Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 40


__ADS_3

(sebelumnya matur Thank you untuk @titik rahma yang udah komen soal pengulangan dalam pov Rafael. Ini hanya untuk menjelaskan dari 2 sisi aja. Biar ngga bingung. Tapi sekali lagi, saya ucapkan terima kasih)


Sudah beberapa hari sejak kejadian itu, Nadira tidak pernah terlihat di sekolah. Bahkan Betrand yang turut mengantarkan Nadira ke rumah sakitpun seperti kehilangan jejak. Terakhir kabar yang kudengar, dia masih koma. Tapi tiba-tiba setelah beberapa hari berlalu malah menghilang tiada kabar.


Suasana markas sudah seperti tidak ada keceriaan lagi. Semua membisu.


"Besok kita jadi mencari tau siapa Putri yang sebenarnya ngga? Ini mumpung tanggal merah kamis. Jumat kita bolos. Sabtu minggu weekend. Semoga cukup untuk mengorek informasi" ucapan Austin memecah kebisuan ruangan.


"aku setuju. Kita selesaikan Putri dulu. Setelah itu kita cari tau kemana Nadira dirawat sekarang. Kalau hanya mengandalkan mas Adit, aku percaya Nadira ngga bakal pindah jauh. Paling ke rumah sakit Maheswara. Tapi kalau calon kakak iparnya sudah bersuara, kita selesai! Calon kakak iparnya punya akses sultan yang ngga bisa kita tembus"kali ini Calvin ikut bersuara. Setelah kejadian penyiksaan kepada Nadira. Jujur kami sedikit menyesal. Akibat perbuatan kami sampai membuat koma korban


"bagaimana dengan cewek yang kau pikir mirip ibu tirimu itu, Bet? Sudah ada kemajuan apa?" tanya Rafael ke Betrand. Berharap dari sisi yang lain pun ada kemajuan yang signifikan.


"gue sudah tes DNA. kemungkinan minggu depan hasilnya sudah keluar!"


"segera persiapkan segalanya. Mobil full bensin, duit, jangan ngandelin ATM karena kita ngga tau lokasinya bakal seperti apa. Bantal, selimut, pakaian, pokoknya keperluan pribadi jangan sampai ketinggalan. Ntar susah kita kalau ada yang alesan gue ngga bisa tidur karena pacar gue ngga gue bawa. Ngga ada alesan apapun karena seperti nya lokasinya sangat jauh dari sini. "ucap Rafael. Karena dia tau para sahabatnya itu hanya bisa tidur kalau bantal dan selimut yang dia bawa dari rumah. Jika diganti yang lain, mareka akan sangat rewel. Tentu saja keluhan itu hanya dibalas kekehan dari sahabatnya. Mereka tau sindiran itu ditujukan untuk siapa


"ijin orang tua?" ujar Austin.


Mereka pun sejenak berpikir. Pergi tanpa ijin itu hanya akan mengundang masalah baru

__ADS_1


"bilang aja mau nganterin Betrand ke tempat pengasuhnya betrand yang sakit. Kebetulan mbok Darmi 1 kelurahan kan sama mbok ijah. Kita bisa tanya tanya saat disana." usul Calvin


Kebetulan juga mbok Darmi sudah mengajukan pengunduran diri beberapa minggu yang lalu karena merasa sudah sepuh. Dia ingin menikmati hari tuanya di desa.


" masuk akal. Kayaknya kalau didesa bakalan gampang tanya-tanya. Soalnya biasanya kekerabatan mereka dekat. Nah, masalah berikutnya, kita tinggal dimana?" tanya Betrand. Tentu saja mereka tak bisa menginap di hotel seperti biasanya. Mana ada hotel di desa ya kan?


" telp mbok Darmi. Ada ngga tempat yang disewakan disana.ya kali kita akan jadi gelandangan di desa orang kan ngga lucu! "ujar calvin


" ck... Ngga sopan! Bawa tenda aja. Kita kemah di rumah mbok Darmi. Kita itu mau ke sana. Ya kali kita malah sekarang ngerepotin yang punya rumah? "ujar Rafael.


