Love Korean Girl

Love Korean Girl
Albert..


__ADS_3

Semeringai..


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu lagi, setelah sekian lama"


Hendak ingin pergi, tapi tangan Han-na di tahan.


"Hey hey, calm down Baby, where are you going huh?"


"Lepaskan akuuu !!"


Ucap Han-na penuh penekanan.


"Wow, bahasa Indonesia mu sudah bagus sekarang, bajingan itu pasti sudah mengajarkan mu dengan baik, ternyata dia berhasil juga mendapatkan ****** seperti mu, hahaha, sungguh menyedihkan"


Han-na hanya diam, menatap tajam ke arah pria itu.


"Bagaimana rasa nya ? berhubungan intim dengan pria kaya yang pengecut itu huh?, kau pasti sangat puas bukan, oh atau dia yang sangat puas dengan pelayanan mu Nona Kim"


Lagi-lagi Han-na hanya diam.


"Ada apa dengan mu huh? kenapa sekarang kau jadi sedikit bicara, apa dia terlalu banyak memasukkan pen*snya ke dalam mulut mu, sampai kau tidak dapat berbicara banyak, hahaha"


Plaaaaakkk..


Han-na pun melayangkan tangan nya keras pada pipi kiri pria itu.


"Jangan bicara lagi, atau aku akan membuat mu menyesal"


Ucap Han-na kesal penuh penekanan.


Hanya seringai yang pria itu tunjukkan pada Han-na.


"Kau semakin berani sekarang huh? bahkan kau bisa menamparku, dan tamparan mu, aku akui itu sangat keras sekarang"


"Lepaskan aku atau aku akan berteriak?"


"Oww baiklah-baiklah, aku akan melepaskan tangan ku dari tangan lembut mu ini"


Ucap pria itu, sembari mengelus tangan Han-na, namun Han-na segera menyingkir kan nya, dan pergi dengan berlari kecil.


Dengan meletakkan kedua tangan di pinggang nya, pria itu terus memperhatikan Han-na yang sedang berjalan menjauh dari nya.


Pria itu menelpon seseorang..


"There is an assignment for you"


(Ada tugastugas untuk mu)


"What's that ?"


(Apa itu ?)


"You follow the woman in black with blue jeans and a medium-sized brown bag, she will go to the bus stop"


(Kau ikuti perempuan berbaju hitam dengan celana jeans biru dan tas berukuran sedang berwarna coklat, dia akan menuju tempat pemberhentian bus)


"Okay"


Pria itu pun mengirim kan sebuah poto pada suruhan nya itu.


****


Albert kenapa aku harus bertemu dengannya, ya ampun, ternyata dia ada di Korea, apa dia mengikuti ku, aku jadi takut, apalagi jika dia tau aku sendiri di Korea, dia pasti akan menggangu ku, Albert juga tidak boleh tau tentang Hans, atau dia akan melakukan hal yang tidak di inginkan, Oh Ya Tuhan, lindungi lah aku dan anak ku.


Aku pun menunggu bus yang berhenti sembari melihat kiri dan kanan, depan dan belakang, aku hanya takut Albert mengikuti ku dan tau dimana aku tinggal.


****


Setelah beberapa hari.

__ADS_1


Kamar Han-na.


Badan ku lemas, panas tapi menggigil, kepala ku pusing.


Aku memutuskan untuk membeli obat, meskipun kepala ku pusing, dan badan ku lemas, tapi aku harus membeli obat, karena aku tidak mau sakit, aku masih harus mencari Hans.


Selesai membeli obat, aku segera meminum nya dan mencoba mengistirahatkan nya sebentar.


****


Di tempat lain.


"Hai kiddo, Apa kau sudah sekolah ?"


"Iya sudah"


'dimana kau sekolah?"


"Mommy bilang aku bersekolah di Indonesia"


"Waah benarkah? dimana kau tinggal, maksud ku di kota apa ?"


"Aku tidak tau, Mommy ku yang tau dimana aku tinggal"


"Lalu kenapa kau pindah ke korea ?"


"Aku tidak tau, kenapa kau selalu berbicara, aku sedang sibuk bermain"


"Hey sombong sekali, dari tadi kau sibuk dengan game mu itu, tanpa memperdulikan ku"


"Aku sedang bermain diamlaaaaah"


Hans merengek.


