Love Korean Girl

Love Korean Girl
Will you marry me ?


__ADS_3

Ryan sangat senang, karena akhirnya Han-na bisa luluh, Han-na bisa menyatakan cinta nya pada Ryan, setelah beberapa hari kebelakang yang telah di lewati Ryan, akhirnya Ryan bisa merasakan kebahagiaan yang tak terbendung, takdir yang mempersatukan mereka kembali, dari awal yang mustahil, dengan pertemuan Hans dan Ryan, itu adalah sebuah kemustahilan yang tidak dapat di cerna oleh logika, karena logika nya saja, Korea itu sangat luas, dan takdir ternyata membuat Ryan menepis kemustahilan itu, hingga sampai sekarang Ryan masih tidak percaya jika Ryan akan menemukan orang yang Ryan cintai, secepat ini.


Han-na merasa tidak peduli dengan sakit hati nya sekarang, Han-na mulai luluh, karena memang Han-na masih mencintai Ryan, dan tidak ingin Ryan bersama perempuan lain, meskipun dia membenci Ryan, tapi dalam hati kecil Han-na, dia membutuhkan Ryan, dan selalu mengingat Ryan.


Melihat Ryan berkencan dengan Jasmine, membuat Han-na takut, sakit, dan marah, oleh karena itu, sekarang Han-na memilih untuk menurunkan sedikit ego nya, agar Ryan tidak bersama orang lain termasuk Jasmine, begitu pikir Han-na.


Perlahan wajah mereka mendekat, mendekat dan terus mendekat.


Han-na tau Ryan akan mencium nya, namun Han-na hanya diam, dan memejamkan mata nya, akhirnya bibir mereka saling bersentuhan, Ryan ******* bibir Han-na, namun Han-na tidak membalas nya.


Ryan melepaskan ciumannya, dengan posisi masih berpelukan.


"Kenapa? apa kau benar-benar sudah tidak mencintai ku lagi?"


Tanya Ryan sembari berbisik lembut pada Han-na.


"No, aku hanya memikirkan kencan mu dengan Jasmine"


Ucap Han-na memanyunkan bibirnya.


Ryan tersenyum melihat nya.


"Hahaha, heeey, aku dan Jasmine hanya berpura-pura, itu hanya untuk membuat mu cemburu, jika kau cemburu, itu artinya kau masih mencintai ku, iya kan?"


Jawab Ryan sembari mengaitkan rambut Han-na pada telinga Han-na.


"Apa? kau berpura-pura, kau hanya ingin menjebak ku huh?"


"Hehe, maafkan aku sayang !!"


Ucap Ryan menunjukkan semua gigi nya dengan tangan nya menyimpul damai.


"Kenapa kau melakukan itu padaku? bagaimana jika Jasmine benar-benar masih mencintai mu, dan kau tergoda oleh nya"


Ucap Han-na yang mulai kesal.


"Ssstt, berhentilah mengoceh, jika aku tidak berpura-pura seperti tadi dengan Jasmine, aku tidak akan mendapatkan bibir mu hari ini, lagi pula aku tidak akan tergoda oleh siapa pun, karena yang aku cintai hanya lah orang yang sekarang sedang di hadapan ku, yaitu kau !!"


Ucap Ryan dengan menempelkan telunjuk nya di bibir Han-na dengan satu tangan nya yang masih memeluk pinggang Han-na.


"Tapi tidak seharusnya kau melakukan itu dengan Jasmine"


"Apa kau cemburu?"


Han-na pun memanyunkan bibirnya.


Ryan gemas melihat Han-na seperti itu.


Kemudian Ryan pun mencium kembali bibir Han-na, kali ini Han-na membalas ciuman Ryan.


Ciuman mulai semakin panas, Han-na pun sesekali mengeluarkan *******, dan mendengar itu, Ryan semakin agresif.


Ciuman pun berlangsung lama.


Namun tiba-tiba..


Tokk...tokk...tokk..


Ryan dan Han-na pun terkejut, Han-na akan membuka pintu namun, Ryan menahan nya, kemudian mencium Han-na kembali.


Tapi..


Tokk...tokk...tokk..


"Aaarrhhh, siapaaa ituu, mengganggu saja !!"


Ucap Ryan kesal, namun Han-na tersenyum melihat tingkah Ryan.


"Aku akan membuka pintu nya terlebih dahulu"


Sahut Han-na lembut lalu melepas pelukan Ryan.


"Biar aku saja yang membuka pintu nya"


Ucap Ryan.


Setelah membuka pintu.


"Hey, kenapa kau tidak sabar menunggu huh?"


Gerutu Ryan sebelum membuka pintu nya.

__ADS_1


Tiba-tiba terkejut melihat Aldi penuh luka.


"Aldii? ada apa? apa yang terjadi padamu? ada apa dengan wajah mu?"


Ryan syokk melihat itu.


"Ryan, aku kecelakaan bersama Jasmine, Taxi yang aku tumpangi mengalami kecelakaan, sekarang Jasmine sedang di rumah sakit"


Ucap Aldi yang menahan rasa sakit nya.


"Apaaa? lalu kenapa kau meninggalkan Jasmine? kenapa kau tidak langsung menelpon ku saja"


"Ti tidak bisa, karena handphone ku mati, Jasmine memanggil nama Han-na dan Hans, terus, aku ingin kalian kesana melihat Jasmine, dan soal Hans, biar aku yang menjaga nya"


Han-na yang penasaran pun melihat siapa yang mengetuk pintu, Han-na menghampiri mereka.


