Love Korean Girl

Love Korean Girl
Kesempatan kedua


__ADS_3

"Seperti nya Han-na cemburu tadi"


"Ssst... sudah jangan kau bahas lagi"


"Tapii.. tadi kau melihat sikap nya begitu aneh kan"


"Aku tau, tapi sebaiknya kau diam"


"Baiklah"


***


Dalam kamar.


Han-na melempar badannya sendiri ke kasur, Han-na menangis, dia merasa sangat kecewa.


"Why Ryan, why you kiss me, you gave me hope, you made me feel happy and at that moment you destroyed it"


(Kenapa Ryan, kenapa kau mencium ku, kau memberikan aku harapan, kau membuat aku bahagia dan disaat itu juga kau menghancurkan nya )


"hik hik hik hik hik "


Han-na terus saja menangis, hingga akhirnya terdengar dering telepon, dengan segera Han-na menghapus air mata nya lalu melihat layar ponsel, terlihat nama Albert yang menelepon nya, Han-na hanya melihat nya tanpa mengangkat ponselnya,


"You're so wicked Ryan, hik hik hik hik"


( Kau sangat jahat Ryan, hik hik hik hik)


Han-na langsung melempar ponsel nya,lalu kembali menangis sampai tertidur.


****


Di tempat lain


Ryan yang hanya diam saja hanya mengaduk aduk makanan nya lalu Aldi pun memecahkan keheningan.


"Hey Ryan, apa Oliv akan tidur bersama kita ? atau kau akan memesan kamar untuk nya"


"Hah, a aku tidak tau, itu terserah Oliv saja, bagaimana menurut mu Oliv ?"


"Ah aku, aku ingin satu kamar dengan Ryan saja"


Ryan dan Aldi pun terkejut.


"Apaaaa !!!!"


Ucap Ryan dan Aldi bersamaan.


"Hahahaha, heeyy calm down.. aku hanya bercanda, aku juga tidak semesum itu"


Olivia tertawa.


Deg.


Ya Tuhan dia tertawa, dan perasaan ku masih sama seperti dulu, aku selalu merasa tenang saat dia tertawa seperti itu, aku merasa tenang saat dia bahagia


Ucap Ryan dalam hati.


Sementara Aldi memperhatikan Ryan sejak tadi, Ryan terlihat sedang memandang Olivia.


Apa Ryan masih memiliki perasaan pada Oliv? Ryan sepertinya tidak fokus sejak Oliv datang, apa yang sedang Ryan pikirkan.


Ucap Aldi dalam hati sambil memperhatikan Ryan.


"Hey kenapa kalian malah diam, aku hanya bercanda"


"i i iya aku tau kau pasti hanya bercanda, iya kan Ryan ?"


"Ah, y ya.. kau hanya bercanda, kita tidak mungkin sekamar berdua, ya itu benar, benar ya kan"


Ucap Ryan canggung .


"Tapiii, aku tidak mau tidur sendiri, bagaimana jika aku tinggal di kamar kalian saja, kita bertiga, e euhh dan aku akan tidur di sofa, tentu nya a aku tidak akan tidur bersama kalian, itu pun jika kalian mau"


Ucap Olivia ragu - ragu.


Ryan dan Aldi saling menatap.


"A aku terserah Ryan saja"

__ADS_1


Apaa.. kenapa Aldi malah menuduhkan padaku, ya ampuun, Aldi Aldiiii... kau memang sahabat paling baik aargh"


Ucap Ryan dalam hati.


Ryan pun dengan sengaja menginjak kaki Aldi sehingga Aldi berteriak kesakitan.


"Aaaaaaaaaakkk kenapa ka...."


Ryan langsung memelototi Aldi, Aldi pun mengerti maksud dari Ryan lalu Aldi hanya meringis tidak melanjutkan kata-katanya .


"Aldi ada apa dengan mu, kau kenapa ?"


Tanya Oliv.


