
Aku langsung memeluk Oliv, meskipun Oliv terus berontak dan terus mengoceh, tapi aku memeluk nya dengan erat, sehingga dia berhenti berontak.
"Ssssssssttttt, maafkan aku, tapi kenapa kau berkata seperti itu, kenapa kau bilang aku sudah mencintai orang lain, kenapa kau menyangka aku seperti itu, sementara kau tau aku tidak sedang dekat dengan siapapun saat ini ?"
"Hiks..hiks..hiks..hiks, aku tau kau sedang dekat dengan seseorang, bahkan kau berciuman dengannya, iya kan, lalu aku harus berpikir apa jika seseorang sudah berciuman, apa aku harus menyangkal jika mereka tidak memiliki perasaan apapun saat melakukannya, kau tau, bahkan aku memergoki mu sedang memandang ke arah gadis itu, kau terus menatapnya saat kau bernyanyi iya kan ? jawab Ryan"
Ucap Oliv melepaskan pelukan Ryan.
"Da dari mana kau tau soal itu ?"
"Jawab saja pertanyaan ku, kau tidak perlu tau aku tau dari mana"
"Ehmmm, so soal itu, ehmm, a aku memang mencium dan memandang nya, tapii, aku melakukan itu hanya karena terbawa suasana saat itu, a aku hanya sedang ... "
"Sedang apa, sedang ingin berciuman, iyaaaa, kau sedang jatuh cinta padanya iya kan"
"Oliv pleasee calm down, yang jelas aku hanya menyukainya, bukan mencintainya, jujur, sulit untukku melupakan mu Oliv, bertahun-tahun aku tersiksa, sampai akhirnya kau kembali saat ini, aku bahkan masih merindukan mu, sangat merindukanmu, aku sudah pernah menjelaskan ini sebelumnya, jadi tolong beri aku waktu"
"Aku juga tersiksa Ryan, aku tersiksaaaaa, bertahun-tahun aku memendam perasaan untukmu, aku menderita hiks..hiks..hiks, ika kau tidak mencintai nya kenapa kau harus menemui gadis itu malam malam, dan tidak mustahil juga jika suatu saat nanti rasa suka mu akan menjadi cinta benarkan hiks..hiks..hiks..hiks"
"Jadi semalam kau belum tidur ?"
Oliv diam hanya menangis,
"Jadi kau menguping ?"
Oliv tidak menjawab,
Ryan memejamkan mata nya sejenak dan menarik nafasnya.
"Please, butuh waktu bertahun-tahun untuk melupakanmu Oliv, dan sekarang aku butuh waktu juga untuk bisa menerimamu kembali di hatiku, sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat, aku akan pergi untuk proyek baru ku hari ini, aku tidak ingin mood ku rusak karena ini, Aldi akan menemanimu disini dan kemana pun kau mau"
Ryan bergegas pergi ke kamar mandi.
"Tunggu Ryan ini belum selesai hiks..hiks..hiks"
Olivia berteriak lalu duduk dan masih menangis.
***
"Siaaal, ini menyakitkan sekali, Oliv hampir membuat Ryan tidak terkendali, Ryan bisa saja melakukannya tadi, mereka berdua, aaaaaarrrhhh, kenapa aku bertempat di posisi yang menyedihkan seperti ini huuuhhhh"
Tiba-tiba.
"Aldi, jaga Oliv, aku ada meeting dengan pengusaha proyek yang aku ceritakan padamu waktu itu, lengkapi kebutuhan nya, dan lakukan apapun yang dia mau, aku akan segera kembali"
__ADS_1
"Hey..heyy..heyy tunggu tunggu, bukankah meeting itu di lakukan besok ?"
"Sssssttt, jangan berteriak, aku hanya pura-pura di depan Oliv, cckk kau ini "
"Hey tidak perlu marah buddy, mana aku tau soal itu"
"Ya sudah aku pergi"
"Eittss kau mau pergi kemanaaaa ?"
"Sudah jangan berisik, aku ada urusan sebentar"
Ryan pun pergi.
