
Aku sekarang sedang sibuk mencari Han-na di semua tempat, aku menanyakan kepada setiap orang yang bertemu dengan ku, aku menanyakan kepada setiap orang dan aku menunjukkan Poto Han-na yang ada di ponsel ku, tidak ada yang tau tentang Han-na, aku pikir dia model di Korea, tapi ternyata mereka tidak tau kepada Han-na.
Setelah aku hampir lelah, aku bertanya kepada orang yang sedang berjalan bersama istrinya, entahlah istri nya atau bukan.
"Excuse me, have you seen this person before?"
(Permisi, apa kau pernah melihat orang ini?)
Aku bertanya sembari menunjukan poto pada mereka.
"Ah I know her, she is a magazine model, but it's rare to hear about her, I'm one of her fans"
(Ah aku tau dia, dia adalah model majalah, tapi sudah jarang sekali ada berita tentang dia, aku salah satu fans dari nya)
Ucap orang tersebut..
"Woah really? So do you know where she lives?"
(Woah benarkah? jadi apa kau tau dimana dia tinggal?)
"Yeah I know, she lives in Anyang, but that was then, now I don't know where she is"
(Yeah aku tau, dia tinggal di Anyang, tapi itu dulu, sekarang aku tidak tau dia dimana)
"Anyang?"
"Yes"
"Ahm Alright then, thanks for your time."
(Ahm baiklah kalau begitu, terimakasih atas waktunya)
"Yes, no problem"
Mereka sekarang sudah pergi..
Hebat sekali, dia sampai tau di mana Han-na tinggal, great fans.
Tunggu, Han-na adalah model, dia lumayan terkenal, kenapa aku bodoh sekali, kenapa aku tidak mencari tau tempat tinggal nya di internet, geezzz Ryan, kenapa kau bodoh sekali, bisa-bisanya kau melupakan itu, huuuffft dasar payah..
Aku mencoba mencari tau dimana Han-na tinggal, dan ternyata hasil nya sama dengan apa yang wanita tadi katakan, dia tinggal di kota Anyang, apa aku harus kesana sekarang, atau aku lanjutkan ini besok? haaah sudahlah, besok saja, lagipula aku sudah lelah sekarang ..
Akhirnya aku kembali ke hotel tempat ku tinggal, Huuuffft, hari ini lelah sekali.
Han-na, aku pasti akan menemukan mu, kita pasti akan bertemu, aku yakin.
****
Keesokan harinya.
Ryan menuju kota Anyang di Korea,
__ADS_1
Anyang adalah sebuah kota di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Dengan populasi sekitar 600.000 orang. Kota terbesar ke-20 di Korea Selatan Ini adalah kota satelit Seoul dan terletak sekitar 21 km (13 mi) selatan Seoul, dan 19 km (12 mi) utara dari Suwon. Terhubung ke Seoul melalui Seoul Subway Jalur 1 dan Jalur 4.
Aku mencoba untuk menjelajahi kota Anyang, jarak nya cukup dekat dari Seoul.
Tetap saja, meskipun aku tau kota dimana Han-na tinggal, tapi aku kan tidak tau persis dimana letak rumah nya, aku pasti hanya akan membuang waktu dengan menanyakan keberadaan Han-na pada semua orang.
Tiba di kota Anyang, Ryan mencoba menanyakan hal yang sama kepada setiap orang, seperti yang Ryan lakukan sebelumnya.
Dan hasilnya adalah, nol besar, Ryan sama sekali tidak menemukan keberadaan Han-na, hingga Ryan menyewa tempat tinggal, agar dia bisa bermalam di kota tersebut, dan mencari Han-na kembali di pagi harinya.
****
Sampai 1 bulan Ryan terus saja mengelilingi kota di Korea, tapi tetap tidak menemukan Han-na sama sekali, sampai Ryan merasa sudah lelah, lalu Ryan kembali menuju kota Seoul dimana dia pertama kali memesan hotel.
Keesokan harinya Ryan kembali mencari Han-na, Ryan mencoba mencari kota-kota yang belum dia kunjungi di internet, dan kali ini dia akan menuju ke kota Busan.
