Luruh Tak Embuh

Luruh Tak Embuh
LTE | SATU


__ADS_3

"Aku sudah pernah bilang kan! Jangan berharap pada bajingan seperti Bagas! Dia sejak awal sudah sangat mencurigakan. Dan sekarang terbuktikan! Kau dijadikan taruhan Ruhi!" Maki Tito saat tau sahabat yang paling dia cintai menangis karena perasaannya telah dilukai oleh seorang laki-laki yang sialnya adalah kakak tingkat mereka di teater Langit.


Ruhi masih sesenggukan dengan kedua tangannya menangkup wajah manisnya. Tito yang tidak tega, meraih tubuh Ruhi lalu membawa Ruhi ke pelukannya. Ia mengusap ujung kepala Ruhi kemudian mendekapnya.


Mereka masih mengenakan kostum untuk pentas parade teater Langit. Ruhi dengan sari punjabi berwarna hitam, dan Tito dengan setelan tuxedonya.


Beberapa menit kemudian, Ruhi sudah mulai tenang. Tito melepas pelukannya lalu mengusap pipi Ruhi untuk menghapus air mata yang membasahi pipi Ruhi.


Hidung merah dan mata sembab, entah penjelasan apa yang akan Ruhi katakan kepada ayah dan kedua kakaknya yang ia kenal sebagai lelaki posesif dan over protektif.


"Ayo pulang," ajak Tito dengan lembut.


Ruhi menggeleng. Ia terlalu takut kalau ayah dan kedua abangnya akan mengamuk dan mengancam akan membubarkan UKM teater Langit jika mereka tau alasan Ruhi menangis karena salah satu anggota teater Langit.

__ADS_1


Rajendra Hayyat Khan adalah pemilik yayasan sekaligus rektor Universitas PGRI Diponegoro, Surabaya. Jadi, bisa dengan mudah baginya untuk membubarkan UKM teater langit. Ruhi tau, ancaman ayahnya tidak bisa dianggap enteng.


Kakak pertamanya, Rendi Rajendra Hayyat Khan. Seorang perwira TNI AD yang bertugas di KOREM Bhaskara jaya, Surabaya. Dan kakaknya yang kedua, Indrasena Galuh Rajendra Hayyat Khan. Seorang mahasiswa semester 6 yang menjabat sebagai presiden BEM dan Komandan Resimen Mahasiswa.


Kembali pada Ruhi yang ketakutan.


"Aku akan menjelaskannya pada papi dan kedua mas Indra."


"Enggak... Aku takut kalau-"


Indra meraih tubuh adiknya lalu memeluknya. Ia sejak tadi sudah mendengarkan pembicaraan antara Tito dan Ruhi.


"Abang mohon jangan menangis. Abang bersumpah akan membalasnya kepada Bagas!" Ucap Indra.

__ADS_1


"Ruhi mohon jangan... Ini masalah Ruhi... Udah ya," mohon Ruhi.


"Tapi janji, jangan nangis lagi?"


"Janji."


"Ayo pulang... Kita duluan ya To."


"Iya mas."


Indra terus merangkul bahu Ruhi, menguatkan adik kecilnya itu. Tito menatap punggung Ruhi dengan sendu. Tangannya mengepal dengan kuat.


"Aku tau perasaanmu saat tau jika ternyata Bagas, orang yang berhasil memenangkan cintamu dan berhasil membuatmu jatuh sejatuhnya dalam jurang cinta, rupanya dia mendekatimu karena kalah bertaruh dengan Jodhi. Maaf karena aku gagal menjagamu. Aku, Muhammad Tito Vilanova, berjanji akan menjagamu dari lelaki sejenis Bagas meskipun ada hati yang tengah menunggu kau sadar akan betapa tulusnya rasa cintaku padamu," gumamnya seraya pergi pulang ke rumahnya sendiri.

__ADS_1


•••


TBC❤️


__ADS_2