Luka Masa Lalu

Luka Masa Lalu
Bab 49


__ADS_3

"bagaimana dengan putri? Kalau Betrand sudah berterus terang, nasib putri sudah tidak ada yang tau. Kecuali dia punya pegangan seseorang yang kuat. Reza dan Marcel jelas ngga mungkin. Dia sangat benci sama itu manusia." mata Austin dan Calvin langsung melirik Rafael. Karena itu adalah kemungkinan terbesarnya


" gue akan suntik hormon"jawab Rafael.


"KAU GILA!!!" Austin dan Calvin refleks mengatakannya


"emang diusia kita sudah boleh melakukannya? Jangan goblok! Ntar malah memengaruhi kualitas kecebong di masa depan bagaimana? Mau kau kalau ngga punya anak yang imut-imut?"


"kita buka internet dulu. Ya kali ada kayak gitu" ucap Calvin. Karena memang setau dia hanya perempuan yang suntik kb kan


"ada. Dan hanya delapan mingguan fungsinya. Lo mau bolak balik disuntik hanya karena tuh cewek?" ucapan Austin membuat Calvin terbengong. Masak setiap 8 minggu harus disuntik?


Tanpa menjawab ucapan kedua temannya, Rafael meninggalkan mereka yang masih penuh tanda tanya.


Dia sudah memikirkan hal ini dari lama. Dia sudah menetapkan hatinya pada Nadira seorang. Dan keturunan nya, harus hanya dari dia seorang . Maka dari itu, semenjak dia tau dia telah membuat Nadira kehilangan anaknya, dia harus berjuang cepat. Cepat tangguh, cepat cerdas dan cepat mapan


******


Sementara di ujung negara yang lain Nadira juga sedang memperbaiki hatinya. Terlalu banyak luka yang tertoreh hingga dia bingung harus mengobati dari mana dulu. Dan karena kelemahannya itu, dia harus menghindar dulu dari semua orang yang sudah menorehkan luka


*Dear keluarga tersayang.....


Maafkan aku yang terlalu lemah. Aku akan memperbaiki hatiku dulu sebelum kembali kepada kalian. Aku harap kalian maklum.


Aku tak marah akan masa lalu. Aku hanya ingin memperbaiki penyakit hati ini dulu. Jangan mencari aku. Aku kuat. Bukankah selama ini aku juga sendirian menghadapi cobaan hidup? Love you my family*.


Surat itu dia titipan kepada suster Michelle. Almarhumah ibunya ternyata telah menyiapkan sejumlah tabungan untuknya meskipun waktu itu tidak sempat diketemukan. Ternyata mempunyai wajah yang seperti ibunya membuatnya beruntung kali ini. Dengan dibantu kak Satya kakak tirinya yang bertugas di kedutaan, dia dapat dengan mudah pindah negara.


*******


Dan sekarang disini kembali dia berada. 10th sudah dia menghilang tanpa kabar. Gadis dengan segala luka sudah kembali ke tempat yang memberikan penuh luka itu.


"gue cariin juga, malah ngelamun." ucap Dewa.

__ADS_1


"lagian cuma disuruh beli es cream lamanya setahun. Kalau gue nyidam nih ya, dah keburu ganti nyidam yang lain gue." meskipun menggerutu, tapi es cream coklat itu tetep diambilnya


Dia Nadira Maheswara. Perempuan yang dulu penuh luka kini telah sukses menjadi pengacara hebat dan spesialis IT. tentu saja dia mendapatkan hal itu dengan tidak mudah. Kak Satya menambahkan beberapa ribu dolar untuk biaya hidupnya


Hidup di negri orang tentu saja tidak mudah. Tapi menurut Nadira, dia jauh lebih nyaman. Tak ada bayang-bayang masa lalu yang menghantui nya.


"jam berapa ini?" tanya Nadira pada Dewa.


"jam 9.30.mau pergi sekarang?"


"heem. Sekalian sarapan. Laper!"


Mereka lanjut ke resto yang dihotel. Sadewa Priambudi. Sahabat satu - satunya Nadira dipelariannya.


"Lo ngga ngabarin keluarga lo? Ngga kangen? Mereka ngga salah lo, Dir?" nasi goreng dihadapannya ini seketika hambar rasa nya setelah mendengar ucapan Dewa. Muncul rasa bersalah dalam hati saat dia menghilang begitu saja setelah diberi perhatian yang luar biasa saat dia terpuruk. Kini di usianya yang sudah dewasa, dia malu jika harus serta merta hadir di keluarganya begitu saja. Dia yang dulu menghilang pasti meninggalkan gelisah dan panik keluarganya. Beberapa kali dia pulang ke sini pun tanpa menemui mereka. Dia terlalu malu mengakui jiwa labilnya dulu


"nanti setelah kasus ini selesai, gue coba nemuin mereka. Tapi takut!" benar-benar nasi goreng itu tak tersentuh kini.


