Love Korean Girl

Love Korean Girl
Nyanyian Ryan


__ADS_3

"Is that Ryan ? is he with his girlfriend, why do I have to feel this, I'm jealous, my heart hurts, but who am I, I'm just an outlet for it, God, do I really love Ryan?"


(Apa itu Ryan ? apa dia bersama kekasih nya, kenapa aku harus merasakan ini, aku cemburu, hatiku sakit, tapi siapa aku, aku hanya pelampiasan nya saja. Tuhan, apa aku sudah benar-benar mencintai Ryan ? )


"Suddenly Ryan looked at me, he waved at me with a smile, and I went straight into the room, as usual I was crying again, I don't know why I can't control these tears, these tears just keep falling"


(Tiba-tiba Ryan melihat ke arah ku ,dia melambaikan tangan ke arah ku sambil tersenyum, dan aku langsung masuk ke dalam kamar, seperti biasa aku menangis lagi, tidak tau kenapa air mata ini tidak bisa aku kontrol, air mata ini terus saja jatuh )


***


Aku sedang bersama Oliv, dia menggenggam tangan ku dengan erat sejak tadi, sampai-sampai tangan ku basah karena berkeringat, dia sangat-sangat bahagia, huuuuufftt, aku pun bahagia melihat nya, meskipun aku masih belum memberikan hatiku sepenuhnya kembali kepada Oliv,


tiba-tiba Oliv Hendak menghentikan langkahnya dan dia merengek manja ingin di belikan ice cream, aku pun tersenyum, tingkah nya tidak berubah, dia masih sama seperti dulu


" Ryan ? "


"Hmm"


"Aku ingin ice cream, bisa kah kau membeli kan nya untuk ku, kali iniiii saja, please" Ucap Oliv penuh harap


"Tentu saja, ayo kita beli "


"Yeeaaayyy"


Saat aku langsung mengiyakan permintaan nya, dia pun langsung mencium pipi ku kemudian berlari, aku terkejut, namun tersenyum dan menggeleng kan kepala melihat dia langsung berlari, aku diam sejenak melihat Oliv berlari, tiba-tiba pandangan ku mengarah ke arah hotel yang aku tau persis bahwa itu adalah kamar hotel ku, tapiii, aku terkejut ketika melihat Han-na sedang berada di balkon yang aku yakin bahwa Han-na memperhatikan ku dari tadi, ya memang posisi Han-na dan aku lumayan jauh , tapi aku yakin Han-na melihat ku bergandengan tangan dan dia juga pasti melihat ku saat Oliv mencium pipiku, aku berdiam diri dan melihat ke arah Han-na, aku mencoba untuk tersenyum padanya dan melambaikan tangan ku, tapi Han-na malah pergi masuk ke dalam kamar,


apa lagi ini, aaaarghh, apa Han-na marah padaku, dia menghindari ku sekarang, benarkan apa yang aku duga, Han-na pasti mengira aku sedang mempermainkan nya karena ciuman itu, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang, aku masih belum yakin dengan perasaan ku pada Han-na, tapi kenapa rasa nya sakit sekali melihat Han-na mengabaikan ku.


Tiba-tiba .


Sebuah ice cream mendarat di hidung Ryan.


Ryan terkejut.


"Hahahaha kau jadi seperti badut"


"Hey, benarkah ? "


"Hahaha benar sekali, ini untuk mu, ice cream rasa vanilla kesukaan mu"


"Wah kau masih ingat itu"


"Tentu saja"


Saat Ryan akan mengelap ice di hidung nya tiba-tiba Oliv mengeluarkan sebuah tissue lalu menghapus ice-cream yang ada di hidung Ryan.


"Maaf sudah mengotori hidung mu"


"It's okay "


"Ryan ayo kita duduk dulu di situ"


"Ayo"


Ryan dan Olivia kemudian duduk .


Sepertinya hati Ryan sudah sedikit mencair, terlihat seyuman yang tulus di bibir Ryan.


Mereka berbincang hingga berjam-jam.


"Ryan"


"Hmmm"


"Boleh kah, aku menggunakan ini lagi, aku ingin merasakan nya lagi "


Ucap Oliv menunjuk ke arah bahu Ryan.


"Ah, ye yeaah tentu saja"


Perlahan Oliv menyandarkan kepalanya ke bahu Ryan.


Oliv, kenapaa, aku tidak bisa menghapus rasa ini, meskipun sudah bertahun-tahun, rasa ini masih ada untuk mu, meskipun tidak sebesar dulu, tapi aku masih merasakan detak jantung ku saat aku bersama mu.


Ucap Ryan dalam hati, kemudian perlahan Ryan pun ikut menyandarkan kepalanya ke kepala Oliv .


***


Malam hari di balkon.


Suasana hening, pemandangan malam indah yang di hiasi lampu lampu, dengan hembusan angin yang dingin, beberapa bintang yang berkedip, dengan wajah yang tengadah Han-na melihat ke arah langit, sesekali menghela nafas yang panjang, kemudian memejamkan mata.


