
Ryan keluar untuk meeting di restoran yang tidak jauh dari kantor, Ryan berjalan kaki bersama satu asisten dan kedua bodyguard.
Saat sebelum masuk tiba-tiba.
Ryan terkejut melihat seseorang yang dia kenal, dan orang tersebut pun melihat ke arah Ryan, namun dia langsung lari begitu saja.
"Han-naaa!!"
Teriak Ryan, lalu berlari mengikuti Han-na yang berlari.
Namun Ryan pun tidak melihat lagi sosok Han-na yang tadi berlari.
"Hah...hah..hah, kenapa cepat sekali, apa benar dia Han-na, atau mungkin aku hanya salah lihat, tidak mungkin, aku yakin itu adalah Han-na, tapi kemana dia sekarang, kenapa dia menghilang"
Ucap Ryan sambil melihat-lihat keseluruh arah.
"Maaf Tuan Muda, ada apa?"
Ucap asisten Ryan.
"Ah tidak"
"Maaf Tuan ayo kita masuk, client kita mungkin sudah menunggu"
Ryan hanya mengangguk lalu kembali menuju tempat meeting tadi.
***
Han-na yang sedang bersembunyi.
"Aaah, helpp me please, aarhh, helpp me, Oh My God, my stomach"
Han-na pun berusaha mencoba mengambil handphone dan mencoba menelpon Jasmine, tapi tidak ada jawaban, tapi akhirnya ada beberapa orang yang menolong Han-na, dan segera di larikan ke rumah sakit terdekat.
***
Di kantor Ryan.
Plaaakkk.
"Apa yang kau lakukan hah, kenapa kau membuat client ku kecewaaa, apa yang kau pikirkan hah, kau tau, kerja sama itu berpengaruh penting untuk perusahaan, tapi kau, kau malah menghancurkan nya"
Ucap Tuan Syakip marah.
Ryan geram, tangan nya pun mengepal, namun tetap mencoba untuk menahan amarahnya.
"Aku tidak mau tau, kau harus bertanggung jawab atas ini, kau harus mencari investor yang lebih baik dari ini"
Ucap Tuan Syakip lalu pergi.
"Aaarrgghh"
Teriak Ryan marah sambil memukul meja.
"Kau benar-benar membuatku semakin muak, Tuan Syakip"
Ryan mencoba menarik nafas panjang kemudian perlahan dia keluarkan.
Kemudian Ryan menelepon seseorang.
*Dalam telepon*
"Kau cari perempuan yang tadi aku lihat di restoran, aku akan mengirim potret nya"
"Baik Tuan"
*Telepon mati*
Semoga itu benar-benar Han-na.
Ucap Ryan dalam hati, berdiri sambil berjalan menuju arah jendela.
***
__ADS_1
Di Rumah sakit.
"Maaf Han-na, I couldn't help you earlier."
(Maaf Han-na, aku tidak bisa menolong mu tadi)
"Hey, why are you talking like that, it's not your fault"
(Hey, kenapa kau bicara seperti itu, itu bukan salah mu)
"But I feel I'm useless"
(Tapi aku merasa aku tidak berguna)
"No, don't say like that, I'm okay anyway "
(Tidak, jangan berkata seperti itu, lagipula aku tidak apa-apa)
"I'm glad you're okay, mmm Han-na what about Ryan earlier, did you meet him, did he want to be responsible, or he didn't want to be responsible, quickly tell me"
(Aku senang karena kau baik-baik saja,mmm bagaimana dengan Ryan tadi, apa kau bertemu dengan nya, apa dia mau bertanggung jawab, atau dia tidak mau bertanggung jawab, cepat katakan padaku)
Seketika raut wajah Han-na berubah.
"Why Han-na?"
(Kenapa Han-na?)
Kemudian Han-na menceritakan semua yang terjadi dengan sesekali mengusap pipi nya yang basah karena guyuran air mata.
"Ryan benar-benar keterlaluan, I will make calculations with him."
(Ryan benar-benar keterlaluan, aku akan membuat perhitungan denganya)
"No, noo, aku tidak mau bertemu Ryan lagi, If you're trying to bring me back to Ryan, then I'd better get out of your house"
(Tidak, tidaak, aku tidak mau bertemu Ryan lagi, jika kau berusaha untuk mempertemukan aku kembali dengan Ryan, maka aku lebih baik pergi dari rumahmu)
(Hey, tidak, aku tidak akan mengijinkan mu untuk pergi dari rumahku, aku sudah berjanji akan merawat mu dan keponakanku)
"Then I beg you, don't mention Ryan's name in front of me again, I will take care of this child myself"
(Jika begitu ku mohon, jangan sebut lagi nama Ryan di hadapan ku, aku akan merawat anak ini sendiri)
"No, you're not alone, I'm with you"
(No, kau tidak sendirian, aku bersamamu)
Han-na pun tersenyum haru.
