Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 39


__ADS_3

Kesiangan!!!!


Ash.....


Lekas ku berlari ke kamar mandi. Sudah terlalu siang. Ku kirim pesan ke Nadira untuk berangkat sendiri karena aku sudah kesiangan.


Setelah rapi, aku segera turun bergabung dengan yang lainnya.


"Kemarin berangkat subuh, sekarang berangkat siang. Ada yang salah sama pengatur waktumu?" ucap Rafli yang belum berangkat ke kantornya.


"ngga ada aku kesiangan." jawabku malas


"jangan kebiasaan begadang, Raf! Dah mau lulus. Jaga kesehatan baik-baik. Biar bisa dapat nilai yang terbaik. Mau lanjut kemana?" mama yang masih membereskan meja masih perhatian padaku.


"Disini aja, ma. Dekat keluarga"


"Gayaan dekat keluarga. Deket pasangan tuh ma yang bener!" segera saja kulempar jeruk kearahnya. Emang kakakku itu paling suka menggodaku


"Raf!" mama pun mulai bertitah. Aku segera meminum susuku dan berpamitan berangkat sekolah


*****


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.20.


Tapi dari tadi tak kulihat Nadira sama sekali. Kulihat kembali hp ku. Tak ada sekalipun balasan darinya


"**Kenapa ijin libur sekolah?


" Lo sakit?


"Mau gue anterin ke rumah sakit?


" Dir?????????


"Nadira Maheswari????????


" Punya hp tuh dipakai jangan cuma bantalan.


"Dira?????


" Dira????


Kukirim spam wa untuk Nadira. Tidak biasanya dia tidak berangkat sekolah. Padahal ini sudah jam 8 pagi. Karena tak konsentrasi, kuputuskan untuk bolos sekolah saja

__ADS_1


"aku ada acara keluarga. Maaf baru bisa balas pesanmu" balas ya. Padahal ini sudah jam 9 pagi. Astaga!!!! Apakah hp dia memang benar-benar tak berfungsi? Kulupakan saja urusan ini. Memang kelihatannya dia tidak memperdulikan aku


Setelah istirahat pertama, aku masuk kelas. Banyak tatapan aneh yang hingga padaku. Tapi aku tak ambil pusing.


"darimana?" tanya Austin padaku. Mataku masih memejam. Bingung harus bagaimana menghadapi Nadira yang masih cuek dengan hubungan kami


"markas" jawabku singkat


"segitu pentingnyakah Nadira buat lo sampai lo kayak gini, Raf? Ayolah, Raf! Kita sudah kelas 3.jangan banyak bolos bisa tidak?" ucap Calvin kesal. Dia ingin mereka 1 geng bisa lulus dengan baik dan masuk universitas yang sama meskipun berbeda fakultas.


"gue ngga goblok-goblok banget ya! Yakinlah gue bisa lulus dengan baik dan memuaskan." jawabku santai. Memang itulah kenyataannya. Meskipun aku nakal, akademiku tetap terjaga baik


"Lo tau apa yang terjadi kemarin?mantan calon tunangan lo di skors 1 bulan. Keren ngga tuh? Lo bisa bayangin ngga apa yang dilakuin Nadira untuk membuat seluruh laki-laki Maheswara bertekuk lutut di bawah kakinya?" ucap Austin yang secara tidak sadar membuat hatiku terluka. Mulut Austin suka tak berfilter kalau lagi ngomong


" jangan mengada-ada. Emang lo tau darimana kalau Nadira kayak gitu? "ucap Betrand yang membuatku bertanya-tanya. Mungkinkah dia juga menaruh hati pada Nadira hingga tidak terima Nadira nya dihina


" ck... Jangan lupa apa pekerjaan dia dulu. Waitrees di club. Mana ada Waitrees perawan jaman sekarang? Bayaran tinggi dari om-om itu pasti. Apalagi sekarang dia gampang banget ngeluarin duit yang nggak sedikit. Dari reguler ke akselerasi itu paling ngga 10jt. Udah kebayang di otak kalian sekarang Nadira orang seperti apa? "semua terdiam. Betrand pun sudah memasang headset ditelinganya.


" Apakah dia memang semurah itu setelah ku sentuh? "batinku berteriak. Inginku menolak kenyataan tapi jika memang itu yang terjadi, bisakah aku menerima nya???