"jangan macem macem. Gue rujak lo ya kalau sampai macem - macem sama keluarga gue"


"ish.... Posesif! Kenapa ditinggal kalau nggak boleh diganggu?" sarkas Dewa yang dihadiahi delikan tajam Nadira


"lagian lo tuh aneh. Cakep, mapan, macho tapi selera lo....


Kenapa ngga cari yang normal aja sih?" belum sempat dijawab, tamu mereka sudah datang klien yang harus diurusi


"selamat siang. Saya Rafli dari Megantara"


"saya Dewa mewakili Ecxa lawfirm. Mari silahkan duduk." Dewa mempersilahkan tamunya untuk duduk.


Tatapan Rafli masih tertuju ke Nadira. Wanita cantik ini ada disini tapi kenapa tidak diperkenalkan?


"Dia sahabat saya. Mohon maaf dia tidak terlalu suka berbaur dengan orang asing" Dewa tau kliennya sangat penasaran dengan Nadira. Tapi Nadira belum sembuh benar dari traumanya. Seharusnya dia meneruskan pengobatannya waktu itu. Tapi dia malah memilih menghilang dari siapapun yang dikenalnya. Termasuk keluarga tirinya. Dia bekerja siang malam untuk homeschooling dan belajar IT dari seorang temannya yang pandai meretas. Tentu saja kenalan jahat dia dapatkan dari tempat jahat pula. Disanalah dia pertama kali bertemu dengan Dewa juga.

__ADS_1


Dari Dewa juga dia banyak mempunyai kenalan dari kalangan jetset. Jadi pekerjaannya lebih mudah dan beruntungnya sampai dia lulus, tak ada tragedi seperti dulu


Kini dia kembali kesini. Besar keinginannya untuk berdamai dengan masa lalu nya. Tapi keberanian itu belum cukup dia rasa


"ngga apa-apa kita bicarakan hal ini?" ucap Rafli hati-hati. Dia sadar kasusnya itu tidak sederhana


"Anda ada bukti penambahnya?" tanya Dewa. Mereka dikontrak karena menurut informasi, kasus ini minim bukti pembelaan. Semua cctv sudah disabotase dari awal. Dan bodoh ya, sang pimpinan tidak ngeh pada hal itu


"siapkan saja dananya. Anda tau kan, dengan mengontak kami, berapa harga yang harus Anda tebus?" tanya Dewa kembali. Tenaga mereka memang sangat mahal biayanya. Karena apa yang mereka beri juga tidak sederhana


"saya tau. Dan saya paham akan hal itu" . Sebuah cek dia keluarkan. Mereka mengontak Ecxa untuk pengacaranya. Tapi untuk mencari barang bukti yang tidak ada sama sekali, tentu saja ada bayaran lebih. Dan beberapa digit sudah tertulis di kertas cek tersebut


"Anda tinggal duduk nyaman di pengadilan. Kami pastikan di pengadilan nanti, barang bukti sudah tersedia. Selamat siang!" Nadira dan Dewa segera meninggalkan lokasi. Dengan kemampuan IT yang mereka bisa, tentu saja akan banyak musuh yang mengintai. Untuk itu, jika bukan karena keadaan kepepet seperti tadi, mereka lebih suka berdiam di kamar


Bugh...


Seorang anak kecil tidak sengaja menabrak Nadira. Dengan mata bulat bening, anak kecil itu terlihat lucu dan imut


"maaf aunty!" anak kecil itu masih terus menunduk. Mungkin dia ketakutan akan dimarahin oleh orang yang ditabraknya


"it's ok! Nama kamu siapa? Mama sama papa kemana? Mau aunty antarkan?" Nadira berjongkok dan menyetarakan tingginya dengan anak kecil itu. Mencoba mendekati untuk mengurangi ketakutan anak kecil tersebut


"moana, aunty. Mama papa ada di dalam. Aunty mau ikut bergabung? Ayo sama aku saja?" moa menggeret tangan Nadira untuk mengikutinya. Tapi Nadira malah menatap ragu pada Dewa. Setelah Dewa mengangguk, Dira mengikuti langkah Moa kedalam resto kembali


"mama cariin dari tadi kemana saja,Moa? Udah mama bilang kan jangan pergi dulu kalau hilang bagaimana?" terlihat wanita cantik sebaya Nadira memarahi Moa. Mungkin karena saking paniknya kehilangan anaknya membuatnya langsung marah kepada anak yang hilang tadi


" Moa cari papa, ma."jawaban anak kecil itu membuat 3 orang dewasa geleng-geleng kepala.


" papa ngga kemana-mana. Dia cuma angkat telepon. Maaf ya, mbak. Ini tadi moa saya tinggal pesan makanan sebentar tau tau sudah hilang. "Nadira tentu saja langsung menatap wajah mama Moa yang sepertinya sangat familiar


" Nadira? "


" Salsa? "

__ADS_1


__ADS_2