Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 21(keberanian Rafael)


__ADS_3

Pulang sekolah aku dijemput mas Adit. Mungkin disempat sempat kan karena aku tau betapa sibuk ya mas Adit akhir akhir ini


"mas...."aku memberanikan diri untuk membicarakan kata kata Rafael tadi


" hemz.... "balas mas Adit


Aku ragu ragu mengungkapkan nya. Aku takut mas Adit akan marah saat tau kalau Rafael adalah perusak masa depan ku itu. Dan sepertinya mas Adit membaca logatku itu


" ngomong ae. Soal marah atau tidak, coba aku pikirkan nanti"lanjut mas Adit. Seketika dahiku mengernyit heran." Mas ku ini apa cenayang ya? Kok tau isi hatiku" batinku


"aku bukan cenayang. Kebaca dari sorot matamu itu. Dia ngikutin kita kan?"


Fiks, mas ku cenayang


"itu yang jadi pikiran ku, Mas. Aku sudah menghindar, tapi dia ngikutin terus" aku menunduk. Tak berani menatap mata mas Adit


"kita lanjutkan pembicaraan ini nanti. Suruh dia mampir. Biar mas yang ngomong. Jangan sampai keluarga Maheswara tau duluan. Habis pasti nyawanya kalau keluarga Maheswara tau" ungkap mas Adit. Dan aku hanya bisa mengiyakan. Benar kalau keluarga ku tau, selesai pasti nyawanya. Aku tau kekuasaan Maheswara seperti apa


Mobil melaju ke rumah dinas mas Adit. Aku turun duluan untuk menghampiri Rafael.


"sudah ngomong?" tanya Rafael padaku


"sudah. Mas Adit mau ngomong" balasku


Kulihat Rafael langsung turun dari motornya. Kuajak dia menuju ruang tamu rumah kami.


Saat masuk, Mas Adit langsung menyuruh Rafael untuk duduk

__ADS_1


"apa maksudmu ngikutin mobil kita tadi? Aku yakin kamu bukan sekedar iseng kan?" mas Adit tanpa basa basi langsung menodong pertanyaan itu pada Rafael


"aku mau minta ijin mulai besok mengantar jemput Nadira." balas Rafael tanpa basa basi pula


"buat apa?apa kamu pikir aku tak mampu mengantar jemput ya?"


"bukan. Aku hanya mengurangi beban Anda saja"


Benar benar kayak obrolan 2 robot. Kaku banget dan tegang


"kalau aku ngga mengizinkan?"


"aku akan terus mengikuti mobilmu dari mengantar dan menjemputnya"


"baguslah. Jadi Dira jauh lebih aman karena sekarang punya pengawal. Tapi kau itu pengawal atau penghancur ya?" ujar mas Adit


"aku minta maaf atas apa yang aku lakukan sama Dira beberapa waktu yang lalu. Meskipun aku masih kecil, aku juga sudah bisa tergoda dengan Dira. Anda juga tau kan kelebihan dari adik Anda?" kali ini Rafael menyeringai dan hasilnya


"bang***! Jangan pernah memandang rendah adikku. Dia dijebak. Dan kau pun tau itu. Kenapa kau malah memanfaatkan keadaan?" mas Adit menghajar Rafael membabi buta. Aku pun segera melerai nya. Takut masalah ini menjadi panjang. Dan keluarga ku akhirnya tau siapa tersangka kemarin


" aku hanya lelaki biasa. Ada godaan di depan mata ya aku lanjutkan. Aku bukan pengecut yang lepas tangan. Maka dari itu, ini sebagai bentuk tanggung jawab ku. Aku tau kesalahan ku itu tidak bisa mengembalikan sesuatu nya seperti semula. Setidaknya, sampai dia dewasa, aku akan menjaganya dan meminangnya sampai saatnya tiba.


