Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 33 Pov Rafael


__ADS_3

Hai....


Sudah kubuktikan bukan kalau aku akan membuatmu datang ke markasku bagaimana pun caranya"


senyumku hadir di bibir tipis ini. Aku sangat menikmati wajah panik dan kaget ya itu


"segitu pengecutkah cowok yang sekarang ada dihadapanku? Sampai membuat jebakan rendahan kayak gini hanya untuk membuatku datang di tempat penuh dosa ini" ucap Nadira lantang.


Ow.... Keberaniannya patut diacungi jempol. Dia masih melawan di kondisi terdesak seperti ini. Padahal dia tau, melawan pun akan percuma


"kalau perempuan itu lo, segala cara akan gue lakukan. Karna gue tau, pelanggan lo banyak di luar sana" balasku santai.


"LO pernah jalan sama om-om. Gue yakin bukan hanya dia pelanggan lo. Lagian ngga ada cewek baik-baik mau kerja di club malam. Cewek murah kayak lo hanya mengotori nama sekolah. Sebelum lo dikeluarkan, mendingan gue ikut ngicipi kan? Dan gue ingin gratis. Terlalu berharga duit gue kalau hanya buat cewek kayak lo. So....


Kita nikmati saja malam ini"


Dia mulai panik. Nadira pun mencoba untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Sepertinya dia benar benar tak sadar kalau tadi sudah disuntik sesuatu oleh orang tak dikenal. Kulihat Nadira malah menggeliat membuatku nafsuku bertambah. Akupun mulai tak nyaman dengan kondisi ini karena kurasa celanaku skarang menjadi sempit


"kenapa?ngga bisa gerak? Kelihatannya dia menyuntikkan sesuatu yang membuat tubuhmu tak bisa bergerak. Tak kusangka, cewek miskin kayak lo, punya musuh kalangan jetset." lanjut ku lagi


"apa maksudmu?" tatapan tajam dia berikan padaku. Dia masih tidak sadar ada yang mau menjebaknya


"perempuan yang menyuntikkan itu mungkin musuhmu. Karena aku tau, dia akan memberikan tubuh lumpuhmu ke laki laki tua bangka yang mau membayar mahal. Untung saja aku yang menemukan mu. Jadi aku saja yang mengicipi. Bersyukur lah akan hal itu" kataku sambil menaik turunkan alisnya. Ya aku tau karena tidak sengaja mendengar rencana itu saat aku akan melewati lorong club ini. Entah dia siapa akupun tak tau. Yang pasti dia bukan orang sembarangan


"kita mulai ya.jangan panik! Bukannya lo sudah biasa?anggep aja karena lo sudah berani menghina markas kita. Jadi aku minta balasan dari kata-kata lo dulu. Ok?"


Tanganku mulai bergerak. Aku sudah tidak bisa mendengarkan jalan otakku kali ini. Mungkin karena nafsu sudah menguasai tubuhku saat ini


"jangan, raf! Jangan....

__ADS_1


Oke oke oke, aku minta maaf kalau sudah menyinggung dan menghina markasmu.tapi aku mohon, lepaskan aku. Aku bukan perempuan seperti itu. Aku mohon, raf!!!!" dia masih mengemis iba dariku. Tapi aku yang sudah dikuasai nafsu, tak kugubris omongannya. Ini terlalu indah untuk dilewatkan


" maaf diterima. Tapi sudah terlambat. Aku juga minta maaf.......... "


Sreettt....


Sreettt....


Dress seragam ya sudah ku rusak. Kini hanya dalaman yang masih ada ditubuhnya. Akupun semakin semangat melepas semuanya.


"wow....


Istimewa. Kau takkan kecewa dengan servisan anak kecil ini nona"


Penghinaan Nadira saat di kos dulu masih terngiang di otakku. Kini dia merasakan hasil penghinaan dulu. Keringat sudah mengalir deras ditubuhku. Tapi yang membuat aku bangga adalah aku adalah lelaki pertama yang menyentuh ya. Air mata Nadira sudah mengalir deras. Tapi rasa ini menuntutku untuk melakukan lagi dan lagi. Hingga akhirnya kusadari bahwa Nadira pingsan karena ulahku.


