Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 30


__ADS_3

*****


"LO gunakan keluarga Maheswara untuk menjatuhkan kita. Sebenarnya lo siapa sih hingga kehadiran lo buat hidup gue semakin susah."suara putri yang membentakku terasa melengking menghiasi koridor


" gue siapa? Itu harusnya yang kamu pikirkan. Kenapa Maheswara bisa lebih mendukungku daripada kamu yang statusnya cucu Maheswara tapi malah seperti tak dianggap. Aku yang hanya pacar Reza tapi malah lebih diunggulkan. Kenapa? Coba kau pikir sendiri!" aku pun berlalu meninggalkan putri dan geng nya.


Saat akan memasuki ruang guru, Rafael kembali menghalangi.


" Kemarin kemana? "tanya Rafael padaku.


" ada urusan sama mas Adit. "jawabku. Aku tak mau jujur karena aku sendiri belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi


" ngapain? "


" ngga ngapa ngapain. Lagian mas Adit kan pengangguran. Ngapain lagi kalau ngga jalan jalan. "


" Adit dijebak putri? "tanya Rafael lagi. Lah,,,, kok


" tau darimana? "tanya ku heran. Kemarin pakde tidak ada konfirmasi apapun mengenai masalah ini. Ini kok tiba-tiba putri jadi tersangka.


" ngga usah pura-pura. Ada hubungan apa sebenarnya antara kamu sama keluarga Maheswara? Tidak mungkin mereka mati matian membela Adit kalau ngga bonus yang luar biasa kan? Apalagi aku tau setelah Adit resign, dia langsung masuk ke rumah sakit Maheswara tanpa tes apapun. Jika kau jadi aku, kau akan curiga tidak?"ungkap Rafael yang membuatku mengernyit


" apa maksudmu? To the point. Jangan muter muter ngga jelas! "tegasku


" kau pela*** Maheswara!!! "


Plak!


Tega sekali dia bicara seperti itu. Sehina itukah aku di otaknya? Air mata ku langsung mengalir deras. Kuputuskan untuk pergi menenangkan diri terlebih dahulu. Kantin penghujung sekolah adalah tujuan ku. Namun belum sampai ditujuan, mulutku sudah dibekap seseorang. Tubuhku diseret menuju gudang sekolah. Nafasku sampai ngos ngosan karena ulah orang asing ini

__ADS_1


Kupandangi orang yang sudah menyeretku kesini. Saat pandangan mataku mulai jelas, kulihat pria itu. Seperti nya aku mengenalinya


David!!!siswa kelas 10 ips 2.teman 1 kelas putri


"mau apa kamu bawa aku kesini?" tanyaku ketakutan. Aku sekarang hamil. Aku tak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Jika tidak, sudah ku sleding itu orang


"mau nyoba barang baru. Katanya kesayangan Maheswara. Barang bagus kan berarti" David seperti nya telah terbius nafsu setan. Aku mulai merinding. Aku tak mau sampai terjadi apa apa sama anakku. Tapi aku juga bingung, bagaimana cara lepas dari manusia ini


"kenapa sih kalian semua berpikir kalau aku budak nafsunya Maheswara? Mereka itu orang terpandang. Masak iya menggunakan aku sebagai piala bergilir? Emang ngga jijik apa?" meskipun aku sudah sangat ketakutan sekarang, tapi semuanya harus tetap jelas. Bahwa aku bukan pelacur


" nah itu dia. Mereka aja ampe ngga jijik. Berarti kan lo istimewa. Gue kan jadi penasaran gimana rasanya"ucapan pelecehan yang keluar dari mulut busuk nya membuatku meradang. Harus dengan apalagi aku membuktikan kalau aku bukan orang serendah itu


Tangan kotor itu masih mencoba mendekatiku. Dengan tenaga seadanya aku mencoba melawan sambil tanganku sesekali memegang perutku. Mencoba mengatakan kalau mereka harus kuat dan terus bertahan demi aku


Semakin lama emosi David semakin tak terkendali. Akupun sudah kepayahan untuk melawannya. Saat aku sudah pasrah akan semua hal yang terjadi, pintu gudang didobrak sangat kuat. Aku dan David tentu saja sangat terkejut. Raut wajah sangat marah terlihat disana. Tanpa ba bi bu, Rafael menghajar David membabi buta. Di belakangnya ada anggota geng Rafael yang lain. Tapi mereka hanya menikmati tontonan di depannya tanpa berusaha melerai. Aku yang masih kaget pun hanya diam melihat saja. Tiba-tiba Rafael sudah ada di depanku. Wajah babak belurnya menjadi perhatian utamaku. Waktu aku akan menyentuh luka itu, tanganku dihempasnya begitu kencang


"tangan perempuan murahan kayak lo ngga pantes buat megang gue. Gue pikir, gue sudah kasar bicara sama lo tadi pagi. Lo tau, gue kepikiran apa iya karena keluarga Maheswara memperhatikan keluarga lo sangat dalam karena lo simpanan mereka. Gue takut gue salah. Tapi kenyataannya, di depan mata gue sendiri, lo pasrah aja mau dikerjain cowok brengsek kayak dia, gue jadi tambah yakin, kalau elo emang semurah itu. Apa lo selalu gatel kalau liat laki-laki "kata kata Rafael benar-benar merusak mentalku. Aku tau aku kuat. Tapi kehamilan mudaku ini membuatku tak bisa bergerak banyak. Aku takut menyakiti mereka


"betul, bos!"


