
Beberapa hari kemudian.
"Mommy, aku ingin bertemu Ayah sementara ku !"
"Huh ? Ayah sementara?"
"Iya, dia Ayah sementara ku, kenapa Waktu itu Mommy bertengkar dengan nya, dia sangat baik padaku Mom, dia membelikan mainan untuk ku, dia juga membantu ku makan, dia menggendong ku, dia selalu mengusap-usap punggung ku, bahu ku dan kepala ku, dia juga pernah mencium kepala ku"
"Dengar sayang, meskipun demikian, tapi dia bukan Ayah mu Okay"
Ucap Han-na.
"Lalu siapa Ayah ku, kenapa dia belum menemui ku juga, Mommy selalu berbohong, Mommy bilang dia sebentar lagi akan menemui ku dan membawa kan ku mainan, tapi sampai sekarang dia tidak ada"
"Hhmmm, sebentar lagi sayang, sebentar lagi dia akan menemui mu ya"
"Mommy apa aku boleh memanggil nya Ayah ?"
"Siapa ?"
"Paman yang menolong ku, Ayah sementara ku, aku tidak mau memanggil nya Ayah sementara Mom, aku ingin memanggil nya Ayah atau Daddy saja, aku ingin dia yang menjadi Ayah ku Mom, bolehkan? "
Aku terkejut mendengar Hans berbicara seperti itu,
Kau tau nak, kau memang seharusnya memanggil nya Ayah, karena dia memang Ayah mu.
Aku hanya belum siap jika dia menampakkan wajah nya di hadapan ku, maafkan aku Hans.
Tiba-tiba..
"Hans, ayo mandi lah dulu, Aunty akan mengajak mu bermain dan membeli mainan"
"Aku tidak mau, aku ingin bertemu dengan Ayah ku"
"Tentu saja, aku akan menemani mu, setelah kita membeli mainan, kita akan menemui Ayah sementara mu itu"
"Bukan Ayah sementara, aku sekarang akan memanggil nya Ayah saja"
"Okay, aku mengerti, ayo, mandilah dulu dan sikat gigi mu dulu okay"
"Okay Aunty"
Hans pun berlari-lari kecil menuju kamar mandi.
"Hey Haaaanns, hati-hati, jangan berlari"
Ucap Jasmine lembut.
"Kenapa kau berbohong pada Hans huh? kenapa kau harus se egois ini"
"Aku hanya belum siap jika harus berhadapan dengan Ryan"
"Setidaknya jangan bohongi anak mu sendiri, bagaimana jika dia membenci mu karena kau berbohong huh? dia membutuhkan seorang Ayah Han-na, tidak masalah jika kau tidak membutuhkan Ryan, tapi Hans, dia masih sangat kecil untuk menerima apa yang terjadi"
"Jika aku se egois itu Jasmine, aku akan mempengaruhi Hans untuk membenci Ryan sejak dulu, tapi kau lihat, aku tidak melakukan itu, jika kau tidak bisa memperbaiki perasaan ku, setidaknya kau hargai keputusan ku"
"Tapi tidak dengan cara kau berbohong pada Hans, dia akan membenci mu jika dia tau bahwa yang dia anggap Ayah sementara nya itu adalah Ayah kandung nya"
"Cukup, aku tidak tau lagi harus berkata apa padamu, tolong Jasmine jangan memaksa ku seperti ini, atau jangan-jangan kau masih memendam perasaan pada Ryan, Sehingga kau kasihan pada nya, peduli padanya dan...."
Terpotong.
"Aku memang masih memiliki perasaan padanya, lalu kenapa? apa kau tidak takut jika Ryan aku rebut dari mu, aku bisa melakukan itu jika aku mau Han-na, tapi kau tau, Ryan hanya mencintai mu, HANYA MENCINTAI MU !!!"
__ADS_1
Ucap Jasmine kemudian pergi sembari berteriak memanggil nama Hans.
"Haannns, babyyy, apa kau sudah selesai !! aku akan membantu mu"
"Sebentar lagi Aunty !!"
Teriak Hans dari kamar mandi.
Sementara Han-na menarik nafas dalam-dalam, untuk meredakan emosi nya.
****
Setelah beberapa jam.
Aku keluar bersama Hans, aku akan mengunjungi Ryan di kantor polisi, sembari membawa beberapa makanan untuk nya.
Saat aku belum jauh berjalan, aku melihat Aldi yang keluar dari apartemen nya lalu melihat ke arah ku.
"Hai Jasmine, hai Hans !!"
"Hai juga !!"
Hans hanya menatap malas Aldi.
"Apa kalian akan mengunjungi Ryan ?"
"Iya, aku akan mengunjungi nya"
"Tapi dimana Han-na? apa dia tidak akan ikut ?"
