Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 36


__ADS_3

"Putri pramestari Wirawan. Kau sudah mengganggu wanitaku. Kupastikan hidupmu tidak akan mudah setelah ini" batinku.


Kuraih hp untuk menghubungi seseorang


"bang Beno, tolong cari tau tentang keseharian Putri Pramestari Wirawan. Cari segala keburukan dia, semuanya!


" heem. Seperti biasa ya, bang! "


Setelah itu segera kututup hp menuju markas. Mau ke kelas rasanya masih sangat malas sekali.


*****


Pulang sekolah hari ini tetap seperti saat pagi tadi. Aku tetap menunggu nya pulang. Padahal kepulangan kami selisih 2jam.tapi tak masalah. Aku bisa tidur di markas sambil menantinya pulang.


Ketika jam sudah menunjukkan jam 15.45 aku bergegas ke kelas nya. Takut sudah keduluan pulang olehnya. Dari jauh aku lihat dia sudah bersiap untuk pulang. Gegas saja langsung kuhampiri


"kenapa ditunggu?" tanya Nadira padaku.


Sesaat kemudian aku menyentil kepalanya. Terlihat dia hanya meringis karenanya


"jangan pikun.aku udah janji mau nganter jemput. Jangan banyak alesan. Ayo pulang!" satu helm langsung aku sodorkan padanya. Kulajukan motorku sedikit kencang. Aku takut dia akan kecapean di jalan ini


Sepanjang perjalanan kami lebih banyak diam. Tiba-tiba saja bayangan tragedi itu menghiasi otakku. Apa mungkin sekali melakukan bisa menjadi janin ya? Lebih baik kutanyakan saja daripada pikiranku tak tenang


"mungkin ngga kejadian dulu itu membuahkan hasil, Dir?" tanyaku pada Nadira. Aku ingin tau reaksi dia kalau tragedi itu benar benar membuahkan hasil

__ADS_1


"mungkin sih kalau aku lagi masa subur" jawabnya. Dia mungkin agak risih saat kutanyakan hal itu padanya. Atau mungkin dia ketakutan kalau kalau aku tak tanggung jawab?


"kira-kira itu dalam masa subur tidak?" tanyaku lagi.


"kenapa tanya-tanya tentang hal itu?" tanyanya balik.


"aku hanya takut saja kalau malam itu membuahkan hasil tapi lo ngga ngomong ke gue, dan bilang lo bisa mengurus anak itu sendiri. Itu bukan hanya kesalahan lo pribadi. Itu juga kesalahan gue yang ngga menyadarkan lo malah mengambil kesempatan. Jadi kalau emang malam itu membuahkan hasil, kita tanggung sama-sama. Meskipun hanya Cafe kecil, aku yakin kalau aku bisa menghidupi lo dan anak kita nantinya "jelas ku. Mungkin karena keseringan nemenin mama baca novel jadi parno sendiri. Biasanya perempuan kalau hamil di luar nikah diceritakan jadi cewek strong yang ngga butuh lelaki. Nah, aku takut hal itu juga terjadi padaku. Takut anakku nanti tak mau mengakui aku ayahnya. Kan berat???!!!!


"akan aku kasih tau kalau memang itu membuahkan hasil." nadira pun terlihat ingin segera berlalu dari hadapanku. Namun segera kugenggam tangannya yang membuatnya tak jadi melanjutkan langkah


Kukecup keningnya lagi dan lagi. Mungkin ini akan jadi kebiasaan terindah antara kami


" ngga usah cium kening terus. Aku takut baper" ujarnya sengit. Aku hanya terkekeh melihatnya


"gpp, baper. Kalau memang hubungan ini bisa serius, kenapa ngga?" balasku santai. Aku mungkin akan benar benar serius dalam hubungan kami ini nantinya. Hatiku sudah benar benar terpaut padanya


" besok akan ku pertemukan kamu dengan orang tuaku. Sekarang aku harus pulang dulu, bye"pamitku


*****


Sekarang aku harus menyelesaikan urusanku dengan putri. Meskipun Putri adalah adik tiri Betrand, tapi tak pernah sekalipun kulihat Betrand mendampingi Putri dalam keseharian ya. Mereka terkesan seperti orang asing. Entahlah, aku juga tak terlalu kepo dengan urusan keluarga mereka.


Tapi kini Putri sudah semakin berani menyakiti Nadira. Ini yang tidak aku sukai. Aku takut kalau tidak kuselesaikan sekarang, malah makin menjadi ulahnya kepada Nadira.


