Love Korean Girl

Love Korean Girl
Anak ajaib


__ADS_3

Aku membawa Hans ke hotel ku, kebetulan hotel ku tidak jauh dari tempat kembang api tadi, dan dia sekarang sedang tertidur di punggung ku. kenapa aku bisa bertemu dengan anak pintar ini, Aku menyukai anak ini, dia penuh dengan kejutan, dia pintar dan bicaranya seperti orang dewasa saja hihihi, tapi dia sangat lucu, tapi apa benar apa yang di katakan pria tadi, apa aku mirip dengan nya hahaha sudah lah kenapa aku ini merasa sangat bahagia bertemu dengan anak aneh ini..


Setelah aku sampai di hotel ku, aku menurunkan dia sangat pelan di sofa ku kemudian aku menggendong nya kembali agar dia tidur di atas kasur ku.



Aku membuka sepatu nya, lalu mengobati luka nya, lalu menyelimuti nya.


Aku tersenyum melihat anak kecil ini tidur, wajah nya mirip dengan ku saat aku kecil.


Andai saja kau adalah anakku, aku akan sangat bahagia lebih dari ini nak.


Aku berbisik sembari mengusap-usap kepala Hans.


Aku pun membersihkan diri, setelah membersihkan diri, lalu aku tidur di sebelah Hans, aku kembali menatap anak ini, hingga akhirnya aku tertidur.


****


Setelah aku tertidur, lalu kemudian aku terbangun lagi, nafas yang tidak teratur, memikirkan keberadaan Hans, aku tidak tenang, aku tidak bisa tidur dan melakukan aktifitas seperti biasa nya.


Kemudian aku mencoba untuk menelpon Jasmine.


*Dalam telepon*


"Ha halo Jasmine?"


"Han-na, ada apa ? kenapa kau menelpon malam-malam seperti ini ?"


"Ja jasmine"


Aku tidak bisa berbicara, aku hanya bisa menangis.


"Hey Han-na ada apa ? jangan membuat ku khawatir, ku mohooon"


"Jasmine, Ha hans"


"Hans? ada apa dengan Hans? ku mohon jangan membuat ku sangat khawatir Han-na"


"Hans hilang !!"


"Apaaa ? bagaimana bisa, kenapa kau tidak menjaga nya dengan baik Han-na kenapaaaa !!!"


"Jasmine please, jangan membuat ku semakin merasa bersalah"


"Huuh, baiklah, tenangkan dirimu, cerita kan kejadian nya padaku"


Lalu aku menceritakan semua kejadian saat Hans hilang.


"Han-na, kenapa kau begitu teledor"


"Bagaimana ini Jasmine, aku takut terjadi apa-apa pada Hans, aku takut Hans mencari ku dan tersesat"


"Okay kau tenangkan dirimu dulu, apa kau sudah melapor pada polisi?"


"Sudah, tapi polisi akan memproses laporan ku ketika sudah 24 jam"


"Ya Tuhaaaan, aku tidak bisa melakukan apapun Han-na, meskipun aku bisa pergi ke tempat mu, tapi aku tidak bisa pergi sekarang, masih banyak tugas yang harus aku lakukan saat ini"


"Tidak perlu Jasmine, aku akan mencari nya sampai Hans di temukan"


"Baiklah, aku akan mendo'akan mu di sini, agar kau segera menemukan Hans"


"Terimakasih Jasmine"


"Tenangkan dirimu dulu Han-na, minumlah dulu"


"Iya"


*Telepon mati*


Setelah menelpon Jasmine, aku tidak bisa tidur, aku mondar-mandir, aku tidak bisa tenang.

__ADS_1


Hans dimana kau nak ?


Aku mencoba keluar kamar, berjalan keluar hotel, aku menyusuri setiap sudut hotel, dan aku hanya bertemu dengan penjaga hotel yang menanyakan keberadaan ku yang berada di luar malam-malam seperti ini.


Aku mengatakan jika aku telah kehilangan anak ku, lalu penjaga hotel itu ikut mencari di sekitar hotel, namun hasil nya tetap sama, aku tidak menemukan Hans sama sekali.


Aku terus menangis di temani penjaga hotel itu, dia pria baik, dia menemani ku sampai pagi di luar, sampai tiba-tiba handphone ku berbunyi.


Dan ternyata polisi menelpon ku, polisi menyuruh ku untuk datang ke kantornya, dan menceritakan kronologis kejadian semalam, bagaimana aku bisa kehilangan anak ku.


Lalu aku menceritakan nya sambil menangis kecil di hadapan polisi.


Polisi pun menerima laporan ku dan langsung bergegas untuk mencari anakku.


Polisi menyuruh ku untuk memasang iklan agar anakku bisa dengan mudah di temukan.


Tapi aku menolak nya, karena, aku takut jika ada orang yang memanfaatkan kejadian ini, jadi polisi pun menuruti apa yang aku katakan.


Polisi mencoba memeriksa semua tempat yang ada di situ, dengan anjing pelacak.


aku sedikit lega, karena polisi mulai mencari anakku.


