Love Korean Girl

Love Korean Girl
Albert 2


__ADS_3

Albert, aku yakin ini ulah Albert, yang ku takutkan benar terjadi, dia mengikuti ku, Ya Tuhan lindungilah aku.


Aku pun segera menelepon Jasmine.


*Dalam telepon*


"Hallo Han-na ada apa ?"


"Jasmine !! tolong !! Jasmine aku takut"


"Hey hey, calm down Han-na, what happened ?"


"Albert.. !!"


"Albert? ada apa dengan Albert?"


"Albert meneror ku"


"Apa? jadi ternyata Albert ada di Korea?"


"Yes, aku sangat takut, apalagi jika dia tau tentang Hans, aku takut Hans menjadi sasaran Albert"


"Okay tenanglah, ceritakan dulu padaku, apa yang dia lakukan padamu ?"


Aku menceritakan semua kejadian tadi pada Jasmine.


"Han-na kau harus hati-hati, jaga dirimu baik-baik, 2 hari lagi aku akan kesana menemani mu"


"Ku mohon cepatlah kesini Jasmine, aku benar-benar takut"


"Iya tunggu aku Okay, sekarang kau bisa melaporkan kejadian ini pada penjaga apartemen"


"Iya, aku akan melaporkan nya"


"Ya sudah, istirahatlah Han-na, kau harus banyak beristirahat, karena kau harus mencari Hans lagi kan"


"Iya kau benar"


"Baiklah bye, selamat beristirahat"


"Terimakasih Jasmine"


*Telepon mati*


****


Pagi hari.


Aku melihat Hans berlari menuju kamar mandi.


Kenapa dengan anak itu ?


"Heey kiddo ada apa ? kenapa kau berlari"


"Tidak, aku hanya ingin poop (membuang air besar)"


Hans menjawab dengan suara yang sengau.


Hahaha bisa-bisa nya anak itu menutup hidungnya ketika mengeluarkan kotoran nya sendiri.


Setelah lama menunggu.


"Hey kiddo, kenapa kau lama sekali ? apa kau bisa melakukan nya sendiri huh?"


Cekleek.


Pintu terbuka.


"Sudah selesai"


Ucap anak itu dengan menunjukkan semua gigi nya.


"Okay baiklah, ayo pakai celana mu lagi, aku akan membantu mu"


Aku membantu nya memakai celana.


"Selesai, setelah ini makanlah okay"


"Okay"


"Tunggu di sana, aku juga ingin ke kamar mandi dulu"


"Yas"


Aku masuk ke dalam kamar mandi, lalu aku pun ternyata ingin membuang air besar juga.


Setelah selesai, aku ingin memencet tombol air tapii, aku menyentuh sesuatu, yang seperti nya menjijikkan.


Apa ini? setelah aku lihat ternyata....


"Aaarrrhh, Haaaaaaaannsss, Haaaanns, come hereee !!!!"


Lalu Hans pun mengetuk pintu kamar mandi.


"Iya ada apa, kau memanggil ku pamaaan?"


Aku membuka pintu dengan tangan sebelah ku,


"Hey kiddo, kenapa kau jorok sekali, lihat ini"


Aku memperlihatkan apa yang ada di tangan ku.


"Tapi aku tadi sudah mencuci nya dengan bersih, mungkin itu punya mu"

__ADS_1


Ucap Hans kemudian dia pergi begitu saja.


"Apa ? hanya itu respon mu ? aarh anak ini benar-benar hah"


Iiiiwwwhh ini menjijikkan sekali.


jika saja kau bukan anak kecil, aku akan menghukum mu untuk membersihkan seluruh ruangan.


Lalu aku membersihkan semua nya.


Setelah selesai,


"Hey kiddo, jangan ulangi lagi hal itu mengerti? kau jorok sekali, kau harus melihat sekitar toilet mu lalu kau harus benar-benar membersihkan nya dengan sangat bersih mengerti ?"


"Aku sudah membersihkan nya"


"Apa kau yakin sudah bersih ?"


"Iya aku yakin"


"huuuffft, ya sudah, ayo kita ke dapur, kita sarapan terlebih dahulu"


"Paman, aku ingin bertemu Mommyku, aku merindukan nya"


"Huh? kiddo, jika aku tau dimana ibu mu, aku pasti akan membawa mu ke sana, tapi aku tidak tau, kau juga tidak memberi tau ku siapa ibu mu kan"


"Tapi aku ingin bertemu Mommy ku"


Dia merengek.


"Huuuuh, okay begini saja, kita sarapan terlebih dahulu, lalu setelah itu, kita pergi mencari ibu mu, bagaimana?"


Hans hanya mengangguk.


"Satu lagi, panggil aku Ayah okay"


"Tapi kau bukan Ayah ku"


"Hey, aku kan sudah bilang, aku bisa jadi Ayah mu untuk sementara, setelah Ayah mu pulang bertemu dengan mu, kau boleh memanggil ku paman lagi okay ?"


"Baiklah, Paman"


"Huuuh Paman lagi"


"Ya sudah ayo sarapan"


Hans mengangguk.