Keadaan hatiku tak baik-baik saja setelah itu. Segala pelajaran hari ini tak masuk ke otakku. Bahkan sampai rumahpun tak kuhiraukan semuanya. Aku terlalu takut menghadapi kenyataan kalau memang Nadira sudah terjerumus pergaulan liar dan bahkan menghalalkan segala cara untuk menggapai impian nya. Tapi apakah harus seperti itu untuk mengalahkan Putri?aku tau Putri sejahat itu padanya. Tapi hukuman 1 bulan skorsing itu akan membuat 1 sekolah tau akan kejahatannya. Dan aku yakin, Putri juga akan dihukum mental oleh keluarga di rumahnya. Kasihan!!!


Keesokan harinya aku masih berangkat dengan lesu. Kalau tidak karena aku sudah kelas 12,sudah kutinggal bolos hari ini.


"LO gunakan keluarga Maheswara untuk menjatuhkan kita. Sebenarnya lo siapa sih hingga kehadiran lo buat hidup gue semakin susah."suara putri yang membentak Nadira terasa melengking menghiasi koridor


" gue siapa? Itu harusnya yang kamu pikirkan. Kenapa Maheswara bisa lebih mendukungku daripada kamu yang statusnya cucu Maheswara tapi malah seperti tak dianggap. Aku yang hanya pacar Reza tapi malah lebih diunggulkan. Kenapa? Coba kau pikir sendiri!" Nadira pun berlalu meninggalkan putri dan geng nya.


Deg....


Jadi benar kalau Nadira menjadi simpanan para Maheswara?oh ****! Akupun bergegas mengejar Nadira sebelum diketahui semuanya


Saat dia akan memasuki ruang guru, aku pun segera menghalangi.


" Kemarin kemana? "tanyaku pada Nadira.


" ada urusan sama mas Adit. "jawabnya singkat.


" ngapain? "


" ngga ngapa ngapain. Lagian mas Adit kan pengangguran. Ngapain lagi kalau ngga jalan jalan. "jawaban yang ambigu. Aku tau Nadira selama ini sangat mementingkan sekolahnya. Tiba-tiba bolos hanya karena menemani Adit. Sangat tidak masuk akal


" Adit dijebak putri? "tanyaku lagi.raut wajahnya menyiratkan kekagetan. Entah dia kaget beneran atau hanya akting. Maheswara membantu seorang gadis tanpa imbalan kan tidak mungkin. Pikiran pikiran buruk selalu menghiasi pikiranku akhir-akhir ini kalau itu tentang nadira

__ADS_1


" tau darimana? "tanya ya lagi. Aku hanya tersenyum si is. Masih pura-pura tak tau dia. Semakin membuat aku muak akan sikapnya


" ngga usah pura-pura. Ada hubungan apa sebenarnya antara kamu sama keluarga Maheswara? Tidak mungkin mereka mati matian membela Adit kalau ngga ada bonus yang luar biasa kan? Apalagi aku tau setelah Adit resign, dia langsung masuk ke rumah sakit Maheswara tanpa tes apapun. Jika kau jadi aku, kau akan curiga tidak?"ungkapku. Akupun sebenarnya kaget waktu kemaren Austin menghubungiku kalau Adit sekarang bekerja di rumah sakit yang dikelola Maheswara. Tanpa tes lagi. Sungguh aku semakin membenci Nadira setelah mengetahui fakta ini


" apa maksudmu? To the point. Jangan muter muter ngga jelas! "tanya Nadira lagi. Kalau tak salah tak perlu marah kan?


" kau pela*** Maheswara!!! "


Plak!


Panas pipi ini tak sepanas hatiku yang kecewa. Kenapa harus seperti ini nasib cinta pertamaku? Setelah dia pergi, akupun pergi ke taman sekolah. Aku hanya ingin menenangkan hatiku sebelum fakta-fakta lain terkuak tentang perempuan yang aku cintai itu. Austin, Betrand dan calvin menyusulku. Entah mereka mau menghina atau mau menceramahiku aku tidak peduli. Hatiku sudah sakit dengan fakta-fakta yang kurangkum sendiri.


Calvin, Betrand dan Austin hanya diam disampingku. Mereka tak sedikitpun bicara. Seketika Ponsel ku berbunyi. Ada yang mengirim aku sebuah foto Nadira yang sedang dicumbu seorang pria


BRENGSEK!!!


