
Ryan dan Han-na pun menikah, Han-na bersedia untuk mengikuti keyakinan Ryan.
Jadi setelah Ryan yakin akan menikahi Han-na, Ryan pun segera membawa Han-na dan Hans pulang ke Indonesia, Ryan mengenalkan Han-na dan Hans pada Ayah nya, Tuan Syakip.
Tidak lupa dengan orang tua Han-na yang hadir di pesta pernikahan mereka, sempat tidak setuju, tapi mereka luluh dengan kehadiran Hans.
Ayah Ryan Tuan Syakip, menangis melihat itu, cucu yang dulu dia tolak, sekarang begitu lucu, menghibur nya, bahkan Tuan Syakip merasa hidup kembali setelah melihat cucu nya yang lucu itu, dan sekarang Tuan Syakip pun sudah merestui hubungan antara Ryan dan Han-na, setelah melihat cucu nya yang begitu lucu, Tuan Syakip merasa jika hidup nya sekarang sudah benar-benar lengkap.
Ryan pun menambahkan nama belakang nya pada Hans, sehingga menjadi...
Hans Alexander Ibrahim.
Sementara Aldi, setelah Ryan melamar Han-na, Aldi mencoba untuk terus mendekati Jasmine, dan Aldi pun memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Jasmine, dan Jasmine pun mencoba untuk menerima Aldi.
Hubungan Jasmine dengan Han-na sekarang membaik, begitu pun hubungan Ryan dan Aldi, mereka pun saling mensupport satu sama lain.
"Perjalanan Ryan begitu panjang ya, dan aku harap sekarang dia akan bahagia selamanya bersama Han-na, membangun keluarga yang harmonis"
Ucap Aldi sembari melihat Ryan dan Han-na dari kejauhan.
"Iya, aku juga bahagia sekarang, bisa melihat Han-na tersenyum lagi, tersenyum lepas"
Jasmine tersenyum melihat Han-na tersenyum.
"Aku juga berharap, kita bisa menjadi sepasang kekasih, suami-istri, dunia sampai akhirat nanti"
Ucap Aldi sembari berkhayal.
"Aamiieenn"
Sahut Jasmine..
Setelah selesai pesta pernikahan.
Di Rumah besar.
"Kau sangat cantik hari ini"
Ucap Ryan menggoda, sembari memeluk pinggang ramping Han-na.
"Benarkah? jadiii, sebelumnya aku tidak cantik begitu?"
Han-na pura-pura kesal.
"Hey, kenapa kau sensitif sekali hari ini huh?, setiap hari kau selalu cantik di mata ku"
Ucap Ryan mengelus rambut Han-na dengan nada menggoda, dan tidak lepas terus menatap Han-na.
Tiba-tiba Ryan pun mencium Han-na, Han-na terkejut namun membalas ciuman Ryan.
******* bibir Han-na lalu turun ke arah leher, kembali lagi mencium bibir Han-na, ciuman pun semakin panas, setelah Ryan akan membuka pakaian Han-na, tiba-tiba..
"Ayaaah!!"
Ryan terkejut, dan Han-na membereskan pakaian nya yang sedikit berantakan.
"Kenapa kau teledor sekali, kenapa kau tidak mengunci pintu nya terlebih dahulu"
Ucap Han-na berbisik pada Ryan.
"Ma maaf, aku lupa hehe !"
Jawab Ryan canggung.
"Yes my boy, ada apa heum?"
__ADS_1
Ucap Ryan lalu berjongkok.
"Ayah, kenapa kau mencium Mommy?apa kau mencintai Mommy?"
"Tentu saja, aku sangat mencintai Mommy mu, maka dari itu aku sering mencium Mommy mu"
"Kau juga sering mencium ku, itu artinya kau juga mencintai ku?"
"Yes, itu benar, My boy, sekarang kau tidur lah, aku akan mengantar mu, ke kamar mu okay"
Ucap Ryan ingin Hans segera tidur.
"Tidak, aku ingin bermain dengan mu dan tidur dengan mu"
"Hah, nooo, eohh maksud Ayah, sekarang sudah malam, tidurlah, besok kita main bersama okay?"
"Tapi aku ingin tidur bersama mu dan Mommy, Ayah bilang jika Ayah sudah menikah dengan Mommy, kita bisa tidur bersama"
Aduuhh, ini merepotkan sekali, Haaaanns andai saja kau sudah besar, kau pasti akan mengerti betapa pentingnya malam ini untuk ku.
Han-na tersenyum melihat Ryan yang tidak ingin di ganggu walaupun oleh anaknya sendiri..
