Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 44


__ADS_3

Acara di sawah berakhir habis makan bersama. Memang warga disini jarang yang mau bekerja di sawah seharian full. Karena biasanya mereka juga beternak.


"mbok, ini dari sini ke rumah ngga beberes dulu nih.?kayak zombie nih, mbok" gerutu Calvin. Dia merasa tidak nyaman jika harus berjalan jauh dengan badan bau keringat dan kaki penuh lumpur


"ntar di sebelah sawah ini ada sungai kecil, Den. Bisa bebersih di situ nanti. Airnya bening kok tenang aja" mbok Darmi mencoba menenangkan Calvin. Dia paham mereka orang kota anak orang kaya belum terbiasa berkubang lumpur seperti ini


"jauh ngga, mbok?" lanjut Calvin lagi


"ngga. Itu dibawah. Hati-hati. Licin. Nanti tergelincir!" jawab mbok Darmi. Calvin yang tidak sabar segera mempercepat jalannya. Dan benar saja, sungai kecil ini sangat jernih airnya. Calvin pun segera bergegas ke bawah ingin merasakan segarnya air sungai itu. Namun karena tak hati-hati, seperti kata mbok Darmi tadi, Calvin pun akhirnya terpeleset. Untung sungai itu dangkal. Jadi tak membuat luka yang berarti. Hanya sedikit goresan saja


"mam*** lo! Ngga sabaran sih!" ujar Austin. Mereka pun mengikuti langkah Calvin tapi lebih hati-hati. Sedikit pun goresan hasilnya tetap perih kan?


"seger banget. Sumpah!" calvin pun malah tiduran diatas air yang mengalir. Ini adalah pengalaman pertama bisa bermain air di alam desa yang masih asri seperti ini


Yang lainpun tanpa diperintah ikut ikutan rebahan di atas air sungai. Air ini hanya seperti mata air. Mengalir perlahan dengan debit air yang tidak terlalu banyak. Hingga bisa untuk duduk atau rebahan. Tapi tidak untuk lari larian karena sangat licin


"foto dong. Lumayan buat koleksi IG" mereka masih saja menikmati segarnya air tanpa melihat orang orang diatas yang menatap terpana atas wajah dan kelakuan mereka


"mbok! Turun. Kita foto foto dulu" Calvin pun mengajak mbok Darmi untuk ikutan turun.


"ngga lah, Den. Malu. Sudah tua juga" jawab mbok Darmi sambil tertawa. Beberapa teman mbok Darmi pun banyak yang mentertawakan kelakuan anak mantan juragan mbok Darmi dan teman-teman nya itu. Tapi bagi mereka ini hiburan tersendiri. Kapan lagi melihat para pria ganteng kan?


"ish, ngga usah malu. Ayo semua diajak. Besok kita sudah pulang lho. Biar ada kenang kenangan gitu." seru Betrand yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari teman-teman nya


"kok cepet amat? Katanya mau liburan disini?" seru Rafael. Meskipun pikirannya masih berat ke Nadira dan dia ingin secepatnya menemukan Nadira, tapi dia tidak ingin membuat teman-teman nya kecewa. Mereka sangat bahagia berada di sini

__ADS_1


"minggu pagi gue ada acara keluarga. Papa gue baru aja ngehubungi. Besok sore kita pulang kalau masih berat disini. Liburan semester kita kesini lagi. Boleh kan mbok?" mbok Darmi yang ditanya mendadak jadi kaget. Namun dia segera menguasai keadaan


"boleh dong. Masak enggak. Tapi besok pulangnya habis ashar aja. Besok ada kerja bakti sama grebek desa. Acaranya ramai. Rugi dah sampai sini ada acara kok tidak ikut" ucap mbok Darmi menjelaskan.


