
" Samuel? "tanya Nadira begitu tersadar.
Wulan langsung mengernyitkan dahinya
" siapa Samuel?"ucap Wulan dalam hati. Selama ini dia seperti nya tidak pernah mendengar nama ini
Tapi kenapa Nadira menanyakannya ? Siapa sebenarnya dia?
" siapa Samuel, Dir? "tanya Wulan pelan-pelan. Dia takut Nadira menjadi tertekan kembali
" adikku"jawab Nadira. Dia masih tetap celingukan kesana kemari. Dia sangat yakin akan pendengaran nya tadi. Adiknya. Anak ibunya yang ditinggalkan untuk selamanya
Dibalik pintu, Nadira melihat sosok remaja pria. Dia menaruh telunjuk di ujung bibirnya. Dan Nadira hanya mengangguk mengiyakan. Tentu saja hal ini tidak luput dari pendangan Wulan. Sesaat kemudian dia mengikuti arah pandang Nadira. Tapi dia tidak menemukan siapapun.
Nadira pun kembali bungkam. Wulan tentu saja tidak kuasa untuk memaksakan kehendaknya untuk menanyakan siapa Samuel kepada Nadira. Dia memilih menanyakan hal itu kepada kakeknya Nadira saja. Dia yakin, kakek Broto pasti tau siapa Samuel yang sebenarnya
Flasback on
__ADS_1
Dokter Steven masih berkutat dengan berkas pasien yang bernama Nadira Maheswara. Sudah beberapa hari disini tapi belum menunjukkan perubahan yang berarti. Apakah benar dia tidak mempunyai siapa pun yang bisa membuatnya semangat hidup kali ini?
"Dokter Stev, maaf boleh saya mengganggu waktunya sebentar?" dokter 36 tahun itu terkejut melihat temannya sudah berada di ambang pintu. Tak biasanya dia bisa main. Kesibukannya sebagai dokter bedah membuatnya selalu stanby di IGD sepanjang bertugas
"dokter Lukman, apa kabar?" sapa dokter Stev. Mungkin dokter Lukman ada masalah penting hingga mau mampir ke ruangannya kali ini
"saya baik, Dok. Bolehkah saya to the point?" alis dokter Stev tentu saja langsung mengernyit heran. Ada apa ini? Dia seorang dokter kejiwaan tentu saja seharusnya tak bersinggungan dengan dokter bedah bukan?
"saya mengenal pasien anda yang bernama Nadira. meskipun tidak secara langsung. Kalau diizinkan, bolehkah saya menemuinya? Mungkin persamaan nasib dengan bungsu saya dapat membuat pasien tersebut sedikit mendapatkan semangat dalam menjalani hidup." jelas dokter Lukman.dokter Stev tentu saja langsung menatap curiga. Dokter Lukman terkenal acuh terhadap siapapun kecuali keluarganya. Makanya dia memilih menjadi dokter bedah. Yang membuatnya tak harus setiap hari bertemu pasien. Mareka bertemu kalau ada hubungannya dengan meja operasi saja. Selanjutnya akan diurus dokter dari keahlian masing-masing.
"dia anak istriku yang terbuang." jawab dokter Lukman lirih. Tapi masih terdengar jelas oleh dokter Stev. Sebuah bogeman langsung melayang ke pipi kanan dokter Lukman. Kenapa nasib gadis muda itu sangat menyakitkan. Dibuang orang tuanya. Dan kemarin waktu dia mengatakan untuk menjadi semangat hidup, tak ada satu pun orang yang mengiyakan. Keluarga macam apa ini? Pantas saja Nadira tak menginginkan untuk bersemangat hidup.
"orang macam apa yang membuang anaknya sendiri? Jangan membuat kalau tak menginginkan. Apa kau tak melihat hidupnya kini yang bagai mayat hidup. Ha! Anda senior disini. Tapi kelakuan Anda tak beda jauh dengan anak SMA yang tidak punya pegangan. Apa salah anak itu hingga dibuang sana sini? "dokter Stev sangat kecewa dengan rekan kerja nya ini. Bisa-bisanya dia bercerita kalau pasien ya adalah anak istrinya yang dibuang. Astaga!!!
