
Saat itu aku sedang di kantor ayahku, kemudian aku terkejut ketika aku melihat kehadiran Ayahmu, dia menghampiri ku, ingin berbicara empat mata denganku, lalu aku pun menyetujui nya, kita ke ruang private Ayahku, tanpa basa-basi dia menyuruh ku untuk memutuskan hubungan ku dengan mu.
* flash back *
"Jauhi putraku "
Aku terkejut saat itu.
"Apa !! ta tapi kenapa ? aku dan Ryan saling mencintai, kenapa Ayah menyuruh ku untuk menjauhi Ryan"
"Aku akan menjodohkan putraku dengan pilihan ku, yang jauh lebih baik dan lebih terpandang dari keluarga mu, dan tentu saja untuk kebahagiaan putraku"
"Apa !!! Ryan akan di jodohkan ? tidak Ayah, aku tidak mau Ryan di jodohkan, aku mencintai Ryan dan Ryan mencintai ku, Ryan juga tidak akan mau untuk di jodohkan"
"Tau apa kau tentang putraku, dia pasti akan mau menuruti semua keinginanku, dia tidak mungkin menolak nya, dan anggap saja ini adalah balas budi mu padaku karena dulu aku pernah menyelamatkan perusahaan Ayah mu yang di ambang kehancuran itu, aku bisa melakukan apapun, aku bisa menarik saham ku kembali jika kau tidak menuruti ku, jadi jangan macam-macam dengan perintah dariku, jika kau tidak menuruti perintah ku, maka bersiap-siaplah untuk mendengar kehancuran perusahaan Ayah mu suatu saat nanti"
Lalu aku menangis.
"Tidak Ayah, jangan lakukan itu, aku mencintai Ryan, aku tidak mau keduanya terjadi"
"Itu urusan mu, karena aku hanya ingin Ryan membencimu dan melupakan mu"
"Tolong Ayah, jangan lakukan itu"
"Heeeuuummm sudahlah aku sibuk, aku harus pergi, oh ya satu lagi, jangan sebut aku Ayah, karena aku bukan Ayahmu"
Ayahmu pergi tapi aku mengikuti nya dan mencoba untuk membujuk nya sambil memegang tangannya.
"Tolong Ayah, jangan lakukan itu, aku mohon"
"Sudah ku bilang jangan memanggilku Ayah"
Tapi Ayah mu mendorong ku hingga akhirnya aku terjatuh, Ayahku melihat kejadian itu lalu mereka pun bertengkar, tapi akhirnya Ayahmu yang menang, karena dia telah mengancam Ayahku akan menyakiti ku dan menarik semua saham nya dari perusahaan Ayahku, jika Ayahku tidak menurutinya.
Aku dan Ayahku mencari cara untuk menghadapi masalah ini, hingga akhirnya aku memutuskan meminta Ayahku untuk menjodohkan ku dengan pilihan Ayahku, dengan anggapan agar mungkin kau akan membenci ku nantinya, Ayah ku meminta maaf padaku hanya karena dia tidak bisa melakukan apapun untuk hubungan ku dengan mu, Ayahku juga terus bertanya dan meyakinkan ku akan keputusan ku itu, hingga sampai akhirnya aku bertunangan dan kau datang ke rumah ku dan ......
Terpotong.
"Sudah cukup, tidak perlu kau lanjutkan lagi "
Ryan mulai emosi, dengan mata yang tajam, nafas yang memburu dan tangan yang mengepal terlihat Ryan benar - benar sangat marah.
"Ayah, lagi lagi ayaaaahhh, aaaaarrrghh"
Ryan pun memukul pohon yang ada di dekat nya.
Aldi dan Oliv terkejut.
"Ryan apa yang kau lakukan ?" Ucap Aldi
"Ryan, tolong jangan menyakiti dirimu sendiri"
Ucap Olivia sambil menangis, lalu akan mendekati Ryan, tapi Ryan menahan nya.
"Biarkan aku sendiri, Aldi bawa dia ke hotel"
"Tapi kau mau kemana ?"
"Tidak perlu khawatir, aku akan kembali"
Lalu Ryan pun pergi meninggalkan mereka.
"Ayo Oliv, lebih baik kau istirahat agar kau bisa lebih tenang"
"Tidak, aku ingin menyusul Ryan"
"Ayolah Oliv kau tau kan bagaimana Ryan, dia hanya akan menenangkan diri sebentar, setelah itu akan kembali seperti biasa"
"Tapiii"
"Ayolah, jika kau tidak menuruti nya, aku yang akan di marahi oleh nya, apa kau tidak kasihan pada ku"
"Baiklah"
Aldi dan Olivia pun kemudian pergi.
****
Di tempat lain.
Terdengar dering telepon, sebuah pesan masuk pada ponsel Han-na, kemudian Han-na langsung membaca nya, terlihat senyuman kecil di bibir nya.
"Finally, I am free, I can breathe a sigh of relief now, even though Albert was away for only a few days but I feel very free"
(Aku bisa bernafas lega sekarang, meskipun Albert pergi hanya beberapa hari, tapi aku merasa sangat bebas )
__ADS_1
"I really want to breathe fresh air, run fast, hear the sound of small waves on the beach quietly"
(Ingin sekali rasanya menghirup udara segar, berlari kencang, mendengar deruh ombak kecil di sisi pantai dengan tenang )
Han-na pun keluar dari kamar hotel dengan tersenyum lebar, namun langkah nya menjadi pelan saat melihat Aldi sedang berjalan dengan perempuan cantik dengan tubuh yang tidak kalah dengan Han-na.
Han-na berpapasan dengan Aldi dan Oliv,
namun Aldi hanya mengangguk sementara Olivia hanya melihat Han-na sekilas lalu masuk kedalam kamar.
