Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 42


__ADS_3

Rafael dan teman-teman nya masih sabar mendengarkan segala unek unek mbok Darmi. Mereka ingin mencari celah tentang pemikiran mereka yang membenarkan kalau putri yang di rumah besar Wirawan bukanlah Putri yang sesungguhnya


"Putri itu punya lesung pipit yang lucu. Sebentar. Mbok punya fotonya." mbok Darmi langsung pergi dari tempat duduk nya. Sekejap kemudian, beliau sudah kembali dengan beberapa foto di tangannya


"meskipun kelihatan ngga terurus, non Putri tetep cantik kan, Den?" mbok Darmi memberikan beberapa lembar foto. Kelihatannya foto itu diambil saat ulang tahun cucu simbok


"kok malah mirip Nadira ya daripada Putri?" ucap Calvin. Benar! Foto ini lebih mirip ke Nadira daripada ke putri yang sekarang. Apalagi lesung pipinya


"putri yang sekarang kayaknya ngga punya lesung pipi. Bener ngga sih?" Austin pun menambahkan kecurigaannya. Tapi sedetik kemudian dia ingat tentang perbuatannya beberapa hari yang lalu kepada Nadira. Mam***! Bagaimana kalau Nadira bener-bener Putri yang asli? Bisa habis kita dilibas Betrand. Matanya langsung melirik ke Betrand


"kalau benar adek gue yang sebenarnya adalah Nadira, siap-siap aja lo semua masuk rumah sakit. Gue ngga akan ngebiarin kalian baik-baik saja" Betrand mulai menatap satu persatu sahabatnya. Sedangkan yang ditatap hanya nyengir tak berdaya.


Glek


"kita bener-bener selesai kalau dugaan kita benar!" gumam Austin yang disetujui Calvin. Sedangkan Rafael, dia lebih memikirkan bagaimana nasib Nadira saat ini. Soal ancaman Betrand, dia rasa, dia memang pantas mendapatkan nya


"perlu tes DNA ulang ngga sih?" seru Calvin. Tentu saja ini cara paling mudah untuk menentukan garis keturunan.


"bukannya dulu udah 2x ya?" Austin pun turut bicara


"sekarang kita awasi jalurnya langsung. Pake darah kan cepet tuh" ucap Rafael.


"gue nunggu tes DNA yang kemaren keluar dulu. Jika ngga cocok, baru kita tes DNA ulang darah papa sama Putri. Tapi kalau bukan Putri siapa perempuan yang sekarang bersama kita?" Betrand pun bertanya tanya. Usia gadis itu sebaya adik tirinya. Bahkan dia juga paham struktur keluarga nya. Dia berarti orang yang mengenal keluarga Wirawan, Maheswara dan mbok Inah dengan baik


" bagaimana kalau itu adalah Desy. Anaknya si Lastri. Katanya usia mereka tak berbeda jauh. Hanya berbeda 1 atau 2 bulan kayaknya." jawab mbok Darmi

__ADS_1


"mereka masih tinggal di dekat sini, mbok?" tanya Rafael. Jika dekat, penyelidikan selanjutnya semakin gampang.


"Sam,,,," mbok Darmi nampak memanggil seseorang


"Ya mbok!" seseorang yang terlihat masih muda menghampiri mbok Darmi


Seseorang yang dikenalkan simbok sebagai anak bungsunya yang bernama Samsul rupanya seorang yang pernah bekerja di kecamatan. Dia yang mengurus data penduduk di kecamatannya


"si Lastri jek nang kono ra?"tanya mbok Darmi pada Samsul putra bungsunya


" mboten, mbok. Sampun pindah sak rampungipun mbah Inah sedo. Badhe nopo nggih mbok? "tanya Samsul kepada ibunya. Tentu saja bahasa itu membuat Rafael dkk celingukan. Ngga ngerti maksudnya


" ini bisa pakai bahasa Indonesia aja ngga, mbok? Biar kita juga ngerti maksudnya"ujar Rafael mewakili kebingungan teman-teman nya juga


"kapan? Pindah kemana? Mas tau ngga?" tanya Betrand. Tentu saja kalau mereka pindah, akan semakin sulit lagi mereka mencari fakta selanjutnya


"ngga tau ya, mas. Alasan kepindahan dulu kalau ngga salah mau merantau ke kota. Kami juga ngga menanyakan kelanjutannya. Ini ada apa ya sebenarnya?" Samsul pun menyusul duduk bersama kami.


