Love Korean Girl

Love Korean Girl
Ayah Cleo tersangka


__ADS_3

Satu Minggu kemudian.


Jasmine sangat sedih atas kepergian Han-na dan Hans ke Korea, sekarang Jasmine tidak bisa memeluk Hans jika dia merindukan Hans.


Ya Tuhan, sudah seminggu aku tidak bertemu dengan bayi ku dan Han-na, aku sangat merindukannya, aku merindukan mereka,


Setelah Han-na pergi ke Korea membawa Hans, rumah ku di Bali jadi tidak terpakai sekarang, dan aku yang biasa nya sering kesana, jadi tidak semangat untuk mengunjungi rumah ku, huuuffft, kenapa Han-na begitu keras kepala, padahal dia bisa aman berada di rumahku itu, aku juga sudah menyewa bodyguard untuk mereka, asisten rumah tangga, bahkan Suter untuk menjaga Hans, sekarang aku merasa kesepian tanpa mereka, padahal sebelumnya aku selalu bersemangat ketika bekerja, membayangkan Hans saja aku sudah bisa bersemangat, tidak tau kenapa, tapi aku sangat menyayangi bayi itu.


Pekerjaan ku di Jakarta sekarang masih belum selesai, aku bilang pada Han-na, agar menunggu ku 1 tahun lagi, tapi Han-na selalu keras kepala.


aku selalu bersemangat ketika akhir bulan, karena akhir bulan adalah jadwal ku mengunjungi Hans, aku selalu bertemu dengan bayi kecil yang sudah bisa bicara itu, tidak terasa dia begitu cepat besar, padahal aku sendiri yang menyaksikan kelahiran nya, dia sangat menggemaskan, mata nya, hidung nya, bibir nya, sangat mirip dengan Ryan, seharusnya Ryan juga tau tentang ini, meskipun Hans anak di luar nikah, tapi walau bagaimanapun juga Ryan adalah Ayah nya Hans, sudah sepatutnya Ryan bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat.


Ucap Jasmine yang sedang duduk di kursi Dokternya itu, melamun sambil berbicara pelan.


***


Di dalam kantor.


Plaaakkk...


"Berani nya kau menghianati putriku hah, kau benar-benar membuatku marah"


Buuughhh...


Ayah Cleo memukul wajah Ryan, Ryan sedikit mundur, namun Ryan tidak menjawab dan tidak melakukan perlawanan apapun.


"Ayoo cepat katakan jika kau telah mengkhianati putri ku"


Mencengkram baju Ryan.


"Aku tidak mencintai putrimu, dan kau tau Tuan, bahkan putrimu pun tidak pernah mencintaiku"


Jawab Ryan penuh penekanan.


"Alasan macam apa itu, apa maksudnya hah? jadi menurut mu, kalian bertahan selama 5 tahun ini adalah sebuah permainan kalian berdua, hah, begitu? jadi selama ini kau telah membohongi ku hah"


Ucap Ayah Cleo kesal.


"Maaf Tuan, aku tidak pernah membohongi anda ataupun Ayahku, sementara kau tidak pernah bertanya pada ku atau putrimu bersedia atau tidak untuk di jodohkan? yang aku dengar sebelumnya, hanya sebuah keharusan, aku dan putri mu harus menikah tanpa tau jawaban apa yang akan kami jawab, tidak ada penolakan, bukan begitu Tuan?"


"Aaaarrgghhh beraninya kauuuu!!!"


Buuughhh....


Memukul Ryan kembali.


Namun seperti sebelumnya, Ryan tidak melakukan perlawanan apapun.


"Jangan pernah melawan ku anak muda, kau belum tau siapa aku, selain mertua mu, aku ini adalah atasan mu, aku bisa saja membuat mu menjadi gelandangan jika aku mau, jadi berhati-hatilah dalam bertingkah"


Penuh penekanan.


"Heuh, kau mertua ku dan kau orang tua, bahkan seorang Ayah, seorang Ayah yang tega mengorbankan perasaan anaknya hanya demi sebuah bisnis yang hanya akan menguntungkan diri nya sendiri, apa kalian pantas aku sebut sebagai seorang Ayah?"


"Kurang ajar!!!"