Han-na pun penasaran.
"Who is she, why is she with Aldi, is she Aldi 's girlfriend ?"
(siapa dia, kenapa dia bisa bersama Aldi, apa dia pacar Aldi ? )
"Yeah maybe"
( yeah mungkin saja )
Han-na pun melanjutkan langkahnya.
****
Di tempat lain.
"Kenapa Ayaaaaah aaarrrggggghhhh, kau bilang kau melakukan apapun demi kebahagiaan ku, tapi apa sekarang, kau malah membuat aku hancur, aku tidak bahagia sekarang, aku menderita Ayaaaahh, akuuu membencimuuuuu !!!!!, aku sungguh sangat membencimuuuu, kenapa kau selalu menganggap benar apa yang kau lakukan, kau merendahkan orang lain, kau merasa dirimu paling berkuasa, kenapaa aaarrgh, hah..hah..hah
mom, bisakah kau kembali, memelukku saat ini, Ayah benar benar membuatku muaaak saat ini, dia tidak seperti mu, dia egois"
Ryan menangis tapi tiba-tiba.
"Ryaan !!"
Ryan menghapus air mata nya terlebih dahulu sebelum menengok.
"Hi, Han-na"
"Hi, what are you doing here Ryan?"
(Hi, sedang apa kau di sini Ryan ?)
"Ah, I'm just looking for the wind"
(Ah, aku hanya sedang mencari angin )
(Oh, bolehkah aku duduk di sini menemani mu ? )
"Sure, sit down"
( tentu saja , duduklah )
"thank you"
"Your Wellcome"
"Eeuumm, Han-na you look happy today, what's up, and what are you doing here?"
(Eeuumm, Han-na kau terlihat senang hari ini, ada apa ? dan sedang apa kau di sini ?)
"Ah yes I'm happy today, today I'm very happy, I feel free now"
(Ah ya aku sedang senang hari ini, hari ini aku sangat senang, aku merasa bebas sekarang )
"Wow that's good, have you asked your lover's permission to come out"
(Waw baguslah, apa kau tidak meminta izin kepada kekasih mu untuk keluar )
"No, no need, because he's not here,"
(Tidak, tidak perlu, karena dia sedang tidak ada di sini)
"Really, where is he ?"
(Sungguh, kemana dia? )
"He is working abroad"
(Dia sedang ada pekerjaan di luar negeri )
"Oowh Really? why are you so happy, you should feel sad because you didn't meet"
(Oowh sungguh? kenapa kau begitu senang, harusnya kau merasa sedih karena tidak bertemu )
"Yeah it should be like that, but I don't feel it"
__ADS_1
(Yeah harusnya seperti itu, tapi aku tidak merasakan nya )
"Do you not love him anymore? "
( Apa kau sudah tidak mencintai nya lagi ?)
"I don't know, You know his attitude like that makes me feel constrained"
(Aku tidak tau, kau tau sikap nya yang seperti itu membuat aku merasa terkekang )
"You know that means he really loves you, he's like that maybe because he doesn't want to lose you"
(Kau tau itu artinya dia sangat mencintai mu, dia seperti itu mungkin karena tidak mau kehilangan mu)
"Yes but I don't want if every day I have to be roughed or beaten like that"
(Ya tapi aku tidak ingin jika setiap hari aku harus di kasari atau di pukuli seperti itu)
"Hey, never mind, hopefully one day he will change "
(Hey, sudahlah, semoga saja suatu saat nanti dia berubah)
"Yeah i hope"
(Yeah aku berharap )
I hope there will be a man like you in my life someday Ryan.
(Aku berharap akan ada pria seperti mu di hidup ku suatu saat nanti Ryan )
Olivia bergumam dalam hatinya, lalu bertanya kembali kepada Ryan.
"Hey how about you, are you okay, but it seems you're not well"
(Hey bagaimana dengan mu, apa kau baik-baik saja, tapi sepertinya kau sedang tidak baik)
"Yeah just a little bit"
(Yeah hanya sedikit )
"Try to tell me, I will be a good listener for you"
(Coba ceritakan lah padaku, aku akan jadi pendengar yang baik untuk mu)
"No, no need this is just a small problem"
(Tidak, tidak perlu ini hanya masalah kecil )
"Eeumm, a paa k au ti dak mau men cerita kan nya ?"
Ucap Han-na terbata-bata.
"Hahahha wow seriously, you can speak Indonesian ?"
(Hahahha waaw serius, kau bisa berbicara bahasa Indonesia ?)
"Hehehe...Yes, just a little, maybe this is really bad"
(Hehehe.. iya hanya sedikit, mungkin juga ini sangat buruk )
"Hey it's okay, I will teach you"
(Hey tidak apa-apa, aku akan mengajarimu )
"Serious? wow so happy"
(Sungguh ? waaa senang nya )
"But on one condition"
(Tapi dengan satu syarat)
"Huh, should there be any conditions? What is it?
(Hah, apa harus ada syarat nya ? apa itu ?)
"The condition is that you have to teach me the language of your home country too"
(Syarat nya adalah kau harus mengajariku bahasa negara asalmu juga )
"Haha gladly Ryan"
(Haha dengan senang hati Ryan )
Perbincangan yang hangat, mereka berbincang sampai beberapa jam, sampai kemudian Han-na tidak sengaja melihat tangan Ryan yang sedikit memar, dengan refleks Han-na langsung memegang tangan Ryan lalu meniupnya awalnya Ryan terkejut, tapi Ryan hanya diam dan hanya memandang wajah Han-na, ketika Han-na tidak mendengar jawaban, Han-na mendongkak lalu...........
__ADS_1
****
BERSAMBUNG