"Ada apa ini ? Aldi ? ada apa dengan wajah mu? "


"A aku kecelakaan, Taxi yang membawa kami mengalami kecelakaan, dan Jasmine, dia, terus saja memanggil namamu dan Hans, aku ingin kalian kesana melihat keadaan nya, dan aku yang akan menjaga Hans"


"Apaaa!! Jasmine kecelakaan, dimana dia sekarang, aku harus kesana !!"


Setelah Aldi memberitahu kan alamat nya pada Han-na, tanpa berpikir panjang, Han-na langsung mengambil tas selempang nya, lalu pergi, tanpa berkata apapun pada Ryan dan Aldi..


"Han-naaa, tunggu aku !!"


Teriak Ryan pada Han-na yang masih belum jauh, dan Han-na pun mengabaikan teriakan Ryan.


"Aldi, aku percaya kan Hans padamu, soal luka mu, aku akan mengobati mu nanti okay, aku titip Hans dan apartemen ini padamu"


"Okay, kau tenang saja"


Ryan pun segera pergi menyusul Han-na.


"Good luck, hihihi"


Bisik Aldi kemudian masuk ke apartemen, mengambil sebuah tissue, kemudian duduk santai, lalu menghapus semua luka di wajah nya, ternyata..


"Hahaha, kenapa aku jadi ingin tertawa terbahak dengan akting ku tadi, ini rencana yang gilaa, haha, Jasmine, Jasmine"


Ucap Aldi sembari menghapus make up nya.


****


Ucap Han-na yang di ikuti Ryan.


"Kau yakin Aldi sudah memberikan alamat yang benar? karena Aldi mungkin tidak tau tempat di sini"


"Aku tidak tau, aku tidak terlalu mendengar kan nya, karena aku hanya memikirkan keadaan Jasmine tadi, yang aku dengar itu hanya alamat ini"


Tiba-tiba..


"Excuse me, are you Mr Ryan? if yes follow me"


(Permisi, apa kau Tuan Ryan ? jika ya ikuti aku)


Ryan dan Han-na saling menatap heran.


Tidak banyak bicara, Ryan dan Han-na mengikuti orang itu.


Setelah beberapa menit.


Ryan dan Han-na pun heran melihat sebuah meja yang sudah di hias dengan beberapa lilin, dengan beberapa bunga, dan musik klasik yang mengalun.


"Sit down, Mr and Mrs"


(Duduk lah Tuan dan Nona)


Ucap orang itu, kemudian Ryan dan Han-na pun duduk di meja yang telah di hias itu.


"Ryan, apa ini? apa kau merencanakan ini?"


Ucap Han-na mengintimidasi.


"Ti tidak, aku sama sekali tidak merencanakan ini, aku tidak tau apapun tentang ini"


Ucap Ryan menyangkal.


"Lalu kau pikir siapa yang melakukan ini?"


Han-na bertanya-tanya.

__ADS_1


Pelayan pun datang, lalu memberikan 2 piring makanan, dengan 2 buah surat yang tersimpan di nampan.


Han-na membuka surat itu, dan Ryan pun membuka surat lain.


Dalam Surat.


Surat yang di baca Han-na..


Yes I Will...


Sementara surat yang di baca Ryan..


Will you marry me Han-na?..


Ryan dan Han-na yang heran, mencoba menunjukkan surat yang mereka baca satu sama lain.


Mereka sedikit terkejut melihat surat itu, di dalam surat itu seperti ungkapan Ryan yang langsung di jawab oleh Han-na.


Mereka pun tersenyum namun heran, siapa yang sudah melakukan ini.


Tiba-tiba.


Seseorang bertepuk tangan..


"Akhirnya, kalian bisa bersatu juga"


Ucap Jasmine tersenyum.


Ryan dan Han-na pun terkejut melihat Jasmine yang baik-baik saja.


"Jasmine, ternyata kau ?"


Ucap Ryan.


"Kau membohongi kami?"


Han-na sedikit kesal.


"Ssssttt, tenang, nikmati kencan kalian okay, aku ingin melihat drama romantis di sini, ayolah, Han-na, apa kau akan menerima Ryan?"


Tiba-tiba...


Aldi datang bersama Hans yang dia gendong sembari menepuk-nepukan tangan Hans,


"Terimaaa !! terimaaa !! terimaa !!"


"Terimaa !! terimaa !!"


Ryan dan Han-na terkejut melihat semua orang berkata seperti itu.


Mereka pun saling bertatapan, sementara wajah Han-na memerah.


Melihat susana seperti itu, ini seperti kesempatan Ryan untuk melamar Han-na kembali.


Ini adalah kesempatan bagus, aku harus melamar Han-na sekarang.


Tiba-tiba, Ryan pun berjongkok, dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dan membuka nya lagi.


"Han-na, ini kedua kalinya aku mengeluarkan kotak ini, maka aku akan ucapkan kembali keinginan ku saat ini, Will you marry me Han-na? "


Semua orang menunggu Han-na menjawab.


Lalu semua orang berkata lagi..


"Terimaa !! terimaa !!! terimaa !!"


Han-na melirik sekeliling, lalu menatap Ryan kembali.


"Yes I Will"


Ucap Han-na memerah.


" Yeaaaaaahhh hahaha !!"


Semua orang pun bersorak.


Sementara Ryan langsung memeluk Han-na, dan tiba-tiba Hans berlari ke arah mereka.


Ryan pun menggendong Hans, lalu Han-na dan Ryan pun mencium pipi Hans, secara bersamaan.


...****************...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG....


__ADS_2