Akupun segera berlari ke gudang belakang sekolah. Aku ingin membuktikan sendiri betapa murahnya seorang Nadira Maheswari


Tanpa menunggu lama segera kudobrak gudang itu. Emosi saat melihat foto tak sebesar saat aku melihat Nadira sudah pasrah saja di sentuh seorang laki-laki.


David!!!siswa kelas 10 ips 2.teman 1 kelas putri


Nadira dan David tentu saja sangat terkejut.aku sangat marah dan kecewa saat ini. Tanpa ba bi bu, aku segera menghajar David membabi buta. Di belakangku Austin, Betrand dan calvin tak berani ikut campur. Tapi mereka hanya menikmati tontonan di depannya tanpa berusaha melerai. Nadira tetap diam saja seolah tak berusaha membebaskan diri dari situasi ini. Atau mungkin karena ingin mencoba dengan yang lain. Aku hanya tersenyum sinis.sungguh murahan!akupun segera menghampiri nya.ingin kulihat wajah murahnya sebelum aku menambah hukumannya. Wajah babak belurku mungkin menjadi hiburan tersendiri untuknya. Dia mungkin bangga karena merasa diperebutkan olehku dan David. Tapi tentu saja, aku tak semurah itu. Tak sudi aku memperebutkan wanita murahan seperti dia. Waktu dia akan menyentuh luka itu, tangan kotornya langsung kuhempas begitu kencang


"tangan perempuan murahan kayak lo ngga pantes buat megang gue. Gue pikir, gue sudah kasar bicara sama lo tadi pagi. Lo tau, gue kepikiran apa iya karena keluarga Maheswara memperhatikan keluarga lo sangat dalam karena lo simpanan mereka. Gue takut gue salah. Tapi kenyataannya, di depan mata gue sendiri, lo pasrah aja mau dikerjain cowok brengsek kayak dia, gue jadi tambah yakin, kalau elo emang semurah itu. Apa lo selalu gatel kalau liat laki-laki "ucapan pedas langsung kulontarkan untuknya. Aku benar-benar sangat kecewa


" austin, betrand dan lo calvin. Silahkan kalian menggilirnya. Bukankah dia sudah biasa untuk digilir? Lakukan sekarang. Daripada dinikmati orang lain, mending sama kalian."aku menyuruh ketiga temanku untuk menggantikan posisi David tadi. Rasa kecewa dihatiku terlalu besar hingga tak sanggup membiarkan dia bebas begitu saja.


"betul, bos!"


"ngga ngga ngga boleh. Rafael! Jangan kejam! Salah apa aku sama kamu sampai kamu tega kayak gini. Aku bukan pelacur. Tolong, jangan ganggu aku! Aku selama ini juga ngga pernah mengganggu kalian kan? Kumohon..." ucap nya memelas. Tapi hatiku sudah terlanjur membatu. Aku menangis saat keluar gudang. Namun aku tak mau membebaskan Nadira begitu saja


" kalau ngga tega sebaiknya bebaskan saja. Apa lo ngga kasihan liat perempuan yang lo sayangi di fikir kayak gitu meskipun itu sama sahabatku sendiri?" ucap Betrand. Rintihan dari dalam tak ingin kudengar lagi. Aku pun segera berlalu meninggalkan gudang terkutuk itu.


1jam kemudian aku kembali. Rupanya Austin dan Calvin sudah selesai dengan tugasnya. Kulihat kedalam Nadira sudah tergeletak bersimbah darah. Darah sampai Sebegitu parahnya? Apa yang dilakukan anak-anak kok bisa sampai segitu parahnya


"gue ngga tau. Lama-lama darahnya sudah keluar begitu banyak saat kita masuk tadi. Hanya kita tinggal membersihkan diri saja kok!" Austin tergagap saat aku menatap tajam padanya. Segera kusuruh anak buahku untuk mengantar dia ke rumah sakit. Ternyata Betrand pun ikutan panik dan masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.


" jangan ikutan. Nikmati kemenanganmu sekarang. "Betrand melarangku untuk masuk ke mobil. Aku pun hanya menurut. Ku lihat lagi genangan darah yang ada di sana


SAAT KAU SUDAH TAU KENYATAANNYA, MENANGIS DARAHPUN TAK AKAN MENGHAPUS DOSA YANG KAU BUAT HARI INI


pesan dari Nadira yang baru kubuka membuatku tercengang. Rupanya dia sudah mengirim pesan 15 menit yang lalu. Kenyataan apa? Aku tak akan pernah menyesal memberimu hukuman seperti ini, nadira

__ADS_1


__ADS_2