Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 47


__ADS_3

Fakta bahwa dia telah membunuh anaknya membuat psikologis Rafael jadi terganggu. Dia bungkam. Hanya airmata yang menjawab semua deritanya. Ingin rasanya dia membunuh dirinya saat ini, tapi bayangan Nadira yang menangis waktu itu merus menari di pelupuk matanya.darah itu. Yang dia sangka dapat diobati segera, ternyata tak mampu mengobati batinnya. Itu darah anaknya. Anak yang seharusnya dapat dia ketahui keberadaannya kalau dia tidak diselimuti cemburu berlebihan. Wanitanya. Apakah dia baik-baik saja saat ini? Ataukah keadaannya semakin buruk?


"dia dibuang dari bayi, semua kemewahan yang seharusnya dia terima, direbut orang lain. Di usia 5 tahun kembali dibuang oleh anak orang yang merawatnya. Saat dia remaja harus memikul beban berat hidup sendirian. Saat sekolah kembali dapat bullyan. Bahkan sampai dirusak masa depannya. Saat dia akan bahagia, kembali lagi kebahagiaannya direbut oleh pria ba*****. Menurut lo gue harus membalas bagaimana kepada orang itu. Hah? "ucapan Betrand saat menjenguknya kemarin masih terngiang di otaknya.


Yah. Dia sejahat itu. Kedua anaknya meninggal tanpa sempat dilahirkan dan itu karena kecemburuannya. harus bagaimana nanti jika dia bertemu Nadira? Mampukah dia mengucapkan maaf?


Seluruh keluarganya pun sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi. Setiap ditanya apa alasannya dia sedih, hanya bungkam jawabannya. Austin dan Calvin pun memilih jalur yang sama. Hanya diam. Sedangkan Betrand memilih untuk menghilang sementara waktu. Daripada batinnya kembali terluka karena kebodohannya, dia memilih menepi sekaligus mencari Nadira. Dia hanya bisa berusaha mencari seandainya keluarga Maheswara memilih menyembunyikannya. Kesalahan keluarganya kepada Nadira sudah tak terhingga hingga dia pun malu kalau sampai menanyakan keadaan Nadira kepada keluarga Maheswara


Seminggu sudah berlalu. Tak ada perubahan yang berarti. Rafael masih terbaring lemas di rumah sakit. Kebungkamannya dalam segala hal membuat dokter menyarankan untuk membawanya ke spikiater. Bisa berakibat fatal kalau tidak ditangani secara serius. Karena asupannya yang masuk hanya dari infus


"apa kamu sudah tidak sayang kepada kami, Raf? Apa kasih sayang kamu sama dia begitu besar hingga melupakan kasih sayang kami sebagai keluargamu? Apa kami sudah tidak berhak melihat senyum putra kami lagi? Kalau kamu sayang padanya kejarlah, nak! Jangan kayak gini. Kamu mau mama dan papa lekas mati karena melihat kamu kayak gini? "ucap mama Lasmi. Mama Rafael. Airmata sudah tidak terbendung lagi. Anaknya yang dulu sering dia marahi kalau berbuat ulah, kini hanya terbaring dengan airmata yang sepertinya tidak pernah kering. Harus dengan cara apa lagi dia mensuport anaknya agar bisa kembali seperti semula.


Semua teman sekolahnya tidak ada yang mengetahui apa masalah yang sebenarnya. Sahabatnya yang dia pikir pasti mengetahui masalah ini memilih bungkam. Bahkan Betrand belum kembali sampai saat ini. Mereka sudah kelas 12 semester akhir. Bagaimana dengan masa depannya jika mereka masih seperti ini?


Hanya 1 kemungkinan yang dia pikirkan. Hubungan anaknya dengan perempuan yang bernama Nadira. Siswi itu malah pindah sekolah sedangkan menurut informasi dari teman-temannya, Rafael sedang dekat dengan gadis tersebut. Siapa sebenarnya gadis itu? Kenapa kepindahan gadis itu seperti meninggalkan masalah besar untuk anaknya dan para sahabatnya.


Jika benar masalah ini karena gadis itu, dia berjanji dalam hati, jika Rafael sembuh nanti, tak akan pernah dia biarkan gadis yang bernama Nadira itu kembali dekat dengan anaknya.


Gadis pembawa sial!!!


Dia tidak pernah mengetahui bahwa sebenarnya anaknyalah yang membawa kesialan untuk Nadira. Masa depan dan harapannya hancur karena anaknya yang dia banggakan itu


********

__ADS_1


Sementara diujung negara yang lain, keadaan Nadira diam-diam mulai membaik. Tapi dia tidak mau menunjukkan itu kepada keluarganya. Dia hanya mau berhubungan dengan dokter, perawat dan keluarga tirinya. Dia masih belum mau berkomunikasi dengan keluarganya sendiri


"kamu mau home schooling?" tanya Lukman kepada anak tirinya itu. Masa depan anak itu tanggung jawab nya sekarang karena dia belum mau bersinggungan dengan keluarganya


Dan Nadira mengangguk


"mau tinggal bersama saya?" tanya Lukman lagi. Terlalu lama dirumah sakit akan tidak bagus untuk kesehatannya. Bau obat-obatan dan banyaknya orang yang sakit bisa membuat psikologisnya kembali terganggu. Dia akan meminta ijin ke keluarga Maheswara untuk membawa Nadira.


