Love Korean Girl

Love Korean Girl
Ryan berulah (18+)


__ADS_3

Kantor polisi.


"Bagaimana perkembangan nya sekarang pak ?"


"Saudara Ryan, Ada sedikit bukti, hasil dari autopsi jenazah korban dan cctv yang telah kami selidiki, hasil dari cctv, menunjukan jika ada pertengkaran sebelum terjadi nya tembakan, anda bisa lihat ini"


Polisi memperlihatkan cctv kepada Ryan, hanya terdengar suara teriakan minta tolong dan sebutan nama Ryan saat Oliv berteriak.


Dia memanggil namaku, kenapa aku bodoh, kenapa aku harus lupa jika hari itu, aku harus menjemput Oliv, maafkan aku Oliv.


"Dan dari hasil autopsi menunjukkan bahwa ada sidik jari dari orang-orang ini"


Ucap Polisi dengan menunjukkan Poto-poto, antara Albert dan Aldi.


"Albert"


Apa ini ulah Albert, jika benar, aku tidak akan mengampuninya, kau benar-benar membuatku murka Albert, lihat saja nanti, kau akan menyesal karena telah melakukan ini pada Oliv.


Ryan terkejut.


"Apa anda mengenali nya ?"


"ah iya aku mengenal mereka, dia adalah orang kepercayaan ku, dia adalah asisten ku, dia yang menjemput Olivia dan membawa nya ke rumah sakit, dan dia adalah orang yang sering aku jumpai, bahkan kekasihnya menginap di hotel yang sama dengan ku"


Ucap Ryan sambil menunjuk ke arah poto tersebut.


"Itu artinya orang ini adalah tersangka, orang yang ada di cctv itu benar kah ? Apa pernah ada interaksi dengan anda?"


"Ya pa itu benar, aku rasa begitu, terakhir sebelum kematian Olivia, aku sempat berkelahi dengannya, karena dia berperilaku kasar pada kekasihnya sendiri, lalu aku menolong kekasihnya itu, hingga ada perkelahian akhirnya dia kalah dan saat itu juga dia pergi entah kemana"


"Kami rasa ini adalah dendam, dan penembakan ini terencana"


"Aku rasa tidak pak, jika ini terencana dia harus lebih dulu mengenal Oliv, tapi sebelumnya mereka tidak mengenal satu sama lain, dan aku tidak pernah mengenal kan Oliv padanya, kecuali pada kekasihnya"


"Apa mungkin, kekasihnya bersekongkol ?"


"Tidak, itu juga tidak mungkin, karena gadis itu selalu di pukuli dan di kasari, jadi tidak ada kemungkinan untuk nya mendukung Albert"


"Mmm, kami membutuhkan beberapa saksi lagi untuk menyelidiki kasus ini"


"Aldi, dia asisten ku yang menjemput Oliv saat itu, dan orang yang menolong Oliv, tapi saat ini dia tidak di sini, aku akan mengabari nya nanti"


"Baiklah, kita akan mulai mencari keberadaan si pelaku dan menyelidiki kasus ini lebih dalam"


"Baik pak terimakasih atas usaha nya, kabari aku jika ada hal yang harus aku lakukan, aku akan dengan senang hati membantu"


Ucap Ryan menjabat tangan Polisi.


"Baik, terimakasih kembali saudara Ryan"


"jika begitu, aku pamit untuk pulang pak"


"tentu, silahkan"


***


Tengah malam di bar.


Terlihat Ryan yang sedang memegang gelas dan sesekali meneguknya.


Albert, kau benar-benar membuatku hilang kendali, kenapa kau melakukan ini, kau melampiaskan dendam mu pada Oliv, Olivia tidak bersalah Albert, lihat saja nanti, aku berjanji akan membuat perhitungan dengan mu, aku akan mencari mu kemana pun, bahkan ke ujung dunia sekali pun, aku akan mengejar mu sampai kau membayar semua ini.


