
Aku menunggu Ryan dari tadi sore dan ini sudah menunjukan pukul 7 malam, aku berusaha mengirimi dia pesan dan menghubungi nya berkali-kali tapi nomor handphone nya tidak aktif, aku jadi khawatir, aku takut terjadi sesuatu pada nya, aku ingin mencari Ryan tapi Aldi melarang ku, dan berkata kalau Ryan sudah biasa pulang malam seperti ini, tapiii tetap saja aku khawatir karena tidak seharusnya Ryan mematikan handphone nya, aku merengek pada Aldi untuk mencari Ryan, tapi lagi-lagi melarang ku, Aldi pun mencoba menghubungi nya tapi memang nomor handphone Ryan tidak aktif, dan dia berkata dia yang akan mencari Ryan, Aldi pergi dan sekarang aku sendiri di ruangan ini dan memikirkan keadaan Ryan, semoga tidak ada yang terjadi pada Ryan, aku sangat khawatir.
***
Saat hendak berjalan Aldi berpapasan dengan Albert yang baru saja keluar dari kamar Han-na.
Aku bertemu dengan pria kasar ini lagi yang saat itu hampir berkelahi dengan Ryan, aku melihatnya sekilas, dan dia menatapku tajam,
apa-apaan ini kenapa tatapannya seperti itu, sudah jelas dia yang salah kenapa dia yang harus marah pada ku dan Ryan,
lalu aku melalui nya begitu saja, dan dia sekarang berada di belakangku,
sekarang aku tidak perduli apa yang dia pikirkan, karena yang sedang aku pikirkan sekarang adalah Ryan, mencari Ryan untuk Oliv.
***
Beberapa menit kemudian.
Han-na membuka pintu dengan mengendap-endap.
"I finally got out, I hope Ryan is still there waiting for me, but I'm sure Ryan might have gone home, especially outside the rain is very heavy, but I have to make sure too, I hope Albert doesn't send his bodyguard to spy on me"
(Akhirnya aku bisa keluar, semoga saja Ryan masih disana menungguku, tapi aku yakin Ryan mungkin saja sudah pulang, apalagi di luar hujan sangat lebat, tapi aku harus memastikan nya juga, semoga Albert tidak menyuruh bodyguard nya untuk memata-mataiku)
***
Di pinggir pantai.
"Bbrrrrrrrr....bbrrrrrr, kenapa dingin sekali, ini sudah malam dan Han-na masih belum terlihat, apa aku pulang saja, karena aku yakin jika Han-na tidak akan menemui ku,
aku melihat handphone ku dan betapa bodohnya aku, ternyata sejak tadi aku tidak menyadari nya jika handphone ku mati, mungkin saja bisa rusak karena terkena air hujan, bagaimana aku bisa mengirim pesan pada Han-na, pada Oliv dan juga Aldi,
baiklah Ryan, kita akan tunggu 1 jam lagi, jika Han-na tidak datang juga, maka aku akan pergi dari sini dan aku tidak ingin berurusan dengan nya lagi, aku tidak akan perduli lagi padanya, huuuuffhh... ini sangat menyebalkan bukan"
***
__ADS_1
Oh God I see Ryan, still waiting for me, he is still waiting for me, in the pouring rain, on the cold beach, why is he so stupid, he could be sick right,
I then approached him, then I shaded him, I saw he was shivering, his face was pale from the cold, I felt very guilty, then Ryan looked at me and said with a little smile.
(Oh Tuhan aku melihat Ryan, masih menunggu ku, dia masih menungguku, di tengah hujan deras,di pinggir pantai yang dingin, kenapa dia sangat bodoh, dia bisa saja sakit kan,
aku lalu menghampiri nya, lalu aku memayungi dia, aku melihat dia menggigil, wajahnya sudah pucat karena kedinginan, aku jadi merasa bersalah, lalu Ryan melihat ku dan berkata dengan sedikit senyum)
"I thought you wouldn't come, and was mad at me"
(Aku pikir kau tidak akan datang, dan marah padaku)
I don't know what I was thinking, I immediately hugged him, his body was very cold and I hugged his wet body,
"i'm sorry hiks...hiks...hikss"
(Entah apa yang aku pikirkan, aku langsung memeluknya, tubuh nya sangat dingin dan aku memeluk tubuhnya yang basah)
(Aku minta maaf hiks...hiks...hiks)
(Kenapa kau selalu saja menangis, apa kau tidak lelah, apa air matamu tidak habis)
Han-na melepaskan pelukannya.
"Why are you still here, why don't you just go home and sleep, you know you can get sick after this, and you have made me guilty, I hate you Ryan"
(Kenapa kau masih di sini, kenapa kau tidak pulang saja dan tidur, kau tau, kau bisa saja sakit setelah ini, dan kau telah membuat ku bersalah, aku membencimu Ryan)
"Are women always like this, she never gives a chance for men to talk, she always talks to her heart's content"
(Apa perempuan selalu seperti ini, dia tidak pernah memberikan kesempatan untuk pria bicara, dia selalu saja berbicara sepuasnya)
"It's because you always make a mistakes and make me Fed up"
(Itu karena kau selalu membuat kesalahan dan membuatku muak)
__ADS_1
Ucap Han-na kesal
"Yeah and you know, I told you to come here because I wanted to apologize to you for what happened, and look what you did, you've been nagging since you come"
(ya dan kau tau, aku menyuruh mu datang kesini karena aku ingin meminta maaf pada mu karena kejadian itu, dan lihat apa yang kau lakukan, kau malah mengomel sejak kau datang)
"Soo..."
"Of course I want to apologize to you.
Please listen Han-na, at that time I got carried away, so I beg of you, just pretend it never happened and forget it, I don't want your lover to know about it and I do not want to hurt my lover's heart"
(Tentunya aku ingin meminta maaf kepada mu.
Tolong dengar Han-na, saat itu aku terbawa suasana, jadi aku mohon padamu, anggap saja itu tidak pernah terjadi dan lupakan itu, aku tidak mau kekasih mu tau soal itu dan aku tidak mau menyakiti hati kekasih ku)
Kecewa, mendengar jawaban dari Ryan yang seperti itu, Kim Han-na pun merasa ada yang sakit di bagian dalam dadanya mendengar bahwa kejadian itu hanyalah sebuah ketidak sengajaan, entah lah apa yang di rasakan nya apa itu cinta ? entahlah.
Lalu Han-na pun menjawab.
"Yes of course, I'm the same as you, so forget it all"
(Yes tentu saja, aku pun begitu sama seperti mu, jadi lupakan semuanya)
Han-na mencoba untuk menutupi kekecewaan nya dengan berkata seperti dia memang tidak sengaja juga melakukan itu.
"It's good if that's the case, that means you forgive me"
(Baguslah jika begitu, itu artinya kau memaafkan ku)
"Yes then you hurry home and change your clothes"
(Iya kalau begitu kau cepat pulang dan ganti baju mu)
...Tiba-tiba....................
__ADS_1
BERSAMBUNG