" mau. Tapi ngga mau sama keluarga." ucapan Nadira membuat dokter Lukman dan dokter Steven bingung.


"tinggal sama saya sama Samuel dan Daniel ya? Nanti kita minta ijin ke keluarga mu dulu. Bagaimana?" ucapan dokter Steven membuat Nadira menggelengkan kepalanya cepat.


"kenapa?" ucap dokter Lukman lembut. dokter Lukman mencoba mencari tau isi hati Nadira tanpa memaksanya. Dia takut nanti Nadira kehilangan kepercayaan kepadanya


"mereka jahat!" jawaban Nadira ini tentu saja membuat kedua dokter di hadapannya melongo


"kenapa mereka menjodohkan kedua orang tua ku kalau tau mereka tidak saling mencintai. Kenapa aku harus terlahir kalau harus dibuat kayak gini? Jika keluarga Maheswara sayang sama aku, kenapa mereka ngga sekuat tenaga mencari aku. Aku ngga punya apa-apa. Ngga mungkin aku lari jauh kan? Kini saat aku akan punya semangat hidup, dia yang katanya akan menjagaku, malah membuatku kayak gini. Apa aku terlalu buruk untuk bahagia? Apa aku tak pantas untuk bahagia? Apa aku senista itu saat diciptakan hingga setetes kasih sayang saja aku tak diizinkan? "ucapan Nadira semakin membuat hati kedua dokter tergores. Segera Lukman memeluk erat anak tirinya tersebut. Ini salahnya yang tak mampu melindungi orang yang dicintainya hingga membuat seorang anak menjadi pesakitan seperti ini.


" kamu berhak bahagia, sayang. Sangat berhak.Tuhan memberi cobaan ini agar putri Daddy menjadi wanita yang kuat. Daddy akan menciptakan kebahagian yang putri Daddy tidak terima selama ini. Kita berjuang bersama ya? Jangan nangis lagi. Kita akan membuat orang-orang yang sudah membuat kamu kayak gini menyesal. Daddy janji, kamu akan selalu bahagia setelah ini. Cepat sembuh ya"ucapan dokter Lukman seperti mood booster tersendiri untuk Nadira. Dia melihat ke dalam mata dokter Lukman. Dan dokter Lukman menganggukkan kepalanya.


"janji?"


"janji"

__ADS_1


Nadira pun memeluk ayah tirinya itu semakin erat. Dia ingin percaya bahwa ucapan ayah tirinya itu tak sekedar bualan


PR selanjutnya, bagaimana cara meloloskan diri dari keluarga Maheswara tanpa ketahuan???


********


Keadaan Rafael semakin mengkhawatirkan. Mamanya sudah menghubungi para sahabatnya. Tapi mereka masih seperti sebelumnya. Masih bungkam. Merasa tak ada jalan lain, mama Rafael mengajak mereka untuk kumpul bersama


"mau sampai kapan kalian akan seperti ini? Saling diam, tak ada lagi saling perhatian. Tante tanya, mau sampai kapan kalian kayak gini? Apa orang yang kalian pikirkan juga memikirkan keadaan kalian? Mungkin dia sudah bahagia bisa membuat kalian kayak gini. Apa cuma segini persahabatan yang kalian jaga dari kecil? Tolonglah pikirkan masa depan kalian. Paling tidak pikirkan perasaan orang tua kalian. Apa hanya karena perempuan murahan yang kalian perebutkan itu kalian ikhlas menghancurkan harapan dan cita-cita kalian... "


Prang!!!


Lemparan sebuah gelas menghentak lantai menghentikan kata-kata Tante Lasmi. Tentu saja ini membuat terkejut semua orang. Betrand orang yang biasanya kalem, menjadi orang yang beringas. Emosinya benar-benar diluar dugaan semua orang. Dia langsung berlalu pergi meninggalkan semua orang yang masih dipenuhi tanda tanya.


"sebaiknya tante selidiki dulu semuanya dengan benar. Bukan jawaban yang tante dapatkan sekarang malah akan menimbulkan masalah baru. Sekarang apa yang sebenarnya ingin tante tanyakan?" tanya Austin. Dia tidak mungkin membiarkan Calvin yang berbicara. Itu hanya akan menambah kerumitan masalah. Calvin jauh lebih emosian bila dibandingkan dirinya


" siapa Nadira? "mama Lasmi memulai acara tanya jawab dengan teman anaknya itu


" wanita yang dirusak Rafael "jawab Austin singkat. Dan dalam waktu singkat juga orang tua Rafael jadi kaget. Apa maksudnya?


" ngga mungkin Rafael berbuat seperti itu. Kalian kan sahabatnya. Kenapa malah menuduhnya seperti itu? "tanya mama Lasmi kembali


" anak mereka gugur karena kecemburuan Rafael dan atas perbuatan kami juga. "

__ADS_1


Deg


Apakah benar-benar anaknya telah merusak orang lain?


__ADS_2