"Hans sayang, eoh, untuk hari ini, kau akan tidur bersama Mommy, tapii, tadi Uncle Aldi mengajak mu untuk bermain game, tapi kau tidak ada, kau bisa mencari Uncle mu dan bermain dengan Uncle mu dulu, okay"
Ucap Han-na lembut.
"Benarkah Mom?"
"Iya, Mommy akan mengirimkan pesan pada Uncle mu ya"
"Ayah yang akan mengirimkan pesan pada Uncle mu okay"
Timpah Ryan.
Hans mengangguk.
Aldi, bisakah kau menjaga Hans sebentar, aku akan melakukan hal penting dengan Han-na, dan Hans dia ada di kamar ku sekarang.
Sementara Aldi.
"Hey Ryan mengirim ku pesan"
Setelah Aldi melihat pesan dari Ryan.
Huughh aku tau apa yang akan kalian lakukan malam ini, tapi tidak masalah, aku akan membantu mu kali ini.
Kemudian Aldi pun menghampiri Han-na.
"Hai boy, ada apa ini !!"
"Uncle, Mommy bilang, kau mencari ku dan ingin bermain game dengan ku, apa benar?"
"Huh?"
Ryan yang memberi tanda agar Aldi menyetujui nya.
"Aaah iya benar, ayo kita bermain game, kau yang memilih game nya okay"
"Baiklah Uncle"
Aldi pun menggenggam tangan Hans dan membawa nya untuk bermain game.
"You owe me a favor"
(Kau berhutang Budi padaku)
__ADS_1
Ucap Aldi melirik Ryan dan Han-na.
Sementara Ryan dan Han-na.
"Akhirnyaaaa haha !!"
"Ada apa ?"
"Ti tidak, ayo kita masuk"
Ryan pun menarik Han-na masuk ke dalam kamar.
Ryan mengunci pintu, lalu mendekap tubuh Han-na yang mungil itu, lalu mencium kening Han-na, Han-na pun memejamkan matanya.
"I love you so much Han-na"
"I love you more Ryan"
Ryan menatap Han-na dalam, begitu pun Han-na, malam ini adalah malam yang indah bagi mereka berdua, malam yang tidak pernah di bayangkan oleh Han-na dan Ryan, Cinta yang di persatuan kembali, membuat kedua nya begitu bahagia.
Ryan dan Han-na saling melemparkan senyum.
"Kau milikku malam ini sayang !!"
Ucap Ryan menggoda.
"Jadi kau tidak ingin bermain dengan Hans karena ini huh?"
"Iya lalu kenapa? ini adalah malam kita, tidak boleh ada yang mengganggu nya"
Ryan pun langsung mencium Han-na dengan agresif, Han-na pun membalas ciuman nya dengan tangan nya yang memeluk leher Ryan.
Kini ciuman Ryan turun ke leher Han-na.
Tubuh Han-na yang mulai memanas kini tidak bisa berkutik, Ryan pun segera membaringkan tubuh Han-na tanpa melepaskan ciuman nya, dengan posisi Ryan yang menindih Han-na mencium Han-na kembali, menciumi leher Han-na, dengan memberi tanda di leher Han-na.
Kemudian Ryan melepas ciumannya, lalu membuka baju Han-na.
Ryan menelan salivanya ketika melihat tubuh polos Han-na tanpa sehelai benang pun, Ryan pun membuka baju nya.
Ryan mulai menegang, kemudian mencium Han-na kembali, ciumannya kembali turun ke leher, tangan Ryan yang mulai nakal, meraba dan memainkan bukit kembar Han-na, sementara Han-na sudah pasrah dengan keadaan nya sekarang.
Dan malam itu adalah malam yang sangat indah untuk mereka berdua, malam yang tidak akan pernah di lupakan, malam dimana keduanya melupakan semua kesalahan dulu yang pernah mereka lakukan.
...----------------...
~Pesan Author~
" Takdir kita akan menjadi milik kita, buruk atau pun baik, jauh atau pun dekat, sulit atau pun mudah, tidak akan pergi, menghilang, bahkan jatuh ke tangan orang lain "
-Rani fitriani-
...****************...
TAMAT....
-Ryan Gajendra Ibrahim pict (Junior Robert)
-Kim Han-na pict (Jennie Kim)
-Hans Alexander Ibrahim pict (Cooper lunde)
-Olivia Ribkha Wijaya pict (Anya Geraldine)
-Aldi putra pict (Kenny Austin)
__ADS_1
-Jasmine pict (Mawar Eva de jongh)
-Albert Pattinson pict (Mike Lewis)