"Dasar Ryan, dia berperilaku seenaknya saja huuuffhh"
***
"How is this, do I have to meet Ryan later? But for what, Ryan will only explain everything that he kissed me accidentally, yeah I guess that's all,"
(Bagaimana ini, apa aku harus menemui Ryan nanti? tapi untuk apa, Ryan pasti hanya akan menjelaskan semuanya bahwa dia mencium ku tidak sengaja, yeah aku rasa hanya itu)
Han-na merasa malas saat itu, tapi tetap pergi mandi lalu mengganti baju dan bersiap siap untuk pergi menemui Ryan.
***
Ryan yang sedang gelisah melihat jam di tangan nya.
"Cckk, sudah hampir 2 jam aku tidak melihat Han-na sama sekali, apa Han-na tidak membaca pesan ku, tapiiii di situ sudah jelas terlihat jika Han-na sudah membacanya, apa Han-na marah padaku ?? aku sudah berjanji tidak akan pergi sebelum Han-na datang, tapii ini sudah lama, aaarrrrrrhhh kenapa kau lakukan ini Han-naaaa"
***
"I bought this for you, everything for you"
(Aku membeli ini untukmu, semuanya untukmu)
"Why do you have to buy this much stuff Albert, a year ago you bought this for me, and now you're buying it again "
(Kenapa kau harus membeli barang sebanyak ini Albert, setahun yang lalu kau membeli ini untukku, dan sekarang kau membelinya lagi )
"What!!!!! you refuse this?? why?? I have taken this far and you even say that, it's very polite, Kim Han-na "
(Apa !!!!! kau menolak ini ?? kenapa ??? aku sudah jauh jauh membawa ini dan kau malah berkata seperti itu, itu sangat sopan sekali, Kim Han-na)
"I'm sorry Albert, I didn't mean it like that"
__ADS_1
(Aku minta maaf Albert bukan maksudku seperti itu)
"Aaaaarrhh never mind, you really never appreciate all my efforts"
(Aaaaarrhh sudahlah, kau memang tidak pernah menghargai semua usahaku )
"Buut ....."
(Tapii....")
"Never mind, I'm tired, and I want to drink, please make me a cold drink"
(Sudahlah, aku cape, dan aku ingin minum, buatkan aku minuman dingin )
"Ah sure"
(Ah tetu)
Ternyata tanpa di sangka sangka Albert datang menemui Han-na, dan Han-na juga tidak pernah mengetahuinya, jika Albert akan datang menemuinya, setelah membuatkan minum Han-na pun terkejut ketika melihat jam sudah menunjukan pukul 5 sore,
Oh my god Ryan!!!! what about him, is he still waiting for me, or is he home, how about this, I can't possibly get out at this time
(Ya Tuhan Ryan !!!! bagaimana dengan nya, apa dia masih menungguku, atau dia sudah pulang, bagaimana ini, aku tidak mungkin bisa keluar saat ini )
Ucap Han-na dalam hati.
***
Hari yang sudah mulai gelap ,
"Hhuuuuufhh, yeah mungkin Han-na tidak akan datang, dia terlalu marah padaku, apa aku harus terus di sini, menunggu Han-na, atau aku pulang, karena masih ada Oliv yang menunggu ku di hotel, tapiii aku sudah berjanji, akan menunggu nya di sini, sampai dia datang, Han-na Han-na, kau memang sulit untuk ku tebak"
Tiba-tiba, turun hujan.
Wajah Ryan terangkat melihat hujan yang turun, tanpa menggerakan kakinya untuk sekedar berteduh atau mengurungkan niatnya untuk tetap di sana, Ryan tetap pada pendiriannya yaitu menunggu Han-na yang tidak terlihat sama sekali sejak tadi,
Hujan semakin deras, namun Ryan tetap di tempat itu, dengan duduk kemudian berdiri, sesekali Ryan menyeka air hujan yang membasahi wajahnya.
"Ini benar-benar seperti drama, drama korea atau drama india, yeahh entahlah"
Ucap Ryan kesal ...
***
BERSAMBUNG
__ADS_1