"Ah tidak, a aku hanya euuhhh, maksudku tiba-tiba ada yang mengigit kaki ku, begitu hehe"


"oh begitu, oh iya, serangga apa yang menggigit mu, coba aku lihat"


"Ah tidak tidak, tidak perlu, ini sudah tidak sakit, aku tidak apa-apa, ini hanya semut hehe"


"Ooh baiklah kalau begitu, oh iya.. bolehkah aku ke toilet sebentar"


Ucap Oliv .


"Of course"


Ucap Ryan.


Olivia pun pergi ke toilet.


"Kenapa kau menginjak kaki ku, kau tau itu sangat sakiiiitt"


"Itu salah mu, kenapa kau bilang terserah padaku, sementara kau tau jika aku saat ini sedang bingung, aku masih syok dengan kedatangan Olivia, dan kau malah menanyakan padaku aiisssshh"


"Apa salahku, kau kan yang menyewa hotel itu, jadi aku menyerahkan semuanya padamu, dimana salahku ? dasar kau ini, bilang saja jika kau sekarang sedang Dejavu "


"Ya.. kau tau itu, tapi kau malah membuat ku semakin ambyar, kau memang sahabat yang baik huuuuufftt"


Lalu Olivia kembali dari toilet.


"Euhmm, kalian sudah selesai makan kan, Ryan, bolehkah aku pergi ke suatu tempat bersamamu, hanya berdua"


"Hey tenang saja, aku tau jalan pulang Ryan, jika kau ingin menghabiskan waktu bersama Oliv, silahkan saja, aku tidak apa-apa, kau mengira aku seperti anak kecil saja"


"Bukan begitu tapiii....."


"Sudahlah, aku akan pulang sekarang oke, ya sudah, selamat berjalan-jalan, selamat berbahagia dan bernostalgia hehe, byeee"


Aldi pun pergi .


Cckk... kenapa dia harus pergi.


Ucap Ryan kesal.


" Ryan "


" Ya "


" Bisa kita berangkat sekarang "


" Ah ya tentu, kau tunggu saja di luar, aku ingin ke toilet dulu sebentar"


"Oke, jangan terlalu lama"


" sure "


***


Di tempat lain.


"Aku harus bisa membuat mereka bersatu lagi, tapii apa ini, kenapa di bagian sini terasa sakit"


Ucap Aldi sambil memegang dada nya.


"Seperti nya aku juga masih memiliki perasaan pada Oliv, kenapa tidak mudah untuk melupakan mu Oliv, bahkan Ryan pun seperti nya masih mencintai mu, meskipun setelah kau menyakiti nya, bahkan aku pun mudah percaya pada perkataan mu, apa kau tulus kembali lagi pada Ryan, jika ya.. aku akan mengalah untuk Ryan, aku akan melakukan apapun untuk menyatukan kalian kembali"


Kemudian Aldi mengeluarkan sebuah Poto kecil dari dompet nya, lalu dia mengajak bicara pada Poto itu.


"Kau tau Oliv, terkadang cinta itu tidak harus memiliki, tidak harus terbalaskan, dengan melihat kehadiran nya, melihat kebahagiaan nya, melihat senyuman nya, melihat keadaan dia baik-baik saja itu sudah cukup untuk ku, meskipun terkadang rasa cemburu, rasa sakit saat dia bersama orang lain, rasa ingin memiliki tersirat dalam hati ku, tentu aku bisa menahan nya demi kebahagiaan nya, karena aku pikir bukan aku orang yang membuat nya bahagia selama ini"

__ADS_1


***


Di tempat lain, di sisi pantai.


suasana hening, lalu Olivia pun memecahkan keheningan.


