
Tiba-tiba .......
bruuughhh.....
"Ryaaaaannnn"
Ryan tergeletak begitu saja, Han-na pun terkejut lalu segera menghampiri Ryan.
"Ryan what's wrong with you ? wake up Ryan, don't make me worry"
(Ryan ada apa dengan mu? bangun Ryan, jangan membuat aku khawatir)
Namun Ryan tidak terbangun, Han-na pun sudah sangat khawatir, dan berusaha terus membangunkan Ryan, Han-na mengangkat kepala Ryan ke pangkuan nya, Han-na melihat sekeliling dan tidak melihat satu orang pun.
Hahahaha ini sangat lucu, aku memang sedikit merasa pusing tadi, tapi aku sebenarnya tidak apa-apa, aku hanya mengerjai Han-na, dan aku melihat ekspresi Han-na yang sangat khawatir padaku hihihihi.... Aku yakin jika Han-na juga menyukaiku hehehe.
Gumam Ryan dalam hatinya.
"Oh my God, how is this, I can't find anyone here, to lift Ryan alone I won't be strong, especially when it's raining, okay... Wait for me Ryan, I will seek help"
(Ya Tuhan, bagaimana ini, aku tidak menemukan siapapun disini, untuk mengangkat Ryan seorang diri aku tidak akan kuat, apalagi saat ini sedang hujan, oke... Tunggu aku Ryan, aku akan mencari bantuan)
Tapiii.. saat Han-na hendak akan berdiri, tiba-tiba, Ryan menarik tangan Han-na sampai Han-na terjatuh, tepat di atas badan Ryan.
Han-na pun terkejut, mereka pun saling bertatapan, dengan saling mengagumi mereka pun saling menatap dengan penuh ketulusan.
Oh God, kenapa aku seakan menginginkan bibir itu lagi, bibir yang halus dan mungil, dan wajah nya sangat cantik, matanya, hidungnya, semuanya sangat-sangat indah,
aku mengangkat sedikit kepalaku untuk bisa meraih bibir yang mungil itu, aku akan menciumnya lagi, tapiii... Dengan segera Han-na pun menghindar.
Ucap Ryan dalam hati.
When I was going to seek help, suddenly Ryan's hand pulled me until I fell on Ryan's body, and my face was very close to Ryan's, we looked at each other, and suddenly Ryan's head approached me, I was very surprised, Ryan could kiss me again after he said he didn't mean to, then what is this, is he going to say it accidentally again, you really are a bad guy Ryan, then I avoided him.
(Saat aku akan mencari bantuan, tiba-tiba tangan Ryan menariku hingga aku jatuh di atas badan Ryan, dan wajahku sangat dekat dengan Ryan, kami berpandangan, dan tiba-tiba kepala Ryan mendekat ke arah ku, aku sangat terkejut, Ryan bisa bisa nya akan mencium ku lagi setelah dia berkata dia tidak sengaja, lalu apa ini, apa dia akan berkata tidak sengaja lagi, kau benar benar pria yang buruk Ryan, lalu aku menghindar dari nya )
"What is this, so you lied to me, you pretended to faint, and you tried to kiss me again, this is enough Ryan, enough you hurt my feelings again, i hate you"
(Apa ini, jadi kau membohongi ku, kau berpura-pura pingsan, dan kau mencoba untuk menciumiku lagi, ini sudah cukup Ryan, cukup kau melukai perasaan ku lagi, aku membencimu)
__ADS_1
Kemudian Han-na pergi begitu saja, sedangkan Ryan hanya diam terpaku.
***
Di koridor hotel, Han-na berjalan cepat hingga sampai ke kamar nya lalu membanting pintu, lalu menuju kamar mandi, sejenak Han-na melihat wajahnya di cermin, mengingat kejadian tadi, air mata mulai jatuh dengan deras, lalu Han-na mengacak-acak barang yang ada di wastafel kamar mandi nya itu.
