Love Korean Girl

Love Korean Girl
Bisnis baru


__ADS_3

"Hahahaha hahahaha hahahhaha, terus saja melawanku Ryan, ini baru permulaan, kau belum melihat yang lebih buruk lagi dari ini, beruntung, aku tidak menarik semua saham ku, dan memblok semua akses mu, atau menggantikan posisimu, karena aku masih berfikir kau adalah anak ku, tapi jika kau berubah pikiran kau bisa kembali kapanpun"


Tuutt tutt tuutt


Telepon pun mati.


"Aaarrrgghhh, siaaal, kenapaaaaaa, kenapa dia selalu membuatku lebih buruk"


"Jadi ini ulah ayah mu?"


Ryan tidak menjawab dan hanya melirik Aldi dengan penuh emosi.


Kemudian Aldi pergi meninggalkan Ryan dan kembali membawa 2 botol air minum.


"Minumlah, agar sedikit tenang"


Ryan pun mengambilnya lalu meminum nya.


"Duduklah dulu, tenangkan dirimu dulu"


Ryan pun duduk dan minum.


"Itu artinya kita harus mencari investor lain untuk menyelamatkan perusahaan mu"


Ucap Aldi.


"Entahlah, aku rasa sudah tidak ada gunanya lagi"


"Why, bukankah ini bagus, karena dengan hanya beberapa persen saham ayahmu, kita bisa lebih berkuasa, benarkan?"


"Yeah kau benar, tapi tetap saja, perusahaan itu adalah miliknya, aku hanya pengelola, dia bisa sewaktu-waktu melakukan apapun, bahkan menjadi lebih buruk"


"Hhhuuufffhhh, jadi apa rencana mu selanjutnya ? apa kau akan kembali, atauu kau akan tetap di sini tanpa apa-apa ?"


"Hhhuuuhh, i don't know, aku sudah cukup muak dengan semua ini"


"Tunggu-tunggu, semua orang tau bahwa kau adalah pengusaha muda terkaya di Indonesia kan, jika tiba-tiba Ayahmu mengganti posisimu begitu saja, semua orang pasti akan bertanya-tanya, lalu media akan mencari tau itu, dan bagaimana jika Ayahmu membuat berita palsu tentang mu?"


Ryan pun menarik nafas nya dalam.


"Kau tenang saja Ayah ku tidak akan melakukan hal itu, karena dia juga akan malu jika dia memberitakan hal yang buruk tentang ku"


"Tapi aku sangat khawatir"


"Sudah tenang saja, aku memiliki sejumlah uang yang cukup untuk membuat sebuah bisnis baru, tapiii, aku tidak bisa mendirikan sebuah perusahaan besar, karena aku tau Ayahku tidak akan diam, jika mendengar aku berdiri tanpa naungan nya"


"Oke, jadi kau akan mendirikan bisnis apa?"


"Mmmm, aku tidak tau, aku masih belum memikirkan nya"


"Mmmm bagaimana jika kau mendirikan sebuah restoran?"


"Hah, restoran, bagaimana bisa, jika aku saja tidak pernah memiliki pengalaman di bidang itu"


"Heeyy, kenapa otak mu begitu tumpul, kau cari orang yang berpengalaman di bidang itu, jadikan dia orang kepercayaan mu, kau hanya tinggal memantau, hanya itu"


Ryan pun diam sejenak.


"Oke, ide bagus, kalau begitu, urus itu sampai selesai, sebelum Ayahku memblok semua aksesku"


"Hey, kenapa kau jadi menyuruhku?"


"Aku pikir kau masih asisten ku"


Ryan pergi begitu saja.


"Aiissshh dasar, kenapa kebiasaan buruk nya tidak pernah hilang"


***


4 bulan kemudian.


Bisnis restoran yang Ryan rencanakan ternyata berjalan dengan lancar,


banyak pelanggan yang datang dan mereka pun merasa sangat puas dengan hidangan-hidangan yang rasanya sangat enak,


sekarang Ryan tidak khawatir lagi akan ke finansialan nya, karena tanpa Ayah nya pun dia masih bisa berdiri sendiri.


"Kau lihat, ide ku sangat brilian kan?"


Ucap Aldi membanggakan dirinya sendiri.