Kami pun menyantap sarapan kami.


Aku mencoba sesekali menyuapi Hans, dan membersihkan makanan yang menempel ke segala arah di bibir nya.


Aku memperhatikan Anak ini.


Tapiii, jika dia bertemu dengan Ibu dan Ayahnya, itu artinya, aku akan kesepian di sini, aku akan jauh dengan nya, aku sudah menyayangi nya, aku tidak ingin jauh darinya, bagaimana ini,


Tidak mungkin aku terus-menerus mengurus Hans, sementara aku memiliki tujuan datang kesini, aku harus mencari Anak ku dan Han-na.


Tapii, aaarrh, baiklaah, aku akan mencari Ibunya terlebih dahulu, setelah itu, aku harus fokus pada tujuan ku.


Tapi kenapa rasanya berat sekali untuk berpisah dengan anak ini.


"Kiddo, apa kau tau siapa nama Ibu mu?"


Hans mengangguk sembari menyantap makanan nya.


"Siapa namanya?"


"Kim !"


"Hanya Kim?"


Hans mengangguk.


"Tapi, kau masih mengingat wajahnya kan ?"


"Yas"


Apa jangan-jangan Kim Han-na?


Ah tidak, orang Korea selalu memakai nama Kim, jadi pasti nama Kim itu banyak sekali.


Huuuffft, bagaimana bisa aku mencari Ibunya.


Setelah selesai sarapan.


Aku mengajak Hans keluar, berniat untuk mencari Ibu dari Hans.


Darimana aku harus mulai mencari.


Huuuffft ini pasti akan sangat lama.


****


Tok...tok...tok..


"Masuklah"


"Hai Dokter Jasmine"


"Hai, silahkan duduk"


"Dokter, bagaimana keadaan pegawai ku, apa dia sudah boleh pulang?"

__ADS_1


"Ya, besok dia bisa kembali pulang"


"Aah syukurlah"


Tok...tok...tok..


"Masuklah"


Seorang suster masuk ruangan.


"Maaf Dokter, ini adalah surat cuti mu"


"Ah terimakasih suster"


"Aku permisi untuk kembali bekerja"


"Okay silahkan"


Suster pun pergi.


"Maaf, Dokter, kau akan cuti?"


"Ya, aku akan ke Korea besok selama 2 Minggu"


"Apa, ke Korea ?"


"Iya, Han-na di teror oleh Albert, ternyata Albert ada di Korea"


"Apaaa!! lalu bagaimana keadaan nya, apa sekarang dia baik-baik saja?"


"Aku harap begitu"


"Kau akan pergi sendiri?"


"Ya tentu saja"


"Mmm, bagaimana jika aku ikut dengan mu"


"Kau, ingin ikut?"


"Iya, aku akan menemani mu, aku juga ingin mencari Ryan, dan membangun hubungan yang baik lagi dengan nya seperti dulu"


"Eemm, itu terserah padamu saja"


"Baiklah, aku akan memesan tiket nya sekarang"


"Baiklah"


"Kalau begitu, aku akan bersiap"


"Okay, silahkan"


Aldi bersiap untuk memesan tiket, dan packing barang miliknya.


****


"Aaaaaaa !! kumohon jangan lakukan itu"


Mencengkram wajah Han-na dengan menyenderkan tubuhnya ke tembok dengan keras.


"Heuh, kau sudah berani menampar ku saat itu, dan aku bisa membalaskan apa yang telah kau lakukan pada ku sekarang"


"Pergi dari sini, ku mohon Albert !"


Ucap Han-na cemas.


"Hahaha, apa kau ingin merasakan milik ku sekarang huh? selama kita berpacaran, kita tidak pernah melakukan hubungan intim Han-na, jadi aku akan merasakan nya sekarang dengan mu, agar aku tidak menyesal, jika kau hidup bersama si keparat itu"


Han-na tidak bisa berkata-kata.


"Kemana dia ? seharusnya dia tidur dengan mu sekarang, memeluk mu dengan erat, menciumi seluruh tubuh mu, dan mencumbu mu Han-na, tapii, beruntung dia tidak ada, karena aku yang akan menggantikan posisi nya sekarang, dengan aku bisa mencumbu mu, itu adalah keberuntungan ku"


Ucap Albert dengan mengusap tubuh Han-na dari atas sampai bawah.


Albert mencoba mencium bibir Han-na, Han-na pun berontak, Albert mencoba menyentuh payud*ra Han-na namun Han-na berontak, sampai Albert mencengkram kembali wajah Han-na.


"Jangan melawan ku ****** !"


"Ku mohon jangan lakukan itu"


"Aaarhhh"


Membanting Han-na, hingga terbentur ke arah meja, pelipis Han-na pun berdarah.


Albert menjambak rambut Han-na.


"Dengar, kau yang membuat semua hidup ku berantakan, jadi aku akan membuat hidup mu juga berantakan, ingat itu"


Tiba-tiba.


"Han-naaa !"


Albert terkejut, namun tangan Albert masih menjambak rambut Han-na.


"Albert, kurang ajar kau !!"


Buuughhh...


...****************...


......................


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2