" heem. Biar kita jadi perhatian warga desa ya, Raf! Ada orang kota ke desa pengasuh nya buat kemah? Otak lo kadang kadang! "balas calvin. Tentu saja dia tak mau jadi pusat perhatian di desa. Malu lah


" tapi masuk akal sih, cal! Rumah di desa meskipun sederhana, biasanya luas-luas. Kita bisa cari perhatian sekalian mencari fakta. Kalau kita terlalu menjaga jarak, takutnya mereka canggung mau ngomong sejujurnya sama kita nantinya." balas Betrand


"ada masalah lagi?" tanya Rafael. Ini pertama kalinya mereka pergi berkunjung ke desa. Selain tak boleh merepotkan sang tuan rumah, mereka harus menyelesaikan misi yang sesungguhnya dulu


"gue pikir sudah cukup. Hari ini kita sekolah free kan? Pulang aja yok?beberes!" ucap Austin


"Ok. Thank you boys! Sudah mau membantu masalah keluarga gue." ujar Betrand. Dia sangat terharu akan perhatian para sahabatnya

__ADS_1


"ini sudah jadi kesepakatan kita. Jangan kayak gitu. Kita bersama sudah dari kecil. Jadi gue harap persahabatan kita akan selamanya.setelah ini selesai, kita fokus ke Nadira. Gue tau meskipun kemarin gue juga menikmati, tapi kalau dia menghilang kayak gini, gue juga merasa bersalah!"ujar Austin. Memang setelah kejadian itu, tidurnya jadi tak tenang. Dia mengingat bagaimana Nadira kesakitan saat itu. Tapi karena rasa ingin memiliki itu tinggi, dia melenyapkan rasa kasihan itu.


" ck.... Gue tinggal dulu! "Rafael langsung meninggalkan markas mereka. Hatinya pun ikut sakit jika mengingat kebodohan nya kala itu. Tapi kini, menyesal pun tak akan mengembalikan Nadira ke sisinya


Kawan-kawan yang ditinggalpun kini hanya kembali terdiam. Setelahnya, mereka pergi ke rumah masing-masing. Rencana awal mereka harus segera dilaksanakan.


Sedangkan di tempat yang lain, kondisi Nadira masih belum menunjukkan kemajuan apapun. Meskipun begitu, mereka tetap mendampingi Nadira disaat tersulitnya seperti ini. Hanya Marcel yang tetap di tanah air karena tanggungjawab yang tidak bisa ditinggal. Adit pun harus segera kembali ke tanah air karena dia masih baru di rumah sakit Maheswara. Tidak enak kalau sudah meninggalkan pekerjaan terlalu lama meskipun itu untuk adiknya sendiri


"belajarlah ikhlas, Dir! Kita tahu ini tidak mudah. Tapi kamu taukan kalau kita ada selalu ada buat kamu? Jangan pernah merasa sendirian.kasihan kedua anak kamu kalau kamu kayak gini. Memberatkan mereka ke surga. Kasihan mereka kan jadinya" Wulan terus menerus memberikan suport untuk calon adik iparnya ini.


Cobaan yang bertubi-tubi sudah dirasakan Nadira di usia yang belum genap 17th ini. Air mata Wulan terus mengalir. Segala kata-kata yang diucapkan nya tak lebih dari angin lalu. Sedangkan keluarga Maheswara yang lain juga tak dapat berbuat apa-apa. Nadira terlalu nyaman dengan dunia mimpinya kini


"Ra, bangun, sayang! Apa kamu ngga ingin berziarah ke tempat kedua anakmu? Mereka bersanding" dengan makam ibu dan mendiang kedua anakku, Ra! Bangun dong!" Adit pun tak dapat menahan laju air matanya. Lagi lagi dia gagal menjaga adiknya.


Kasus yang menimpa Nadira pun sengaja ditutupi oleh sekolahnya. Mereka tidak mau jika reputasi sekolah akan hancur karena kasus ini. Keluarga Maheswara pun belum ikut campur. Karena mereka mengutamakan kesehatan Nadira lebih dahulu


"mas, bagaimana keadaan psikologis Nadira saat ini? Mengapa belum juga menunjukkan perkembangan?" Wulan pun menanyakan keadaan Nadira saat ini kepada dokter Ridwan. Kakak iparnya yang dia mintai tolong mengurus nadira


"semangat hidupnya lemah. Diapun seperti nya sudah pasrah pada nasibnya. Apakah di antara anda semua tidak ada yang benar-benar bisa menjadi penting di hatinya saat ini? Atau bisa mencarikan seseorang yang bisa menjadi penyemangat hidupnya saat ini? Dia harus punya semangat hidup terlebih dahulu jika tidak maaf kalau saya harus penyampaikan hal ini, mungkin hal buruk akan terjadi padanya suatu saat nanti."

__ADS_1


Deg


Siapa orang yang paling penting buat Nadira? Harus dengan cara apa mereka menemukan orang yang penting di hidup Nadira tersebut?


__ADS_2