Begitu banyak hal yang Ryan pikirkan, terbayang perkataan Aldi, perkataan Tuan Tirta Ayah Oliv, perkataan Oliv, kenangan bersama Oliv, kenangan bersama Han-na, dan emosi nya pada Albert, itu membuat kepalanya seakan akan pecah.


Terlintas dipikiran Ryan untuk membalas dendam dengan cara menyakiti Han-na, seperti yang Albert lakukan pada Oliv, tapi itu tidak mungkin, karena meskipun begitu Ryan memiliki perasaan cinta pada Han-na.


Kepala Ryan semakin berat dan ingin pecah, kemudian Ryan meneguk beberapa gelas whiskey hingga Ryan sedikit mabuk, karena mabuk akhirnya Ryan menidurkan kepalanya di atas meja.


Beberapa menit ada segerombolan orang sedang memesan minum sambil berbincang.


"Kau hebat sekali dengan berpikir seperti itu, kau bisa sekaligus balas dendam pada pria itu"


"Tentu saja aku tidak akan semudah itu memaafkan nya"

__ADS_1


"Hey tapi dia hanya kekasih nya"


"Lalu kenapa jika dia kekasih nya, itu justru lebih bagus karena itu adalah kelemahan nya, aku bisa membuat nya tidak berkutik"


"Apa aku boleh tau apa yang kau lakukan tadi"


"Tentu saja, aku akan berbagi kesenangan ku pada kalian"


"Cepat-cepat, coba ceritakan"


"Aku memaksa dia untuk berhubungan badan dengan ku, dia aku ancam, jika tidak mau melakukan nya, kekasih nya dan keluarga nya akan ku bunuh, akhirnya dia bersedia bercinta dengan ku, hahaha, aku akui aku menikmati nya, aaaahh itu sangat indah, dan akhirnya aku berpikir untuk mengeluarkan cairan ku di dalam, agar dia hamil dan dia menderita, hah aku jadi tidak sabar melihat reaksi pria itu ketika dia tau bahwa wanitanya itu hamil, dan mengandung anakku hahaha"


"Ya Tuhaaan, kenapa aku jadi ingin mencoba nya, apa itu sangat indah?"


"Iya benar, kau lihat burung elang ku jadi menegang seperti ini"


"Hahaha, dasar lemah"


"Ssst, hey aku saran kan jika kalian ingin, di sini ada banyak perempuan cantik yang bersedia untuk kalian sentuh"


"Waaaah benarkah, itu menyenangkan sekali"


Sementara Ryan yang sejak tadi mendengarkan, meskipun sedikit mabuk tapi tetap berpikir bahwa itu adalah ide yang bagus, entah apa yang Ryan pikirkan, pikiran nya sedang kacau sekarang, hingga apa yang baru saja dia dengar menjadi hal yang benar untuk Ryan.


"Heeey tolong antarkan aku ke alamat ini, aku akan membayar mu untuk ini"


Ucap Ryan kepada salah satu bartender dengan nada mabuk.


"Ah baik Tuan"


Setelah sampai mengantar Ryan.


"Heeyy terimakasih sudah mengantarku, ini bayaran mu"


"Terimakasih Tuan"


Lalu Ryan masuk hotel dengan berjalan sempoyongan.


Setelah sampai di depan pintu kamarnya, Ryan teringat akan perkataan orang tadi, lalu terbayang tentang semua yang terjadi padanya saat ini.


Tiba-tiba Ryan mengetuk pintu kamar Han-na,


Tok..tok..tok.


Han-na terbangun.


"Who is it, why is this night knocking on the door"


(Siapa itu, kenapa malam malam begini mengetuk pintu)


Han-na melihat siapa yang datang, dan ternyata Ryan, Han-na mencoba untuk menutup pintu kembali, namun di tahan oleh Ryan, Akhirnya Ryan masuk dan...


"Hi honey, Oh My God, you are so beautiful tonight"


(Hai honey, Ya Tuhan, kau sangat cantik malam ini)


Ucap Ryan dengan nada mabuk.


