Love Korean Girl

Love Korean Girl
Pertemuan.


__ADS_3

Esok hari.


"Han-na, sebaiknya kau beristirahat, biarkan aku yang mencari Hans"


"Tidak, lagipula kau belum mengenal tempat ini"


"Ya aku tau, tapi aku bisa bertanya kan"


"Tidak, aku harus terus mencari Hans, aku tidak akan bisa tenang"


"Haaaahh, baiklah"


Tok...tok...tok...


"Masuklah"


Aldi pun masuk.


"Kalian akan mencari Hans hari ini?"


"Yupps"


Ucap Jasmine.


"Tapi Han-na, sebaiknya kau beristirahat saja, biar aku dan Jasmine yang mencari Hans"


"Tidak Aldi, aku tidak akan bisa tenang jika aku tidak mencari anakku"


"Tapi kau benar-benar harus beristirahat, agar kau bisa benar-benar pulih, luka mu juga masih basah"


"Tidak perlu khawatir, ini hanya luka kecil"


"Hhmm baiklah"


"Han-na?"


Ucap Aldi.


"Ya kenapa Aldi"


"Aku hanya ingin meminta maaf pada mu, untuk kejadian dulu, aku sangat membenci mu, karena kau penyebab kematian Olivia, tapi sekarang aku sadar, jika kau tidak bersalah, kau tidak melakukan kesalahan apapun Han-na, kau dan Ryan, saling mencintai, dan aku sudah salah menilai mu"


"Itu hanya masa lalu, tidak perlu kau bahas lagi, meskipun tidak mudah untuk ku melupakan semua kejadian itu, tapi aku sudah mencoba untuk mengiklaskan nya"


"Maafkan aku Han-na"


"Hey, sudahlah, aku sudah memaafkan mu"


****


Aku kembali lagi ke apartemen itu karena ini permintaan Hans, kali ini aku menggendong Hans, karena hari ini Hans sedikit manja.


Aku pura-pura menanyakan Ibunya Hans lagi pada resepsionis, dan aku pun mencoba memberikan isyarat pada resepsionis agar menjawab saja pertanyaan ku.


Dan resepsionis itu pun mengangguk.


Setelah mendengar jika Ibunya tidak pulang.


Hans pun mulai merengek lagi, dan menangis pelan sembari menyenderkan kepalanya ke pundak ku.


Aku pun keluar dari apartemen itu.


"Hey kiddo, kita harus mencari nya ke tempat lain"


"Aku ingin bertemu Mommy"


Hans berbicara sambil menangis.


"Iya, aku akan mencari Mommy okay, sssst sudah jangan menangis lagi ya"


Aku pun menenangkan nya sembari mengelus-elus punggung nya.


Aku menunggu bis datang dan berniat untuk mencari Ibu Hans di tempat kembang api yang saat itu aku bertemu dengan Hans.


Selama di dalam bis Hans selalu merengek, dan hanya diam saja.


Aku lebih suka Hans yang aktif, dari pada yang murung seperti ini.


Cukup pegal, aku menggendong Hans, akhirnya aku sampai di tempat itu.


"Hey kiddo, apa kau ingin ice cream ?"


"Aniyo (Tidak)"


"Kau ingin balon huh?"


"Noo"


"Mmm, kau ingiiiinnn naik pesawat lagi?"

__ADS_1


Kali ini Hans hanya menggeleng.


Huuuffft, jujur aku sedih sekali melihat Hans murung seperti ini.


Aku pun duduk di tepi, di tempat yang teduh.


Aku terus saja menepuk-nepuk lembut punggung nya.


Korea sangat luas, bagaimana aku bisa menemukan Han-na, anakku dan ibu Hans.


Aku melihat beberapa polisi di sini, tapi sudahlah aku tidak mau tau tentang itu.


Aku pun kembali beranjak pergi, sesekali aku menengok memeriksa Hans, apa di tertidur atau tidak, ternyata dia tidak tertidur, dia sedang murung.


Tiba-tiba polisi menghampiri ku, dengan menggunakan bahasa Korea, lalu aku pun menjawab.


"Sorry sir, I don't understand what you are saying, can you speak English ? "


(Maaf pak, aku tidak mengerti apa yang sedang kau katakan, bisakah anda berbicara bahasa Inggris ? )


Hans pun terbangun dari pundak ku dan melihat ke arah polisi itu.


"You are suspected of being a suspect for kidnapping this child"


(Kau di duga menjadi tersangka karena telah menculik anak ini)


"Whaaat? No, I didn't kidnap him."


(Apaaa? tidak, aku tidak menculiknya)


"He is my Daddy"


(Dia adalah ayahku)


"Yaapss, I am his father"


(Yaapss, aku adalah ayahnya)


"Really? but someone has reported that his son is missing, and here's a picture, and still you have to come with us to the police station"


(Benarkah? tapi seseorang telah melaporkan bahwa anaknya hilang, dan ini potonya, dan tetap kau harus ikut kami ke kantor polisi)


"But what am I doing wrong ? I am his father and there is no way I could kidnap him."


(Tapi apa salahku ? aku adalah Ayah nya dan tidak mungkin aku menculiknya)


"You can explain that at the police station."


****


Saat aku ingin bersiap untuk mencari Hans, tiba-tiba handphone ku berdering.


Dan itu dari kantor polisi, yang menyatakan bahwa, dia sudah menemukan siapa yang menculik Hans.


