Love Korean Girl

Love Korean Girl
Ayah sementara


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Setelah seminggu mencari Hans, tidak ada hasil nya sama sekali, aku sudah seperti orang gila saja, setiap malam aku menangis, memandangi Poto putra ku Hans, aku hampir tidak pernah tidur, hati ku tidak pernah tenang, makan pun tidak berselera, yang aku pikirkan saat ini adalah Hans putra ku, dimana dia sekarang? bagaimana keadaan nya.


Ya Tuhaaaan, kumohooonn kembali kan putra ku, aku tidak bisa hidup tanpa dia....


Aku selalu menangis saat aku mengingat nya, aku takut terjadi apa-apa pada nya.


****


Di tempat lain.


Aku mengajak Hans ke toko mainan, aku membelikan mainan untuk Hans, aku semakin menyayangi nya meskipun aku baru saja bertemu dengan nya, tidak tau kenapa, aku merasa tidak ingin dia jauh dariku sekarang.


"Hey kiddo, ini bagus ! apa kau ingin ini ?"


"Tidak, aku ingin BUZZ LIGHTYEAR, Mobil ini, dan kereta ini"


"Okay baiklah, aku akan membeli kan nya untuk mu"


"Horeeeeeee...!!!!"


"Hahaha kau tidak perlu berteriak kiddo, banyak orang yang melihat mu"


"Aku senang, kau membelikan mainan untuk ku, kau baik, kau seperti Ayah ku, dia juga akan membeli kan mainan untuk ku, Meskipun aku belum pernah bertemu dengan nya"


"Lalu, apa kau sudah bertanya pada ibu mu dimana Ayah mu?"


"Sudah, Mommyku bilang Ayah ku sedang bekerja, dia akan kesini tapi tidak tau kapan"


"Mmm begitu, lalu apa kau pernah melihat wajahnya?"


"Tidak pernah, tapi kau mirip dengannya, aku selalu di ejek oleh teman-teman ku, karena aku tidak mempunyai Ayah"


"Mmm, bagaimana jika aku menjadi Ayah mu dulu untuk sementara? boleh kah ?"


Ucap ku sembari menaikan alis ku.


"Tapi bagaimana jika Ayah ku pulang nanti?"


"Kau tenang saja, aku akan bicara pada Ayah mu nanti, bagaimana?"


"Mmm, baiklah, kau boleh jadi Ayah sementara untuk ku, tapi aku akan memberikan syarat"


Ya ampun anak ini.


"Apa syaratnya?"


"Kau harus seperti Superman, kau harus menolong anak-anak kecil, dan nenek-nenek, dan perempuan, dan semuanya"


Dia berbicara sembari merentangkan kedua tangannya.


"Ow, hanya itu syarat nya huh? "


"Yas"


"Apa kau tidak mau aku belikan mainan untuk mu tiap hari?"


"Tentu saja aku mau"


"Hahaha baiklah"


Setelah menghampiri kasir sembari memegang tangan Hans, aku dan Hans kemudian keluar, aku membawa mainan yang sudah terbungkus di sebelah tangan kiri ku, sementara tangan kanan ku memegang tangan Hans.

__ADS_1


Saat aku mengobrol kecil dengan anak ajaib ini, tiba-tiba pandangan ku beralih kepada perempuan yang sedang berdiri di depan toko, pandangan ku tidak ku lepaskan dari perempuan itu, hingga aku berbicara pada Hans dan memberikan bungkus mainan itu padanya.


"Hans, tunggu di sini dulu okay, wait for me, wait a second, don't go anywhere"


"Tidak, kau tidak boleh pergi !"


Hans tidak mau aku pergi, dia merengek dan terus menggenggam erat tangan ku.


Aku mencoba melepaskan genggaman tangannya.


"Hans, ini sebentar, tunggu aku sebentar, okay, jangan kemana-mana, tetap di sini"


"Tidak, kau tidak boleh pergi, kau tidak boleh meninggalkan ku !!"


"Ku mohon, aku akan menolong orang lain, dompet orang itu di ambil, dan aku harus menolongnya"


"Tidaaakk !!"


Hans kembali merengek.


Saat pandangan ku terlepas, dan perempuan yang aku cari selama ini pun sudah tidak ada, dia sudah pergi.


