
" siapa Nadira? "mama Lasmi memulai acara tanya jawab dengan teman anaknya itu
" wanita yang dirusak Rafael "jawab Austin singkat. Dan dalam waktu singkat juga orang tua Rafael jadi kaget. Apa maksudnya?
" ngga mungkin Rafael berbuat seperti itu. Kalian kan sahabatnya. Kenapa malah menuduhnya seperti itu? "tanya mama Lasmi kembali
" anak mereka gugur karena kecemburuan Rafael dan atas perbuatan kami juga. "
Deg
Apakah benar-benar anaknya telah merusak orang lain?dan anaknya telah berbuat sesuatu yang membuat calon cucunya meninggal? Apakah anaknya sampai tega berbuat hal itu?
Disaat mama Rafael masih memikirkan hal yang perkataan Austin, Austin dan Calvin pergi segera. Lebih baik dia mencari Betrand. Takut sahabatnya itu berbuat sesuatu yang buruk kepada Rafael.
*********
__ADS_1
Di rumah sakit keadaan Rafael masih lemas dengan selang infus yang mengalir di nadinya
"bangun lo sebelum gue bunuh mama lo! Bangun gue bilang!gue ngga pernah ikhlas adek gue lo sakiti. Tapi lebih ngga terima lagi kalau mama lo bilang adek gue murahan!" kata-kata Betrand membuat atensi Rafael berpindah kepadanya. Airmata langsung menetes ketika Betrand lagi-lagi menyinggung tentang wanitanya.
" adek gue ngga murahan. Lo yang membuat dia murahan! Lo siksa fisik dan batin dia. Puas lo!gue emang bego ngga mendengarkan kata hati gue buat nyelametin dia. Dan ini jadi penyesalan paling dalam dalam hidup gua. Gua udah pontang panting kesana kemari nyariin dia buat biar bisa bersama. Tapi ngga ada hasil. Gua lelah fisik dan mental, Raf. Lo ngerti ngga! Dan saat tiba di markas, mama lo ngomel-ngomel seenak jidatnya. Lo tau rasanya jadi gue? Sakit tapi ngga bisa ngelampiasin amarah gue, Raf! "airmata Betrand pun turut mengalir deras. Dia sudah pergi ke beberapa rumah sakit. Tapi tak ada hasilnya. Mau minta bantuan orang tua pun ngga mungkin. Karena dia sudah berjanji, akan membalas perbuatan orang-orang yang sudah kejam kepada adeknya, sebelum dia membawa Nadira ke keluarga besarnya
omongan Betrand membuat luka tersendiri di hati Rafael.
" bangun! Jangan cuma nangis bisanya lo! Cari dia. Tanggung jawab. Gue ngga mau tau. Mau dia di ujung dunia, gue ngga mau tau. Yang gue mau sekarang, lo bangun. Buktiin bisa apa lo buat membuat bahagia adek gue. Adek gue sekarang bahkan ngga tau masih hidup atau ngga karena pendarahan hebat itu. Dan lo pelopor utama kesakitan dia hanya bisa nangis kayak gini. Laki ngga lo. Lo harusnya sadar saat ini andai Maheswara tau lo nyakitin keturunannya, keluarga lo pasti habis. Lo tau kan kekuatan Maheswara sekarang seperti apa? Jangan lo pikir lo akan berjodoh dengan putri palsu lo dapat perlindungan Wirawan. Enggak! Karena gue ngga bakalan biarin itu terjadi. Apa yang seharusnya milik putri yang asli, akan terus jadi milik dia. Sedangkan lo kalau mau tetap kayak mayat hidup kayak gini, silahkan! Tapi jangan harap saat gue bisa ketemu sama Nadira nanti, gue bakal berikan sama lo. Cowok lemah kayak lo ngga pantes buat adek gue yang keturunan Wirawan dan Maheswara. Pantesin diri lo buat bersanding sama adek gue. Kalau ngga, selamanya, lo ngga bakalan bisa lagi ketemu sama dia. Camkan itu! "Betrand bergegas meninggalkan tempat yang membuatnya susah bernafas itu. Dia sebenarnya juga tidak tega melihat sahabatnya seperti itu, tapi kalau teringat Nadira yang sakit dan dia tidak bisa berbuat apa-apa, rasanya kesakitan Rafael ini belum ada apa-apanya.