Aku juga sudah mempunyai beberapa usaha. Jadi aku tak bergantung pada orang tuaku. Aku hanya butuh waktu sampai dewasa saja untuk bertanggung jawab. Tidak mungkin sekarang karena masa depan juga butuh kepandaian psikis. Jadi, aku minta kepada Anda untuk merestui hubungan kami "jelas Rafael panjang lebar. Kini dia sudah kelas 3 SMA. Jadi sangat penting baginya untuk lancar pendidikan sampai lulus


" bagaimana kalau dari kejadian kemarin menjadi janin? "tanya mas Andi


" biarkan kami menikah Siri dan Dira home scooling. Tidak ada masalah dengan hal itu. Dan aku mampu menghidupinya jika memang itu yang terjadi"ujar Rafael sombong

__ADS_1


"Omongan anak Sma yang sok kupikir. Seberapa hebat usahanya sih sampai dia bisa sombong kayak gini" batinku


"apa kamu pikir aku mau? Ngga inget sudah punya calon tunangan yang galaknya melebihi asu manak(anj"*** melahirkan)? "tanyaku. Aku geregetan dong seolah olah dia adalah cowok bebas. Padahal sudah punya calon istri


" gue ngga pernah sepakat soal perjodohan itu. Jadi kamu tenang aja. Mama papaku aja manut apa kataku kok. Cukup persiapkan hatimu untuk aku aja"tegas Rafael lagi


" kalau benar Dira dijebak, seharusnya kamu tau dong siapa yang sudah menjebak Dira? Kenapa ngga kamu tindak lanjut? Bagaimana kalau kedepannya dia berusaha mengganggu Dira lagi? Bisa apa kamu untuk melindungi dia" cerocos mas Adit lagi


"cukup dia disampingku. Tak perlu berkeliaran lagi. Aku cukupi semua kebutuhan dia. Yang membuat dia terjebak kan memang tempatnya yang terkutuk. Di dukung banyaknya musuh yang Dira punya. Lo, gue dan Maheswara itu mempunyai masa lalu dan masa sekarang dengan cewek toxic. Seharusnya ini bukan hanya tanggung jawab gue. Lo dan Maheswara itu juga perlu mengingatkan ceweknya agar tak mengganggu Dira. Cukup sekian dan terima kasih. Aku pulang dulu"


Aku jadi kaget


Baru saja ceramah langsung pamit. Sebuah kecupan di kening pun hingga di dahiku.


"ini disini dulu. Besok kita lanjutkan." pamit Rafael. Dia pun ijin juga ke mas Adit.


"ternyata masih punya sopan juga" batinku


"dia gila apa sudah stres karena dapatin kamu sih, Dir??? Bahasanya sok dewasa dan merasa tanggungjawab banget. Apa dia ngga tau rumah tangga itu ngga semudah apa yang dia ucap? Apalagi kalian masih byi kayak gini.mau jadi apa masa depan rumah tangga kalian? "ujar mas Adit. Mungkin dia heran ada anak muda yang sesongong dia. Aku sih ngga heran. Toh dia memang mampu. Entah dari ortu atau usahanya yang katanya cukup buat menghidupi aku itu


" mas salah kalau tanya aku. Aku aja meskipun satu sekolah sama dia hampir 4 bulan ini, bisa dihitung dengan jari waktu ketemu ya. Seharusnya tadi waktu dia masih disini, diajak debat. Sampai berbusa juga boleh. Asal puas mas sama jawaban dia. Tapi gimana kalau beneran hamil ya, mas? "tanyaku


" hamil ya hamil aja. Home scooling biar ngga dibully. Apa mau keluar negeri aja? Biar diurus sama keluargamu kepindahannya. Kalau aku sih, kalau memang itu cowok mau tanggung jawab, ya disini aja. Meskipun nasabnya ada di kamu, lumayan tu duitnya buat jajan. "


" mas ih. Emangnya gaji dokter spesialis itu mengenaskan ya? Kok masih nggratil duit orang? "sahutku


" kalau ada yang gratis, ngapain bayar sih, Dir? Ngirit+hemat"

__ADS_1


Aku hanya bisa geleng geleng kepala.


MAS KIKIR!!!!


__ADS_2