"Ryan, apa kau masih ingat tempat yang biasa kita datangi"


"Ya, aku masih mengingat nya"


"Jika begitu, bawa aku ke sana"


"Hah, tapiii itu sangat jauh, kita masih harus berjalan beberapa meter lagi dari sini, jika begitu kita memakai mobil saja agar cepat sampai"


"Tidak, tidak perlu, kita jalan kaki saja, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama mu, aku ingin lebih lama berduaan dengan mu seperti ini"


"Euh, ta tapii itu lumayan cukup jauh untuk berjalan kaki, kau yakin akan kuat"


"Yes, aku yakin, selama kau di sisi ku"


" Ahmm.. kau terlalu berlebihan"


Olivia berhenti berjalan lalu menghadap Ryan.


"Jangan canggung seperti ini, aku ingin kau yang dulu, yang selalu tertawa saat bersama ku"


"Euh.. tolong beri aku waktu"


Ucap Ryan tersenyum kecil .


"Ya, tentu... aku mengerti perasaan mu sekarang, kau sudah bisa melupakan ku, cinta mu sudah hilang kan, bahkan mungkin ada orang lain yang sudah mengganti kan posisiku di hatimu ya kan"


Ucap Olivia berkaca-kaca.


"Tidak, tidak seperti itu, aku hanya perlu waktu untuk bisa membuka hati ku kembali, aku hanya terlalu takut kejadian dulu terulang lagi, tolong mengerti keadaan ku saat ini"


Tidak banyak bicara Olivia pun langsung memeluk erat tubuh Ryan, air mata pun jatuh, Ryan terkejut tapi tetap membalas pelukan nya.


"Hik hik hik, maafkan aku Ryan, maafkan aku, tolong maafkan aku, aku tau aku pengecut, aku tidak bisa mempertahankan hubungan ku dengan mu saat itu, tapi aku berjanji untuk sekarang dan selamanya aku akan bertahan apapun yang terjadi "


"Sssssttt sudah sudah, aku sudah memaafkan mu, kau tidak perlu berjanji, itu hanya akan membuat mu tertekan, cukup perbaiki saja, lalu aku akan berusaha untuk meyakinkan hatiku kembali untuk mu"


Meregangkan pelukan, lalu Oliv mendongkak.


"Benarkah itu, kau akan membuka hati mu lagi untuk ku ?"


"Iya, akan ku coba " Ucap Ryan.


Olivia memegang pipi Ryan, lalu Ryan menatap lekat Olivia, Ryan merasa Oliv sungguh- sungguh kali ini .


"Terimakasih untuk kesempatan ini Ryan"


" iyaa "


Ryan masih menatap lekat Olivia, lalu wajah Oliv mendekat, mendekat, semakin mendekat, tidak di pungkiri Ryan pun ikut mendekatkan wajahnya, Ryan tau apa yang Oliv maksud, lalu Ryan pun segera menyambar bibir lembut Olivia, kerinduan yang begitu dalam setelah beberapa tahun tidak bertemu, tidak bersama, kini sudah mulai tersalurkan dengan begitu tenang.


Ya Tuhan, getaran ini masih sama, aku masih mencintainya, aku masih mencintainya


Ucap Ryan dalam hati.


Sudah lama aku tidak merasakan bibir lembutnya ini, dia masih seperti dulu, lembut, tenang, dan nyaman, Ya Tuhan tolong jangan pisahkan kami lagi, aku ingin bersama nya, aku ingin hidup bersamanya.


Ucap Olivia dalam hati.


Selesai itu, mereka melanjutkan langkahnya, dan setelah sampai pada tujuan mereka pun bersenang-senang, seakan sedang memperbaiki momen yang dulu telah rusak.


****


Di tempat lain, hari menjelang malam, di balkon hotel.


Han-na sedang Merenung, hatinya sedang kacau saat ini, dia masih memikirkan kejadian yang sedang terjadi saat ini, dengan mata yang masih sembab dengan air mata yang kadang jatuh, sembari menikmati sentuhan angin yang lembut.


Tiba-tiba Han-na melihat dua orang di bawah sana yang sedang bergandengan tangan, seperti sepasang kekasih, mereka terlihat sedang bercanda, dan sesekali terlihat senyuman diantara wajah mereka.


"Is that Ryan ?.........


****


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2