"What do you want Ryan, why are you here"


(Apa yang kau inginkan Ryan, kenapa kau di sini)


"Hey calm down Baby, I just want to have fun with you"


(Hey tenang sayang, aku hanya ingin bersenang-senang dengan mu)


"What do you mean hah?"


(Apa maksud mu hah?)


"Sssstt, Don't scream, I'm not hurting you, I'll just make you happy"


(Sssstt, jangan berteriak, aku tidak akan menyakiti mu, aku hanya akan membuat mu bahagia)

__ADS_1


"Do not come close"


(Jangan mendekat)


"Hey what's up, I'm still your lover right?"


(Hey ada apa, aku masih kekasih mu bukan?)


Ucap Ryan terus mendekati Han-na, kemudian Ryan mencoba memeluk Han-na namun Han-na berontak.


"Noooo, don't do this Ryan"


(Tidaak, jangan lakukan ini Ryan)


"Shuuuut uuuup, don't fight, or I'll hurt you."


(Diaaaamm, jangan berontak, atau aku akan menyakiti mu)


Ucap Ryan berteriak.


Han-na menjadi takut, lalu dia menangis.


Kemudian Ryan menarik tangan Han-na lalu melemparkannya ke kasur, Ryan pun segera membuka baju nya kemudian celana nya hingga hanya tersisa sebuah boxer yang Ryan pakai,


melihat itu Han-na menjadi takut, Han-na hanya bisa menangis dan berkata.


"Nooo Ryan, heeelllppp...heeelllppp"


Mendengar Han-na berteriak Ryan pun langsung menampar Han-na dengan sebelah tangan nya, lalu membungkam mulut Han-na lalu Ryan berkata.


"Do you know who killed Olivia?Albeeeeerrtt, he took his revenge on Olivia, why did you have to come in my life, Olivia wouldn't have died if I didn't deal with you"


(Apa kau tau, siapa yang membunuh Olivia? Albeeeerrtt, dia membalas kan dendam nya pada Olivia, kenapa kau harus datang di hidupku, Olivia tidak akan mati jika aku tidak berurusan dengan mu)


Ucap Ryan mabuk dengan penuh penekanan.


"But what did I do wrong?"


(Tapi apa salahku?)


Ucap Han-na terus menangis.


"Heeyy, did Albert ask Olivia, what was Oliv's fault hah? why did he kill Olivia, tell me *****?"


(Heeyy, apa Albert bertanya pada Olivia, apa salah Oliv hah? kenapa dia membunuh Olivia,katakan padaku ******)


Ryan menarik nafas nya dalam kemudian berhenti sejenak.


"Hey I'm sorry, please just do what I want baby, I won't hurt if you don't rebel"


(Hey aku minta maaf, tolong lakukan saja apa yang aku mau sayang, aku tidak akan menyakiti mu jika kau tidak memberontak)


Ucap Ryan sambil membelai lembut pipi Han-na, namun Han-na menepis nya, Ryan pun marah, kemudian kembali menampar Han-na.


"I told you baby, don't rebel"


(Sudah aku bilang sayang, jangan berontak)


Tidak menunggu lama, Ryan langsung mencium Han-na dengan paksa, meskipun Han-na terus menolak dan berkata tidak, tapi Ryan tidak mendengar nya, Ryan terus memegang tangan Han-na dengan erat dengan menindih tubuh Han-na, agar Han-na tidak bisa melakukan apapun.


Kemudian Ryan mencoba membuka baju Han-na dengan cepat.


"came on baby came on"


Ucap Ryan sudah mulai ter****sang melihat tubuh Han-na yang tanpa busana, kemudian sebelah tangan Ryan menyentuh bagian da** Han-na lalu memainkan nya dengan kasar, sesekali men****tnya.


Dengan aksi Ryan yang seperti itu, Han-na hanya bisa pasrah, terlebih tenaga Ryan lebih kuat dari pada Han-na.


Kemudian Ryan melepas kan seluruh pakaian dalam Han-na, sehingga Han-na sekarang te***ng bulat.


Tiba-tiba Han-na menjerit kesakitan.


****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2