Love Korean Girl

Love Korean Girl
Ryan Bercerai ?


__ADS_3

Ryan mencoba membuka nya, lalu membacanya.


*Dalam surat*


Hi Ryan, I don't know where to start, I just wanted to let you know, if I'm currently pregnant with your child, from the results of that night, you forced me to do it, you are being rude to me.


i am writing this letter just want you to know, and be responsible for what you have done, actually i hate you, because you have just left me, But I realized that this child needs a father.


(Hi Ryan, aku tidak tau harus mulai darimana, aku hanya ingin memberi tau mu, jika aku sekarang sedang mengandung anak mu, dari hasil malam itu, kau memaksa ku untuk melakukannya, kau berlaku kasar padaku.


Aku menulis surat ini hanya ingin kau tau, dan bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan, sebenarnya aku membencimu, karena kau telah meninggal kan ku begitu saja, Tapi aku menyadari jika anak ini membutuhkan seorang Ayah)


Ryan sangat sangat terkejut mengetahui itu semua.


Apaaa!!! kenapa aku tidak tau surat ini,


Ayah, apa ini ulah Ayah lagi, kenapa dia menyembunyikan hal sebesar ini dari ku, ini benar-benar keterlaluan.


Ryan marah, kini emosi Ryan tidak terkendali, Ryan memukul meja, lalu membanting barang-barang yang ada di ruangan itu.


"Aaaaarrrgghhh, kau membuatku benar-benar hancurr Tuan Syakiiiiipppp"


Teriak Ryan mengambil Poto Tuan Syakip lalu melemparkan nya, kemudian Ryan menangis, dengan tertunduk lemas.


"i'm sorry Han-na"


Ryan terus menangis menyesali apa yang terjadi, dan setelah Ryan menangis, Ryan mengusap air mata nya lalu menelpon seseorang dengan telepon kantor.


*Dalam telepon*


"Tolong panggil office boy ke ruangan ku"


"Baik Tuan"


*Telepon mati*


**


Setelah office boy datang keruangan Ryan,


mengetuk pintu.


Tok..tok..tok


"Come in"


Ucap Ryan.


"Permisi Tuan, apa..."


Office boy tersebut terkejut melihat sekeliling ruangan itu dan tidak melanjutkan ucapan nya.


"Jangan banyak bicara, dan jangan sampai orang lain tau tentang keadaan ruangan ini, jika kau tidak ingin di pecat"


"Ba baik Tuan"


Ryan pun pergi begitu saja.


"Ya ampuuun, apa yang terjadi pada Tuan muda, kenapa ruangan ini seperti kapal pecah, apa dia sudah mengamuk? huuuffft aku harus mulai dari mana untuk membersihkan ini"


Gerutu sang Office boy.


***


Ryan yang ingin menenangkan diri mencoba pergi ke suatu tempat yang cukup menenangkan.


Ryan mencoba memejamkan mata nya, mencoba mencari solusi tentang masalah ini.


Ryan bingung dengan posisi nya sekarang, Ryan ingin marah pada Ayah nya tapi keadaan nya tidak mungkin.


Setelah beberapa jam Ryan duduk termenung di sebuah taman yang indah, kini Ryan berdiri dan berjalan menuju mobil nya.


***

__ADS_1


Setelah sampai di rumah.


Cleo yang baru saja pulang mendengar suara mobil Ryan,


Cleo sedikit menengok, namun tetap melanjutkan langkah nya, namun Ryan memanggil nya.


"Cleoo, tunggu !!!"


Cleo pun menengok.


"Yuppss, ada apa Ryan?"


Ryan keluar dari mobil.


"Aku ingin bicara sesuatu padamu"


"Tentang?"


"Sebaiknya kita tidak bicara di sini, ayo ikut aku"


Cleo pun mengikuti Ryan.


Setelah menuju tempat yang Ryan tuju.


"Okay, sekarang katakanlah"


Ucap Cleo yang penasaran.


"Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan ini Cleo?"


"Hah, kenapa tiba-tiba kau bicara seperti itu Ryan?"


"Jawab saja Cleo!"


"Kau tau, sejak awal kita memang sudah salah, memaksakan diri untuk menikah, tanpa adanya ikatan cinta itu adalah sebuah kesalahan Ryan"


"Kau yakin kau tidak mencintaku?


"Aku hanya ingin memastikan bahwa kau tidak memiliki perasaan apapun pada ku"


"Hey, ada apa ini Ryan, setelah 5 tahun pernikahan kita, baru kali ini kau berani berbicara sedalam ini padaku"


"Cleo, aku tidak bahagia dengan pernikahan ini, aku mencintai orang lain, orang yang sering aku teriakan ketika malam, aku tau kau sering mendengarnya, aku tidak bisa terus seperti ini, berpura-pura baik-baik saja di depan semua orang, tapi kenyataan nya, hati ku tidak"


"Aku tau Ryan, sama seperti mu, aku pun memiliki pilihan ku sendiri, aku minta maaf, jika selama ini, diam-diam aku sering bertemu dengan kekasih ku di luar sana"


"What!! kau bertemu dengan kekasih mu di luar?"


"Iya"


"Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang melihat mu?"