Oh Ya Tuhan, terimakasih kau sudah mendengar do'a ku.


Aku sangat senang sekali, aku memberi tau kan Jasmine dan langsung memeluknya.


Aku, Jasmine dan Aldi pun ikut menuju kantor polisi.


Setelah sampai di kantor polisi.


Aku melihat pria yang dari postur tubuh nya seperti nya tidak asing bagiku, tapi siapa dia.


Dia sedang menggendong Hans, dan Hans seperti nya sedang murung, apa dia sakit?


Aku langsung saja memanggil namanya, dengan mata yang berkaca-kaca, aku sudah sangaaaat merindukan Hans.


"Haaaannnsss... !!"


"Mommyyyy... !!!!!"


Hans pun mencoba untuk turun dari pangkuan pria itu dan berlari menghampiri ku, aku pun berlutut sembari merentangkan kedua tangan ku untuk menerima pelukan dari Hans.


Aku menciumi seluruh wajah nya.


"Oh My God, aku sangaaat merindukanmu"


"Aku juga merindukan mu Moomm"


"Kemana saja kau huh? apa aku harus marah padamu, karena kau melepaskan genggaman tangan ku"


"Waktu itu aku ingin buang air kecil Momm, dan kau malah menggenggam tangan orang lain, lalu aku bertemu dengan Ayah, dia yang membantu ku, dia mengantar ku ke toilet, dia juga yang membantu ku mencari mu"


Ucap Hans sembari menunjuk ke arah pria itu.


"Apa? Ayah ?"


Hans pun mengangguk.

__ADS_1


Lalu aku pun melirik ke arah pria itu, dan ternyata, aku sangat terkejut melihat nya.


Aku menatap nya dan dia pun menatap ku.


****


Saat aku sedang berada di kantor polisi, tiba-tiba aku mendengar suara memanggil nama Hans.


Hans menjawab panggilan itu dan ternyata itu Mommy nya, Hans pun dengan terburu-buru turun dari pangkuan ku.


Dan setelah aku melihat ke belakang.


Aku sangat terkejut, aku senang, aku..., aku sangat senang sekali melihat orang yang selama ini ku cari berada tepat di hadapan ku, kami pun saling menatap,


Han-na pun terkejut melihat ku, mata ku berkaca-kaca melihat nya.


Ya Tuhan, apa ini adalah rencana terbaik mu, setelah aku mencari nya berbulan-bulan, tapi ternyata kau mempertemukan aku dengan cerita yang tidak aku duga.


Apa artinya Hans adalah anakku?


Han-na kemudian berdiri menghampiri ku, laluu.


Plaaaaakkk.....


Han-na menampar ku.


"Berani nya kau menyentuh anakku"


Ucap Han-na dengan penuh penekanan.


"Jadi Hans itu adalah anakku?"


Jawab Ryan menatap Han-na.


"Kau sudah berani menyentuh anakku dan sekarang kau mengakui nya sebagai anak mu ? greaaat Ryan"


Han-na menatap tajam ke arah ku.


"Aku mencari mu, aku, aku menyesal Han-na"


"Tidak ada yang harus kau sesalkan"


Ketus Han-na.


"Han-na ku mohon, bertahun-tahun, aku tidak bisa melupakan mu, aku tersiksa, hidup ku juga hancur, setiap malam kau selalu ada dalam mimpi ku, dalam pikiran ku, juga dalam hatiku"


Ryan memelas.


"Pergi lah ku mohon, pergi dari kehidupan ku, aku sudah bahagia bersama anakku, tolong jangan buat hidupku hancur kembali Ryan"


"Han-na, aku hanya ingin memperbaiki semua nya, aku hanya ingin memperbaiki kesalahan ku yang sudah aku lakukan dulu, aku juga sangat menyayangi Hans, aku tidak bisa jauh darinya"


"Sudahlah Ryan, pergilah, bahkan kau tidak pantas menjadi peran seorang Ayah"


"Han-na, mari kita bicarakan ini, ku mohon, Han-na"


Han-na tidak menjawab ku, dia malah membawa Hans pergi jauh dari ku, dan Hans kini bersama Jasmine.


Aku terkejut melihat Jasmine dan Aldi.


Aku menatap tajam ke arah Aldi.


Aku pun menghampiri Aldi dan menyeretnya menuju tembok dan mencengkram erat baju nya.


"Untuk apa kau datang ke sini huh?"


Ucap ku penuh penekanan.


"Ryan ku mohon tenanglah"


Aldi mencoba menenangkan ku.


"Aku tidak akan bisa tenang, setelah apa yang kau lakukan padaku, penghianaaatt"


"Stoooopp, aku mohon jangan membuat keributan di sini Ryan"


Han-na berteriak padaku, aku pun melepaskan cengkraman ku, lalu aku kembali menatap Han-na.


Sedangkan dia sedang bicara pada polisi menggunakan bahasa Korea.


Aku tidak tau aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


Lalu aku tiba-tiba di seret masuk ke dalam jeruji besi.


"Heey, Sir, I'm innocent, I didn't kidnap, I couldn't have kidnapped my own child, Han-naaaaa kumohooonn, aku tidak ingin berpisah dengan mu dan Hans"


(Heey, Pak, aku tidak bersalah, aku tidak menculik, aku tidak mungkin menculik anakku sendiri)


...****************...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG....


__ADS_2