Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 25


__ADS_3

"pembalasan sedang dimulai. Jangan sampai lupa timbal balik ya. Hehehe...."


Kulirik jam yang ada di HPku. Baru jam 04.00.


Gila!niat banget sih.


Demi kamu nih, Mas! Segera saja aku berselancar ke media sosialnya Elsa. Aku bersekolah SMA baru akan 4 bulan. Tapi mengapa begitu banyak suprise? Elsa memang begitu sederhana. Tapi aku tau, dia lebih dari mampu jika mau hidup mewah. Ayahnya seorang pengusaha, sedangkan ibunya mempunyai sebuah butik yang cukup terkenal.


Kami berteman. Tapi tak begitu akrab. Statusku sebagai Siswi beasiswa dulu membuatku menjaga jarak dengannya biar dia tidak ikut ikutan kena bullyan.


Sudah hampir 1 jam aku mencari tau tentang Elsa. Tapi belum juga mendapatkan informasi yang menyenangkan tentangnya. Jam sudah menunjukkan jam 5.15.lebih baik aku mandi sekarang. Siapa tau Elsa berangkat pagi. Jadi daripada mencari informasi yang belum tentu akurat, lebih baik tanyakan langsung pada yang bersangkutan


"aku mau berangkat sekarang. Mau jemput atau aku berangkat sendiri?"


Send...


Kutunggu beberapa menit sambil menyantap nasi goreng yang baru saja aku masak. Biasanya kami hanya memasak dan sayurnya beli diluar. Selain sibuk, aku dan mas Adit beda selera.


Tin Tin tin


Mobil siapa yang bertengger di depan gerbang?


Selama penyelidikan tentang kasus mas Adit masih berlangsung, kami masih diizinkan tinggal disini sampai kasus selesai.


Kulihat ke arah gerbang. Kulihat Rafael sudah bertengger manis disamping mobil mulus ya.


"mau ngapain jam segini dah mau berangkat sekolah? Takut kalau ketemu nenek lampir dibully lagi?" ucap Rafael pagi ini. Memang jam dindingku baru menunjukkan jam 06.10.sedangkan sekolah kami masuk jam 07.15


"ada bisnis." jawabku singkat

__ADS_1


"bisnis apaan?"


Hah, ternyata dia kepo.


"ada urusan sebentar sama Elsa. Teman kelasku dulu.kenapa? Masih mau tanya lagi urusan apa? Urusan perempuan dan laki-laki ngga boleh tau"


Aku tak mau semakin banyak orang yang tau soal abangku yang dijebak oleh seseorang. Ini masalah yang riskan. Aku yang hanya anak buangan bisa dibantu masalahnya oleh keluarga Maheswara, kan semua jadi tanda tanya. Siapa aku sebenarnya? Ya kan? Dan akan semakin banyak orang yang tidak akan suka hal itu. Terutama si putri nenek lampir itu. Dia akan katahuan kalau sudah berbuat kriminal dengan memalsukan tes DNA. dan ini pasti juga berpengaruh terhadap keluarga tante Lastri dan tante Rahmi. Belum soal perjodohan konyol itu. Aku tak mau di jadikan umpan keserakahan mereka. Sudah cukup aku menderita saat kecil dulu. Sekarang aku harap tidak lagi


"Ck... Emang Elsa berangkat pagi?" tanya Rafael lagi. Tentu saja karena ini masih pagi, kemungkinan itu kecil kalau dia sudah berangkat. Tapi kemarin aku sudah mengirim pesan kalau aku ingin bicara dengannya. Kuharap dia paham maksudku dan ikutan berangkat pagi. Kalau tidak, aku akan pulang agak malam nanti. Dan itu tidak kuinginkan. Aku harus menemani mas Adit di masa masa sekarang. Biar pikirannya ngga buntu soal gelar dokternya


"Kuharap sih. Tapi kalau ngga ya terpaksa cuma bisa berbalas pesan."


"kenapa ngga berbalas pesan aja sih, Dir? Kan ngga repot harus berangkat pagi kayak gini" keluh Rafael. Pandangan tajam langsung kuarahkan padanya


"ngga ikhlas? Kenapa tadi ngga bilang aja? Ok! Ini terakhir kamu ngantar jemput aku. Nanti pulang aku bilang aja sama mas Adit untuk menjemputku.ngga masalah kok" aku pun mulai kesal.


"ck... Bukan gitu maksud gue. Kan emang praktis kalau ngomong pake hp. Buat apa itu hp bagus kalau hanya buat pajangan? Lagian itu pemberian dari pacar lo kan? Ngga mubadzir kalau ngga digunakan? Mas Adit lagi kerja. Jangan diganggu. Gua udah ijin mas Adit buat jadi ojek lo. Dan itu berlaku selama gue masih mampu. Kalau gue sudah sibuk, nah lo cari tukang ojek lain"


"masih ingat gue, lo?" Elsa langsung berkacak pinggang saat aku sudah mendekat. Kupeluk erat sahabat yang kulupakan semenjak aku pindah ke kelas akselerasi.