"Kenapa otak mu sedangkal itu Ryan, pertemuan ku aku jaga dengan baik, sehingga tidak ada satu orang pun yang tau tentang itu"


"Huuuuhh, syukurlah"


"Kau masih takut status kita terbongkar?"


"Bukan itu, justru aku mengkhawatirkan nama baik mu Cleo, kau mengerti maksud ku?"


"Yaa, aku mengerti, lalu, apa yang ingin kau lakukan sekarang?"


"Aku akan menceraikan mu"


Cleo pun sedikit terkejut.


"Apaa!! kenapa tiba-tiba kau harus menceraikan ku?"


"Cleo please, seperti yang aku katakan tadi, aku tidak bahagia, aku ingin mencari kebahagiaan ku sendiri, kau pun sama kan?"


"Bukan itu maksudku Ryan, tapi ini sudah 5 tahun, dan kenapa kau tidak meminta ini sejak dulu?"


"Karena aku mempunyai rencana, yang harus aku selesaikan terlebih dahulu"

__ADS_1


"Rencana ?"


Ryan pun menceritakan tentang rencananya, dan menceritakan tentang kejadian saat dia sedang berada di Bali, bersama Han-na, Oliv, Aldi, dan Albert, dan menceritakan jika Han-na sedang mengandung.


Cleo terkejut mendengar itu semua, lalu...


Plaaakkk.


"Aaaa"


Ryan memegang pipi nya yang tertampar.


"Kau benar-benar bajingan, 5 tahun itu tidak sebentar Ryan, dan kau meninggalkan perempuan itu hanya untuk menikah dengan ku dan mengembangkan semua rencana mu yang gila itu, benar-benar gadis malang"


"Aku tidak tau jika dia hamil, jika aku tau sejak awal jika dia hamil, maka aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah ku perbuat, dan tidak akan menikah dengan mu"


"Apa, bukan kah itu rencana mu, untuk membuat gadis itu menderita"


"Aaaarrgghhh cukup, aku tidak ingin berdebat dengan mu, aku hanya ingin melepaskan mu, agar kau bebas, dan soal kehidupan ku, biar aku yang memperbaiki nya sendiri"


Ryan pun pergi, namun Cleo pun mengikuti Ryan.


"Heeeyy Ryaan, tunggu, jika kau menceraikan ku, lalu bagaimana dengan Ayah ku dan Ayah mu, apalagi Ayah mu sekarang sedang sakit, dan Ayah ku, dia akan sangat marah jika mendengar hal ini, dan mengurungkan niat nya untuk memberikan hak tanggung jawab perusahaan ke padaku"


Ucap Cleo yang berbicara sambil mengikuti langkah Ryan, lalu Ryan berhenti dan berbalik menghadap Cleo.


"Apa kau lupa, jika Ayah mu sudah mengalihkan setengah saham nya padaku, dia sangat percaya padaku, tapi sayang, aku terlalu licik untuk di percaya"


"Berani nya kau!!!"


Teriak Cleo.


"Ssssttt tenang Cleo, itu masih milikmu, selama kau masih menjadi istri ku"


"Dan jika kau menceraikan ku, kau menang begitu?"


"Cleo, aku tidak seburuk yang kau pikir, aku sudah menempatkan posisi khusus untuk mu, jika kau benar-benar dapat di percaya, kau tidak perlu khawatir"


"Aku pikir kau adalah pria yang sangat tulus dan baik hati, ternyata kau berani menghancurkan bisnis Ayah mu sendiri, kau benar-benar licik"


"Hahaha, kau bilang apa? aku licik? lalu bagaimana dengan Ayah mu Cleo, yang berencana untuk menghancurkan bisnis Ayah ku? apa itu bukan licik?"


"Tunggu, jika Ayah ku berniat untuk menghancurkan bisnis Ayah mu, tidak mungkin dia mengalihkan setengah saham nya padamu?"


"Oh My God, come on Cleo, itu hanya taktik Ayah mu, agar aku tunduk padanya, dan mungkin lama-kelamaan dia akan menguasai semua bisnis ku dan Ayahku, aku sudah tau semuanya"


"Hah Omong kosong"


Ucap Cleo berdecih.


"Kau pikir apa artinya pernikahan kita ini, itu karena mereka hanya ingin sebuah ke untungan dari kita, bukan kah mereka egois, hah beruntung kau tidak seperti Ayah mu yang licik itu"


"Cukup, jika kau ingin menceraikan ku, okay aku akan bersedia untuk itu, dan aku akan bicarakan ini pada Ayahku"


"greaaatt, itu jawaban yang aku harapkan sejak tadi"


"Jadi kapan kau akan menggugat ku di pengadilan? dan apa alasannya?"


Ryan pun diam dan bingung.


"Aku akan mengatakan jika aku bermain wanita di belakang mu, eehmm atau, kau yang harus meyakinkan semua orang jika aku yang mengkhianati mu, bagaimana?"


"Bukan ide yang buruk, okay itu artinya, aku yang harus melaporkan mu di sidang nanti?"


Jawab Cleo.


"Yeah, mungkin begitu"


Percakapan yang cukup panjang telah Ryan lewati, kini Ryan merasa sedikit lega ketika Cleo setuju dengan apa yang Ryan katakan.


****


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2