Love Korean Girl

Love Korean Girl
Bebas ?


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor polisi.


Terlihat Aldi menggendong Hans, setelah sampai di apartemen, Hans pun turun dari gendongan Aldi, lalu berlari menghampiri Mommy nya.


"Mommy, aku sangat senang, ternyata, Ayah sementara ku adalah Ayah asliku hehehe, aku jadi memiliki Ayah sekarang"


"Siapa yang mengatakan itu nak?"


"Dia bilang sendiri Mom, dan Aunty Jasmine juga berkata iya, aku senang sekali Mom, aku tidak akan di ejek lagi oleh teman-teman ku, dia juga akan membelikan mainan yang sangat banyaaak sekali untuk ku, setelah dia keluar dari sangkar burung"


Han-na hanya diam.


"Tapi kenapa Mommy berbohong padaku? kau bilang dia bukan Ayah ku, tapi dia bilang, dia adalah Ayah ku, Aunty Jasmine juga berkata sama seperti dia, jika dia adalah Ayah asli ku, benarkan Aunty ?"


"Haanns, tapi dia bukaann..."


Terpotong...


"Haaans, ayo main lah dengan Uncle Aldi"


Ucap Jasmine..


"Tidak mau, aku ingin bermain sendiri saja"


"Ya sudah, ambilah Buzz mu itu Aunty ingin melihat nya"


"Okay Aunty !"


Hans pun pergi ke kamar nya.


"Sudah aku bilang Han-na, tapi kenapa kau terus saja seperti itu, jangan membohongi Hans, karena setelah dia dewasa nanti Hans akan mengerti dan akan membencimu, Ryan tetap Ayah nya, jadi kau tidak bisa memungkirinya"


"Hans adalah anakku, dan kau tidak berhak untuk apapun tentang dia, aku yang akan mendidik nya, jadi kau tidak perlu ikut campur dalam hal ini"


"Okay, baiklah, jika itu yang kau inginkan, itu artinya kau tidak membutuhkan ku lagi, aku akan pergi sekarang !!"


Jasmine pun mengemasi barang-barang nya.


Hans pun yang melihatnya.


"Aunty, kau mau kemana ?"


Ucap Hans yang baru saja keluar membawa mainan nya itu.


"Baby, Aunty tidak akan kemanapun, Aunty hanya akan pindah ke kamar sebelah, karena Mommy mu bilang, Ayah mu nanti akan tinggal di sini bersama kalian, jadi Aunty tidak ingin menggangu kalian"


"Benarkah? Ayah akan tinggal di sini ? horeeeee !!!"


"Ya sudah Aunty pergi dulu ya"


"Aku akan mengantar Aunty"


"Tidak perlu sayang, kau di sini saja, jaga Mommy mu okay !!"


"Baiklah"


Jasmine kemudian pergi.


Aldi yang sedari tadi melihat dan mendengar itu kemudian berkata.


"Heey, kau mau kemana Jasmine?"


Jasmine mengabaikan Aldi.


"Han-na jangan seperti ini, kita bisa bicarakan ini secara baik-baik, dan Jasmine benar, kau tidak perlu membohongi Hans, hanya karena kau masih membenci Ryan"


Ucap Aldi memohon dan berbisik, agar tidak terdengar oleh Hans.


"Jangan ikut campur"


Jawab Han-na penuh penekanan, kemudian Han-na pergi keluar.


Astagaaaa, kenapa jadi beginiii aaarhh..


Setelah keluar dari apartemen Han-na, Jasmine pun menyewa apartemen di sebelah Aldi.


****


Beberapa bulan kemudian.


Akhirnya Ryan di bebaskan.

__ADS_1


"Sorry sir, why am I being released now?"


(Maaf pak, kenapa aku di bebaskan sekarang?)


"You should be happy to be released from this prison, but you ask like that"


(Seharusnya kau senang karena di bebaskan dari penjara ini, tapi kau malah bertanya seperti itu)


"I was just surprised, at that time you arrested me for kidnapping charges, but why am I only in prison for 2 months"


(Aku hanya heran saja, saat itu kau menangkap ku karena tuduhan penculikan, tapi kenapa aku hanya di penjara selama 2 bulan)


"You just shut up, or I'll drag you back into prison huh?"


(Kau diam saja, atau aku akan menyeret mu lagi ke dalam penjara huh?)


"Okay, okay !!"


Aku pun keluar dari kantor polisi, aku heran, kenapa aku di bebaskan, kenapa aku di tahan hanya 2 bulan, apa Han-na mencabut laporannya, atau, aaaarrhh entahlah, yang terpenting aku sudah bebas sekarang, aku bisa menemui Hans dan Han-na.