" dia anak tiriku, dokter. Anak Anggun dan Aditya Wirawan. Tentu anda pun tau siapa mereka bukan? "ucapan dokter Lukman membuat mata dokter Steven terbelalak. Dia adalah salah satu saksi di pernikahan Siri antara dokter Lukman dan Anggun.mereka teman SMA. mereka akan profesional saat bekerja, tapi mereka sahabat saat tak bertugas. Apalagi kini mereka bekerja di negara Adi kuasa ini bersama-sama. Yang dulunya juga sama-sama duda 2 anak. Dokter Lukman cerai mati. Sedangkan dokter Steven, cerai hidup. Mantan istrinya memilih berkarier daripada menjadi IRT. Tapi dia tidak tau tentang pernikahan Anggun dan sang pengusaha itu
" Kau pernah cerai? "tanya dokter Steven kaget.
__ADS_1
" bukan. Waktu itu aku baru nikah Siri kan. Jadi tidak ada penghalang di urusan pernikahan mereka. Mereka menikah karena perjodohan orang tuanya. Aku memutuskan untuk meninggalkannya daripada dia harus hidup susah denganku. Elang yang waktu itu masih bayi,ikut denganku. Kau tau sendiri bagaimana kehidupan keuanganku masa itu. Kuliah di bidang kedokteran itu mahal. Meskipun memakai beasiswa, tapi untuk praktek dan buku, kita tak bisa mengandalkan beasiswa bukan? Dia waktu itu masih muda, jadi kubiarkan saja dia kembali ke orang tuanya. Aku waktu itu tak tau kalau Aditya juga sudah menikah siri dengan pacarnya waktu itu. Malah sudah memiliki 2 anak. Hah,,, hidup macam apa kami dulu itu.
Mereka punya Nadira pun kelihatannya juga ada campur tangan orang tua. Aditya tak pernah mencintai Anggun. Mereka tak pernah bertegur sapa. Kamar pun terpisah. Bagaimana ceritanya kalau bukan karena campur tangan orang tua bukan? "mata dokter Lukman berkaca mengenang kehidupan kekasih tercintanya itu.
" darimana kamu tau? Kau masih berhubungan dengannya? "tanya dokter Steven kembali.
" aku mengenal ART yang bekerja di rumah mereka.dari mereka juga aku tau kalau anak mereka perempuan dan mereka menitipkan anak mereka ke salah satu ART mereka yang sudah tua dan tak mampu bekerja lagi karena orang tua Aditya tidak menginginkan keturunan perempuan. Saat aku melihat pasienmu dengan wajah yang sangat mirip Anggun, tanpa tes DNA pun aku tau dia anak Anggun. Untuk itu, bantulah aku untuk membiarkan anak bungsu ku menemuinya. Kesamaan nasib mereka siapa tau membantu mengobati rasa depresinya. Bagaimana? Bantulah aku mengobati rasa bersalah ku atas ketidakmampuanku saat itu. Jika aku adalah orang berpunya, tak akan pernah kubiarkan orang yang kucintai menderita hingga kehilangan salah satu anaknya. Ku mohon! "dari sudut mata Lukman sudah penuh air mata.
" baiklah. Akan kita coba. Aku akan menghubungi perawat Michelle untuk mengatur waktunya. Apa kau tidak ingin menemui keluarga mertuamu? "tanya dokter Steven kembali. Karena dia tau, Lukman sangat jarang berkomunikasi dengan keluarga mantan istrinya tersebut.
" apa aku tak punya malu? Kedua pernikahan ku kulakukan tanpa ijin keluarga mereka. Keluarga Anggun tak mengizinkan aku menikahi nya. Tentu saja karena waktu itu aku hanyalah mahasiswa kere yang tidak mempunyai apa-apa. Bahkan di kedua pernikahan ku pun, hanya penderitaan yang aku berikan padanya. Andai cinta kami dapat dibendung, Anggun tidak perlu menderita terus menerus "apabila mengenang masa lalunya dengan Anggun, Lukman selalu berlinang airmata. Sebagai seorang suami, dia tidak dapat menjadi pelindung istrinya. Hingga akhir hidup Anggun, selalu saja hanya derita yang mampu dia berikan
" jangan berkata seperti itu. Aku tau betapa bahagianya Anggun dapat berumahtangga denganmu. Meskipun waktu itu kamu masih merintis karier, tapi dia selalu tersenyum. Kau sudah berusaha menjadi yang terbaik waktu itu. Jadi jangan pernah menyesali masa lalu. Kini jika benar dia adalah putri Anggun, akan aku bantu sebisaku agar kau dapat dekat dengannya. "balas dokter Steven. Mungkin hanya ini yang dapat dia usahakan untuk membantu temannya itu
" Terimakasih "
Dan kini, rencana tersebut mulai dilakukan. Semoga kedepannya Nadira segera baik-baik saja dan bisa hidup dengan baik kedepannya
__ADS_1