"Hhhmmmm, entahlah, kau tau sendiri bagaimana sikap Han-na terhadap Ryan"
Tiba-tiba..
"Auntyy ayo cepat, aku ingin segera bertemu Ayah"
"Iya, iya Hans, ayo, eeoh maaf Aldi aku harus segera pergi"
"Eeoh, Jasmine !! kalau begitu aku ikut, kita mengunjungi Ryan bersama-sama"
Jasmine yang melirik Adli pun menyetujui nya, sementara Hans, hanya memanyunkan bibir nya pada Aldi..
****
Satu jam kemudian.
Aku sedang duduk menundukkan kepala ku sembari memeluk lutut ku, tiba-tiba aku di panggil, dan pintu sell pun di buka, polisi menyuruhku berjalan sambil memegang tangan ku, yaa mungkin agar aku tidak kabur.
Tiba-tiba aku melihat Hans, aku sangat senang sekali melihat Hans datang menemui ku, mata ku berkaca-kaca melihat dia dan ketika dia berteriak memanggil ku dengan sebutan...
"Ayaaaaaahhh !!!"
Ucap Hans berlari ke arah ku.
"Haannsss !!"
Ucap ku sembari merentangkan kedua tangan ku.
"Aku sangat merindukanmu Ayah"
"Aku juga merindukan mu kiddo"
Aku pun semakin mengeratkan pelukan ku pada Hans, dan menciumi kepala nya, tiba-tiba Hans pun berkata..
__ADS_1
"Aku ingin kau menjadi Ayah ku, buka Ayah sementara"
"Aku adalah Ayah mu, aku Ayah asli mu, aku Ayah kandung mu Hans"
Hans melepaskan pelukan ku lalu menatap ku.
"Tapi Mommy bilang kau bukan Ayah ku"
"Aku adalah Ayah mu, percaya lah, aku Ayah kandung mu, yang berjanji akan membelikan mainan banyak untuk mu"
"Tapiii kenapa Mommy tidak mengatakan itu padaku saat itu"
"Aku tidak tau, mungkin Mommy mu membenci ku karena aku tidak pulang-pulang, menemui nya"
"Lalu kau bekerja apa ? kenapa kau tidak pulang-pulang, teman-teman ku mengejekku, dan banyak bibi-bibi yang mengejek Mommy, aku sering mendengar Mommy di ejek karena aku tidak memiliki Ayah"
"Maafkan Ayah nak, Ayah sedang mengumpulkan uang yang sangat banyak, untuk membeli mainan untuk mu"
"Jadi Mommy berbohong pada ku ? Mommy mengatakan jika kau bukan Ayah ku, tapi kau mengatakan jika kau adalah Ayah ku, aku bingung"
Ucap Hans dengan sangat lucu.
"Aunty ?"
"Yaa baby"
"Apa dia benar-benar Ayah ku? apa dia Ayah asli ku ?"
"Iya baby, dia adalah Ayah kandung mu, Ayah asli mu"
"Tapi kenapa Mommy berbohong pada ku Aunty?"
"Huuuffft, Mommy mu hanya sedang marah pada Ayah mu, karena Mommy mu pikir, Ayah mu itu sudah menculik mu baby"
"Tapi Mommy berbohong padaku, aku marah pada Mommy"
Ucap Hans gemas sembari memanyunkan bibirnya dan mengerutkan keningnya.
"Ssst kiddo, tidak masalah, yang terpenting, kau mempunyai Ayah sekarang kan, aku akan membeli kan mainan untuk mu setelah aku keluar dari sini, kau ingin membeli Woody dan teman-temannya, atau kau ingin membeli apapun, aku akan membelikan nya untuk mu okay"
Sahut Ryan pada Hans.
"Horeeeeeee !! Buzz tidak akan sendirian lagi sekarang, dia akan mempunyai teman, horeee !!!"
Hans pun berteriak gembira mendengar kata-kata Ryan.
Aku sangat bahagia sekarang, pencarian ku sudah selesai, tugas ku sekarang tinggal memperbaiki semua nya dari awal lagi.
"Ryan, makanlah, aku membawa beberapa makanan yang bisa kau makan, Aldi bilang, kau tidak memakan makanan yang Aldi bawa, apa kau tidak lapar huh?"
Ucap Jasmine.
Ryan hanya mengangguk, tanpa melepaskan genggaman tangan Hans.
"Hey kiddo, apa kau sudah makan ? ayo makan lah dengan Ayah, Ayah akan menyuapi mu seperti waktu itu"
Hans pun mengangguk.
Ryan pun menyantap makanan nya dengan lahap, sesekali Ryan menyuapi Hans.
Sementara aku dan Aldi, hanya menyaksikan drama antara Ayah dan anak nya.
...****************...
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG....