Love Korean Girl

Love Korean Girl
Di culik?


__ADS_3

Setelah selesai dan kembali dari toilet, aku dan anak kecil itu, kembali ke tempat kembang api tadi, tapi tiba-tiba anak kecil itu melihat sebuah balon yang sedang di pegang oleh gadis kecil dan dia menginginkan nya..


"Aku ingin ituuu !!!"


Aku terkejut ketika dengan refleks Hans berbicara bahasa Indonesia.


" Hey ternyata kau bisa berbahasa Indonesia kiddo?"


Dia tidak mendengar,


"Aku ingin ituuuuu !!"


"Ah baiklah, kita akan membeli nya nanti, setelah kita menemukan pedagang balon itu ya"


"Tidak, aku ingin ituuu, aku ingin balon yang di pegang oleh nya"


Hans tetap menginginkan balon itu..


Haiisshh..


"Hey tidak, itu milik orang lain, dan kau tidak boleh menginginkannya"


Tiba-tiba Hans menangis..


"Hey jangan menangis kiddo, okay baiklah, baiklah, ayo"


Aku pun menghampiri gadis kecil dan ayah nya..


"Excuse me sir, umm, may I buy your daughter's balloon, because this child wants the balloon, he is crying and I can't calm him down, please I beg you sir"


(Permisi tuan, emm, boleh kah aku membeli balon anak gadis mu itu, karena anak ini menginginkan balon itu, dia menangis dan aku tidak bisa menenangkannya, please ku mohon tuan)


"What kind of father are you, can't calm your own child"


(Ayah macam apa kau, tidak bisa menenangkan anakmu sendiri)


"Hey sir he's not my son"


(Hey tuan dia bukan anakku)


"Why did you dodge, he clearly looks like you"


(Kenapa kau mengelak, jelas-jelas dia mirip dengan mu)


Apa ? mirip ?


Aku pun kemudian melihat pada Hans.


tapi tiba-tiba, Hans meminta balon itu pada anak gadis itu dengan memakai bahasa korea..


Aku terkejut, aku benar-benar merasa jika Hans penuh dengan kejutan.


Akhirnya gadis kecil itu memberikan balon nya pada Hans dengan tersenyum.


Ya ampun drama macam apa ini, anak kecil jaman sekarang apa semua seperti ini.


Setelah gadis kecil itu memberikan balon nya, mereka pun pergi, tapi sebelum pergi..


"Hey dude, looks like you need to learn more about being a dad, if you need, you can rely on my advice someday, hahaha"


(Hey bung, sepertinya kau harus lebih banyak belajar jadi seorang Ayah, jika kau butuh, kau bisa mengandalkan nasihatku suatu saat nanti, hahaha)


"Just shut up !!!"

__ADS_1


(Diam saja kau !!!)


Setelah mendapat kan balon itu, Hans berseri-seri.


Apa memiliki seorang anak seperti ini? aku harus bisa menenangkan dia ketika dia menangis, tapi nyatanya, aku tidak bisa melakukan itu.


Ucap ku dalam hati.


"Hey kiddo, come here, kita duduk di sini dulu"


Aku pun duduk dan Hans pun ikut duduk di sebelah ku.


"Kenapa? kau lihat, balon ini bagus atau tidak?"


Dia berbicara sembari menunjukkan gigi nya yang imut.


Oh Geez !! anak ini sangat ajaib.


"Iya tentu saja bagus, aku ingin bertanya pada mu nak, dimana orang tua mu huh? kenapa malam-malam begini, kau di tempat seperti ini sendiri?"


"Aku bersama Mommy ku tadi, dia sedang melihat kembang api, tapi aku ingin buang air kecil, aku ingin mengajak Mommy ku ke toilet, tapi saat aku lihat lagi Mommy sudah tidak ada"


Apa ? kau kehilangan Ibu mu tapi kau tidak menangis? benar-benar anak yang aneh...


Ucap ku dalam hati dengan heran.


"Baiklah, aku akan membantu mu mencari Ibu mu, siapa nama Ibu mu ? beri tau aku"


"Tidak, Mommy bilang padaku, aku tidak boleh memberi tau nama Mommy ku pada orang asing"


"Geez !! bagaimana bisa aku mencari ibu mu jika kau tidak memberi tau namanya padaku"


"Tidak boleh, Mommy ku bilang tidak boleh !!"


"Baiklah... baiklah, lalu apa kau tau dimana kau tinggal?"


"Dimana apartemen mu?"


"Di gedung tinggi itu"


Ucap Hans menunjukkan pada gedung tinggi yang dia lihat..


Oh My God, percuma saja menanyakan itu pada anak ini..


Bagaimana ini? kenapa orang tua nya tidak mencari nya, apa mereka tidak khawatir, membiarkan anaknya sendiri di sini, apa lagi ini sudah sangat malam.


"Hey kiddo, bagaimana jika kau ikut aku dulu, lalu besok pagi aku akan mencari Ibu mu? apa kau setuju?"


"Yas"


"Baiklah, ayoo"


Hans pun berlari mendahului ku, dia sangat senang bermain dengan balon itu, sampai tiba-tiba dia jatuh dengan sangat keras, lalu dia menangis.


Aku yang melihat itu, dengan sigap berlari dan membantunya, dan aku melihat tangan nya sedikit luka dan berdarah.


"Mommyyy !!"


"Hey sssstt, jangan menangis, kau kan Superman, Superman tidak akan menangis ketika dia jatuh Okay"


Aku menenangkan nya sembari mengelus-elus rambut nya.


Dia langsung diam, lalu tiba-tiba berkata..

__ADS_1


"Ayah ku juga Superman, tapi dia seperti monkey !"


Ucap nya dengan nafas yang di penuhi dengan ingus, lalu aku lap saja ingus nya itu dengan jaket ku, iiuuhh itu sedikit menjijikkan, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak mau ingus nya itu menjalar ke mulut nya.


"Waaah benarkah ? siapa yang mengatakan itu?"


"Mommyku !! Mommy mengatakan jika Ayah ku adalah Superman, setelah Ayah selesai bekerja, dia akan bertemu dengan ku dan membelikan aku banyaaaaak mainan"


"Waaa Ayah mu hebat ya, dimana dia bekerja?"


"Mommy bilang dia bekerja sangaaaat jauh, dan dia mirip seperti mu"


"Mirip seperti aku?"


"Iya, dia juga suka menolong sama seperti mu"


"Waaah hebat, kau juga hebat kan seperti Superman? jadi kau jangan sering menangis ya !!"


"Iya, aku tidak akan menangis lagi"


Hahaha lucu sekali dia, aku jadi ingin mencubit pipi nya..


"Kalau begitu, ayo, kau harus naik pesawat terbang ini"


Aku menjongkokkan badan ku dan membelakangi Hans, dan tiba-tiba Hans pun menyergap ku dan hampir mencekik leher ku, lalu Hans pun sudah berada di punggung ku dan aku menggendong nya..


"Horeeee..horeee.."


Dia tidak bisa diam saat ku gendong, dia terus saja berteriak sambil mengacungkan-acungkan tangan nya seperti layak nya pesawat..


"Ow ow ow, hey kiddo jangan terlalu kencang, leher ku bisa kau patahkan nanti"


"Hahaha, ngeeeeeng ngeeeeengg, aku terbang, aku terbang"


Dia malah sengaja, mempercepat gerakan yang dia lakukan tadi.


Seperti nya dia sangat bahagia.


Aku membawa anak ini ke hotel ku untuk sementara waktu, sampai aku bisa menemukan orang tua nya...


****


Sementara di sisi lain..


Han-na mendatangi polisi sembari menangis..


Han-na melapor pada polisi di sana, bahwa dia telah kehilangan anak nya.


Tapi polisi tidak dapat memproses sebelum 24 jam.


Han-na sedikit kesal dan berargumen dengan polisi tersebut, tapi prosedur mengatakan jika laporan kehilangan akan di proses jika sudah 24 jam.


Han-na kembali menangis, Han-na tidak pulang, karena mencemaskan Hans anaknya.


Hingga ada satu orang polisi yang menawarkan bantuan untuk mencari anaknya secara suka rela, lalu Han-na pun mengangguk bersedia untuk di bantu.


Mereka mulai mencari, tapi ternyata tidak ada.


Sampai tiba-tiba Polisi itu berkata pada Han-na, untuk segera pulang dan beristirahat, Karena memang seperti nya Han-na butuh istirahat, dan polisi itu berkata akan mencari anaknya, dan jika masih belum ada hasilnya, polisi baik itu akan melaporkan kasus ini.


Karena memang Han-na sudah lelah, Han-na pun segera pulang dengan hati yang kacau tidak karuan dan tidak selera apapun.


...****************...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG....


__ADS_2