Love Korean Girl

Love Korean Girl
Miss Mommy ..


__ADS_3

Dua orang datang ke apartemen ku, dan memukuli Albert yang sedang menjambak rambut ku.


Akhirnya Jasmine datang tepat waktu.


Jasmine datang membawa Aldi.


Aldi memukul Albert hingga Albert tersungkur.


"Kau, bajingan Albert, kenapa kau tidak pernah berubah huh?"


"Aaarrhhh, diam kau"


Albert berontak dan memukul Aldi, kemudian Albert pergi sembari menendang koper yang di bawa Aldi dan Jasmine.


Jasmine pun menghampiri ku dan langsung memelukku.


Aku menangis di pelukan Jasmine.


"Ssst, calm down Han-na, aku ada di sini sekarang, kau jangan takut okay"


Lalu Aldi pergi dan ternyata memberikan ku minum.


"Minumlah Han-na"


Aku pun meminum air darinya.


"Pelipis mu berdarah, aku akan mengobati luka mu Han-na, ayo kau harus banyak beristirahat"


Jasmine membawa ku ke tempat tidur, dan aku pun berbaring, Jasmine membersihkan darah yang ada pada luka ku, lalu dia mengobati luka ku dan menutup luka ku dengan plester.


Sementara Aldi, dia memperhatikan ku dan Jasmine.


"Han-na, bagaimana jika kita pindah apartemen saja, Albert sudah tau apartemen mu ini, jadi ini tidak akan aman"


"Iya Han-na, Albert pasti akan kembali lagi"


"Aku tidak tau, saat ini aku lelah, aku ingin beristirahat terlebih dahulu"


"Hmm, baiklah, istirahat lah"


Lalu Jasmine menyelimuti ku.


"Dokter Jasmine, apa aku boleh tidur di sini, untuk sementara waktu, sampai keadaan nya membaik"


"Ya tentu saja, lagi pula ini sudah malam, lebih baik, kau beristirahat di sini"


"Baiklah, aku akan tidur di sofa"


"Baiklah kalau begitu, aku akan ke kamar mandi, oh iya, jangan memanggilku Dokter ini bukan rumah sakit, jadi panggil saja aku jasmine"


"Ah okay"


Aldi pun mencoba untuk membereskan koper yang tadi di tendang oleh Albert.


****


Pagi hari.


Aku bangun lebih dulu dari Han-na dan Aldi, kemudian aku pergi ke kamar mandi setelah itu menuju dapur, aku memasak seadanya.


Tiba-tiba Aldi mengagetkan ku.


"Sedang apa Dokter, emm maksudku Jasmine"


"Geez, kau mengagetkan ku saja"


"Hehe maaf"


"Apa kau sudah lapar ? "


"Ya tentu saja, aku lapar "


"Baiklah, aku akan membuat makanan untuk kita bertiga"


"Apa aku bisa membantu mu ?"


"Hahaha, kau laki-laki apa yang kau bisa dalam bidang memasak"


"Jadi kau meremehkan ku huh? jangan lupa jika aku adalah pemilik restoran Nona Jasmine"


"Oooppss, seperti nya aku lupa haha"


"Baiklah aku akan membantu mu"


Tiba-tiba tangan Aldi dan Jasmine bersentuhan.


Mereka pun saling berpandangan.


****

__ADS_1


Aku bangun, dan melihat Jasmine tidak ada.


Aku juga tidak melihat Aldi.


Tapi aku mencium bau tidak sedap, bau apa ini ya..


Setelah aku beranjak dari tempat tidur ku, aku pun menuju kamar mandi lalu menuju dapur.


Aku berteriak ketika melihat banyak asap di sebuah wajan yang tersimpan di kompor menyala.


Aku pun langsung mematikan kompor.


"Ya ampuuun, bagaimana bisa seperti ini"


Aldi dan Jasmine pun terkejut.


"Ah maaf Han-na, a aku tidak sengaja"


"Kau bisa membahayakan keselamatan semua orang Jasmine, ku mohon selesai kan dulu pekerjaan mu, lalu kau boleh berpacaran"


"Huh? berpacaran? si siapa yang berpacaran, a aku tidak berpacaran"


Sementara Aldi.


"Ah maaf, seperti nya, aku akan mengurus kepindahan kita ke apartemen lain"


Aldi pun pergi, menghindari percakapan.


"Jasmine?"


"Ya kenapa ?"


"Apa kau memiliki hubungan dengan Aldi ?"