"Why Ryan, whyyyyyy hiks.. hiks.. hiks.. hiks What do you want"
(Kenapa Ryan, kenapaaaaa hiks.. hiks.. hiks.. hiks apa yang kau mau)
Setelah lama menangis, Han-na pun membersihkan dirinya, kemudian berbaring di tempat tidur,
ponsel Han-na bedering, lalu Han-na melihat nya ternyata itu dari Albert, dan Han-na hanya membalasnya dengan singkat, kemudian Han-na mencoba untuk memejamkan matanya.
***
"Kenapa jadi begini, aku meminta nya kesini untuk minta maaf, tapi keadaan nya malah semakin buruk, aaarrgghh apa yang kau lakukan Ryan, sekarang Han-na pasti tidak mau bertemu dengan ku lagi huuufftt.
kemudian aku berdiri dan berjalan menuju hotel.
"Huuh kepala ku sedikit pusing,
ha hachiiiih, hachiiiih
Sepanjang berjalan Ryan tidak berhenti bersin, sampai tiba di hotel Ryan masih bersin terus menerus, tapi Ryan diam sejenak saat Ryan berada di depan kamar Han-na.
Aku mengepalkan tangan ku karena aku berniat akan mengetuk pintu ini, tapiiiii, Han-na pasti tidak akan membukanya, lagipula ada Oliv juga, bagaimana jika dia mendengar nya, huh sudahlah, aku kembali ke kamar ku saja, Oliv juga pasti sudah menunggu ku.
Setelah aku masuk ke kamar ku, aku melihat Oliv dengan wajah yang buruk, mereka seperti nya sudah menunggu ku, dan Oliv seperti habis menangis, dan melihat Aldi, dia menatapku dengan tajam, aku melihat mereka secara bergantian,
kenapa suasana na nya jadi menegangkan seperti ini.
Ha chiiiihhh hachiiiih.
Oliv mendekati ku lalu dia segera mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutku, Oliv tidak bicara apapun tapi dia tetap mengeringkan rambut ku dengan handuk kecil di tangannya itu, aku mencoba memegang tangan Oliv ,
"Hey, apa kau masih marah padaku ?"
"no"
__ADS_1
"Kau menunggu ku ? aku tau kau pasti mengkhawatirkan ku"
"tidak"
Ryan menarik nafas nya.
"Lalu kenapa tidak ada senyuman di sini"
Ucap Ryan sambil menyentuh pinggir bibir Oliv lalu menarik nya ke atas agar menjadi senyuman.
Aku terkejut ketika melihat Oliv menangis dan langsung memelukku dengan erat.
"Hey ada apa, kenapa kau menangis, baju mu akan basah nanti"
Oliv tidak menjawab, sementara Aldi pergi ke balkon,
karena Ryan tau Oliv selalu seperti ini setelah mereka berseteru, Ryan tidak banyak bertanya lagi, Ryan pun membalas pelukan Oliv lalu mengusap lembut punggung Oliv.
"Jangan pergi lagi Ryan, hiks..hiks..hiks..hiks aku tidak ingin kehilanganmu untuk yang kedua kalinya, aku ingin bersamamu selamanyaa, you know, forever"
Ucap Oliv yang masih memeluk Ryan dan semakin mempererat pelukannya.
"Hey, aku masih disini sekarang, bersamamu, jangan khawatir kan soal itu"
Ryan pun melepas kan pelukannya,
"Lihat lah, baju mu ikut basah, sekarang cepat ganti bajumu, atau kau akan kedinginan, atau kau ingin kedinginan saja agar aku bisa terus menghangatkan mu huh?"
"Apa itu gombalan, itu sama sekali tidak berpengaruh"
"Benarkah ?? laluuuu, kenapa pipi mu seperti warna tomat yang sudah matang, hahahaha"
"Hey itu tidak benar, ya sudah aku yang akan mengganti baju ku terlebih dahulu"
Ryan tersenyum melihat tingkah Oliv yang sedang malu itu.
Lalu Ryan duduk di kursi kayu yang ada di dekat nya.
"Hhhuuuhhh, ini sangat dingin sekali, apa aku akan sakit, tidak, jangan, besok aku ada metting aku harus menghadiri nya"
__ADS_1
****
BERSAMBUNG