Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 32


__ADS_3

Pov Wulandari galendra


Namaku Wulandari galendra. Putri bungsu dari keluarga galendra. Aku punya 2 saudara laki-laki dan 1 kakak perempuan. Jika bertanya mengenai keluarga, ayahku seorang pengusaha Batubara dan beberapa kos kosan. Kos kosan inilah yang memberi makan untuk kami. Sedangkan untuk hal lainnya, itu baru dari usaha besar ayah.


Ibuku hanya pendamping ayahku. Karena dimana ada ayah, disitu wajib ada ibu. Bahkan jika kami komplain tentang perhatian ibu, ayah akan selalu membelanya


"kalian sudah dilahirkan, disusui, sekarang masih minta diperhatikan. Terus waktu buat ayah kapan? Ngga kasihan ayah disuruh puasa perhatian terus?" selalu itu yang menjadi jurus andalannya


setiap keperluan sekolah, setiap kami sakit, atau kami butuh sesuatu, ayah dan ibu selalu hadir bersama. Tidak boleh ibu pergi sendiri. Bahkan rapat perusahaan pun, ibu diikut sertakan. Padahal ibu pernah bilang sama kami kalau ibu sebenarnya malu kalau harus ikut rapat.


"ga mudeng opo opo kok kon melok. Malah gur plonga plongo. Tapi yo dasare pakmu kie aneh. Nek mbokmu kie ra ketok ngunu ez bingung" (ngga ngerti apa apa kok disuruh ikut. Malah jadinya cuma bengong. Tapi memang pada dasarnya ayahmu itu aneh kalau ibu menghilang sebentar saja sudah bingung)


Segitu bucinnya ayahku!!!


Ketiga kakakku sudah menikah. Semua dari kalangan biasa. Tak ada yang mewah. Saat ku tanya kenapa mereka memilih jodoh yang biasa saja, mereka bilang biar nyaman saja. Kalau dari kalangan jet set takutnya mereka nanti tidak dihargai.


Tapi itu tidak berlaku untuk kakak perempuan ku. Dia menikah dengan kak Reno yang dari kalangan biasa. Tapi karena mertuanya selalu ikut campur keuangan nya, kakakku memilih bercerai. Belum ada setahun, sudah menikah lagi dengan duda seorang dokter beranak 2 di Amerika. Dan dokter itulah yang aku rekomendasi kan untuk Nadira. Dokter Steven sangat terkenal disana. Dan aku yakin dia bisa menangani Nadira dengan baik


Dan sekarang, aku sudah berdiri didepan ruang BK sekolah Nadira. Kami akan memindahkan sekolah Nadira disana biar tidak selalu terkenang masa lalu yang pahit


"loh, Wulan! Ada apa kamu kesini? Yok masuk dulu ke ruangan tante!" kebetulan sekali ternyata guru BK Nadira adalah tanteku. Adik sepupu ayah.


"saya mau mengurus surat kepindahan sekolah Siswi yang bernama Nadira, tante!" ucap ku


"Nadira? Nadira Maheswari yang baru sebulan di kelas akselerasi? Kenapa pindah? Apa dia ngga kuat di kelas akselerasi? Kan kalau begitu, dia bisa bilang sama saya. Bisa kembali ke kelas reguler. Kenapa mesti pindah sekolah?alesan nya apa?"tanya tante siska.

__ADS_1


" kenapa harus pindah? Bukankah seharusnya tante sebagai guru BK nya jauh lebih perhatian. Ada perundungan, tante ngga tau. Ada pelecehan, tante ngga tau. Ada yang memanfaatkan kekayaan keluarganya untuk menindas yang lain pun, tante ngga tau. Terus tante taunya apa? "jengah aku. Katanya mau jadi guru BK itu biar bisa menjadi sandaran para murid. Kenyataannya ada anak muridnya nyaris mati di sekolahnya pun dia tak tau


" apa maksudmu? "tanya tante siska. Rupanya beliau benar-benar buta apa yang terjadi


" cari tau sendiri kejadian seminggu yang lalu di gudang belakang sekolah. Jika sudah, tentukan sikap. Saya ingin tau, sampai dimana kemampuan guru BK di sekolah ini. Tapi tolong itu dicari tau nanti. Saya butuh berkas - berkas sekolahnya Nadira. Dan saya mohon, tolong sembunyikan masalah ini dari siapapun. Karena saya tidak ingin para pria brengsek itu mencari keberadaan Nadira? "balas ku


" akan sulit menyembunyikan data siswa yang keluar dari sekolah. Paling tidak kepala sekolah pasti tau. Apalagi dia pindah ke kelas akselerasi. Murid cuma 10 kan kelihatan banget kalau kurang"


Aku mulai begah dengan masalah ini


"diakalin dikit lah, tan! Dari bolos sekolah, ntar pasti panggilan orang tua, kalau ngga ada respon, pasti itu anak sudah dianggap mengundurkan diri. Gampang kan?"