Deg....


"ngga ngga ngga boleh. Rafael! Jangan kejam! Salah apa aku sama kamu sampai kamu tega kayak gini. Aku bukan pelacur. Tolong, jangan ganggu aku! Aku selama ini juga ngga pernah mengganggu kalian kan? Kumohon..." ucap ku memohon belas kasihan mereka. Aku takut jika sampai niat jahat mereka, mereka lakukan, itu akan mengganggu kesehatan twins. Ini mereka masih terlalu muda.


Tapi sepertinya kata kataku tak mereka gubris sama sekali.kedua anak buah Rafael mengerjaiku tiada henti. Austin salah satu anak buah Rafael memilih pergi meninggalkan kami. Air mataku sudah sangat deras mengalir. Aku sudah hina sekarang. Perut bagian bawahku juga sangat sakit sekali. Pandangan ku tiba-tiba gelap. Dan semua menghilang


*****


Waktu aku membuka mata, aku sudah ada di ruangan yang beraroma obat. Kepalaku masih sangat pusing. Perutku pun sudah tidak merasakan sakit lagi.

__ADS_1


Kulihat sekeliling. Ada mbak Wulan, Mas Adit, keluarga Maheswara sempurna. Juga ada om Reza. Mata mereka semua memerah. Aku tau aku terluka. Tapi apa harus sebegitu sedihnya mereka melihat aku terluka


"kenapa semuanya ada disini??? " ucap ku. Sontak semua mata langsung tertuju padaku. Mbak Wulan langsung memeluk ku erat. Sedangkan yang lain mencium tanganku, keningku dan pipiku. Aku sampai susah bernafas karenanya. Tapi aku biarkan saja dulu mereka meluapkan segalanya


" kamu sudah bikin kami semua takut, sayang! Gimana ada yang sakit ngga? Butuh apa? Mau makan apa?" tanya mbak Wulan. Apa tragedi kemarin membuatku lemah parah? Kok mereka seperti nya sangat cemas padaku


"ngga apa-apa. Semua sudah baik-baik saja. Kami akan sangat menjagamu sekarang. Ngga akan ada kayak kemaren lagi. Kakek janji!"


Kenapa semua orang terlihat begitu cemas dan panik? Ada masalah apa sebenarnya kali ini?


"om Reza? Om Reza ngga kuliah?" tanyaku pada om kesayangan. Seharusnya masih 6bulan lagi dia lulus


"gimana bisa kuliah kalau waktu disana malah mendengar kabar kalau keponakannya pingsan sampai berlumuran darah? Apalagi saat mendengar kamu habis dilecehkan lagi sama anteknya cowok brengsek yang dulu pernah melecehkan mu? Kamu pikir om masih bisa berpikir jernih saat ada disana? Rasanya mau mati, Dir! Kamu benar benar membuatku susah bernafas saat itu, Dir! Semakin banyak saja dosa keluarga kita sama kamu, Dir! Maaf maaf maaf. Maafkan kami yang ngga bisa menjaga kamu. Maafkan kami hingga sampai detik ini hanya kesusahan dan kesedihan yang mampu kami berikan untukmu. Maaf maaf maafkan kami, Dir! Maaf!!! "air mata om Reza dan yang lain membuat ku tak tega. Ini bukan murni kesalahan mereka. Dulu mereka menyatukan mama dan papa karena perusahaan keluarga mama masih kecil belum sebesar sekarang. Kekuatan mereka untuk melindungi ku juga belum kuat. Jadi mereka pasrah saja dulu. Dan aku paham akan hal itu. Aku tak mau menyalahkan keadaan lagi. Karena bagaimana pun semua sudah terjadi


Tapi....


Aku pingsan berlumuran darah. Refleks tanganku mengelus perut. Apakah mungkin....


"mbak..." pandangan mataku tertuju ke mbak Wulan. Tampaknya dia pun paham akan hal itu. Sedetik kemudian kepala mbak Wulan menggeleng


"Tuhan lebih sayang mereka Dira. Ikhlaskan ya" usapan tangan mbak Dira yang menenangkan ku tak bisa membuat pikiranku tenang.


Mereka...


Orang orang terkutuk itu sudah membunuh calon anakku.


Orang orang terkutuk itu merampas kebahagiaan yang akan aku raih.


Orang orang terkutuk itu membuatku gagal menjadi ibu

__ADS_1


Lagi lagi Nafasku kembali sesak. Aku ngga terima ini semua. Anak anakku...


"Tidaaaaakkkkkk....


__ADS_2