Love Korean Girl

Love Korean Girl
Koma


__ADS_3

Setelah beberapa hari.


Akhirnya Cleo setuju untuk memenjarakan Ayahnya, karena walau bagaimanapun, Ayah nya melakukan kesalahan, dan harus bertanggung jawab atas itu.


Dan Ryan melaporkan Ayah Cleo ke pihak yang berwajib (polisi), setelah laporan Ryan di proses, Ayah Cleo, dinyatakan bersalah dalam kasus ini, karena memang ada beberapa bukti kuat yang polisi selidiki.


Sedang kan Ryan dan Cleo sudah resmi bercerai, Ryan melayangkan surat gugatan perceraian kepada Cleo, dan Cleo pun mendatangi nya.


***


Satu minggu kemudian.


Ryan yang sedang menyetir mobil, menuju rumah sakit...


Melaju kencang.


Saat menginjak pedal rem, tiba-tiba...


Ada apa ini, kenapa rem nya tidak berpungsi.


Gumam Ryan.


Ryan mencoba terus mengotak-atik rem mobilnya dengan panik, tapi karena kecepatan mobil tinggi, mobil tidak bisa di kendalikan, Ryan mencoba membanting setir ke arah jalan yang tidak banyak pengendaranya, dan akhirnya Ryan menabrakkan dirinya ke sebuah trotoar dan membuat mobil pun terbalik.


Ryan dengan sekuat tenaga berjuang keluar dari mobil yang terbalik itu, kaki Ryan terjepit, hingga sulit untuk keluar, selang beberapa menit, setelah Ryan terus mencoba keluar, akhirnya Ryan berhasil keluar dari mobil tersebut, kemudian ketika dengan susah payah Ryan berjalan dengan pincang, menjauhi mobil tersebut, tapi naas, belum jauh dari mobil tersebut, mobil tersebut meledak dan terbakar, Ryan pun terpental dan seketika membuat Ryan tidak sadarkan diri.


Sementara orang-orang berhamburan datang melihat dan melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib.


Ryan yang langsung di bawa ke rumah sakit oleh sebagian orang, sementara polisi langsung menyelidiki kecelakaan itu.


Toloooonngg Susteeer, Dokteeer !!!!


Brangkar !!! brangkaar !!!


Ucap salah satu orang yang membawa Ryan ke rumah sakit.


Dan suster pun segera membawa Ryan masuk ke ruang UGD (Unit Gawat Darurat).


Beberapa menit Dokter yang mendengar nya pun segera masuk ke ruang UGD.


Dokter itu pun terkejut melihat seseorang yang dia kenal,


"Ryaaann !!!"


Ucap Jasmine pelan.


Ya Tuhan, ada apa dengan Ryan, wajahnyaa, penuh dengan darah, tubuhnya pun penuh dengan pecahan-pecahan kaca, dan kaki nya patah, Ya Tuhan, tidak, aku harus bisa membuat Ryan baik-baik saja.


Setelah Jasmine selesai memeriksa keadaan Ryan...


"Suster, bersihkan tubuh dan luka nya terlebih dahulu, lalu kita akan segera melakukan operasi, karena ada banyak pecahan kaca yang menembus bagian tubuh pasien"


"Baik Dok"


Setelah selesai suster membersihkan darah di tubuh Ryan, lalu Jasmine memindahkan Ryan ke ruang operasi, dan Ryan segera di operasi.

__ADS_1


***


Di Korea.


Di waktu yang sama, saat kecelakaan Ryan.


"Aaaawww!!"


"Kenapa aku jadi khawatir padamu Ryan? apa yang terjadi pada mu?"


Teriak Han-na yang teriris pisau, laluu..


"Moommyyyyy"


Rengek Hans yang menangis kencang.


"Hey my boy, kenapa kau menangis huh?"


"Mom, aku ingin bertemu Dady, aku ingin bersama dia, aku ingin pulang, aku tidak ingin dia meninggal kan ku, aku ingin bertemu dia"


Han-na terkejut kenapa Hans tiba-tiba berkata seperti itu, lalu Han-na langsung memeluk Hans.


"Sssstt, ada apa sayang, kenapa tiba-tiba kau bicara seperti ini?"


"Aku ingin bertemu dengan Ayah ku Mooomm"


Hans semakin menangis kencang.