Sepertinya patut diselidiki


Saat sudah sampai di kos ya, aku segera menggendongnya masuk ke kamarnya. Untung saja kos ini bebas. Jadi ngga akan ada tanya jawab yang ngga penting nantinya


"aku pulang sayang. Terima kasih untuk hari ini. I Love you" kubisikkan kata cinta yang hanya berani Ku ucapkan saat dia tak sadar. Kukecup kening ya dan kubenahi selimutnya. Segera kutinggalkan dia karena hari sudah hampir pagi


*****


Hari ini aku lihat dia tidak sekolah. Aku paham mungkin dia masih merasakan sakit dari hasil perbuatan ku semalam. Mungkin nanti pulang sekolah, aku akan menengoknya


"wow,,,, apa itu bos yang di leher?Ngeri ngeri! Bos gue sudah ngga perawan" goda calvin pagi ini. Aku memang tak menutupi apapun hasil dari semalam. Bangga saja sudah mendapatkan Nadira. Meskipun aku hanya menikmati hasilnya. Sedangkan yang menjebak, entahlah. Aku pun tak mau memusingkannya


"weits.... Bos! Gila! Berani juga lo lepas keperawanan. Cewek mana nih yang udah beruntung mendapatkan lo?" kali ini austin angkat bicara. Aku hanya tersenyum bangga akan hal itu

__ADS_1


"malah cengar cengir. Gila lo, bos?" ucapan calvin kali ini kuhadiahi lemparan botol kosong. Enak aja bilang gue gila. Gue ngga gila. Hanya tergila gila sama Nadira saja


"jangan ganggu hari bahagia gue. Sono lu semua. Kantin kek, perpus kek, aula kek. Serah lo mau kemana. Yang penting, jangan rusak hari ini." ucap ku. Aku masih ingin mengenang malam indah semalam. Meskipun sebentar, namun aku sangat bahagia


"bos, ke aula ngapain? Lagi ngga ada acara. Ke perpus, kita itu anak anak anti buku. Ngapain ke perpus. Nah yang paling logis, kita ke kantin. Tapi yang paling ngga logis, ya kali ke kantin ngga bawa duit? Bos kan tau fasilitas kita semua ditarik gara gara ikut tawuran kemarin. Jadi kita harus bagaimana? "ucap betrand memelas


Akupun mengeluarkan 3 lembar uang biru kepada mereka. Biar cepat kelar, ngga mengganggu khayalanku tentang semalam


****


Hari hari berganti. Namun masih tak kujumpai Nadira di kelasnya. Akupun kini dibuat bingung. Saat ku cari di tempat kos ya, katanya dia sudah pindah tinggal sama kakaknya. Sedangkan aku tak tau lagi harus mencari dia dimana


Samar samar saat kulewati ruang BK, kudengar mereka menyebut nama Nadira Maheswari dari kelas akselerasi. Mereka bilang meskipun menyusul, kemampuan Nadira luar biasa. Dia bisa menyusul materi teman temannya dengan mudah. "Nadira ku memang cerdas


Kutunggu sampai jam sekolah berakhir. Dia pasti lewat sini karena aku tau Nadira tidak suka bila harus pulang berdesak desakan. Dari jauh sudah kulihat siluet tubuhnya. Sosok yang paling bikin kangen hari hariku


" Ternyata lo bersembunyi disana?


Sebegitu takutnya kah lo sama gue?"aku dapat melihat tatapan kebencian dari matanya. Tapi itu semua tak melemahkan hatiku untuk mendapatkan nya


"gue kan udah minta maaf! Sejumlah uang juga udah gue kirim ke rekening lo. Kurang apalagi?"lanjut ku. Tentu aku tak terima kalau terus dihindari ya. Ini semua bukan murni kesalahan ku saja. Dia pun turut andil. Salah sendiri kerja di tempat seperti itu


" apa dengan maaf dan duit lo bisa mengembalikan semuanya seperti sedia kala? Kenapa kalau niat membantu cukup mengembalikan aku ke kos? Kenapa harus dirusak dulu? Apa karena aku kerja di club, aku sama seperti mereka? Apakah otakmu memang sekerdil itu?" ucapnya. Kelihatannya dia sangat marah dan kecewa denganku


" jangan cuma menyalahkan gue. Salahin diri lo yang ngga bisa jaga diri. Jika lo pikir lo itu berharga, jauhin tempat yang membuat diri lo ngga berharga. "sanggahku. Kulihat dia ingin membalas kata kataku


" jangan membantah! Jangan pula menyalahkan keadaan. Sekolah lo beasiswa. Kerja di Cafe juga dapat makan. Gaji kerja bisa buat bayar kos. Yang go**** disini elo karena tamak dan ngga bisa bersyukur. Kalau bukan gue, lo juga akan habis sama pelanggan lo yang lain. Camkan kata kata gue, cewek baik-baik ngga akan kerja di tempat terkutuk karena itu bisa menghilangkan harga dirinya. Paham? Otak cerdas lo pasti bisa nalar kata kata gue tadi. Bye! "


Aku pun segera berlalu. Aku ingin dia merenungi setiap kata kataku dan meninggalkan pekerjaan di club terkutuk itu

__ADS_1


__ADS_2