"Huh? apa ? kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Jujur saja Jasmine"


"Hey apa maksudmu Han-na, ti tidak aku tidak memiliki hubungan apapun"


"Tapi, apa kau menyukai nya ?"


"Heeey kau sedang sakit, tapi kau terus saja mengoceh, sudahlah, aku ingin memasak lagi untuk sarapan kita"


"Hhmmm, kau sedang mengalihkan pembicaraankan"


Setelah selesai, mereka pun menyantap makanan nya.


Lalu mereka pun segera pindah ke apartemen baru.


****


Sudah beberapa hari, aku mencoba untuk mencari Ibu Hans, tapi belum ada hasilnya.


Aku menggenggam tangan Hans sepanjang jalan, dia tidak merasa cape, dia selalu berlari-lari kecil.


Dia tidak bisa diam, sepanjang jalan dia terus saja mengoceh, aku heran, terbuat dari apa dia, seperti nya anak ini tidak pernah merasa lelah.


Hingga tiba-tiba Hans berhenti di sebuah apartemen.


"Ada apa kiddo?"


"Itu rumah Mommy ku"


Ucap Hans, sembari menunjuk ke arah apartemen itu.


"Huh? benarkah ?"


"Iya, aku ingat, aku pernah menunggu taksi di sini"


"Serius, ini benar-benar rumah Ibu mu ?"


"Iya"


Hans kemudian berlari kecil menuju apartemen itu.


"Pamaaaan, ayo cepat, kenapa lama sekali, aku ingin segera bertemu dengan Mommy ku"


"Iya, jangan berlarian !!"


Setelah melewati resepsionis, Hans berlari kembali.


Lalu dia terus menunjukkan pada ku dimana Ibunya tinggal.


Dia sangat bersemangat, tapi aku tidak, apa dia tidak bersedih akan berpisah denganku huuuffft.


Tiba-tiba Hans berdiri di sebuah kamar dengan nomor 125, dia bersemangat dan memanggil-manggil nama Mommy.


"Mommy...Mommy...!!"

__ADS_1


Tapi tidak ada jawaban.


Aku pun berusaha untuk mengetuk pintu.


Tapi tetap tidak ada jawaban.


"Hey kiddo, mana, kau bilang Ibu mu di sini ?"


"Mungkin Mommy masih tidur"


"Apa? masih tidur, ini sudah jam berapa"


"Aku tidak tau Paman"


"Lebih baik kita tanyakan dulu, ayo ikut aku"


Hans pun mengangguk.


Aku menuju Resepsionis.


"Excuse me, do you know where the owner of room 125 is?"


(Permisi, apa kau tau dimana pemilik kamar 125 ?)


"But I can't just give information to other people, sir."


(Tapi aku tidak bisa begitu saja memberikan informasi pada orang lain tuan)


"Miss, I am her husband, my son wants to meet him, but he didn't tell us."


(Nona, aku adalah suaminya, anakku ingin bertemu dengan nya, tapi dia tidak memberi tau kami)


"But why don't you two live together?"


(Tapi kenapa kalian tidak tinggal bersama?)


Resepsionis ini menyebalkan sekali, dia terus saja bertanya.


"It's because we've separated."


(Itu karena kita sudah berpisah)


"Oh I see, well I'll check first"


(Oh jadi begitu, baiklah aku akan mengecek nya dulu)


"Okay"


Setelah resepsionis mengecek nya.


"Sorry sir, the owner of room 125 has moved 2 days ago"


(Maaf tuan, pemilik kamar 125 sudah pindah 2 hari yang lalu)


"What ! do you know where her went?"


(Apa ! apa kau tau dia pergi kemana?)


"Sorry sir, I don't know"


(Maaf tuan, aku tidak tau)


"Okay thank you ma'am"


(Baiklah terimakasih ma'am)


Ternyata Ibu Hans, sudah pindah ke apartemen lain.


"Kiddo, Ibu mu sudah pindah"


"Aku ingin bertemu Mommyku"


Hans pun menangis.


"Sssst, aku janji akan menemukan Mommy mu okay, jangan menangis lagi ya"


Aku menggendong nya, menyenderkan kepalanya ke pundak ku, lalu aku menepuk-nepuk lembut pundak nya, berusaha untuk menenangkan nya.


Dia pun berhenti menangis, dan aku pun keluar dari apartemen itu, lalu kembali ke hotel ku.


Setelah sampai di hotel ku.


Ternyata dia tertidur, aku pun membaringkan nya dengan pelan.


...****************...


......................


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2