
Deg....
Kami berdua terkejut dengan kehadiran mas Adit yang tiba-tiba. Sebenarnya kami ingin merahasiakan hal ini dulu sampai waktu yang benar-benar membaik.
"jangan kau bilang kejadian dulu itu menghasilkan janin?" ucap mas Adit yang membuatku semakin menunduk
"ini kita mau memastikan. Jika memang jadi janin, kita bisa apa? Mana kita tega untuk menggugurkan nya? Berikan kekuatan bukan cemoohan. Kalau mau ikut, ayo. Kalau ngga, jangan rewel. Jika memang Nadira hamil, aku ingin kamu mempersiapkan diri. Aku akan melamarmu dan kita akan menjadi orang tua adopsi untuk anak Nadira nanti"ucap mbak Wulan yang membuat diriku dan mas Adit kaget.
Gila!!!! Mas Adit dilamar, guys....
"ditempatku laki-laki sangat dihargai. Mangkanya kami pihak perempuan yang melamar laki-laki. Aku juga sudah bilang ke orang tuaku kalau aku meminta mereka untuk melamarkan kamu untuk aku" lanjut mbak wulan lagi. Aku benar-benar speechless. Aku tau ada tradisi perempuan yang melamar laki-laki. Tapi waktu aku mengalami sendiri kok rasanya aneh ya? Mungkin karena kami tak terbiasa dengan hal ini
Tiba-tiba mas Adit menyentil dahi mbak Wulan. Aku hanya terkekeh geli melihatnya
"jangan pasien terus yang diurusin. Bisa bisa lo juga sudah gila ini karena ngga kawin kawin" balasan kata kata mas Adit membuat ku semakin ngakak. Ada ada saja kedua kakak angkatku ini
"aku serius! Nanti sore mereka juga akan tiba disini. Kita ngga bisa menyembunyikan kehamilan. Semakin lama perut itu akan semakin besar. Dan sebelum itu semua terjadi, dia harus berhenti sekolah. Bisa home schooling. Sampai melahirkan kita adopsi. Beres kan? Masa depan dia aman. Anak itu pun bahagia karena punya orang tua yang komplit seperti kita. Kamu juga ngga akan beritahu baj***** tengik itu kan, Dir? "pertanyaan mbak Wulan membuatku terhenyak. Apa aku punya nyali untuk memberi tau Rafael tentang kehamilan ini?
" diam mu berarti tidak. Y kan? "lagi lagi aku terdiam lalu mengangguk.ya mungkin aku sepengecut itu
" semua rencana indah yang tersusun di otak mu seperti nya kamu sudah ahli. Sudah pernah melakukan itu? "kali ini mas Adit membuat ku bertanya tanya. Apa maksudnya???
" maksud mas apa? "ucap mbak Wulan
" ya itu! Tentang kasus Nadira. Tentang home schooling, tentang adopsi. Lancar banget! Kayak udah pengalaman"ucap mas Adit santai tapi tak santai buat mbak Wulan hingga sebuah bantal sofa melayang ke muka mas Adit.
"gue perawan ya! Jangan macem macem sama otak lo!" nah kan. Marah kan!!!
"ya maaf. Kirain kan dah pengalaman gitu!" ucap mas Adit seraya menggaruk kepalanya. Entah gatal entah apa
__ADS_1
"aku tuh kasihan sama remaja remaja kecil yang sudah hamil. Kebanyakan mereka menggugurkan kandungan nya gara gara itu cowok ngga tanggung jawab atau keluarga malu dengan aib itu. Tanpa mereka sadari menggugurkan kandungan itu resiko nya besar. Apalagi masih di bawah umur. Kalau sampai pendarahan terus nyawa nya ikut bablas bersama janin kan kasihan. Gue bukan penganut **** bebas. Tapi bukan berarti gue juga pro dengan aborsi. Jika mereka mau berbuat, kenapa ngga berani tanggung jawab. Ya kalau di masa depan dikasih rejeki anak lagi. Kalau ngga? Ngenes kan? Karena itu, waktu Nadira datang, gue harus pasang badan. Biarpun abang ya nyebelin,akan gue tahan. Bukankah kata orang jawa witing tresno jalaran seko kulino? Ya kan? "ungkap mbak Wulan tanpa jeda. Bener-bener ngga cocok jadi dokter. Kalau jadi jubir, baru pas. Ngomong panjang lebar, semangat sekali
" makasih ya mbak sudah memikirkan aku segitu dalamnya. Maaf aku jadi merepotkan mbak Wulan dan mas Adit. "akupun segera berhambur ke pelukan mbak Wulan karena kulihat mas Adit masih terbengong tak percaya