"Lately my feelings are crazy, especially when Ryan kissed me, he was just playing with me, God, please make me forget him, this is not right, if I just keep hoping for him "


(Akhir-akhir ini perasaan ku tidak karuan, apalagi saat Ryan mencium ku, dia hanya mempermainkan ku, Tuhan, tolong buat aku melupakan dia, ini tidak benar, jika aku terus saja berharap pada nya)

__ADS_1


Tiba-tiba .


"Ayo cepat " Olivia


"Iya sebentar " Ryan dan Aldi


"Kau saja yang bernyanyi Ryan" Ucap Aldi


"Tidak tidak, aku sedang tidak ingin bernyanyi "


"Ayolaaaaahh, dulu kau suka bernyanyi kan "


"Iya tapiii itu dulu"


"Ayolah Oliv, bujuk Ryan agar dia mau bernyanyi"


"Heeeyy tidak, kau saja, aku sedang tidak ingin bernyanyi saat ini"


Tiba-tiba .


Pandangan saling bertemu, Ryan dan Han-na saling berpandangan, kemudian Han-na memalingkan wajah nya.


Ryan tersadar, kemudian langsung merebut gitar yang sedang Aldi pegang .


"Biar aku saja yang bernyanyi"


"Kau ini bagaimana, tadi kau bilang kau sedang tidak ingin bernyanyi, sekarang kau malah merebut gitarnya, dasar aneh"


"Berisik, sudah dengarkan saja aku bernyanyi"


"Hahaha kalian masih seperti dulu ya, selalu saja bertengkar" Ucap Olivia


"Ryan yang selalu memancing ku Oliv, kau tau "


"Ssttt"


Ryan pun memulai memetik gitar nya, sambil sesekali melihat Han-na, meskipun Han-na tidak melihat Ryan tapi Han-na tidak menghindar dan pergi saat itu.


Do i have to go now, honestly I don't want to see this, but I have to get used to it, I have to make Ryan think I'm fine.


Ucap Han-na dalam hati.


(Apa aku harus pergi sekarang, sejujurnya aku tidak ingin melihat ini, tapi aku harus membuat ini terbiasa, aku harus membuat Ryan berpikir bahwa aku baik baik saja)


Lalu.....


Still feels like our first night together


(Masih terasa seperti malam pertama kita bersama)


Feels like the first kiss and it's gettin' better baby


(Terasa seperti ciuman pertama dan ini menjadi lebih baik sayang)


No one can better this


(Tidak ada yang bisa memperbaiki ini)


Still holdin' on, you're still the one


(Masih bertahan, kamu masih orangnya)


First time our eyes met - the same feeling I get


(Pertama kali mata kita bertemu - perasaan yang sama aku dapatkan)


Only feels much stronger - I wanna love you longer


(Hanya terasa jauh lebih kuat - aku ingin mencintaimu lebih lama)


You still turn the fire on


(Kau masih menyalakan apinya)


So if you're feelin' lonely, don't


(Jadi, jika kamu merasa kesepian, jangan)


You're the only one I ever want


(Hanya kamu yang aku inginkan)


I only wanna make it good


(Aku hanya ingin membuatnya baik)

__ADS_1


So if I love you a little more than I should


(Jadi jika aku mencintaimu sedikit lebih dari yang seharusnya)


Please forgive me - I know not what I do


(Tolong maafkan aku - aku tidak tahu apa yang aku lakukan)


Please forgive me - I can't stop loving you


(Tolong maafkan aku - aku tidak bisa berhenti mencintaimu)


Don't deny me - this pain I'm going through


(Jangan menyangkalku - rasa sakit yang aku alami ini)


Please forgive me - if I need ya like I do


(Tolong maafkan aku - jika aku benar-benar membutuhkanmu)


Please believe me - every word I say is true


(Tolong percayalah padaku - setiap kata yang aku katakan adalah benar)


Please forgive me - I can't stop loving you


(Tolong maafkan aku - aku tidak bisa berhenti mencintaimu)


Still feels like our best times are together


(Masih terasa seperti saat-saat terbaik kita bersama)


Feels like the first touch


(Terasa seperti sentuhan pertama)


We're still gettin' closer baby


(Kita masih akan lebih dekat lagi sayang)


Can't get close enough


(Tidak bisa cukup dekat)


I'm still holdin' on - you're still number one


(Aku masih bertahan - kamu masih nomor satu)


I remember the smell of your skin


(Aku ingat aroma kulitmu)


I remember everything


(Aku ingat semuanya)


I remember all your moves - I remember you yeah


(Aku ingat semua gerakanmu - aku mengingatmu ya)


I remember the night - you know I still do


(Aku ingat malamnya - kamu tahu aku masih melakukannya)


So if you're feelin' lonely, don't


(Jadi, jika kamu merasa kesepian, jangan)


You're the only one I ever want


(Hanya kamu yang aku inginkan)


I only wanna make it good


(Aku hanya ingin membuatnya baik)


So if I love you a little more than I should


(Jadi jika aku mencintaimu sedikit lebih dari yang seharusnya)


Kata-kata yang sangat nyata seperti yang mereka alami saat ini, diam-diam Han-na mendengar suara Ryan yang merdu.


Air mata Han-na pun kembali mengalir di pipinya.


****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2