Buugghhh...


Ketiga kali nya Ayah Cleo memukul Ryan, dan kali ini terlihat darah yang keluar dari ujung bibir Ryan, Ryan pun mengusap darah yang keluar dari ujung bibir Ryan.


Mencengkram kembali baju Ryan.


"Kau semakin berani padaku, kau lihat Ayahmu sedang berbaring, apa aku harus membuat mu berbaring juga seperti Ayah mu hah?"


"Jadi kau yang sudah membuat Ayah ku tidak bisa melakukan apapun? kau benar-benar orang tua yang sangat licik heuh"


Tersenyum sinis.

__ADS_1


"Ya, aku orang yang sudah mencelakakan Ayah mu, aku membuat kopi dengan sedikit racun, tapi kau tenang saja, racun itu tidak akan langsung membunuh nya, dia hanya akan membuat hidup Ayah mu menderita, Ayahmu akan mati secara perlahan, kau tau itu hah? hahaha"


Ryan sangat marah sebenarnya mendengar hal itu, tapi Ryan tetap mencoba tenang, menahan amarah nya.


"Heuh, kau bukan Tuhan, jadi jangan percaya diri bisa membunuh Ayahku, Ayah ku mati atau tidak, aku akan menjamin jika hidup mu tidak akan bisa setenang sekarang Ayah mertua"


Sinis Ryan.


"Heeeyy, lalu siapa kau, kau pun bukan Tuhan, dan bukan penguasa, jadi kau tidak perlu meramal hidupku"


Ayah Cleo kesal.


"Aku memang bukan Tuhan, tapi setidaknya aku tau, jika Tuhan akan menghukum manusia yang sudah melakukan keburukan terhadap orang lain, sesuai dengan apa yang dia lakukan pada orang tersebut"


"Kuraaangg ajaaarr"


Ayah Cleo akan kembali memukul Ryan tapi...


"Stoooopp it Ayaaahh!!"


Buugghhh....


"Aaaawww"


"Cleoooo!!!"


Ucap Ryan dan Ayah Cleo bersamaan.


Ryan dengan sigap membantu Cleo, sementara Ayah Cleo yang ingin membantu Cleo di dahului oleh Ryan.


"Cleo, are you okay?"


"Aaahh, it's okay Ryan"


Kemudian Ryan membantu Cleo untuk berdiri.


"Cleo sayang, apa kau baik-baik saja, maafkan Ayah Cleo, Ayah tidak sengaja, dan kenapa kau malah membela pria ini hah?"


Ucap Ayah Cleo merasa bersalah.


"Kenapa Ayah harus memukul Ryan? aku sudah bilang kan, jika aku yang berkhianat, bukan Ryan"


Ryan terkejut mendengar itu.


"Tidak, Ayah tidak percaya jika kau berkhianat, Ayah yakin dia yang mengkhianati mu, dan mengaku jika kau tidak mencintai nya"


Ayah Cleo menunjuk-nunjuk ke arah Ryan.


"Cukuupp Ayah!!! aku ingin bercerai dengan Ryan, aku sudah muak, aku ingin menjalani hidup dengan pilihanku sendiri, bukan karena paksaan dari siapapun, termasuk Ayah"


"Tidak, Ayah tidak akan mengizinkan mu untuk bercerai dengan Ryan, kita sudah sepakat, jika kau bercerai dengan Ryan, maka hak mu atas perusahaan ini tidak akan berlaku"


"Nevermind, aku tidak ingin kekuasaan, aku hanya ingin ketenangan, jadi tolong, kali ini aku yang akan menjadi diriku sendiri, tolong jangan mencampuri urusan ku lagi Ayah, aku sudah dewasa sekarang"


"Apa dia telah mempengaruhi mu? kenapa kau berani melawan Ayah sekarang?"


"Aku tidak melawan mu Ayah, tapi aku hanya memperjuangkan hak ku, aku memiliki hak untuk bahagia dan memilih apa yang ingin aku pilih"


"Oooh, jadi sekarang kau akan melawan Ayah, baik, baiklah, mulai sekarang kau pergi dari sini, dan kau Tuan muda, Ryan Gajendra Ibrahim, segeralah kemasi barang mu, jangan sampai ada yang tertinggal"


Ryan dan Cleo tidak bergeming, hanya memandang tajam ke arah Ayah Cleo, lalu mereka pun pergi dari ruangan itu.


