Love Korean Girl

Love Korean Girl
Strategi..


__ADS_3

"Jadii apa rencana mu?"


"Aku akan berpura-pura untuk menggoda mu"


Ucap Jasmine.


Tiba-tiba Aldi berteriak.


"Apaa!!! tidak, itu bukan ide yang bagus menurut ku"


Sahut Aldi tidak setuju.


"Heey ada apa denganmu huh?"


Ucap Ryan heran.


"Aku, ha hanya takut saja jika Han-na akan semakin marah melihat kalian seperti itu"


"Kau tenang saja Aldi, aku hanya akan menggertak Han-na, dan hanya ingin tau bagaimana perasaan Han-na pada Ryan"


"Lalu apa yang akan kau lakukan Jasmine? aku juga ragu rencana ini akan berhasil"


Sahut Ryan.


"Tenang saja, kau ikuti instruksi ku saja okay"


"Mmm baiklahh"


"Lalu bagaimana dengan aku?"


Ucap Aldi..


"Kau tidur saja"


Sinis Ryan.


"Ayolah Ryan, sampai kapan kau akan bersikap es seperti ini padaku"


"Sampai kau bisa membuat aku dan Han-na menikah dan mempunyai adik untuk Hans"


"Apaaa ? kau sudah membahas soal adik untuk Hans, ya ampun Ryan, kenapa kau bisa berpikiran secepat itu, kita saja baru memulai strategi untuk mendekatkan kau lagi dengan Han-na, dan kau apa?"


"Aaah kau terlalu banyak bicara, aku tidak perduli, jika kau ingin maaf dariku, maka dekatkan aku kembali pada Han-na"


"Huuh, kau meragukan ku huh? kau tidak tau aku siapa dulu? dan kenapa CEO terkenal mempercayakan ku untuk jadi asisten nya?"


"Hmmmm, omong kosong, jadi bagaimana Jasmine? apa yang harus ku lakukan?"


"Kau hanya perlu diam saja, aku yang akan bertindak, dan kau Aldi, sebisa mungkin kau harus membawa Han-na ke tempat yang sudah aku rencanakan"


"Baiklah, aku akan mencoba membujuk Han-na"


"Ya sudah, kita akan mulai itu besok, jadi kalian harus bersiap, dan sekarang aku sudah lelah ingin beristirahat bye !! sampai jumpa besok!!"


Ucap Jasmine sembari merentangkan kedua tangannya ke atas, tapi tiba-tiba Jasmine kembali dan berkata pada Ryan.


"Ryan, sebaiknya kau tinggal bersama Aldi saja, selain kau bisa mengatur strategi dengan Aldi, aku juga tidak perlu masuk ke apartemen mu hanya untuk membahas ini"


"Soal itu, aku akan memikirkan nya lagi"


Jawab Ryan santai.


"Kenapa kau harus repot untuk memikirkannya huh? ini sangat mudah Ryan, kau hanya tinggal memindahkan semua barang mu, baju mu, handuk mu, semua nya, dan kau tidur di sini, hanya itu, apa susah nya?"


Sahut Aldi yang sedikit kesal mendengar Ryan selalu berkata seperti itu.


"Kau hanya pandai bicara, tapi tidak pandai merasakan apa yang orang lain rasakan, tapi tidak masalah, setidaknya kau memiliki itikad baik dan sudah ingin meminta maaf pada ku"


Sinis Ryan.


"Hey hey hey, kalian belum satu atap, tapi sudah seperti ini, aku jadi ragu kalian akan bisa membuat strategi bagus jika kalian terus saja mengoceh tentang hal yang tidak penting, huuuffft, ya sudah, aku pergi dulu"


Sahut Jasmine lalu pergi dari ruangan.


"Aku juga akan pergi"


Ucap Ryan kemudian pergi.


"Pergi saja, tidak ada yang melarang"


Ryan berbalik.


"Apa kau bicara sesuatu?"

__ADS_1


"Ti tidak, telinga mu saja mungkin sedang bermasalah"


"Hmmm"


Ryan pergi.


"Seharusnya dia juga meminta maaf padaku, huuuh dasar Ryan"


Gerutu Aldi.


****


Ke esokan hari nya.


Jasmine sedang bersiap dan mulai mengetuk pintu apartemen Ryan, sedangkan Aldi sedang mengetuk pintu apartemen Han-na.


Tok...tok...tok...


"Ya, sebentar !!"


Ucap Han-na dan Ryan ketika akan membuka pintu.


"Jasmine !!"


"Diam dulu, sebelum Han-na keluar"


"Okay baiklah"


"Perhatikan dia, jika dia sudah keluar beri tau aku"


"Dia sudah keluar"


Bisik Ryan.


Tiba-tiba Jasmine memegang tangan Ryan.


"Ryan ku mohon, aku ingin kita makan malam hari ini, apa kau bisa? aku ingin berbicara sesuatu padamu"


Ucap Jasmine sedikit kencang agar terdengar Oleh Han-na, sementara Han-na sejak tadi membuka pintu, hanya memperhatikan Ryan dan Jasmine, dengan mata mengintimidasi, tanpa mendengar apa yang Aldi katakan.


