Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 41


__ADS_3

Keesokan harinya Rafael, calvin, Austin dan Betrand bersiap ke desa mbok Darmi.sangat jauh namun elok dan sejuk. Namanya juga didesa. Naik turun, berkelok, untung saja sudah diaspal halus.


"jauh sangat, pak Ahmad!" seru Rafael pada supirnya. Mereka tidak jadi motoran. Karena lokasinya jauh. Untung papa Rafael ingat kalau desa tersebut sama dengan desa sopir ya. Jadi dia yang disuruh mengantar anak dan teman-teman nya menjenguk mbok Darmi


"memang, Den! Tapi nggak akan rugi. Pemandangan nya elok kan?" jawab pak Ahmad


Jalur pegunungan yang dingin dan berkabut menambah syahdu hari ini. Mereka pun terpana dengan jalur berliku dan menanjak membuat sopir harus selalu hati-hati saat di kelokan. Tak jarang truk-truk pengangkut pasir atau tanah galian hilir mudik di jalan ini.


"pemandangan kayak gini ngga bakal kita temui saat kita sudah balik ke kota nanti. Jadi nikmati."


Meskipun pemandangan ini sangat indah, tapi tak memudarkan pikiran Rafael dari Nadira. Dimana dia sekarang? Bagaimana keadaannya? Andai dia bisa sedikit menekan emosinya, tentu keadaan ngga akan jadi seperti ini. Dia kini menyadari ternyata dia sangat kejam.


Air mata mulai mengalir tanpa bisa ditahannya. Rasa ini sungguh menyesakkan dada. Dalam hati kata maaf itu terus terucap. Tapi tak dapat tersampaikan. Keadaan Nadira saat dia tinggalkan selalu menghantui pikirannya.apa dia sudah sadar dari komanya?


"ntar pasti ketemu. Lain kali jangan gengsi kalau mau mengakui cinta mu buat dia. Kesalahan ini yang terparah.meski gue ngga ikutan, tapi jujur gue juga minta maaf. Karena ngga bisa mencegah lo buat ngga keterlaluan sama Nadira. Setelah ini beres, gue janji bakalan suruh semua anak buah bokap gue buat mencari Nadira."ucap Betrand. Memang diantara kami bertempat, ekonomi keluarga Betrand yang paling mumpuni


" gue hanya ngga menyangka gue bisa segegabah itu. Kasihan dia. Untung dia yatim piatu. Jika dia ada keluarga, bakalan habis gue dibabat habis keluarganya"rafael hanya menatap kosong apa yang ada didepannya

__ADS_1


Kawan-kawan yang lain sudah terlelap. Tapi Rafael masih tak jua memejamkan mata jeritan dan tangisan Nadira terus terbayang di otaknya. Lama-, lama dia bisa gila kalau begini terus


Saat sampai ditempat mbok Darmi, mereka semua jadi heboh. Mungkin sangat jarang bagi mereka dikunjungi para majikan kali ya


"pada repot repot kesini tow, Den? Ayo masuk masuk! Maaf ya cuma kayak gini rumah simbok" mbok Darmi mengajak Rafael dan teman-teman nya masuk rumah.


Rumah yang luas, meskipun sederhana. Dikelilingi halaman yang tak kalah luasnya. Kalau dikota mah sudah disebut juragan tanah ini


Didepan dihiasi bunga yang beraneka ragam. Disamping nya ditumbuhi segala macam sayuran. Memang benar kata orang, orang desa mah dilepas dikebun pun bakal hidup sendiri


"pada ke sawah. Panen. Aden pada mau ikutan panen ngga?" mbok Darmi hanya tersenyum menggoda. Ngga mungkin kan anak orang kaya macam mereka mau kotor-kotoran di sawah?


Rafael dan Kawan-kawannya saling lirik


"kita 3 hari disini. Lumayan pengalaman baru nih. Besok saja tanya-tanya Putri nya gimana? Penasaran gue pengen ngalamin sendiri rasanya panen. Boleh kan mbok?" Austin sangat menampakkan penasaran nya. Dikota sawah hanya beberapa. Dan kalau ngga kenal, ngga mungkin kan mereka merecoki orang panen disana


" boleh kok, Den! Tapi Putri siapa yang Aden maksud? Apa non Putri yang sekarang ada dirumah den Betrand? "mbok Darmi menanyakan sesuatu yang sebenarnya juga menjadi pertanyaan dalam hatinya dari dulu.