"Thank you Jasmine"
"Sama-sama Han-na"
Mereka pun saling berpelukan.
***
4 hari berlalu.
Pesta pernikahan yang megah, membuat seluruh tamu besar berdiri di beberapa posisinya masing-masing, terlihat wartawan yang mengambil potret dari sang Tuan Muda tampan dan perempuan cantik yang kini sudah menjadi istri Tuan Muda tersebut.
Pernikahan yang di siarkan secara langsung di beberapa stasiun televisi, membuat seluruh publik tau bahwa Tuan Muda tampan ini sudah tidak berstatus lajang lagi, membuat mereka merasa terkejut, dan ada pula beberapa yang mendo'akan kebahagiaannya.
"Can i help you Ryan?"
(ada yang bisa aku bantu Ryan?)
Ucap perempuan yang kini berstatus sebagai istrinya.
"No, thanks"
(Tidak, terimakasih)
__ADS_1
Jawab Ryan dingin.
Mendengar respon yang sangat dingin dan sedikit dari Ryan, membuat perempuan itu tidak berani berbicara kembali, namun perempuan itu tetap menampilkan senyuman pada semua tamu undangan.
Sebelum pernikahan terjadi, Ryan sudah membuat kesepakatan pada perempuan itu, Cleona Ziya Andriana, ya itu adalah nama dari perempuan itu, Ryan membuat kesepakatan untuk tidak saling mengatur hidup masing-masing, terlebih pernikahan ini terjadi hanya karena sebuah bisnis, bukan karena cinta, dan Cleo pun setuju atas kesepakatan itu.
Ryan dan Cleo membuat drama di depan semua orang agar seolah-olah mereka memang saling mencintai dan tetap terlihat tersenyum.
***
Di Rumah Jasmine.
Terlihat Han-na sedang tertawa terbahak melihat televisi yang dia tonton,
Jasmine yang melihat pemandangan itu pun ikut tersenyum lebar, lalu menghampiri Han-na.
"Hi young mom, you look really happy today, what are you watching huh?"
(Hai ibu muda, kau terlihat senang sekali hari ini, apa yang sedang kau tonton hah?)
"Hi, yes i am really entertained by this cartoon"
(Hai, iya aku benar-benar terhibur oleh kartun ini)
"Geez, why are you like a child, hey, wasn't that cartoon made by Korea?"
(Ya ampun, kenapa kau seperti anak kecil, hey, bukan kah kartun itu di buat oleh Korea?)
"Yes, she is Jadu, have you seen her?"
(Ya, dia adalah Jadu, apa kau pernah menontonnya?)
"Mmm, I just know, but never watched it, you know what I'm busy with, hahaha"
(Mmm, aku hanya tau, tapi tidak pernah menontonnya, kau tau kan kesibukan ku apa, hahaha)
"Yeah, I know Doctor mom"
(Yeah, aku tau ibu Dokter)
"Hahaha, you could, may i see another Chanel, just a minute"
(hahaha, kau bisa saja, bolehkah aku melihat Chanel lain, sebentar saja)
"Of course, wait, I think I need to go to the toilet for a while."
(Tentu saja, tunggu, sepertinya aku ingin ke toilet sebentar)
"Silahkan Nona"
Belum sampai Han-na ke Toilet tiba-tiba Han-na mendengar berita tentang pernikahan yang menyebut nama Ryan.
Jasmine pun terkejut melihat berita yang dia lihat, dan Jasmine yang menyadari jika Han-na mendengar berita ini, langsung mengganti nya ke chanel lain, tapiiii...
"Who is it?, what I heard is true Ryan?"
(Siapa itu?, apa yang aku dengar benar adalah Ryan?)
"Ahm, bu buukan, this is just a news about celebrity"
(Ahm, bu buukan, ini hanya sebuah berita tentang selebriti)
"Don't lie to me Jasmine"
(Jangan berbohong pada ku Jasmine)
Han-na pun merebut remote yang sedang Jasmine pegang lalu mengganti channel itu.
Dan....
****
BERSAMBUNG....
__ADS_1