***


Mengobrol sambil berjalan.


Setelah keluar dari ruangan itu, Ryan dan Cleo mencoba membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Wajah mu harus di obati Ryan"


Ucap Cleo berjalan tanpa menoleh pada Ryan.


"No, tidak perlu, ini hanya luka kecil"


"Tidak perlu munafik, bilang saja jika luka itu sangat sakit"


"Kenapa kau harus memaksa Cleo, apa jangan-jangan luka mu yang sakit, pukulan Ayah mu sangat keras tadi, jadi, lebih baik kau obati luka mu, ayo kita ke rumah sakit"


"Oh no no no, jangan kau pikir aku adalah wanita cengeng, yang menangis hanya karena luka seperti ini"


"Oh My God, terserah kau saja,


oh iya, kenapa kau mengaku jika kau yang mengkhianati ku, bukan nya kita sepakat jika aku lah yang akan di tuduh mengkhianatimu?"


"Bukan masalah, lagi pula aku harus memiliki bukti atas penghianatan mu, dan aku tidak memiliki bukti apapun, sedangkan kau, kau bisa memakai ini untuk sebuah bukti yang kuat"


Ucap Cleo sambil memperlihatkan sebuah poto yang menunjukan bahwa dia sedang bersama laki-laki lain (Kekasihnya).


"Kau yakin? kau bisa menanggung konsekuensinya? maksud ku, aku CEO ternama Cleo, aku cukup terkenal, dan dengan itu, kau bisa saja jadi sorotan publik, jadi cemoohan orang, lalu nama baik mu akan sedikit tercoreng"


"Tidak masalah, lebih baik mengakui kesalahan ku sendiri, daripada aku harus menuduhkan kesalahan ku pada orang lain, demi menutupi kesalahan yang ku buat, jadi aku sudah siap dengan konsekuensi yang akan ku jalani nantinya"


"Ternyata kau sedikit bijaksana"


Ucap Ryan tersenyum.


"Tidak perlu memuji begitu, kau terlihat sangat konyol ketika begitu"


"Oh iya, aku hampir lupa"


Ryan mengeluarkan sebuah handphone, lalu memencet tombol yang ketika itu, muncul suara obrolan yang ternyata Ryan merekam pembicaraan nya dengan Ayah Cleo tadi.


Cleo mendengarkan dan terkejut, ketika mengetahui bahwa Ayahnya itu adalah penyebab Ayah Ryan berbaring di rumah sakit sekarang.


"Jaa jadi Ayah melakukan itu semua?"


"Yaa, seperti yang baru saja kau dengar"


"Kenapa aku tidak menyangka jika Ayah ku akan melakukan hal sekejam itu"


"Sooo, apa boleh, aku melaporkan ini pada pihak yang berwajib?"


Tanya Ryan.


"Apaa!! tapii bagaimana dengan ku, aku tidak tega jika harus melihat Ayah mendekam di penjara"


Jawab Cleo.


"Okay, aku akan menunggu mu sampai kau bisa merelakan Ayah mu berada di jeruji, kau tau, Ayah mu berbuat salah, jika tidak di hukum, bagaimana jika dia melakukan hal yang lebih parah pada Ayahku, padaku, bahkan mungkin pada orang lain, jadi aku harap kau bisa bijaksana dalam berpikir"


"Tapiii !!!"


Jawab Cleo cemas.


"Keputusan ada pada mu Cleo, jika aku mau, aku hanya tinggal memberikan rekaman ini pada pihak yang berwajib, lalu laporan ku akan segera di proses, sedangkan aku masih memiliki perasaan, yang mengingat jika dia masih memiliki seorang putri yang akan kecewa ketika melihat Ayah nya di balik jeruji besi nanti, maka dari itu, keputusan nya ada padamu sekarang"


Cleo merasa bingung, perasaan nya tidak menentu.


Ucapan Ryan memang benar, tapii aku tidak tega jika harus melihat Ayah ku masuk ke dalam penjara.


Ucap Cleo dalam hati.


......................


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2