"Stoooopp !! jangan merengek lagi , kau sudah membuat ku kehilangan anaku dan orang yang aku cintai, Kenapa kau selalu menyusahkan ku huh? aku sudah mencari nya bertahun-tahun dan kau menggagalkan usahaku selama ini anak kecil, hah..hah..hah"


Teriak ku pada Hans marah.


Aku terkejut ketika melihat raut wajah Hans yang mulai berkaca-kaca dan menunduk.


Aku pun menarik nafas ku dalam-dalam.


Oh Ya Ampuuun, kenapa aku harus berteriak padanya.


Hans mulai merengek dan membuang mainan yang sedang dia pegang tadi.


Aku merasa bersalah sudah membentak nya..


"Hey sssst, maafkan aku, aku tidak marah padamu, aku, aku marah pada pencuri itu, gara-gara kau menghalangi ku, aku jadi tidak bisa menolong orang itu"


Hans masih menangis.


"Ssst, maafkan aku okay"


Aku pun segera memeluk nya dan langsung menggendong nya.


"Hey kiddo, jangan menangis lagi ya, kau bilang aku harus menolong semua orang, tapi kau malah mencegahnya tadi"


"Tangisan dia berhenti, tapi dia tidak berbicara sepatah kata pun"


Aku pun pergi menuju hotel ku, tidak lupa membawa mainan tadi.


****


Setelah sampai di hotel.


Aku menurunkan Hans, tapi dia langsung berlari ke arah kamar.


"Heeey kiddo !!"


Seperti nya dia marah.


Aku langsung membuka jaket ku, dan mainan yang tadi di beli, menyimpan nya di atas sofa, lalu mengambil minum dan meminumnya.


Kemudian aku menghampiri Hans, aku mencoba mendekati nya.

__ADS_1


Dan tebak, dia sedang ada dimana?


Dia sedang duduk di ujung dinding dengan dua tangan nya yang memeluk lutut, dengan air mata yang terus mengalir, dan sesekali dia mengelap ingus nya dengan tangan ke arah pipi nya.


Dengan wajah yang di tekuk, dia memanyunkan bibir nya, tapi dia tidak bersuara, yang terdengar hanya suara tarikan nafas melalui hidung yang penuh dengan ingus, hahaha, kenapa rasa nya lucu sekali, melihat ekspresi anak kecil ini yang sedang kesal karena di bentak oleh ku tadi.


"Hey kiddo, i'm sorry"


Hans masih tidak bicara padaku.


Aku pun mengambil mainan yang tadi ku simpan di atas sofa.


"Hey lihat, bukankah kau menginginkan ini kiddo?"


Aku membuka mainan itu.


"Hey, ini kereta api, dan ini mobil mu"


Hans masih tidak bicara, tapi dia memperhatikan ku.


"Dan lihat ini adalah BUZZ LIGHTYEAR, apa kau tau dia selalu berbicara apa saat akan terbang ke luar angkasa?"


Tiba-tiba...


"Menuju tak terbatas dan melampaui nya"


Hahaha ternyata dia menyerah juga, akhirnya dia tersenyum, dan mengambil BUZZ yang aku sodorkan padanya.


"Aku ingin membeli Woody, agar BUZZ memiliki teman"


Ucap Hans padaku.


Aku pun tersenyum mendengar dia sudah mau berbicara lagi padaku, ternyata dia mudah untuk di bujuk.


"Okay, aku akan membelikan nya nanti untuk mu"


Hans hanya melirik ku sekilas.


"Hey kiddo, please maafkan aku, jangan marah lagi padaku, bukan kah aku Ayah mu?"


"Kau yang marah padaku tadi, bukan aku yang marah padamu"


Benar juga, aku yang tadi marah bukan dia.


Untung saja dia masih belum mengerti apa yang aku katakan tadi, jika saja dia sudah besar, pasti dia akan pergi begitu saja dari sini.


"Iya a aku membentak mu tadi, jadi aku minta maaf ya, mmm jika kau memaafkan ku, aku janji akan membelikan Woody dan teman-temannya"


"Benarkah? kau berjanji?"


"Yupps, kau mau memaafkan ku !!"


Ucap ku lagi sembari menyodorkan jari kelingking ku, dan Hans pun menerima permintaan maaf ku.


"Baiklah aku akan memaafkan mu"


Meskipun ucapan anak ini sangat tidak sopan, tapi aku senang dia memaafkan ku.


...****************...


......................


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2