
Di tempat lain..
Buuughhh...Buuughhh...
"Heeey stoooopp, jangan membuat keributan di sini !!!"
Ucap salah satu waiters yang berusaha untuk melerai yang sedang berkelahi.
"Aaaarrhh diam kau !!"
Buugghhh..
Waiters itu pun malah terpukul dan tersungkur.
"Aaahh, Securiiittyyyy !!!"
Security pun datang lalu melerai perkelahian itu, akhirnya mereka bisa berhenti.
"Siapa yang membuat keributan di restoran ku ini huh?"
Teriak salah satu pemilik restoran tersebut.
"Dia yang memulai nya tuan !!"
"Apa? kau yang sudah merebut kekasih ku !!"
"Aku tidak merebut kekasih mu !!"
"Jangan berbohong !!!"
Mereka akan berkelahi lagi.
"Stoooopp !!! keluar dari sini, atau akan ku laporkan kalian ke polisi huh ?"
Ucap pemilik restoran.
"Ini semua karena mu"
"Kau yang salah"
"Pergiiiii !!!"
Mereka pun pergi, lalu pemilik restoran itu menghampiri salah satu waiters yang terpukul tadi.
"Kau tidak apa-apa?"
"Rahang ku sangat sakit Tuan"
Ringis waiters tersebut.
"Astaga, bibir mu dan hidung mu berdarah"
Terkejut melihat nya.
"Auuch, ini sangat sakit Tuan, aku tidak kuat"
"Aah bagaimana ini, mmm kalau begitu, aku akan mengantar mu ke rumah sakit"
Pemilik restoran itu membawa waiters yang terpukul itu ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit.
"Susteeeerr, tolooong !!"
Suster pun segera membawa berangkar, dan membawa waiters itu masuk ke ruangan UGD.
Pemilik restoran itu pun menunggu di luar.
Melihat dokter masuk.
Seperti nya, aku mengenal Dokter itu, apa dia Dokter Jasmine?
Setelah selesai, Dokter pun keluar, dan menghampiri pemilik restoran itu.
Terkejut ketika menghampiri..
"Aa Aldi ?"
"Dokter Jasmine ?"
Ucap mereka serempak.
"Ah lama tidak bertemu dengan mu Dokter, apa kabar ?"
__ADS_1
Aldi menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan, dan Dokter Jasmine pun menerima nya.
"I iya, kabarku baik, bagaimana dengan mu Aldi?"
"Ah aku, not bad hehe"
"Jadi sedang apa kau di sini Aldi ?"
"Aku sedang mengantar pegawai ku, dia sedikit kecelakaan, dan aku langsung membawa nya kemari"
"Oh jadi dia adalah pegawai mu?"
"Iya, dia pegawai ku"
"Kau atasan yang sigap Aldi"
"Haha kau bisa saja Dokter, jadii, bagaimana keadaan pegawai ku itu?"
"Ah begini, ini cukup serius"
"Serius?"
"Iya, jadi, pegawai mu itu harus segera di operasi"
"Apa? di operasi ?"
"Iya, di karena kan tulang rahang nya bergeser, dan tulang hidung nya patah"
"Ya Tuhan, Kenapa bisa sampai seperti itu, padahal dia hanya terpukul"
"Dengar Aldi, wanita itu memiliki tulang yang kecil, berbeda dengan pria, akibat pukulan yang terlalu keras, itu bisa saja terjadi"
"Aah, ada ada saja, baiklah, aku akan mengizinkan nya untuk operasi"
"Tapi kita tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak, karena keluarga pasien pun harus tau tentang operasi ini, karena ini sudah menjadi peraturan rumah sakit harus ada persetujuan pihak keluarga untuk melakukan operasi"
"Ah begitu, baiklah, aku akan memberi tau orang tua nya terlebih dahulu"
"Okay, jika sudah selesai, temui aku di ruangan ku"
"Baik Dokter"
"Aku pergi dulu"
****
Setelah selesai, Aldi pun menuju ruangan Dokter Jasmine.
Tokk...tok...tok...
"Masuk !"
Aldi membuka pintu.
"Hai Dokter Jasmine"
"Hai, silahkan duduk"
"Baik"
"Jadi bagaimana?"
"Orang tua pasien akan segera menuju rumah sakit ini"
"Baiklah, aku akan menyiapkan beberapa perlengkapan operasi ku"
"Ah iya Dokter, kalau begitu aku akan pergi sekarang"
"Mmm tunggu !"