"Yeaah, otak mu memang jenius, aku berhutang budi padamu"

__ADS_1


"Waaaw waw, sejak kapan kau tau balas budi hah, biasanya kau selalu meledeku, dan mengatakan jika ide ku datang dari pemikiran mu yang telat"


"Hey, kau pikir aku tidak memiliki attitude, kau tau, aku menjadi seorang CEO terkaya, karena apa, itu karena, aku di kenal sebagai Tuan muda dengan attitude yang sangat baik"


"Yeaah, jika saja semua orang tau, jika attitude baik mu itu adalah sebuah drama yang kau buat, mungkin semua orang sekarang akan menjuluki mu sebagai Tuan muda terseram sejagad raya"


"Itu tidak masalah, itu justru hal yang bagus, agar tidak akan ada yang berani melawan ku seperti mu"


Ucap Ryan lalu pergi.


"Hey, jelas saja aku selalu melawan, itu karena kau menyebalkan, jika orang lain juga tau kau menyebalkan, semua orang pasti akan berani melawan mu, huuuuh, dasar, angkuh sekali dia, jika saja dia bukan sahabat ku, mungkin aku sudah menenggelamkan nya di pantai saat itu"


Ucap Aldi sambil berteriak.


***


Sore hari


"Ryan, aku ingin meminta ijin untuk menemui teman di daerah ini bolehkah ?"


"Sure, kalau begitu aku yang akan mengantar mu"


"Really"


"Yups"


"Tapi siapa temanmu? kau tidak pernah memberi tau ku memiliki teman di sini "


"Dia adalah teman sekolah ku dulu yang memiliki bisnis di sini, aku baru mengabarinya jika aku di sini, dan dia juga rekan bisnis Ayah, tenang, dia wanita bukan pria"


"A a pa maksud mu"


"Hehehe nothing, but kau sangat lucu ketika gugup"


Ryan hanya tersenyum malu.


Akhirnya Ryan mengantarkan Oliv ke tempat tujuan,


setelah sampai tujuan, Oliv akan keluar mobil tapi terhenti, dan membalikkan badannya ke arah Ryan, Ryan yang heran, tiba-tiba terkejut ketika merasa kan bibir Oliv mendarat di bibirnya, perlahan Oliv memainkan nya, tidak lama kemudian Ryan pun membalasnya.


Ciuman itu semakin dalam.


Kenapa rasanya ini berbeda sekali, aku seperti tidak ingin menyudahi ini, aku ingin terus seperti ini, aku sudah tidak terkendali, tiba-tiba aku menyentuh bagian dada nya dan sedikit meremasnya, dia sedikit mengerang dan itu membuat ku kehilangan kendali, ketika aku akan membuka baju nya, Oliv menghentikan ciuman nya dan menahan tangan ku dan tersenyum.


Ucap Ryan merasa bersalah.


"Hey it's okay don't say sorry, ini luar biasa Ryan, aku baru merasakan hal ini, ini pertama kali nya kau senakal ini, tapi sayang ini bukan saat yang tepat, aku pergi dulu, see you"


Oliv mencium bibir Ryan sekilas lalu pergi.


"Oliv, aku akan menjemputmu"


Teriak Ryan dari dalam mobil.


"Okay, aku akan menunggu mu di sini nanti"


Lalu Olivia pun pergi dari hadapan Ryan.


"Aaarrrgghhh, hampir saja aku kehilangan kendali, Oliv membuat ku gilaaa hah..hah..hah,


entahlah, akhir-akhir ini aku jadi tidak mau kehilangan Oliv, aku tidak ingin melihat dia jauh dariku, tapiii aku tidak mau membuat Oliv terkekang, meskipun aku ingin selalu bersamanya, sekarang mungkin aku jatuh cinta lagi kepada Oliv, setelah bertahun-tahun aku berusaha melupakan Oliv, kini dia kembali membawa cinta ku lagi, apa aku harus senang, atau bagaimana, tapi jujur Han-na masih sering ada di pikiran ku saat ini, meskipun aku tidak sering melihat nya tapi setiap kali aku melihat nya dengan kekasih tempramental nya itu, aku selalu cemburu, aaarrggghhh apa aku pria yang egois, aku mencintai 2 orang wanita sekaligus, haaah, itu membuat ku pusing"


Ucap Ryan mulai prustasi.


Saat Ryan dalam perjalanan pulang setelah mengantar Oliv.


Di depan hotel, tiba-tiba Ryan menghentikan mobilnya.


