Luruh Tak Embuh

Luruh Tak Embuh
LTE | EMPAT PULUH SATU


__ADS_3

Mulai part ini nama tokoh sudah kembali seperti semula🌻


***


Para pemain berkumpul lantas saling berpegangan tangan.


     "Kesadaran adalah matahari.


      Kesabaran adalah bumi.


      Keberanian menjadi cakrawala.


      Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata."


     "SALAM BUDAYA!"


     Riuh penonton memberikan tepuk tangan kepada Ruhi dan semua pemain dari teater Langit.


     Indra dan Nada memasuki panggung ikut bergabung dengan para pemain yang duduk lesehan. Karena ini acara selanjutnya adalah sarasehan.


     "Nah, itulah tadi penampilan dari teater Langit. Tepuk tangan sekali lagi dong buat para pemain."


     Penonton bertepuk tangan dengan riuh. Belum ada yang beranjak dari duduknya. Padahal biasanya belum selesai saja sudah pada keluar dan pulang. Kali ini berbeda. Penonton nampak sangat antusias dengan pementasan drama tunggal Teater Langit barusan.


     "Kan ini sarasehan... Dari penonton bisa memberi tanggapan atau pertanyaan mengenai drama atau kepada pemain. Sesi pertama tiga penanya ya."


     Seorang gadis mengacungkan jarinya. Indra lantas mengulurkan mic portabel itu kepada adik sepupunya sendiri ternyata.

__ADS_1


     "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu."


     "Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu."


     "Nama saya Sonarika Tanuja Kurana. Saya mau tanya sama mbak Ruhi dong bang Indra."


     Indra memberikan mic kepada Ruhi.


     "Mbak Ru, ini kisah nyata kah? Atau gimana? Kok aku geregetan banget sama tokoh Ferdian sama Vika ini."


     "Weleh, kalau masalah itu... Bisa tanya mas Danu, Tan. Kan beliau sutradaranya."


     "Kan aku nanyanya sama mbak Ruhi."


     "Ya tapikan-"


     Khan dan Kurana. Dua marga yang sangat disegani dan ditakuti di dunia. Kedua keluarga ini dulunya adalah mafia yang tersohor akan kekejamannya kepada musuh. Barang-barang ilegal bisa dengan mudah mereka perjualbelikan tanpa ketahuan oleh aparat kepolisian.


     "Sekarang serius nanyanya. Mbak Ru, kok bisa menghayati banget gitu resepnya apa?"


     "Kalau bisa sih amit-amit. Tapi, kamu harus merasakan sendiri sakitnya dikhianati. Atau kamu hayati semua peranmu. Intinya gitulah."


     "Kalau misal mbak Ruhi di posisi Alexa, apa tindakan bang Indra?" Tanya Tanuja.


     "He lho lho kok aku?"


     "Kan anda abangnya mbak Ruhi to bang," geram Tanuja.

__ADS_1


     "Aku akan membunuh Dian dengan tanganku sendiri," ujar Indra menatap Bagas dengan sengit. Nada bicara Indra membuat suasana hening tapi Nada dengan cepat mencairkan suasana. Tanuja pun menyeringai menatap Bagas. Dia sengaja bertanya seperti itu kepada Indra. Meskipun Tanuja sudah tau apa jawaban Indra, ia hanya ingin melihat wajah pucat ******** bernama Bagas yang telah menyakiti kakak sepupunya itu.


     "Ada penanya lagi?" Tanya Nada.


     Faris Aditama Kurana mengangkat tangannya. Indra menyerahkan mic kepada pamannya itu.


     "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu."


     "Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu."


     "Pertama-tama, perkenalkan nama saya Faris Aditama Kurana. Saya sebagai paman dari Ruhi Rajendra Hayyat Khan merasa sangat bangga melihat keponakan tersayang saya berakting sebagus itu."


     Semua bertepuk tangan.


     "Bukan hanya Ruhi, tapi semua teman-teman teater Langit juga bagus aktingnya. Penjiwaan karakter kalian membuat saya yang menonton, seperti ditarik untuk terlibat dalam suasana yang kalian bangun. Pas adegan Alexa meninggal, saya sampai ikut menangisi. Dan adegan dimana Delfano marah kepada Dian, saya juga ikut marah. Dan bisa dibilang, lakon kalian sukses. Semuanya. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu."


     "Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu."


     "Wah, kesan yang bagus dari om Faris. Terimakasih om."


     "Kemudian, pak Rajendra sebagai rektor Universitas PGRI Diponegoro, ada yang ingin disampaikan?"


     "Habis ini Ruhi langsung pulang bareng papi. Ada reuni keluarga," ujar Rajendra.


     Ruhi mengangguk. Selepasnya, Nada dan Indra menutup acara sarasehan dan penonton mulai berhamburan keluar dari gedung dan kembali ke rumah masing-masing.


•••

__ADS_1


TBC♥️


__ADS_2