Aldi akan pergi, tapi berbalik kembali.
"Iya Dokter Jasmine?"
"Mmm, apa kau sudah tidak menjadi asisten Ryan lagi ?"
"Mmm, tidak, aku sudah mengundurkan diri, ada apa Dokter?"
"Ah tidak, hanya aneh saja, melihat kau tidak bersama Ryan, tidak seperti biasanya dimana ada Ryan di situ pasti ada Aldi"
Aldi jadi mengingat kejadian itu lagi, rasa bersalah nya pada Ryan semakin besar sekarang.
"Ahm maaf, seharusnya aku tidak membahas masalah pribadi di sini"
__ADS_1
"Tidak apa-apa Dokter, sudah hampir 6 tahun aku tidak lagi bersama Ryan, karena satu kejadian, aku me...."
Terpotong...
"Aku sudah tau !"
Aldi yang heran..
"Kau sudah tau?"
"Ya, aku sudah tau"
"Darimana kau tau?"
"Han-na!"
"Han-na? kau mengenalnya?"
"Ya, aku mengenal nya, jauh sebelum dia melahirkan"
"Apa ? Han-na hamil? apa dia menikah denga Albert atau Ryan ?"
Dokter Jasmine pun menceritakan semua yang sudah terjadi, cerita tentang Han-na dan tentang Ryan, bahkan tentang Hans.
Aldi benar-benar terkejut dan tidak menyangka itu.
"Itu semua di luar dugaan ku, Ryan berani melakukan hal itu pada Han-na, hanya untuk membalas kan dendam nya pada Albert"
"Ryan sudah menyesal sekarang, dan dia sedang di hukum"
"Di hukum? maksud mu?"
"Aku memberi tau Ryan jika Han-na pergi ke Korea tanpa memberikan Ryan alamat Han-na tinggal, jadi aku rasa Ryan sedang mencari Han-na dan anaknya di Korea sekarang, dan aku rasa itu tidak akan mudah"
"Hah, apa boleh aku memanggil mu kejam"
"Haha, aku sangat menyayangi mereka, apalagi bayi ku, anak dari Han-na, jadi jika Ryan menyakiti perasaan mereka, itu sama saja dengan menyakiti perasaan ku, jadi biarkan aku yang menghukum nya, jelas nya Tuhan yang menghukum Ryan lewat diriku"
"Jadi Ryan di Korea sekarang, selama ini aku sudah tertinggal berita, semenjak aku mengundurkan diri, aku tidak pernah lagi mencari tau tentang Ryan, kecuali saat dia menikah dengan wanita anak dari pengusaha"
"Ya, semua stasiun televisi meliput nya, apa kau tau, Han-na sangat terpukul melihat itu, dia menangis kencang di pelukan ku, dia hancur dan kecewa"
"Aku tau, aku bisa merasakan itu, aku pikir Ryan tidak akan melakukan hal se kotor itu"
"Ya, tapi setidaknya dia ingin menebus kesalahannya, tapi aku rasa, Han-na tidak akan semudah itu memaafkan Ryan"
"Han-na sangat mencintai Ryan Dokter, bahkan Han-na pun mau untuk di duakan, dan tidak akan sulit untuk Han-na menerima Ryan kembali"
"Ya, aku pun sangat mencintai Ryan, tapii, cinta ku terkikis ketika sering kali kecewa oleh nya, dan sekarang pun, respect ku pada Ryan sudah hilang, mungkin Han-na pun akan begitu"
"Jadi kau sudah tidak mencintai Ryan Dokter Jasmine? kau yakin?"
"Apa maksudmu, tentu saja aku yakin"
"Baguslah, jika begitu"
Tiba-tiba...
Tok...tok...tok...
"Ya masuklah"
Kedua orang tua dari pegawai itu pun datang dengan wajah nya yang cemas, Dokter Jasmine pun mempersilahkan mereka duduk, Aldi pun berdiri dan menyapa orang tua itu, dan Dokter Jasmine pun menjelaskan semuanya, hingga selesai itu orang tua dari pegawai itu pun menandatangani perjanjian operasi.
Dokter Jasmine pun segera bersiap untuk melakukan operasi.
****
Di Korea..
Han-na yang sedang berjalan lemas, dan tidak karuan, tiba-tiba menabrak seseorang.
"Ah I'm sorry"
Setelah Han-na dan orang itu bertatapan, Han-na terkejut, dan orang itu pun terkejut.
"Ka kau !!"
Ucap Han-na terkejut.
...****************...
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG....