Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 27


__ADS_3

"Entar kalau gue sudah gila, sudah ngga ada jalan laen, ngga ada iman di tubuh gue. Gue terima itu om om galak*!"


"Amiiiinnnn!!!"


"Diraaaa.... Bener bener lo ya. Mau bikin gue cepet mati ya!!!" refleks tangan Elsa memukuli lenganku membabi buta. Gila ni cewek! Dikira ini samsak kali ya


*****


Setelah dari rumah Elsa, aku langsung pulang ke rumah. Ternyata pakde marcel ada disini maen game sama mas Adit. Segera kucium punggung tangan mas Adit dan pakde Marcel


"gimana? Sukses ngga?" ucap pakde tak sabar.


"berat, pakde! Lagian pertama kali bertemu bukannya kesan baik, malah kesan bobrok." aku menghela nafas panjang. Memang tugas yang sangat berat. Kesan pertama yang buruk, ditambah lagi bahwa pakde memang sudah tua. Itu alasan yang tak bisa diperbaiki.


"lha dia buat masalah, gimana aku ngga emosi" ucapan pakde malah membuatku memicingkan mata.


"bukan karena pakde meleng ngga liat jalan?" balas ku tak terima.


"iya juga sih. Habis gimana ya, Dir? Liat mukanya yang imut kalau lagi marah itu lucu. Lo bayangin aja, udah kecil, imut, lucu. Perpaduan yang sempurna kan?" ucapan pakde bener-bener membuatku bergidik ngeri. Bener-bener sakit ini aku punya pakde


"kenapa ngga macarin anak kucing aja. Kan sama kecil, imut, lucu."ucap mas Adit santai. Matanya pun masih serius ke layar game nya. Namun ucapan mas Adit ini membuatku tertawa terbahak bahak. Ya kali pakde mau berjodoh sama anak kucing. Pakde yang melihatku tertawa malah bersungut.


"gue ngga bantu kasus lo lho, ya! Ingat! Masa depan lo masih ada di tangan gue" balas pakde emosi.

__ADS_1


"tenang ae, Mas! Tak kandake mbah kakung nek pakde lepas tangan karo masalahmu.ben ra duwe modal nggo nyedaki cewek kecil, imut, lucu itu(nanti aku laporan ke kakek kalau pakde lepas tangan dengan masalahmu. Biar ngga punya modal untuk mendekati cewek kecil, imut, lucu) "godaku. Aku tau meskipun harta pakde berlimpah, tapi dia tak punya kendali apapun kalau kakek sudah bertitah


" rasah cepu. Masalah e Adit kui yo goro goro kwe. Malah ra sadar jek arep cepu ro papa. "lemparan bantal sofa langsung mendarat ke mukaku. Yang kubalas dengan bibir manyun


" lak mesti mantanmu yo melu tow? "balas ku tak mau kalah. Aku sangat yakin Naura pun ikut campur dalam hal ini. Kekuasaan Naura sangat kuat. Kalau hanya untuk meruntuhkan kedudukan seseorang, aku yakin itu sangat mudah untuknya


" kalian ngomong apa sih? Ngga roaming ini otak ku."Mas Adit mulai menggerutu. Meskipun aku lama dengan mas Adit, tapi keluarga simbok yang asli kampung selalu menggunakan bahasa jawa setiap harinya. Pelajaran bahasa jawa di SD dulu juga masih kuingat. Mungkin karena mas Adit dulu sekolah nya di swasta yang mungkin tidak ada pelajaran bahasa jawa, jadi sampai sekarang dia tidak bisa bahasa jawa


"ngga ngomong apa-apa. Ngga penting. Gimana kelanjutan kasusnya, Mas?" aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Aku tak mau mas Adit menjadi tidak nyaman karena kasus timbal balik itu. Pakde membantu mas Adit menyelesaikan kasus nya, aku membantu pakde menyelesaikan kasus hatinya


" kata mas Marcel, kasus ini sudah ada titik terangnya. Tinggal pengusutan lebih lanjut. Kelihatannya orang orang sekitarmu yang ngga terima atas perilakumu...." mata mas Adit langsung menatapku curiga


"kenapa?" tanyaku


"apa yang kamu lakukan sampai menyakiti hati orang lain?jangan macam macam ya, Ra? Biarpun kamu sekarang sudah kaya, tetep ngga boleh sombong. Ingat, roda itu berputar. Dan Tuhan bisa mengambil segalanya lagi kalau kamu bertingkat semen mena" mas Adit menghentikan kata katanya yang justru membuatku terperangah kagum. Sejak kapan mas ku satu ini pandai bermain kata


"cerdas! Emang agak songong ponakan gue lama lama" ucap pakde Marcel.


"mas tau ngga kasus ini siapa saja yang jadi tersangka ya?" tanyaku langsung. Aku ingin tau penyelidikan kasus ini sampai mana.


"kata mas Marcel, ada yang namanya putri. Dia kolaborasi sama Naura sebagai penyumbang dana untuk membayar orang orang yang memfitnahku." jawab mas Adit


"dan mas Adit tau siapa kedua orang itu?" tanyaku lagi. Dan mas Adit menggeleng

__ADS_1


"putri adalah orang yang mengaku ngaku sebagai diriku. Dan Naura adalah mantan tunangan pakde Marcel. Dan mas tau kenapa mereka membenciku?" mas Adit lagi lagi menggeleng


"Naura diputuskan pakde karena Naura menghinaku saat aku pertama kali berkunjung ke kediaman Maheswara. Tentu saja keluargaku tak terima kalau anggota keluarga nya dihina bukan? Sedangkan putri, selain dia mengambil identitas yang seharusnya milikku, dia juga calon tunangan dari Rafael. Orang yang sudah itu, pahamkan maksudku? Jadi soal putri bukan hanya aku yang salah tapi mas juga turut andil karena mas mengizinkan dia buat mengantar jemputku. Ok? "kujawab dengan panjang dan lebar bahwa aku sebenarnya tak sengaja menyakiti hati 2 tersangka itu


" maksudnya dengan mengambil identitasmu itu tadi apa? "nah, kan! Aku malah memancing seseorang untuk kepo tentang asal usulku. Mulutku terlalu ngga bisa direm ini. Mataku melirik ke pakde Marcel untuk menanyakan haruskah identitas ku yang sebenarnya kubongkar saat ini kepada mas Adit. Rupanya pakde Marcel paham. Dan dia memintaku untuk ngomong jujur kepada mas Adit


"aku sebenarnya putri pramestari Wirawan. Putri dari anggun Maheswara dan Aditya Wirawan. Tapi karena aku hanyalah anak yang tidak diharapkan, orang tua ku menitipkan aku ke mbok Inah. Asisten rumah tangga Wirawan dulu. Hingga aku usia 5th, mbok Inah meninggal. Saat itulah aku dibuang oleh tante lastri dan tante rasti. Dan akhirnya aku ketemu mas dan bu Ayu. Aku sengaja ngga mengungkapkan siapa aku yang sebenarnya karena aku takut dibuang kembali. Di usia segitu aku sudah miskin kasih sayang, Mas. Saat melihat bu Ayu, aku ingin melupakan masa laluku sebagai anak yang ngga diinginkan. Sampai akhirnya kasih sayang itu aku dapat dari bu Ayu. Aku bahagia. Kalau ngga sengaja ketemu keluarga Maheswara, aku juga ngga bakalan cari mereka. Buat apa? Mereka aja yang menginginkan aku kok. "sebuah pelukan erat kudapat dari pakde Marcel dan mas Adit. Ini sudah masa lalu. Tapi kalau diingat, masih sakit hati. Apa salah ku hingga mendapat takdir seperti ini.


" maaf ya sayang. Maaf."pakde Marcel terus menerus mengucapkan kata maaf. Aku hanya membalas dengan mengeratkan pelukan


" sekarang apa yang akan kita lakukan sama mereka? "tanyaku setelah semua sudah tenang


" putri sulit terjamah karena dia terlindungi keluarga nya. Lo tau ngga alasan dia ikutan hal kriminal ini? "tanya pakde Marcel. Aku hanya menggelengkan kepala


" kalau Adit dipecat, lo ngga bisa sekolah disitu lagi karena ngga ada biaya. Jadi dia bisa bebas mendekati Rafael "jawaban pakde membuat ku bengong. Hanya demi lelaki??? Buset...


" lah... Aku kan anak beasiswa. Ngga ada duit ngga masalah. Balik ke reguler lah. Kalau dia mau memakai kekuasaannya buat mengeluarkan aku dari sekolah, itu juga ngga gampang. Karena harus melewati rapat dewan sekolah dulu"


"Eh... Iya ya! Kok dia gobl** sih!"


"baiknya kamu yang menjauh dari Rafael aja deh, Dir! Tuh cowok kayaknya biang masalah banget di hidupmu!" mas Adit kayaknya mulai jengah dengan masalah ini. Sebuah gelar yang didapat dari usaha keras dirinya, ibunya, dan keluarga kecilnya dulu hanya dijadikan mainan anak anak manja yang labil. Bener-bener!!!


" Rafael itu sebenarnya siapa sih??? "pakde akhirnya menanyakan tentang seseorang yang membuat masa depan ku redup

__ADS_1


" orang yang sudah membuat ponakan kamu visum!"jawab mas Adit santai. Dia tak tau saja jika dia sudah membangunkan sisi liar dari seorang Maheswara


" SIAL!!! gue pastikan habis lo hari ini"


__ADS_2