
Dan...
Han-na pun terkejut melihat Ryan sedang bergandengan tangan di atas pelaminan megah dengan perempuan lain.
Tidak terasa air mata Han-na pun menetes, melihat itu Jasmine dengan segera memeluk Han-na.
"Menangislah Han-na"
Han-na pun menangis sejadi-jadinya, menangis kencang di pelukan Jasmine.
"Why Jasmine, why, why is Ryan so mean to me, how about this kid"
(Kenapa Jasmine, kenapa, kenapa Ryan begitu jahat padaku, bagaimana dengan anak ini)
"Sssstt calm down, we will find a solution later okay"
(Sssstt tenanglah, kita akan mencari solusinya nanti oke)
Ucap Jasmine sambil mengusap-usap punggung Han-na.
Han-na terus menangis, hingga saat tangisan Han-na sedikit reda, Jasmine mengajak Han-na ke kamarnya untuk beristirahat dan Jasmine pun mengantar dan menuntun Han-na.
Sebelum meninggalkan Han-na dari kamarnya, Jasmine pun berkata.
"Han-na, don't think too much about anything, you have to remember, you have your womb that you have to take care of, you have to stay awake so that your baby will be healthy later, okay"
(Han-na, jangan terlalu memikirkan apapun, kau harus ingat, ada kandungan mu yang harus kau jaga, kau harus tetap terjaga agar bayi mu sehat nantinya, oke)
Ucap Jasmine dengan lembut, namun Han-na hanya mengangguk dan langsung memejamkan mata nya.
Kemudian Jasmine pun menyelimuti badan Han-na lalu keluar.
***
Malam hari.
"Han-naaaaa!!!"
Teriakan Ryan yang terbangun di malam hari.
Ya Tuhan, kenapa aku sering sekali bermimpi tentang Han-na, apa ini hanya perasaan bersalah ku padanya, atau ada perasaan lain.
Kemudian Ryan beranjak dari tempat tidur nya lalu mencari handphone dan menghubungi seseorang.
*Dalam telepon*
"Hallo Tuan"
"Bagaimana, apa sudah ada kabar?"
"Maaf Tuan, aku belum menemukan perempuan yang kau maksud itu, bisa jadi mungkin anda salah lihat kemarin"
"Apaa kau bilang, cukup saja fokus mencari dan jangan memberi tau ku soal itu"
"Ah ba baiklah Tuan"
*Telepon mati*
Ryan mematikan telepon nya lalu berjalan menuju arah jendela.
Itu yang sering Ryan lakukan setiap mengingat Han-na dan kejadian itu.
Kesedihan atas meninggalnya Olivia masih Ryan rasakan, rasa dendam pada Albert dan rasa marah pada Aldi masih juga belum reda, dan penyesalan terbesar yaitu pada Han-na, Ryan sadar bahwa apa yang telah dia lakukan pada Han-na itu sangatlah keterlaluan, Ryan meninggalkan Han-na yang sudah Ryan ambil kehormatan nya, dan Ryan berpikir jika mungkin saat ini Han-na sedang mengandung anak nya, karena itu adalah rencana Ryan saat itu.
Setelah beberapa menit kemudian, Ryan kembali ke tempat tidur, mencoba untuk memejamkan mata tapi tidak bisa, Ryan mencoba membuka sebuah galeri di dalam handphone nya, yang di dalam nya ada beberapa poto yang sedang Ryan lihat, ya, tentu nya poto dari wanita yang berasal dari Korea itu.
Dimana kau sekarang? aku berjanji akan menemui mu setelah rencana ku berhasil, aku akan mencari mu, dan aku harap kau tidak menderita seperti apa yang aku harapkan dulu, aku memang bodoh Han-na, tapi aku tidak bisa mengubah masa lalu, aku berjanji aku akan memperbaiki nya suatu saat nanti.
Ucap Ryan berbicara dengan Poto itu sambil mengusap-usap Poto tersebut.
***
__ADS_1
Pagi hari.
Ryan menjalankan rutinitas seperti biasa, dia bersiap-siap untuk pergi, namun tidak tau akan pergi kemana, karena Ryan saat ini sedang dalam masa liburnya karena baru saja menikah.
Tuan Syakip tentunya memberikan waktu libur yang cukup panjang untuk putra nya karena baru saja menikah, dan Tuan Syakip berharap Ryan akan segera memberikan seorang cucu untuk nya.
Namun harapan Tuan Syakip sepertinya tidak akan mungkin terjadi, mengingat jika kedua pengantin itu sudah bersepakat untuk tidak melakukan hal itu.
Setelah selesai bersiap-siap, Ryan pun akan pergi, namun terhenti karena ada yang memanggil nya.
"Ryaaann!!"
Ryan menengok.
"Ada apa ?"
"Euhm, kemana kau akan pergi? apa kau tidak ingin sarapan terlebih dahulu? aku sudah memasak banyak makanan untuk mu"
"Untuk apa kau memasak"
Ucap Ryan dingin.