Tapi dimana mereka tinggal? aku tidak tau dimana mereka ? apa aku tunggu saja sampai salah satu dari mereka datang dan aku akan mengikutinya agar aku tau dimana mereka tinggal.


Baiklah aku akan menunggu mereka yang ingin menemui ku, meskipun aku terlalu percaya diri.


****


Di tempat lain.


Han-na sedang menggandeng Hans, tiba-tiba Jasmine keluar dan berpapasan dengan Han-na.


"Hari ini Ryan keluar dari penjara, jadi, aku harap, kau bisa membawa dia kesini"


Han-na hanya menatap Jasmine dan tidak menjawab.


Tiba-tiba..


"Selamat pagi Aunty !!!"


Ucap Hans dengan menunjukkan senyum lebar nya, Jasmine yang luluh melihat senyum Hans, kemudian berjongkok di hadapan Hans.


"Hai baby, selamat pagi juga, bagaimana kabar mu sekarang huh?"


"Aku baik Aunty, kenapa kau tidak tidur bersama ku lagi, aku merindukan mu"


"Aku juga akan menemui Ayah sekarang"


"Waah benarkah"


Ucap Jasmine sembari melirik Han-na.


"Iya kan Mom?"


Hans melirik ke arah Han-na.


"Ayo Hans kita harus segera pergi"


Sahut Han-na yang langsung menarik tangan Hans, dan Jasmine yang dengan perlahan melepaskan genggaman tangan Hans.


Karena Han-na dan Jasmine masih tidak saling bicara, jadi kondisi mereka sekarang masih tidak baik.


Jasmine melihat Han-na dari belakang yang sedang membawa Hans.


Kemana mereka akan pergi?


Aku diam-diam melihat mereka dari arah balkon apartemen ku, dan aku melihat Han-na memberhentikan taxi.


Kemana mereka ?


****


Di dalam Taxi.


"Moomm, apa aku akan bertemu dengan Ayahku?"


"Iya sayang !!"


"Horeeeee!! aku akan bertemu Ayah"


"Kau senang?"


"Tentu saja"

__ADS_1


"Mommy bahagia jika melihat mu senang"


Hans mengangguk.


"Mommy, apa Ayah akan tinggal bersama kita?"


"I itu, Mommy akan memikirkan nya okay, karena Mommy harus menikah lebih dulu sebelum kita tinggal bersama"


"Apa itu menikah?"


"Jika kau sudah besar, kau akan tau apa itu menikah"


"Tapi kenapa kau tidak memberi tau ku sekarang Mom"


"Hhmmm, menikah itu, memasangkan cincin ke jari manis sayang, aku memasang cincin pada Ayah mu begitu pun Ayah mu"


"Oh begitu"


Hans pun hanya mengangguk, kemudian..


"Mommy, apa kau bertengkar dengan Aunty?"


Han-na terkejut mendengar itu.


"Ti tidak, siapa bilang, kita baik-baik saja"


"Tapi kau tidak menyapa nya tadi, hanya aku yang menyapa Aunty"


"Itu karena kau yang lebih dulu menyapa, jadi Mommy tidak menyapa nya"


"Ah begitu !!"


Begitu banyak, pertanyaan-pertanyaan yang harus Han-na jawab, Hans memang sangat banyak bicara, sehingga Han-na pun merasa lelah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Hans.


"Anak mu sangat pintar Nona"


Ucap sopir taxi.


"Ah iya, dia memang sangat banyak bicara, aku kadang lelah menjawab pertanyaan nya"


"Hahaha iya aku pun begitu pada putri ku"


Percakapan mereka pun berlanjut hingga sampai saat Han-na turun.


"Terimakasih Nona"


Ucap sopir taxi itu.


"Kembali kasih"


"Terimakasih anak pintar"


"Kembali kasih paman taxi"


Han-na dan sopir itu pun tertawa, kemudian mereka pergi.


Ketika di depan kantor polisi, aku melihat Ryan yang sedang duduk, kenapa dia duduk di sini, kenapa dia tidak pulang saja.


Tiba-tiba Hans berteriak..


"Ayaaaaaahhh !!"


Hans berteriak memanggil Ryan dan berlari menuju ke arah nya, Ryan seperti nya terkejut, tapi dia merentangkan kedua tangannya untuk menerima pelukan dari putra nya itu.


Ryan tersenyum lebar dan berjongkok saat melihat Hans yang berlari ke arah nya, dan mereka pun saling berpelukan.


"Aaahh Putra kuuu !!! aku sangat merindukanmu nak, bagaimana kabar mu nak, apa kau baik-baik saja"


Melepas pelukan.


"Yas Ayah, aku baik-baik saja, Mommyku juga baik"


Melirik ke arah Han-na.


"Syukurlah !!"


Sembari mengusap-usap kepala Hans.


...****************...


......................

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2