__ADS_1


" heem. Aku masih merasa aneh. Kayak ngga ada chemistry gitu mbok. Ngerti kan mbok? "mbok Darmi malah mendekat. Kayaknya pembicaraan kali ini sangat serius


" chemistry apaan, Den? Sebentar, mbok mau nitipin bekal ke sawah dulu ke Minah. Kita ngobrol dulu. Besok aja ikut panennya ya, Den Austin. Masih panen ke beberapa sawah sama Tegal(ladang) besok.lagi serius ini. Nanggung kalau ditinggal" mbok Darmi langsung bergegas meninggalkan mereka dan menitipkan bekal makanan ke salah satu menantunya. Rafael dan teman-teman nya hanya terdiam mendengar betapa antusiasnya mbok Darmi tentang pembicaraan mereka kali ini


"ok. Lanjut, Den. Chemistry itu apaan?" mbok Darmi langsung duduk di tengah-tengah mereka. Dia pun ingin tahu penyebab utama mereka tiba di desa ya ini


"perasaan yang terikat. Paham ngga, mbok! Kayak apa yah? Kayak gini, kita tuh saudara meskipun beda ibu. Tapi kok perasaan dekat itu ngga ada yah, gitu." ungkap betrand


"nah, simbok juga setuju. Neng putri itu dulunya santun. Pinter masak, hormat sama orang tua. Kok ini lebih ke nenek sihir. Ngga inget apa waktu jualan keliling desa? Dia itu waktu kecil susah. Diajak jualan keliling kampung sama mbok Inah. Kasihan saya, Den. Tapi kok sekarang malah mengerikan. Hobi teriak-teriak. Ngga ada sopan santunnya. Kalau bos tuan menasihati katanya karena bos tuan ngga pernah mendidiknya. Kan gila!ngga masuk akal kalau kata simbok Putri bisa seaneh itu. 5th berlalu, tapi ngga mungkin ajaran mbok Inah ilang gitu aja. Ini juga alasan mbok pilih pensiun. Selain anak udah lulus semua, mbok ingin lepas dari tekanan non Putri. "jawaban mbok Darmi membuat semua saling pandang. Seextrim itukah polah Putri?


" emang masa kecilnya Putri kayak apa sih, mbok? Bukannya papa mamanya dari keluarga kaya raya? Kalau bulanan sejuta dua juta kayaknya kagak mungkin"ucap Calvin. Tentu saja dia penasaran tentang kehidupan masa kecil cucu 2 orang miliuner yang terbuang.


" kagak tau sih perbulannya berapa. Tapi kan Maheswara dulu belum seperti sekarang. Kalau mereka sudah kaya, kagak mungkin non Putri dibuang. Orang non Anggun kan anak kesayangan Maheswara. Ngga mungkin dong cucunya diterlantarkan. Karena dulu keuangan mereka masih susah. Makanya sama kakek ya dijodohkan. Kebetulan Tuan Wirawan Utama juga sangat menyukai non Anggun. Padahal mereka sama-sama tau kalau mereka sudah menikah siri dengan pasangan masing-masing. Entahlah apa yang ada di pikiran para bandot tua itu. Mbok juga ngga abis pikir. Ujung-ujungnya non Putri dibuang karena terlahir perempuan. Salahnya dimana coba kalau non Putri perempuan? Andai mbok itu dulu miliuner, udah tak pites itu 2 bangkotan kurang ajar yang udah punya ide buat nikahin non Anggun dan bos tuan. Sayang mbok cuma pejuang receh. Hanya bisa mengumpat dalam hati aja atas kelakuan 2 bangkotan tua itu. "ucap mbok Darmi berapi api


" udah dulu non putri kuruuuussssss banget. Anak anak mbok yang cerita. Entah apa yang dilakukan anak-anak mbok Inah. Mereka bisa pakai baju bagus, makan enak tiap hari, anak-anaknya juga gemuk-gemuk. Padahal suami mereka kan ngga kerja. Sedangkan non Putri yang katanya buyut miliuner, harus panas-panasan, hujan-hujanan jualan gorengan untuk bisa makan. Buat jajan aja sulit. Pernah anak mbok cerita karena kasihan Putri dibelikan jajanan sama si samsul. Anak pertama simbok. Eh, katanya malah diminta si Desy anak si Lastri. Maka dari itu simbok bilang kalau lain kali ajak Putri ke rumah saja. Biar ngga diganggu di Desy itu. Kan kesel! Eh, malah sekarang sombongnya minta ampun. Pengen saya pites itu anak kalau bukan anak juragan mah! "lagi lagi mbok Darmi seperti kesurupan menceritakan kedukaan si Putri


" Kalau memang dia pernah semenderita itu, kenapa sekarang jadi tak tau diri??? "

__ADS_1


__ADS_2