"Masih lah. Kangen aku padamu!"setelah mengucapkan itu malah Elsa melepaskan pelukannya. Kembali ke mode awal. Berkacak pinggang


" sebulan lo pindah ngga ada ya itu pesan sekedar say hai atau lo ngungsi dimari sekedar absen wajah. Lo tau kan anak reguler dilarang maen ke kelas lo kecuali anak orang orang penting. Sedangkan elo yang bisa maen sono sini ngga ada tuh inisiatif buat kesini. Sekarang lo dimari. Ngga mungkin atas inisiatif sendiri. Pasti ada apa-apa nya. Ngomong lo sekarang! "ucap Elsa panjang lebar. Kelihatannya itu anak sangat sebel sama aku. Aku hanya bisa tertawa mendengarnya


Belum sampai aku ngomong, ada pemberitahuan kalau akan ada rapat komite sekolah. Jadi murid yang sudah hadir, disuruh pulang kembali. Sedangkan yang belum hadir, sudah ada pemberitahuan di pesan grup sekolah. Kesempatan! Aku bisa mengorek informasi sedalam dalamnya tentang Elsa tanpa terganggu yang lainnya


"kafe depan yuk! Aku traktir. Kangen sama teman teman kafe juga nih" ajakku.


"banyak duit lo sekarang?" Elsa tampak memicingkan mata curiga. Aku kembali tertawa. Mungkin dia lupa kalau aku pacar Reza Maheswara. Seseorang yang pernah terciduk membelikan aku hp dan mengantar aku sekolah hingga jadi gunjingan bahwa aku andalah simpanan nya

__ADS_1


" duit mas Reza"aku menarik turunkan alisku sombong.


" Lupa gue kalau lo sekarang tajir gara gara pacaran sama anak Maheswara. Eh, tapi ini jam berapa b***! Mana ada kafe jam segini buka?"kata Elsa menyadarkan kalau ini masih terlalu pagi untuk nongkrong di kafe. Jam dikelas masih menunjukkan jam 06.55


" terus kita kemana? Atau kita jajan aja. Makan di rumah lo kalau lo ngga keberatan. Abang sama orang tua lo dah berangkat kerja semua kan?" aku pun mengusulkan untuk ngungsi aja ke rumah dia. Kebetulan dia pernah cerita kalau siang rumahnya sepi.


"gitu juga ok. Aku jajan banyak ya? Dah lama gue ngga puas puasin jajan."


"kelihatannya aku mau dirampok nih."kulirik Elsa yang langsung tertawa mendengar gerutuku


" gue harus berhemat biar bisa ke Korea liburan nanti. Abang sama ortu gue ngga ngijinin pergi kalau sendiri gara gara pernah sakit waktu disana dan teman teman ku dulu pada asyik sendiri. Jadinya sampai masuk rumah sakit dah. Setelah itu ortu gue ngga ngijinin gue pergi. Kalau mau tetap pergi, gue harus cari duit sendiri. Entar bareng abang gue. Pelit kan ortu gue? Maka dari itu gue kerja part time, ngirit duit jajan, naik angkot pulang pergi. Ngenes kan hidup gue? "sambat Elsa kembali


" ngga. Coba kalau kamu ngga pengen ke Korea. Hidup kamu juga biasa ae kayak kemaren. Jajan bebas. Ngga mungkin juga part time kan??? "balas ku. Orang kalau sudah terbiasa kaya, suruh kerja sedikit mengeluh. Apalah dayaku yang sudah bersahabat dengan kengenesan sedari bayi


" ck... Bicara sama lo ngga ada benernya gue perasaan. Lanjut jajan aja deh. Daripada bicara sama lo ntar buat gue ngebatalin niat liburan ke Korea. Mau jajan dimana?"


"terserah kamulah"


Segera kukirimkan pesan ke Rafael kalau aku akan pergi dengan Elsa. Tapi ternyata dia malah sudah mengirimkan pesan kalau dia akan tidur di markas.


Setelah 2 plastik besar jajanan Elsa, aku pun segera memotretnya dan membayarnya. Tentu saja foto itu akan aku kirimkan ke pakde sebagai bukti kalau dia harus mengganti uangku. Tak tanggung tanggung. Hampir 400rb. Aku hanya menggeleng gelengkan kepala. Sedangkan tersangkanya nyengir nyengir ngga jelas


"bener bener kamu ngerampok aku ya? Kalau aku masih kerja, itu hampir separo gajiku lho. Ckckck...."


"udah. Duit doi lho juga. Biar gue ngicipin dikit duit Maheswara. Sekarang let's go. PULANG!!!"


Kami menuju rumah Elsa dengan menaiki angkot. Sepanjang jalan kami isi dengan obrolan ringan. Hingga akhirnya dia pun menanyakan tentang Rafael yang selalu mengantar jemputku setiap hari


" dia yang minta sama mas Adit buat dia saja yang mengantar jemputku setiap hari." jawabku

__ADS_1


"kenapa? Kan aneh tidak ada hujan tiada angin tiba-tiba saja dia mau nganter jemput lo. Apalagi calon tunangan dia saja setaun gue nih ya, ngga pernah tuh diantar jemput ma dia? Ngga mungkin kan dia tertarik sama lo secara semua orang tau kalau lo pacaran sama Reza Maheswara. Atau lo mau belajar selingkuh"lagi lagi Elsa menatap curiga padaku


Mam***!!!! Mau jawab apa aku sekarang!!!!


__ADS_2