"Baiklah, aku tidak akan menggangu mu lagi, kalau begitu aku akan pergi saja dari sini"


Aku berpura-pura keluar dan bersembunyi di kamar mandi.


" Pamaaannn dimana kaauuu ? kenapa kau pergiiiii, aku sendirian"


Hans membuka pintu dengan menjinjitkan kaki nya, lalu dia keluar, dia mencari ku sambil menangis, aku sibuk dengan handphone ku hingga aku tidak menyadari jika Hans sudah keluar dengan memegang handphone yang ku belikan kemarin.


Saat aku menyadari bahwa sudah tidak ada Suara Hans lagi di ruangan, aku keluar dan mencari Hans.


Saat aku mencari Hans, aku melihat Hans yang sedang duduk di atas jendela koridor hotel yang terbuka sembari menangis.



"Astaga Haaaanns !!"


Dengan segera aku berlari menghampiri nya dan Hans pun melihat ke arah ku.


"Pamaaaaaan tolong aku, kaki ku terjepit"


Rengek Hans padaku.


"Ya Tuhan, kenapa kau bisa begini, kenapa kau harus naik kesini, bagaimana jika kau jatuh huh?"


Aku sedikit memarahi Hans, karena aku sangat khawatir padanya, karena sedikit saja Hans salah melangkah, dia bisa saja tergelincir dan jatuh ke bawah.


"Aku melihat burung, dan aku ingin mengejar nya, tapi kaki ku masuk ke sini"


"Okay diam berpegangan padaku, lepaskan sandal mu"


Hans pun melepaskan sandal nya, lalu perlahan aku mencoba untuk mengeluarkan kaki Hans.



Akhirnya kaki Hans bisa terlepas dan aku lega.

__ADS_1


Ya Ampun, aku tidak bisa membayangkan jika tidak ada pengaman jendela ini, aah aku tidak bisa membayangkan itu aaarh, ini jendela hotel lantai 5, dan jika saja pengaman ini tidak ada, aku bisa gila melihat Hans jatuh dari sini.


Aku langsung memarahi Hans.


"Kenapa kau nakal sekali, bagaimana jika kau jatuh dari jendela ini huh?"


Hans hanya menunduk dan memanyunkan bibirnya.


"Jangan ulangi lagi Okay, jika kau ingin menaiki sesuatu kau harus meminta ijin pada ku terlebih dahulu okay, kau mengerti?"


Tiba-tiba Hans berbicara.


"Aku mencari mu, dan kau tidak ada, aku pikir kau pergi meninggalkan ku, lalu aku melihat burung berwarna hijau di situ, dan aku ingin menangkap nya"


"Aku di kamar mandi, aku tidak pergi meninggalkan mu"


Aku langsung memeluk Hans.


"Sudah jangan menangis lagi ya, aku memarahi mu karena aku mengkhawatirkan mu, aku takut kau jatuh dari situ ke bawah"


"Iya aku tau, maafkan aku"


"Okay, jangan mengulangi nya lagi ya"


"Okay"


"Oh iya, dimana handphone mu ?"


"Handphone ku jatuh"


"Huuuuhh, Okay tidak masalah, kita bisa membelinya lagi, Sekarang ayo kita masuk"


Hans hanya mengangguk.


"Hey kiddo, jangan memanggilku paman, panggil aku Ayah okay"


"Tidak mau"


"Kenapa ?"


"Aku ingin memanggil mu Daddy"


"Aisssh sama saja"


"Hahaha"


Hans tertawa.


Aku pun membawa Hans ke kamar hotel ku.


****


Malam hari.


Terdengar pecahan kaca.


Aku terkejut, mendengar suara itu, aku pun melihat apa yang terjadi, aku melihat kaca kamar ku pecah.


Aku mulai takut, aku melihat ada sesuatu yang bulat tergulung, berwarna putih, lantas aku pun mengambil nya dan membuka nya.


Ternyata itu adalah sebuah kertas yang di gulung menggunakan batu berukuran sedang.


Dan di dalam kertas itu terdapat tulisan..


~Hai sayang !!!~


...****************...


......................

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2