"masalah si cantik. Kamu tau kabar mereka terakhir kali?" mendengar si cantik disebut, seketika raut wajah Samsul terlihat tersipu. Kelihatannya Samsul pun mempunyai rasa kepada Putri yang asli


"ngga tau, mbok. Mereka serempak pindah setelah 7hr kematian mbah Inah.kasihan sebenarnya sama si cantik. Disini saja dia ngga di urusin. Apalagi di tempat asing. Apa mas sekalian sudah bertemu dengan neng Putri?" lanjut Samsul. Terlihat sekali dia sangat menyukai Putri kecil


" dia sudah pulang ke keluarga kandungnya. Tapi aku yang belum yakin kalau dia adik tiri ku."ulas Betrand. Terlihat raut wajah Samsul seketika menjadi merah


" kenapa? Ngga ikhlas karena kasih sayang orang tuamu akan terbagi? Jangan egois. Cantik sudah susah dari bayi. Dia dari bayi diajak jualan panas panasan, hujan hujanan. Orang tua yang katanya orang kaya, ngga mana? Cuma ngasih duit, tapi duit dimakan orang lain ngga tau. Katanya mau nengok, sampai anaknya ilang dari sini ngga keliatan batang hidungnya. Mamanya datang di waktu yang terlambat. Cantik sudah tidak disini lagi. Saat kini kembali ke keluarga kandungnya, malah diragukan. Kenapa tidak dibunuh aja dari janin mas biar ngga sengsara hidupnya. Andai dulu saya punya kuasa berlebih, pasti sudah saya ambil itu Cantik dari keluarga mbah Inah. "jawaban Samsul kembali membuat semua tercengang. Sebegitu jahatkah keluarga almarhumah mbok Inah kepada Putri? Kenapa selama ini mbok Darmi tidak pernah menceritakan apapun

__ADS_1


" saya pernah cerita kehidupan Putri ke tuan Wirawan, Den! Tapi ngga pernah ada tanggapan. Ya udah saya ngga pernah menyampaikan lagi kondisi Putri" mbok Darmi langsung memberikan pernyataan pembelaan diri. Takut kalau semua berpikir bahwa dia sengaja menutupi keadaan Putri dari keluarga Wirawan


"aku tuh bukan tidak ikhlas. Pertama kali Putri datang ke keluarga kami, dia tidak kurus kering. Badannya sangat terawat. Dia pun bercerita kalau selama ini dia dirawat dengan baik oleh keluarga bi Lastri.mangkanya dia meminta kepada keluarga untuk tetap memberikan uang kepada keluarga bi Lastri sebagai balas budi karena tetap menjaganya dengan baik setelah mbok Inah tiada. Mereka juga bekerja di perusahaan papa kok. Sebenarnya salah satu keluarganya ingin bekerja di perusahaan Maheswara. Tapi maheswara tidak mau menerima mereka. Keluarga Maheswara sendiri berpikir kalau anak anak mbok Inah hanya menipu. Mereka tak percaya kalau Putri yang sekarang adalah anggota keluarga mereka yang hilang. Aku sendiri juga seperti ngga ada ikatan perasaan dengan Putri. Entah mengapa kalau yang ada dirumahku sekarang bukanlah Putri yang asli"jelas Betrand berapi api. Enak saja dia dituduh serakah kasih sayang orang tua


"kok aneh ya kalau Putri dirawat dengan baik sama bi Lastri? Apalagi disini dulu dia ngga pernah diurusin sama dia sedikitpun. Ada yang salah kayaknya" gumam Samsul yang masih bisa didengar oleh yang lainnya


"bukan itu saja. Dia bahkan tidak pernah simpati sama mbak mbak yang ada dirumah. Seperti lupa daratan kalau dia pernah hidup susah. Sudah beberapa kali aku pergoki dia akrab dengan bi Lastri. Kalau disimak dari ucapanmu tadi, seperti tidak mungkin kalau Putri pernah ditindas sama bi Lastri. "lanjut Betrand


" kamu punya foto putri yang sekarang? "tanya Samsul ke Betrand. Betrand pun segera merogoh kantung celananya dan memperlihatkan foto keluarganya versi terbaru


Seketika raut wajah kaget ditunjukkan samsul


" ini bukan Putri. Bisa aku pastikan. Aku sangat ingat wajah cantik Putri. Ini lebih mirip ke Desy. Anak tante Lastri" jawab Samsul yang membuat Rafael dkk bingung


"jika itu bukan Putri, terus Putri yang asli dikemanakan sama bi Lastri?"


"Apa tes DNA itu nanti memastikan bahwa dia adikku ya? Oh Tuhan....


Rumitnya keluargaku!!!"


*****************


TQ so much @titik rahma @ronauli @meli meilia @iksan ster @wastina sitinjak atas komen sama like nya yah. Maaf belum bisa update tiap hari. Selain sibuk anak, hp juga sering disabotase anak. Jadi harap maklum nggih


Tapi dalam hati saya terharu. Matur sembah nuwun sudah mau baca karya receh ku. Salam sayang selaluπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ˜šπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2