" kau pikir aku mau menikah denganmu? "tanya mas Adit
" memang ya kau tak mau? "tantang mbak wulan
" ya mau lah. Demi adek gue paling cantik, gue akan kuat kuatin batin nikah sama lo. Dokter barbar"
"terima kasih"
*****
Suasana rumah sakit hari ini sangat ramai. Mas Adit memilih untuk tidak ikut saja. Dia sangat mengantuk dan lelah katanya. Banyak antrian sampai bejibun di koridor.Tapi karena mbak Wulan punya koneksi, jadi aku tak perlu antri lama lama
"ini kantung rahim ya.wah... Ada 2.kembar ini mah. Semoga kuat dan lancar sampai persalinan ya. Dan ini sudah dipastikan berisi janin. Usianya saya perkirakan baru 10 minggu. Masih sangat mungil sekali. Jadi harus rutin minum vitamin dan obat penambah darah. Jangan stres, jaga fisik jangan kecapean. Dan hati hati karena kecil jadi rawan gugur. Paham ya? "kata kata dokter Lea aku ingat ingat dikepalaku. Aku harus menjaganya dengan baik
"kalau sekarang sih aku pikir ngga ada. Biasanya kalau sudah hamil tua. Kita nanti liat saja kira kira panggulnya sanggup atau ngga. Umur segini kan sebenarnya belum cukup usia untuk mengandung dan melahirkan. Anda juga tentu tau akan hal itu kan, dok?" balas dokter lea kepada mbak Wulan
" saya tau. Hanya memastikan, dok. Kalau begitu kami ijin pulang, dok! "
Akhirnya kami pun pamit. Mbak Wulan mampir ke beberapa toko membeli cemilan dan kue kue. Tidak lupa beberapa jenis buah buahan pun kami ambil.
" mau buat apa mbak sebanyak ini?" tanyaku heran. Ini terlalu banyak kalau hanya untuk kami
" kan mbak dah bilang kalau mbak akan melamar mas mu"
"hah!!!! Mbak serius????"
__ADS_1
****
Sore itu rumah mas Adit sangat ramai. Aku menelepon keluarga Maheswara untuk mendampingi mas Adit di rumah. Tidak lupa aku juga telp Elsa. Biar pakde bahagia.
"sederhana banget lamaran mas Adit ya, Dir?" ungkap Elsa. Aku tau hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, acara dadakan ya sudahlah. Mas Adit saja tadi ngamuk ngamuk waktu aku suruh bangun untuk persiapan menyambut keluarga mbak wulan
"yah beginilah jadinya kalau duda dilamar perawan. Naik tingkat tinggi banget kan tuh?! Yang status nya perjaka tua aja belum laku, ini duda baru kemarin sore udah mau dilamar perawan!" ucap ku. Terlihat muka pakde langsung merah. Entah marah, entah malu. Aku tak tau
" jangan nyindir! "ucap pakde
" eh.... Om om tua ngapain dimari? Entar pengin lo kasihan! "ucap elsa mengundang perang
" kalau pengin, gue lamar lo. Gampang kan?", goda pakde pada Elsa. Gimana mau bersatu kalau bertengkar terus tiada henti.
" ogah sama yang tua. Takut loyo duluan! "balas Elsa. Emang bener-bener teman satu ini ngga ada akhlak. Abang ku mau lamaran kok malah perang
" kek, anak sama calon mantu kakek ramai terus nih. Bikin pusing! "
" CEPU lho"balas mereka berdua serempak
*****
Jam 19.00 keluarga mbak Wulan sudah datang. Kami pun menyambut dengan ramah. Bahkan Elsa dan pakde pun akur dan kompak.
Disepakati bahwa pernikahan ini akan diadakan bulan depan. Resepsi akan diadakan di 2 tempat di Lamongan tempat tinggal mbak Wulan juga di sini. Karena kakek berniat untuk mengenalkan mas Adit sebagai cucu angkatnya
Semua bahagia. Terutama aku. Karena beberapa seserahan ini diselipkan beberapa untuk keperluan ku
Untuk saat ini, kami melupakan masalah mas Adit tentang pekerjaan nya di rumah sakit lama. Juga masalah kehamilan ku. Biarlah kami bahagia untuk sekejap
__ADS_1
*****
"LO gunakan keluarga Maheswara untuk menjatuhkan kita. Sebenarnya lo siapa sih hingga kehadiran lo buat hidup gue semakin susah."suara putri yang membentakku terasa melengking menghiasi koridor