****


Pagi hari..


Aku bangun tidur, tapi anak ini masih belum bangun. aku membersihkan diri terlebih dahulu, lalu aku menunggu sampai Hans bangun dari tidur nya.


Sampai 1 jam kemudian, akhirnya Hans pun terbangun.


"Hai kiddo, apa kabar?"


Dia tidak menjawab, dia hanya memasang raut wajah yang lucu, Hans memanyunkan bibirnya, lalu menggaruk-garuk kepalanya dengan lucu.


"Hai kiddo, apa kau ingin susu hangat, roti, atau kau lapar huh?"


Lagi-lagi anak kecil ini tidak menjawab, huuuffft apa yang sebenarnya dia mau ketika bangun tidur..


tiba-tiba..


Ucap Hans yang mulai membuka suara nya.


"Ah ayo kiddo aku akan mengantar mu"


Saat di depan pintu toilet.


"Kau di luar saja, tidak perlu masuk mengikuti ku"


"Apa ?"


Aku tidak percaya dia akan berkata seperti itu, anak ini benar-benar ajaib.


"Hey kiddo apa kau bisa melakukan nya sendiri ?"


Aku berteriak dari luar.


"Yas dude !!"


Mwoo dia benar-benar, geez siapa orang tua anak ini, dia pasti keturunan Jimmy neutron atau Leonardo da vinci entahlah hihihi, ucapan nya seperti orang dewasa saja.


Setelah selesai dari toilet.


"Aku sangat lapar, aku ingin makan"


"Tapi kau harus mandi dulu okay"


"Tidak aku tidak mau mandi"


"Hey kiddo jika kau tidak membersihkan diri mu, kau akan di jauhi oleh teman mu, karena kau bau"


"Tidak, aku ingin di mandikan oleh Mommy ku"

__ADS_1


"Iya, tapi Mommy tidak ada sekarang, anggap saja aku ini adalah Ayahmu bagaimana?"


"Ayah ku ?"


"Iya anggap saja aku adalah Ayahmu"


"Tapi kau bukan Ayah ku, karena Ayah ku sedang bekerja, dia tidak ada di sini"


"Iya aku tau kiddo, tapi kau bisa menganggap ku sebagai Ayah mu, bagaimana? apa kau setuju?"


"Baiklah"


"Ayo kalau begitu kita mandi bersama"


"Tidak, aku tidak mau mandi bersama mu"


"Lalu kau akan melakukan nya sendiri kiddo? apa kau bisa?"


"Tentu saja"


Aaaissh, aku yakin dia pasti akan main air jika di biarkan sendiri, anak kecil kan memang seperti itu, aku harus mencari cara agar dia mau ku mandi kan..


"Hey, kau bilang kau lapar, aku juga lapar, jadi aku ingin cepat-cepat selesai dan mencari makan, jadi kita mandi bersama saja ya"


"Tidak mau"


Ya ampun kenapa anak ini keras kepala sekali..


"Mmm, aku memiliki pistol air, apa kau mau meminjam nya?"


"Pistol air yang seperti apa?"


Aku pun segera mencari pistol air yang aku beli sebelum aku pergi ke sini, aku membeli nya karena aku berharap aku bisa bertemu dengan anakku secepatnya dan memberikan pistol itu, tapi karena mencari anakku tidak semudah yang di bayangkan, aku akan meminjamkan pada anak ini dulu, nanti aku akan membeli lagi jika aku sudah bertemu dengan anakku.


Aku pun sudah memegang pistol air itu, dan menghampiri Hans.


"Inii apa kau mau meminjam nya?"


"Kau membeli nya untuk siapa?"


"Uu untuk ku !"


"Kau kan sudah besar, kenapa kau memainkan pistol air mainan"


"Mmm, karena a aku bosan, aku tidak punya teman, jadi aku membeli nya untuk ku mainkan agar aku tidak bosan"


"Jadi aku boleh meminjam nya ?"


"Yups tentu saja, tapiii, aku juga ingin ikut bermain dengan mu, boleh kah ?"


Aku harap dia mau ...


"Baiklah, aku akan mengajak mu bermain"


Anak ini benar-benar tidak sopan, dia pikir siapa yang menyewa hotel ini, kenapa aku jadi seperti tamu di sini.


Gerutu ku dalam hati.


Setelah masuk, Hans mencoba menembak ku dengan pistol air itu tepat pada mata ku..


"Aaaa, kenapa kau menembak mata ku, aku jadi tidak bisa melihat"


"Hahaha, hahaha, hahaha"


Tapi Hans malah tertawa saat melihat ku kesakitan, dia menembak ku lagi dan kali ini aku pura-pura kesakitan, dia pun tertawa terbahak.


Ya Tuhan, andai saja dia adalah anak ku, andai saja pencarian ku sampai di sini, aku akan membahagiakan nya, aku akan menebus semua kesalahanku dulu.


Ucap Ryan dalam hati..


...****************...

__ADS_1


......................


BERSAMBUNG....


__ADS_2