhenti, atau lebih baik kalian pergi saja dari sini"


Ryan dan Aldi mengangguk.


Kemudian security itu pun pergi.


"Lihat lah sekarang bagaimana keadaan Oliv, dia tertembak, ada orang yang menembaknya, lalu orang itu kabur, lihatlah keruangan itu, apa yang terjadi pada kekasih mu, lihat lah, dan ingatlah, bahwa ini adalah salah mu Ryan"


Aldi berkaca-kaca lalu pergi.


Ryan menatap tajam Aldi lalu menengok ke arah ruangan yang Aldi tunjuk lalu dengan tergesa Ryan memasuki ruangan itu di ikuti Han-na.


Laluuuu......

__ADS_1


*****


BERSAMBUNG.


__ADS_2