"Hey sayang, dengarkan Momyyy, Ayah mu akan menyusul kita kesini, dia berjanji akan membawakan mu mainan yang sangat banyak, okay"


"No no, kali ini Mommy tidak berbohong sayang, tunggu beberapa bulan lagi nak, Ayah mu pasti akan menyusul kita kesini okay, came here, Mommy akan memelukmu"


Han-na merentangkan tangannya, dan memeluk Hans, akhirnya nya tangisan Hans pun sedikit reda, meskipun masih terdengar suara rengek nya, tapi setidaknya dia menangis tidak terlalu kencang.


Han-na memeluk Hans, dan mengelus-elus punggung Hans, akhirnya Hans pun tidak bergeming sama sekali dan ternyata dia tertidur, lalu Han-na menggendong nya, dan menepuk-nepuk lembut bahu Hans.


Entahlah, kenapa tiba-tiba aku ingat pada mu Ryan, dan Hans pun tiba-tiba menangis kencang dan ingin sekali bertemu dengan mu Ayahnya,


apa terjadi sesuatu pada mu?


Aku menjanjikan Sesuatu pada Hans saat ini, yang mungkin mustahil kau lakukan, aku menjanjikan kau akan menyusul kami.


Saat ini aku tidak tau bagaimana caranya agar Hans tidak selalu memanggil Ayahnya, dan mengubur nama Ayah di hidupnya, coba katakan padaku Ryan ? dia selalu merengek ingin bertemu dengan Ayah nya, sementara aku tidak bisa melakukan apapun, dan kau, apa kau tidak menyadari bahwa kau memiliki seorang anak yang selalu memanggil Ayah nya, dan kau adalah Ayah nya.


Ucap Han-na dalam hati sambil menciumi kepala Hans.


***


Di rumah sakit.


Setelah sedikit lagi selesai melakukan operasi.


"Dokter denyut jantung pasien berhenti"


Ucap salah satu suster panik.

__ADS_1


"Segera sedia kan Pacemaker (Alat pemicu detak jantung)"


Kemudian Jasmine menempelkan Pacemaker pada dada Ryan, setelah beberapa kali, akhirnya detak jantung Ryan kembali normal, namun detak jantung nya tidak beraturan.


"Operasi selesai, segera bereskan ini, sementara aku akan mengurus pasien"


Ucap Jasmine yang terlihat sudah membuka sarung tangannya.


Akhirnya operasi pun selesai, Jasmine membawa Ryan ke ruang rawat.


Aku menunggu Ryan, menunggu dia sadarkan diri, tapi Ryan belum sadar seharian ini, aku terus memandang nya, wajah nya yang di perban, dan kaki nya yang aku pasangkan giv dan di gantung, aku jadi tidak tega melihat nya.


Tiba-tiba ponsel ku berdering, dan itu dari Han-na, Han-na menelpon ku.


*Dalam telepon*


"Hallo, yes Han-na ada apa?"


"Jasmine, aku ingin mengatakan sesuatu padamu"


"About?"


"Ini tentang Ryan, tiba-tiba, aku mengingatnya, dan Hans juga tiba-tiba menangis ingin bertemu Ayah nya, aku tidak tau kenapa Hans seperti itu, dia menangis kencang sekali, ini tidak seperti biasanya, aku jadi mengkhawatirkan keadaan Ryan"


Ucap Han-na yang merasa khawatir.


Apa !! kenapa Han-na bisa langsung merasakan apa yang terjadi pada Ryan saat ini? ini benar-benar cinta sejati, dan Hans, tentu saja karena Hans adalah anak Ryan, pasti ada kontak batin antara mereka, tapi Han-na? dia bilang jika dia membenci Ryan, tapi kenapa dia masih merasakan kontak batin ini, apa Han-na masih mencintai Ryan?


Apa aku harus memberi tau Han-na tentang keadaan Ryan ? Ya Tuhan, bagaimana ini?


Gumam Jasmine dalam hati.


"Hallo ? Jasmine ?"


"Ah ya so sorry Han-na, aku sekarang sedang sibuk, nanti malam aku akan menelepon mu kembali okay"


"Oh okay, maaf sudah mengganggu waktu mu Jasmine"


"No problem, aku menelepon mu nanti okay"


"Okay"


*Telepon mati*


***


Satu minggu kemudian.


Ini sudah seminggu, Ryan tidak membuka matanya, aku selalu mengecek kesehatan nya saat ini, dan itu normal, tapi kenapa Ryan belum sadar juga, aku jadi khawatir, jika terjadi apa-apa pada Ryan, lalu apa yang harus aku katakan pada bayi ku Hans, dia pasti sangat sedih, dan Han-na, apa Han-na akan menyalahkan ku.


Ucap Jasmine dengan mata yang berkaca-kaca.


...****************...


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2