"Tapiii, kau ingin bicara tentang apa Jasmine?"


Ryan sedikit melirik pada Han-na.


"Apa? pe perasaan mu?"


Ryan pura-pura terkejut,


"Iya, apa kau mau ?"


"Eohh, tapii?"


"Kali ini saja Ryan ku mohooonnn?"


Ucap Jasmine memohon pada Ryan.


Melihat dan mendengar itu, seketika Han-na menghentakkan kakinya lalu menutup pintu, tanpa memperdulikan Aldi yang masih ada di depan pintu.


"Ya ampuuun Han-na, kenapa dia tidak sopan sekali, aku di abaikan oleh nya, iiissh Ryan dan Han-na memang pasangan yang serasi"


Gerutu Aldi, kemudian berlari menuju Ryan dan Jasmine.


"Hey, kalian tau, seperti nya Han-na cemburu"


Ucap Aldi ketika menghampiri mereka.


"Sudah aku duga, Han-na masih mencintai mu Ryan"


Sahut Jasmine.


"Ya aku juga yakin, sejak aku tau, bahwa Han-na tidak menggugurkan kandungan nya dan memilih untuk tetap sendiri, aku sangat yakin, jika Han-na masih mencintai ku"


Ucap Ryan sangat yakin.


"Okay, kita lakukan rencana yang kedua, aku akan menunggu mu di sebuah cafe nanti, jadi Aldi, sebisa mungkin kau harus membawa Han-na kek cafe"


Instruksi Jasmine.


"Okay baiklah, tapi Han-na pasti akan semakin marah padamu"


Ucap Aldi.


"Aku tidak peduli, tujuan ku hanya untuk menyatukan Ryan dan Han-na kembali"

__ADS_1


Jawab Han-na dengan yakin.


"Baiklah aku akan mengikuti rencana mu"


****


Malam hari.


Aldi pura-pura mengetuk pintu kamar Jasmine, yang padahal Aldi sudah tau Ryan dan Jasmine sedang pergi ke sebuah cafe untuk melanjutkan rencana.


Kemudian Aldi mengetuk pintu apartemen Han-na.


Tok...tok...tok...


Han-na membuka pintu.


"Hey Han-na !"


Pura-pura berwajah khawatir.


"Aldi ada apa?"


Hey matanya sembab sekali, apa dia sudah menangis? aku yakin Han-na masih memiliki perasaan pada Ryan.


"Aah tidak, aku hanya ingin menanyakan Ryan dan Jasmine, kemana mereka? aku sudah mengetuk pintu mereka beberapa kali, tapi tetap tidak ada jawaban"


"Kenapa kau bertanya pada ku? hari ini Ryan tidak menemui Hans, dan aku tidak tau dia kemana"


"Apa jangan-jangan mereka berkencan?"


"Apa? kenapa kau bisa menyimpulkan bahwa mereka berkencan?"


Han-na terkejut mendengar itu.


"Aku hanya menduga nya, karena aku mendengar percakapan mereka tadi, bahwa mereka akan makan malam"


"Jadi kau hanya akan mengatakan itu saja, lebih baik kau tidak perlu mengetuk pintu ku"


"Hey hey Han-na, Han-na, tungguuu!! apa kau tidak penasaran mereka sedang apa?"


"Aku tidak perduli"


"Setidaknya kau bisa membantu ku, aku a aku menyukai Jasmine, dan aku tidak mau jika Ryan merebut orang yang aku sukai"


"Maaf Aldi, tapi aku sudah tidak ingin ikut campur tentang masalah kalian"


"Ayolah Han-na !! ku mohooonnn, hanya kau yang bisa membantuku"


"Hugh, baiklah, jadi sekarang kau mau apa?"


"Aku hanya ingin memergoki mereka sedang apa"


"Lalu kau akan mencari mereka kemana?"


"Aku tau cafe di daerah sini, yang sering Jasmine kunjungi, aku yakin Jasmine membawa Ryan ke sana"


"Baiklah aku akan bersiap dan membawa Hans"


"Apa kau akan membawa Hans?"


"Tentu saja, kau pikir aku akan meninggalkan dia hanya untuk memergoki pasangan yang sedang kasmaran itu huh?"


"Iya iya baiklah"


Han-na pun bersiap dan membawa Hans.


Sebelum pergi Aldi mengirimkan pesan pada Ryan dan Jasmine.


Kemudian Aldi dan Han-na pun sampai di cafe yang sudah di rencanakan.


Aldi melihat di sekelilingnya dan menemukan Ryan dan Jasmine.


"Han-na, itu mereka !! kita harus bersembunyi"


Aldi pun menarik Han-na untuk segera mencari tempat duduk yang aman, tapi sedikit dekat dengan mereka.


Melihat itu, Han-na sepertinya sangat panas, terlihat dari wajah nya dan sikap nya.


...****************...


......................


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2