"Came on Ryan, aku lapar, dan kau pun juga lapar kan, jadi apa salah nya aku memasak untuk mu dan juga untuk ku"
"Dengar, Nona Cleo, kau tidak perlu melakukan apapun untuk ku, jika kau lapar, kau bisa memasak makanan untuk mu sendiri"
Ucap Ryan kemudian pergi.
"Ryan!! tunggu!!"
"Ada apa lagi?"
Ucap Ryan sedikit berteriak.
"Mmm, siapa Han-na?"
Ucap Cleo dengan lantang.
"Darimana kau tau?"
Ucap Ryan.
"Tidak, aku hanya mendengar teriakan mu semalam, seperti nya kau bermimpi tentang dia, apa benar?"
Ucap Cleo dengan polos.
"Dengar, itu bukan urusan mu, dan kau tidak perlu tau siapa Han-na, mengerti"
Ucap Ryan lalu pergi begitu saja.
Cleo sedikit tersinggung atas perkataan Ryan.
Ya Tuhan, kenapa aku harus menikah dengan orang yang tidak mencintai ku, kenapa aku harus mau menikah dengan pria yang seperti es begitu, jika saja Ayah tidak egois, mungkin aku sudah bisa bahagia dengan pilihan ku sendiri, huuuffft.
Ucap Cleo menggerutu.
***
Di rumah Jasmine.
Han-na yang selalu memasak makanan untuk Jasmine, dan saat Jasmine menghampiri Han-na.
"Geez, how many times do I have to tell you, don't work too much Han-na, why are you so stubborn, you need to rest a lot"
(Ya ampun, harus berapa kali aku memberi tau mu, jangan terlalu banyak bekerja Han-na, kenapa kau keras kepala sekali, kau harus banyak istirahat)
"Sssstt, never mind, don't keep nagging me, let's eat"
(Sssstt, sudahlah, jangan terus mengomeli ku, ayo kita makan)
Ucap Han-na sumeringah.
__ADS_1
Jasmine yang heran.
Aneh sekali, saat melihat Ryan menikah kemarin, Han-na menangis kencang sekali di pelukan ku, tapi kenapa sekarang seperti tidak terjadi apa-apa padanya, apa ini adalah salah satu mood seorang ibu hamil, haaah entahlah, yang paling penting, Han-na bahagia, itu sudah cukup untuk ku.
Ucap Jasmine dalam hati senang.
"Jasmine why are you daydreaming?"
(Jasmine kenapa kau malah melamun)
"Ah yes, let's eat"
(Ah iya, ayo kita makan)
Ucap Jasmine tersenyum.
Mereka pun mulai menyantap hidangan yang telah Han-na buat, lalu...
"Jasmine!!"
"Yes Han-na what's wrong?"
(Ya Han-na, ada apa?)
"Can I have a request?"
(Apa aku boleh minta satu permintaan?)
"Huh, what request?"
(Hah, permintaan apa?)
"Mmm, can I go to Bali again, I will look for work there, and after that I want to go back to my country to meet my eomma and appa"
(Mmm, boleh kah aku pergi ke Bali lagi, aku akan mencari kerja disana, dan setelah itu aku ingin pulang ke negara ku untuk bertemu eomma dan appa ku)
"What!! but you can find work here, my assignment here is still 1 year away Han-na, you must be able to wait for me 1 more year, then I will return to Bali"
(Apa!! tapi kau bisa mencari kerja di sini, tugas ku di sini masih 1 tahun lagi Han-na, kau harus bisa menunggu ku 1 tahun lagi, baru aku akan kembali ke Bali)
"Jasmine, I can't stay here, too many people know Ryan here, and this place will always stress me out, I hope you can understand my feelings."
(Jasmine, aku tidak bisa tinggal di sini, terlalu banyak orang yang mengenal Ryan di sini, dan tempat ini akan selalu membuat ku tertekan, aku harap kau bisa mengerti perasaan ku)
Jasmine hanya diam tidak tau harus berkata apa.
"Jasmine, please!!"
(Jasmine, ku mohon!!)
Jasmine tidak menjawab namun hanya memandang Han-na dengan bingung.
"Don't you want to meet Ryan, and show him your pregnancy or your child?"
(Apa kau tidak ingin bertemu Ryan, dan memperlihatkan kehamilan mu atau anak mu padanya?)
"No, I don't want to see Ryan again, he's married, he's forgotten about me."
(Tidak, aku tidak mau bertemu dengan Ryan lagi, dia sudah menikah, dia sudah melupakan aku)
Ucap Han-na berkaca-kaca.
Jasmine merasa sedih dan kasihan pada Han-na, lalu Jasmine menghampiri Han-na dan memeluknya.
"Hey already Han-na don't be sad anymore, I'm sure Ryan loves you"
(Hey sudah Han-na jangan bersedih lagi, aku yakin Ryan mencintaimu)
Han-na hanya diam sambil mengusap air mata nya.
****
__ADS_1
BERSAMBUNG....