
"Dia sepertinya benar-benar menyukai mu dan takut kau marah, dan apa kau ingat, hanya kita yang ada di situ saat kejadian kemarin, aku tidak melihat orang lain lagi selain kita berempat, soooo !!! "
"Apaa !! kenapa kau bisa bicara seperti itu, memangnya kau tau isi hatinya ? tapiii apa yang Han-na lakukan tadi itu sangat konyol juga, untuk apa dia memberikan cake sebagai permintaan maaf nya, tapi kau benar, hanya kita yang ada di sana saat itu" Ucap Ryan
"Nah itu yang aku pikirkan" Ucap Aldi
Han-na, Kim Han-na, dia memang mengalihkan ku dari Oliv saat ini, dia yang mampu membuat ku merasa kan hal yang sama ketika aku jatuh cinta pada Oliv, tapi apa hatiku sudah yakin dengan perasaan ini, entahlah aku juga tidak tau persis perasaan Han-na pada ku seperti apa, meskipun Aldi selalu bilang jika Han-na menyukai ku, heeeuhhh, cintaaa...aku tidak mau lagi bercinta, itu hanya membuatku sakit
Ucap Ryan dalam hati.
"Hey !! kenapa kau, kenapa kau melamun, apa kau sedang memikirkan Han-na ? " ucap Aldi
"Ti tidak, untuk apa aku memikirkan Han-na"
"Benarkah tidak ?"
" Tentu saja "
" Aku mulai ragu sekarang " Ucap aldi
" Ragu kenapa ? "
"Ragu dengan perasaan mu itu"
"Haiissh...Sudahlah tidak perlu di bahas lagi.
Oh iya, bukankah kemarin kau membeli kamera ? "
Ucap Ryan mengalihkan pembicaraan.
" Iya kenapa ? "
"Ada baiknya jika kamera itu tidak hanya di simpan di lemari saja, ayoo kita gunakan, aku ingin berfoto, aku sudah lama tidak berfoto"
"Huh aku tau kau hanya mengalihkan
pembicaraan saja"
Ucap Aldi pelan.
"Apa kau mengatakan sesuatu ?"
"I iya eeummm aku bilang ayoo kita gunakan sekarang, aku akan memotret mu "
"Okay, tunggu, aku ingin mandi terlebih dahulu, apa kau tidak ingin mandi ? "
"Tentu saja, aku kan tidak suka bau "
"Jika begitu mandi lah dengan ku baby, hahahhahah "
Begitu candaan Ryan saat akan masuk kamar mandi.
"Iiiiwwwhhh... menjijikan sekali " Ucap Aldi jijik
****
Satu jam kemudian .
"Oke satuu... duaa... tigaa...( cekreek) sekarang ganti posisimu"
Tiba-tiba ponsel Aldi berdering.
"Tunggu sebentar, jangan merubah posisimu"
Aldi melihat layar ponsel nya.
Terkejut..
" Olivia !!! "
* isi pesan *
Aldi aku sudah di Bali sekarang, aku sudah di hotel tempat kalian menginap, tapi aku tidak tau dimana kamar kalian, tolong beri tau aku, dan kata kan sekarang kau dan Ryan ada dimana ?
"Apa !! Olivia ada di Bali sekarang " Aldi terkejut.
Membalas pesan dari Olivia.
Okay, jika aku tidak ada di ruangan itu berarti aku masih di pinggir pantai bersama Ryan.
__ADS_1
Okay thanks.
Sama-sama.
Aldi kemudian memasukkan ponsel nya ke dalam tas nya,
Ya Tuhan, sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengan nya, lama aku tidak melihat nya lagi, dan dia ingin bertemu dengan Ryan, tapi kenapa jantungku yang berdebar, huuuuuhhhf, aku harus bisa melupakan dia dan membuang rasa itu demi persahabatan ku dengan Ryan.
Ucap Aldi di dalam hati.
"Hey Aldi siapa itu ? " Teriak Ryan
Aldi tidak menjawab nya.
" Aldiiiiii, apa kau akan membiarkan aku begini terus sampai matahari membakar ku huh?"
Teriak Ryan kesal.
Aldi tersadar .
"Ah sorry, aku lupa, oke kita lanjutkan"
"Satu... duaa.. tigaa... (cekreeek), oke sekarang kita pindah posisi "
"Hahahaha kau seperti fotografer profesional saja"
"Kenapa memangnya, itu kan cita-cita ku"
"Iya aku akan mengabulkan cita-cita mu itu"
"Seperti jin saja"
"Hey apa kau meragukan ku hah ?"
"Oh tentu tidak Tuan Ryan Gajendra Ibrahim, aku mengakui besarnya kekuasaan mu"
"Kau terlalu berlebihan "
"Ini tempat yang bagus menurut ku, ayo cepat, satuuu... duaa... tigaa...(cekreeek)"
"Aldi apa kau tidak ingin berfoto hah, ayo sini biar aku yang akan memotret mu"
"Yaa sure"
Memberikan kamera pada Ryan.
"Oke bersiaplah tuan, kau akan puas dengan hasil jepretan ku ini, onee... twoo... three... (cekreeek) sekali lagi, satuu... duaa... tiga... (cekreeek)"
Tiba-tiba, dua lengan memeluk tubuh Ryan dengan erat,
sontak membuat Ryan terkejut.
Ryan melihat ke arah lengan tersebut lalu berbalik arah.
"Oliviaaaa !!!!!"