"kalau berkas itu ditanyakan?"


Segera setelah itu kulihat tante siska pergi ke suatu ruangan. Hingga 10 menit berlalu, tante siska baru datang menenteng plastik


" ini berkasnya. Apa keadaan Nadira parah? "tanya tante siska lagi. Daripada dia kepo, kutunjukkan video terakhir keadaan Dira. Terlihat kedua matanya sudah menggenang.


" ini dia sudah siuman. Bagaimana kalau dia lihat ketika Dira baru sampai di rumah sakit? "batinku


" saya pergi dulu, tan. "aku pun berlalu setelah berpamitan. Kuretas kamera cctv yang menuju ruangan tadi berikut cctv yang ada diruangan tersebut. Aku tak mau ada masalah lain yang akan muncul.


Kulihat tunanganku sudah menantiku di mobilnya. Wajah sendu dan lelah terlihat jelas dimata ya. Namun aku hanya mampu menguatkan. Aku tau dia paling terpukul dengan kejadian Nadira kali ini. Adik yang dijaganya sedari kecil, kini hanya seperti mayat hidup. Hanya bisa diam dan menangis


"mau istirahat dulu atau langsung ke bandara?" tanya ku. Aku sebenarnya ingin langsung ke bandara. Tapi melihatnya kelelahan, membuatku tak tega kalau harus memaksakan

__ADS_1


"bandara saja ya? Kita bisa istirahat di pesawat. Perjalanan ini bakalan panjang. Kalau tidak sekarang, nanti akan lebih lama lagi kita tau keadaannya Nadira. Ngga apa apa kan?" Adit sepertinya sudah semakin menerima kehadiranku. Dan itu cukup buatku bahagia


" ngga apa-apa. Selama kamu ngga kecapean, aku manut kamu saja"balasku tersenyum


"terimakasih. Maaf ya aku selalu membawamu ke dalam masalah"


"ngga apa-apa. Aku malah seneng kamu selalu ikut sertakan aku dalam urusan hidupmu. Kita akan menikah. Dan ini awal yang baik untuk kita" genggaman tangan Adit membuat hatiku menghangat. Andai waktu bisa berhenti, aku ingin selalu seperti ini


****


Pov Rafael


Tahun ajaran baru ini terasa istimewa karena anak beasiswa itu. Cantik tapi tidak norak. Keberanian nya melawan kami itu adalah point plus nya. Biasanya para gadis akan caper kalau melihat aku dan geng ku. Tapi dia berbeda. Hanya cuek malah terkesan acuh tak acuh. Dan justru yang seperti ini yang membuat kami jadi penasaran.ya aku dan ketiga sahabatku austin, betrand dan calvin. Kami berempat tertarik pada 1 gadis.


Nadira Maheswari


Segera kusuruh anak buahku untuk mencari segala sesuatu tentang dia. Ternyata dia adalah yatim piatu yang diangkat anak oleh keluarga seseorang yang bernama Aditya Gunawan. Hampir mirip namanya dengan ayah putri Aditya Wirawan.


Setiap hari selalu kupantau dia. Dari disekolah hingga di club. Bahkan aku pernah menembaknya. Tapi dia menolak. Alasannya tentu saja karena gosip yang beredar bahwa aku calon tunangan nya putri


Segala cara aku gunakan agar dia tertarik padaku. Tapi ternyata sangat sulit. Apalagi aku dengar dia dekat sama Reza Maheswara. Semakin jauh saja harapan ku. Hingga akhirnya dia terjebak di club. Ada seseorang yang menyuntikkan sesuatu di pahanya. Mau aku samperin, tapi pergerakan ku sangat lamban karena full nya pelanggan. Tapi melihat dia akan terjatuh, segera kubopong dia menuju mobil.


Wajah cantiknya mulai menunjukkan ketidak nyaman nya dia. Sungguh saat seperti ini, kecantikan ya tambah beberapa kali


"gua akan bawa lo ke tempat paling hina menurut lo. Gua ingin tau apa pendapat lo setelah itu mengenai markas gue"

__ADS_1


__ADS_2