Sebelumnya dikenal sebagai Pusan dan sekarang secara resmi dikenal dengan nama Kota Metropolitan Busan, adalah kota dengan populasi terbanyak kedua di Korea Selatan setelah Seoul, dengan jumlah penduduk yang mencapai 3.5 juta jiwa. Kota ini merupakan pusat ekonomi, budaya dan pendidikan di wilayah tenggara Korea, dan pelabuhannya merupakan pelabuhan tersibuk di Korea dan tersibuk ke-9 di dunia.
Seperti biasa Ryan mencoba menanyakan kepada setiap orang, hingga hampir larut malam dia masih terus saja menanyakan kepada setiap orang tapi hasil nya kembali nol.
Hingga tiba di sebuah kerumunan orang.
Ada apa itu, kenapa semua orang berkerumun.
Ya Tuhan, indah sekali, jika saja saat ini aku sudah menemukan Han-na dan anakku aku pasti adalah satu-satunya orang terbahagia di dunia ini.
Aku duduk di belakang keramaian, terus memandangi kembang api yang semakin indah di lihat.
Aku duduk di situ hingga hanya sedikit orang yang tersisa, sampai tiba-tiba, ada anak laki-laki yang menghampiri ku dan tersenyum padaku.
****
Aku sedang melihat Busan firework festival
bersama anak laki-laki ku, aku memegang dia dengan sangat erat di tengah kerumunan.
"Lihat Mom that's amazing"
"Iya sayang bukan kah itu sangat bagus?"
"Iya Mom itu sangat bagus"
kami terus saja melihat ke arah kembang api itu, aku menunjukkan sisi kembang api yang lebih bagus dari pandangan kami sebelumnya, hingga aku tidak sadar melepaskan genggaman tangan anakku, tapi aku kembali menggenggam nya.
****
"Hai boy, what's your name?"
__ADS_1
"Hai dude, My name is Hans"
"Waw, it turns out, that your English is very good, little boy"
(Waw, ternyata, bahasa Inggris mu sangat bagus, anak kecil)
"Of course, because Mommy taught me very well."
(Tentu saja, Karena Mommy mengajar kan ku dengan sangat baik)
"Your mother must be very smart"
(Ibu mu pasti sangat pintar)
"Sure, Sir can you help me, I can't stand the urge to pee, can you take me to the toilet?"
(Tentu, Tuan bisa kah anda menolong ku, aku sudah tidak tahan ingin buang air kecil, bisa kah kau mengantarkan ku ke toilet?)
Ucap anak laki-laki itu dengan suaranya yang lucu.
"So you want to pee?"
(Jadi kau ingin kencing?)
"Yas"
"OK, I'll take you."
(Baiklah aku akan mengantar mu)
Aku dan anak kecil itu menuju toilet yang ada di sekitar.
****
Aku pikir, aku menggenggam anak laki-laki ku, tapi ternyata dia bukan anakku, dia anak dari orang lain, itu artinya sejak tadi aku menggenggam tangan orang lain, buka anakku, Ya Tuhan, aku sangat panik, lalu mencari dimana Hans, Ya Tuhaaaan kumohooonn, jangan sampai dia hilang, aku tidak mau itu terjadi, Ya Tuhan tolong aku.
Aku berlarian sambil melihat-lihat keseluruh sekitar tempat itu, aku panik, aku tidak tau harus mencari Hans kemana, di sini banyak orang, dan aku tidak bisa menemukan Hans.
"Haaaaaaaannsss !! Haaaaaaaannsss !!"
Aku berteriak tidak karuan, aku sangat takut, aku tidak mau kehilangan Hans, akhirnya aku menangis sambil menanyakan kepada setiap orang yang ada di sana.
Sampai ada orang yang melihat Hans, dan dia bilang jika Hans di bawa oleh pria yang mengenakan jaket, lalu memakai topi.
Oh tidak, Ya Tuhan apa dia penculik ? apa dia menculik anakku, aku terus saja menangis sampai aku tidak tau apa yang harus aku lakukan.
Sampai tidak ada orang di situ aku terus saja berteriak sembari menangis memanggil nama anakku Hans.
...****************...
......................
BERSAMBUNG....
__ADS_1