Perubahan besar pun terjadi. Rafael makan dan minum obat yang sudah disediakan. Walaupun rasanya mual karena sudah beberapa hari tidak ada apapun yang masuk ke perutnya kecuali air infus, tapi dia tetap memaksakan dirinya. Dia harus sehat dan kuat. Namun karena aksi mamanya tadi siang, dia tidak membiarkan mamanya memasuki ruang perawatannya. Sakit hati saat Betrand cerita bahwa mamanya menyebut Nadira sebagai wanita murahan sangat menusuk batinnya. Dan dia tidak akan mudah memaafkan hal itu
"besok carikan gue buku bisnis." ucap Rafael kepada Calvin. Tentu saja ucapan itu membuat kaget kedua temannya.
"buku bisnis apa aja. Atau bisnis batu bara ya?" ucapan calvin kali ini mendapat geplakan langsung dari Austin.
__ADS_1
"Lo pikir usaha berlian semudah usaha donat. Tinggal beli tepung, gula, pengembang? Seenak jidat lo aja ngomong. Duit lo berapa? Observasi dulu. Kalau ya itu tanah ada Batubara ya. Kalau ngga?" Disana juga banyak penipu. Banyak pula mafianya. Belum alat-alatnya. Ngapain sih? Buat usaha yang gampang dulu aja sambil cari koneksi yang bisa menghasilkan banyak duit.lo cari tuh furniture unik. Jual ke luar. Kalau bisa, pasti untung gede. Jangan usaha yang berat. Modalnya gede. "ucapan Austin memang paling masuk akal
" iya juga sih. Saat longgar aja kita ke pengrajin. Kita coba pasarkan apa yang mereka buat dulu. Kalau bisa yang agak pelosok. Harga murah, kualitas terjamin. Dan mereka biasanya cuma pengrajin kecil. Jadi kita bisa bantu usaha mereka, menaikkan ekonomi mereka, kita juga mencari untung. Meski kecil, kita anggap belajar dulu. Jangan sepelekan usaha kecil. Kalau kita serius, kita pasti sukses kok."ucap Calvin. Mereka tak sekaya Maheswara atau Wirawan. Jadi kalau mau usaha, modal mereka pun pasti kecil. Biar tidak terlalu mengganggu ekonomi keluarga.
" kafe lo apa kabar, Raf? "tanya Austin. Sejak tadi sahabatnya itu hanya diam. Dia takut kalau sampai sahabatnya kesurupan karena terlalu lama diam
" baik"jawab Rafael singkat. Mengandalkan kafe untuk bersaing dengan Maheswara kelihatannya akan sangat sulit. Untuk itu dia butuh referensi bisnis yang bagus di masa depan.
" menurut lo, apa bisnis yang baik buat kita? Lawan kita orang maha kaya. Lo paham kan maksud gue?" Calvin benar-benar takut jika perbuatan yang mereka perbuat dulu sampai terdengar keluarga Maheswara. Entah bagaimana nasibnya di masa depan. Untuk itu untuk mencegah semua hal buruk di masa depan, dia harus punya usaha yang kuat dan besar. Biar tetap dapat kokoh berdiri
"kita ikutin kata Austin. Jika sampai Dira pulang, pasti tidak saat ini. Minimal 5th lagi. Menunggu dia lulus sekolah. Gue bisa memastikan, keluarganya ngga bakal ngebiarin dia disini untuk saat-saat dekat ini. Kita bisa mencoba berbagai macam usaha yang minim modal. Seenggaknya kita punya pegangan usaha dulu"ucap Rafael.
Kepalanya saat ini buntu untuk memikirkan hal yang rumit. Jadi dia lebih memilih untuk mengikuti arus saja
"bagaimana dengan putri? Kalau Betrand sudah berterus terang, nasib putri sudah tidak ada yang tau. Kecuali dia punya pegangan seseorang yang kuat. Reza dan Marcel jelas ngga mungkin. Dia sangat benci sama itu manusia." mata Austin dan Calvin langsung melirik Rafael. Karena itu adalah kemungkinan terbesarnya
__ADS_1
" gue akan suntik hormon"