Berharap mereka tetap disini sampai besok sore. Nanti dia akan masak masak dulu buat oleh-oleh sekaligus bekal untuk para juragan kecil itu


"siap, mbok. Tapi sekarang kita foto foto dulu sini" mbok Darmi dan rekan-rekan nya lekas turun ke sungai. Mereka tertawa bahagia bisa ikut-ikutan gila seperti anak muda saat ini. Foto foto dan main air melupakan sedikit beban rumah tangga yang sedang dihadapi mereka


**********


"semangat hidupnya lemah. Diapun seperti nya sudah pasrah pada nasibnya. Apakah di antara anda semua tidak ada yang benar-benar bisa menjadi penting di hatinya saat ini? Atau bisa mencarikan seseorang yang bisa menjadi penyemangat hidupnya saat ini? Dia harus punya semangat hidup terlebih dahulu jika tidak maaf kalau saya harus penyampaikan hal ini, mungkin hal buruk akan terjadi padanya suatu saat nanti."


Deg


Keluarga Maheswara menjadi ketar ketir. Mereka sadar, bahwa mereka tak begitu kuat untuk dipertahankan. Mereka hadir setelah sekian tahun Nadira berjuang seorang diri. Di sekolah pun Nadira tidak mempunyai teman dekat. Mereka hanya teman yang biasa saja. Lalu mereka harus mencari siapa untuk membuat semangat hidup Nadira kembali


"kakak, aku Samuel. adik tirimu. Mungkin hidupku hampir sama seperti mu. Mommy bersamaku hingga aku berusia 3 bulan. Tapi tak sekalipun mami memberikan Asi untukku atau pun perhatian lainnya. Katanya Asi mommy memang tidak keluar. Beliau terlalu kepikiran kakak. Mungkin setelah kelahiranku, mami menjadi teringat kakak. Anak yang telah di buangnya.


Aku tak akan pernah menyalahkan kakak. Karena apapun yang kakak alami, mungkin jauh lebih menyedihkan dari apa yang aku alami. Kakak harus segera sadar. Kita kenalan. Ada kak Abram juga. Kakak ngga sendiri. Kita saudara satu rahim. Semangatlah, kak. Ada titipan dari mommy untuk kakak.16 tahun Daddy menyimpannya. Semoga isinya baik-baik saja. Karena kami juga ngga tau apa isinya.


Kata Daddy, wajah kakak mirip banget sama mommy. Kakak sangat cantik. Aku bahagia akhirnya bertemu dengan kakak. Kak.... "belum selesai ucapan dari Samuel, suara dari luar sudah menghentikannya


" Sam.... Mereka segera kesini. Ayo cepet pergi "suara dari luar membuat pembicaraan berhenti.


" love you, kak"

__ADS_1


******


Wulan hari ini full menemani Nadira yang belum sadarkan diri semenjak tiba di negara ini. Semua masih sunyi tak ada kegiatan apapun kecuali bermain hp


"mbak..."


Suara itu.


Suara itu tentu saja yang dia tunggu selama ini. Matanya langsung menatap ke arah sang calon adik ipar. Air matanya langsung keluar dengan derasnya. Dia memeluk erat tubuh adik iparnya.


"kenapa baru bangun? Kami sudah sangat sedih saat kamu sakit kayak gini. Jangan lemah lagi ya? Kamu mau aku apain mereka?


Penjara? Oke!


Bunuh? Siap!


Disiksa? Lanjut!


Tapi mbak mohon, jangan kayak gini lagi. Ikhlaskan kedua anakmu. Meskipun gampang ngomongnya sulit menjalaninya, mbak mohon ikhlaskan mereka. Biarkan mereka menjadi jalan surga untuk mu. Kamu pahamkan? Masih banyak orang yang sayang sama kamu. Jangan menyerah! Buktikan kalau kamu wanita tangguh dan buat mereka semua menyesal sudah membuatmu kayak gini. Apalagi tokoh utama penjebakkan ini belum diketahui. Dia pasti akan mengira jebakannya membuat nama baik kamu jadi buruk. Kamu harus bangkit. Mbak sayang banget sama kamu, Dir! "Wulan terus saja berceloteh. Dia tidak perduli Nadira mendengarnya atau tidak. Dia hanya ingin mencurahkan seluruh isi hatinya yang dia pendam selama Nadira bungkam


" Samuel? "tanya Nadira begitu tersadar.


Wulan langsung mengernyitkan dahinya


" siapa Samuel? "

__ADS_1


__ADS_2