Plaaaakkkk, plaaaaaakkk.


Dua tamparan sekaligus yang Ryan lihat mendarat di pipi wanita yang selama ini dia sukai,


sebuah pertengkaran yang terjadi lagi, pertengkaran yang memuncak terlihat di situ,


saat pukulan akan mendarat di wajah wanita itu lagi tiba-tiba Ryan menahan tangan pria itu.


Ryan mendekat dengan sebuah amarah dan menahan tangan dari pria itu.


"Kenapa kau tidak pernah berubah, pengecut sepertimu seharusnya tidak berada di hadapanku saat ini, hanya karena keegoisan, kau sering melukai wanita tanpa alasan, apa masih pantas kau ingin ku sebut sebagai pria hah?"


Ucap Ryan dengan penuh penekanan.


"Lepaskan aku, jangan ikut campur dengan urusanku lagi, atau kau akan menyesal"

__ADS_1


"Hah sorry Albert, tapi aku tidak akan membiarkan seorang wanita terluka oleh pria seperti mu, pengecuuuut"


"Aarghhhhhhh"


Bbhuukk....


Ryan terkena pukulan dari Albert.


"Shiiit"


Ryan mengusap sedikit darah yang keluar dari pinggir bibirnya.


Lalu Ryan membalas pukulan Albert,


sementara Han-na hanya berteriak.


"STOOOPPPP, PLEASEEEE STOOOPPPP"


Namun Ryan dan Albert tidak mendengarkan nya, mereka terus berkelahi dan tidak ada yang melerai nya, sampai saat nya dimana Albert yang terkapar lemah di tanah, sedangkan Ryan masih berdiri meskipun banyak luka di wajahnya dan di tubuhnya, saat Ryan ingin memukul Albert lagi,


"Stooop, aku mohon, jangan bunuh aku, aku akan pergi sekarang"


Albert pun pergi dengan tergesa-gesa.


Lalu Ryan menarik tangan Han-na ke dalam mobil, tanpa banyak bicara Ryan melajukan mobilnya ke suatu tempat.


Di dalam mobil penuh dengan keheningan tanpa adanya perbincangan,


hingga tiba di suatu tempat.


Ryan membuka kan pintu mobil.


"Come out"


Han-na pun keluar tanpa sepatah kata pun,


Ryan menarik tangan Han-na lalu berhenti di suatu tempat,


Ryan sesekali melirik Han-na,


tiba-tiba Ryan menarik kencang tangan Han-na lalu memeluk Han-na dengan erat, awalnya Han-na berontak.


"Let me go...let me go"


(Lepaskan aku...lepaskan aku)


Sambil memukul dada Ryan terus menerus.


Tapi Ryan mencoba tetap memeluknya.


"Don't worry, everything will be fine"


(Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja)


Lama kelamaan Han-na menangis.


"Hi don't cry, i'll be there for you"


(Hey jangan menangis, aku akan ada untuk mu)


Ryan melepas pelukannya lalu mengusap air mata Han-na


"This time I won't let Albert hurt you again"


(Kali ini aku tidak akan membiarkan Albert melukaimu lagi )


"Han-na, look at me"


(Han-na ,lihat aku)


Ryan mengangkat dagu Han-na,


kemudian Han-na melihat ke arah Ryan.


"I'm sorry, for that time, honestly i like you, i always want to be beside you, hug you, and kiss you, but I can't do that because of Albert, i'm afraid Albert will hit you back if i approach you, i'm trying to hold back that feeling, until the moment when Olivia comes back in my life, i'm getting more and more difficult to meet you, you suddenly avoid me, i know why, it's because you feel i'm playing you, right? now i want to ask you,


do you like me ?"


(Maafkan aku, untuk waktu itu, jujur aku menyukaimu, aku selalu ingin berada di samping mu, memeluk mu, dan menciumu, tapiii itu tidak bisa aku lakukan karena Albert, aku takut Albert akan memukulmu kembali jika aku mendekati mu, aku mencoba menahan rasa itu, sampai saat nya dimana Olivia datang kembali di hidupku, aku semakin sulit bertemu dengan mu, kau tiba-tiba menghindari ku, aku tau kenapa, itu karena kau merasa aku mempermainkan mu kan, sekarang aku ingin bertanya padamu,


apa kau menyukaiku? )


****

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2