Saat makan malam tiba, aku baru datang di Wirawan. Orang tuaku menyerahkan masalah ini padaku karena ini menyangkut masa depan ku sendiri. Tapi meskipun begitu, kedua orang tuaku tetap mendampingi ku malam ini. Kurang sopan masalah pemutusan pertunangan hanya diwakili aku saja

__ADS_1


Setelah makan malam, pak Aditya dan istrinya menemani ku di ruang tamu kediamannya. Begitu pula dengan si Putri. Biang masalah hubungan ku dengan Nadira


"maaf, tuan Wirawan dan keluarga. Saya benar-benar tidak bisa menjalani hubungan dengan Putri. Saya sudah memilih gadis lain sebagai pasangan saya" ucap ku tegas. Hati ini sudah memilih dan tak akan berubah


"kenapa nak Rafael? Kalian masih muda. Masih bisa berubah pikiran. Tak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Kalian bisa saling mengenal dulu sampai dewasa nanti kalian bisa bersama. Kita para orang tua sudah sahabatan. Alangkah baiknya lebih baik lagi kalau jadi keluarga. "balas sang kepala keluarga. Dia tetap kukuh mempertahankan hubungan tak jelas ini


" namun saya yang tidak ingin kami ada hubungan apapun. Itu tidak baik untuk hubungan saya sama pasangan saya. Hari ini untuk kesekian kalinya, pasangan saya dibully oleh Putri. Belum apa-apa sudah bertindak anarkis. Jika saya tidak segera memutuskan hubungan ini, entah bagaimana nasib pacar saya nanti. Silakan anda berbisnis dengan ayah saya. Tapi saya mohon untuk tidak menyangkut pautkan saya secara pribadi. Anda tentu tau bahwa saya sudah memiliki usaha lain sehingga saya tak sepenuhnya bergantung pada orang tua saya. Jadi, bisnis is bisnis. Jangan mencampuradukkan dengan pribadi. Saya permisi! "aku sudah berniat mengangkat tubuhku. Tapi ibu menghentikan tindakan ku


" mbak Norma, Mas Aditya saya minta maaf atas kelakuan anak saya kali ini...." mama Rafael mencoba menengahi keadaan. Karena dia lihat sang suami masih diam saja tak melakukan apapun


"ma...." aku dan papa serentak bersuara. Untuk apa mama minta maaf untuk sesuatu yang bukan kesalahannya. Tapi mama mengangkat satu tangannya membuat kami bungkam seketika


"tapi sebelum semua terlanjur buruk, saya setuju dengan keputusan anak saya. Ini bukan bisnis. Karena mas Aditya dan suami saya bergerak di bidang yang berbeda. Kalau mas Aditya ingin mengembangkan usaha, silahkan. Tapi bukan dengan barter kebahagiaan anak-anak.


Saya tak mau jika di masa depan anak saya kecewa dengan saya karena salah memilihkan jodoh... "


" Tapi, mbak! Mbak kan tau kalau Putri sangat mencintai Rafael. Tidak mungkin di masa depan dia akan melakukan sesuatu yang membuat kecewa Rafael. Kecuali jika Rafael yang berulah"mama tiri putri melakukan pembelaan untuk anaknya. Tapi lagi lagi mama mengangkat satu tangannya kembali


"itu dia yang saya takutkan. Karena keterpaksaan dalam menerima perjodohan ini membuat Rafael tertekan. Dan berakibat mengusik kebahagiaan ya. Dan saya tidak mau itu terjadi. Jadi sebelum semua terlanjur, saya ingin melupakan tentang perjodohan mereka. Cukup kan sampai disini saja. Mohon kepada mas Aditya dan mbak Norma memberi pengertian kepada Putri untuk melupakan rasa yang ada pada Rafael. Karena itu hanya akan menyiksa batinnya.saya minta maaf jika sudah menyinggung perasaan Anda dan sekeluarga, Mas Aditya. Saya mohon keluarga dapat berbesar hati menerima keputusan keluarga kami. "pungkas mama. Mama memang the Best!!


" baiklah saya akan menerima keputusan ini. Tapi mohon maaf sama mas William jika kerja sama kita tidak jadi terlaksana. Bisnis ini nantinya akan saya wariskan ke Putri suatu saat nanti. Tapi sekarang saya takut kalau bisnis ini nantinya akan menyakiti Putri, lebih baik saya membatalkannya"ucap pak Aditya papa Putri


"saya juga menerima segala keputusan mas Aditya. Terima kasih telah berniat membantu bisnis saya walaupun tidak jadi. Tapi apapun itu, kebahagiaan anak anak adalah yang utama. Kalau begitu, kami sekeluarga pamit dulu. Semoga jalinan persahabatan kita tetap terjalin meskipun tidak jadi besan"kami pun saling berjabat tangan. Dari tadi aku tak melihat Putri. Dari habis makan malam dia tak jua turun. Tapi biarlah. Mungkin ini yang terbaik


Namun tanpa disadari semuanya, Putri dari tadi mendengarkan semua pembicaraan mereka. Tangannya sudah mengepal penuh dendam

__ADS_1


"AKU TAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN KAMU BAHAGIA, NADIRA MAHESWARI!!!!


__ADS_2