Aku sangat terkejut ketika aku melihat seorang wanita yang selama ini aku coba untuk melupakannya, aku pikir ini semua hanya lah mimpi, entah mimpi indah atau mimpi buruk, perasaan ku sekarang bercampur aduk,
aku tidak tau perasaan ku terhadap Oliv sekarang, tapi tidak aku pungkiri juga aku masih merasakan detak jantung ku bedebar kencang saat melihat nya, meskipun rasa sakit yang aku rasakan kembali lagi saat melihat kehadiran nya, aku pun berusaha mengatur nafas dan emosi ku.
"I miss you Ryan " Ucap Olivia dengan mata berkaca-kaca.
"Darimana kau tau jika aku berada di sini ? " Ucap Ryan datar.
"Bagaimana mungkin aku tidak tau kau kemari, sedangkan kau pernah bilang jika disini kau bisa memenangkan pikiran mu"
"Alasan mu tidak masuk akal"
"Kau masih marah padaku"
"Sudahlah, aku sedang tidak ingin berbicara pada siapapun"
Ryan pergi dari hadapan Olivia.
Sementara Aldi yang melihat drama yang baru saja terjadi hanya diam.
Ini bukan kali pertama aku melihat Oliv memeluk dan mencium Ryan, ini sering terjadi, tapi kenapa sakit yang aku rasakan saat ini lebih sakit, saat aku mencoba untuk melupakannya tapi aku malah melihat dia ada di hadapan mata ku, dan ini semakin membuat ku sangat sakit.
Tiba-tiba Ryan menarik tangan ku secara kasar.
__ADS_1
Ucap Aldi di dalam hati.
"Heeeyy heeyy Ryan, apa apaan kau ini ?"
Ryan tidak menjawab malah terus menarik tangan Aldi sampai ke suatu tempat.
"Apa kau yang memberi tahu Oliv jika aku ada di sini ?"
"Ke ke kenapa kau bertanya kepada ku"
"Jawaaaaabbbb " Ucap Ryan marah.
"Tii tii daak "
"Jangan berbohong padaku hah"
Tiba-tiba..
"Dia tidak bersalah Ryan, aku yang bersalah"
"Aku yang mencari tau dimana keberadaan mu, aku menemui keluarga Aldi dan akhirnya mereka memberi tahu ku tentang keberadaan Aldi dan mereka pun memberi nomor handphone Aldi, akhirnya aku bisa menghubungi Aldi, dan aku yang memaksanya untuk tidak memberi tahu kan tentang ku kepada mu, karena aku yakin dimana ada dirimu Aldi pasti bersamamu"
"Untuk apa kau mencari ku lagi"
"A aku ingin menebus semua kesalahanku, aku ingin memperbaiki semuanya" Memelas.
"Untuk apa lagi, apa dia mempunyai kekurangan sehingga kau kembali mencari ku"
"Ryan please dengarkan penjelasan ku dulu, aku memang bersalah, karena aku pengecut selama ini, aku sudah meminta untuk di jodohkan pada ayahku"
"Whaat !!!! bahkan kau yang meminta untuk di jodohkan ? ck... ck... ck... aku tidak percaya itu Oliv, ternyata kau memang tidak pantas untuk di cintai"
"Ryan tolo... " Terpotong oleh Ryan
"Sudah cukup, lebih baik kau pulang kembali sekarang juga "
"Eemm Ryan calm down bro, tahan emosi mu, ini di tempat umum, lebih baik kita bicarakan ini di kamar hotel saja, agar tidak banyak orang yang melihat kita"
Ucap Aldi mencoba menenangkan Ryan.
"Tidak perlu, biarkan semua orang tahu jika dia adalah penghianat" Ucap Ryan datar.
Sakit rasanya ketika orang yang kita cintai berkata seperti itu, aku tau perasaan dia saat ini, hatinya mungkin hancur berkeping-keping, aku memang bersalah dengan membiarkan cintaku pergi, aku membohongi diriku sendiri karena terpengaruh oleh perkataan omong kosong, aku masih sangat mencintai Ryan, bahkan aku tidak pernah berhenti menangis saat aku mengingat nya, meskipun tunangan ku kemarin sangatlah baik, dia selalu menghiburku, meskipun dia tahu bahwa hatiku bukan untuknya, dia tahu aku terpaksa melakukan pertunangan itu.
Ucap Olivia di dalam hatinya, air mata pun mengalir.
"Menangislah sepuasnya di hadapan ku, karena kali ini aku tidak akan terpengaruh oleh tangisan mu itu"
Ucap Ryan ketus.
"Apa kau sudah tidak mencintai ku lagi ?"
"Tidak"
"Tolong tatap mataku Ryan "
Ryan hanya diam, enggan untuk menatap mata Olivia, dia memilih menatap ke Arah lain .
"Tatap mataku Ryan !!"
Olivia mencoba membingkai wajah Ryan mengarahkan ke wajahnya agar Ryan menatap nya.
Ryan mencoba untuk tetap tidak menatap nya, tapii ternyata Ryan tidak bisa, lalu Ryan menatap Olivia.
Benarkah itu adalah air mata penyesalan, tapi kenapa hatiku masih ragu, aku memang masih mencintainya, aku juga merindukan nya, tapi aku takut jika kejadian dulu terulang kembali, aaarrrggggghhhh, Ya Tuhan tolong aku
Kemudian Ryan memalingkan wajah nya.
"Kau masih mencintaiku bukan ?"
Ryan hanya diam.
"Aku tidak ingin mengatakan hal ini padamu sebenarnya, tapi untuk mengembalikan kepercayaan mu padaku, aku harus mengatakan nya"
Lagi-lagi Ryan diam.
"Saat itu aku sedang di kantor Ayahku, kemudian aku terkejut ketika aku melihat kehadiran ......
****
__ADS_1
BERSAMBUNG