
Pusing aku kalau Hira bilang lagi ngidam jajanan yang namanya madu mongso. Jajanan itu kan adanya hanya di jawa. Terpaksa aku cari akal. Pesan online lewat shopee. Semoga rasanya sesuai keinginan dia, dan dia nggak protes. Kalau dia protes, bisa menambah beban beratku. Karena di tanah melayu ini, nggak ada jualan jajanan yang namanya Madu Mongso.
Aku sendiri juga heran. Dia itu tahu dari mana sih, jajanan Madu Mongso. Bikin susah aku aja, ngidamnya Hira. Ngidam kok yang susah-sudah. barangnya nggak ada, malah dicari. Pasti dia itu tahu jajanan madu mongso dari orang jawa.
"Sayang. Kamu tahu jajanan madu mongso itu dari siapa. Aku cari sampai sejagad raya tanah melayu, nggak ada yang jual. Jadi, terpaksa aku order lewat shopee ya. Empat atau lima hari, barangnya sampai," kataku meyakinkan.
"Ih. Maunya sekarang. Kalau lima hari lagi baru sampai, bisa-bisa pinginnya malah kue lain," katanya.
"Tapi nggak ada. Sayang," jawabku pelan.
"Ya sudahlah mau gimana lagi," katanya pasrah.
"Kalau lama, nasib. Kalau cepet, ya alhamdulillah," gumamku.
Seingat aku, yang namanya kue atau jajanan madu mongso itu, hanya orang jawa yang bisa buat. Mana ada kalau bukan orang jawa, buat madumongso.
***
Kuceritakan sama Subandi soal jajanan yang namanya Madu Mongso itu. Subandi juga bilang kalau madu mongso itu buatan asli orang jawa. Kalau orang melayu. Jarang. Malahan kalau orang melayu nggak bakal kenal yang namanya kue itu.
"Mungkin dia lihat di internet nggak Mas Bro. Mungkin juga, dia bergaul sama orang jawa. Terus pas orang itu cerita madu mongso, Hira jadi pingin." ucap Subandi menerka apa yang diketahui Hira soal madu mongso.
"Dulu, Mbah Putri pinter buat madu mongso," kataku cerita sama Subandi.
"Rasanya enak banget tahu, madu mongsonya," imbuhku.
"Hmmm. Jadi kepingin juga aku Mas Bro," sebut Subandi.
"Halah. Kamu ngidam juga, kayak mau ngalahin Hira," sebutku sambil terkekeh mentertawakan Subandi yang ketularan ngidam madu mongso.
"Jangan aneh-aneh toh kamu ini. Jangan bikin susha istri. Eh tapi kalau nanti datang pesanan madu mongsoku. Kamu tak icipin ya. Tapi, satu bungkus aja," kataku.
__ADS_1
Subandi lagi-lagi tertawa ngakak. Dia bilang aku pelit.
"Masa sama kawan, pelit cuma ngasih sebiji," protes Subandi.
Kukasih tahu dia, kalau harga sebungkus madu mongso, bisa dapat 1 bungkus, kalau dibelikan rokok. Dia nggak percaya. Karena kalau di jawa, lima ribu rupiah pasti isi satu paket madu mongso dapat 10 bungkus.
Tetapi, dia malah tertawa meski aku bilang madu mongso itu mahal.
"Nanti, kapan-kapan aku minta tolong sama mertuaku. Soalnya kan, mertua aku orang Solo. Pasti tahu persis cara buat madu mongso. Bisa dapat sebakul, Mas Bro kalau bisa buat sendiri.
"Beneran. Bisa buat sendiri? Apa aku order sama mertua kamu aja ya. Pasti rasanya jos!" kataku, tiba-tiba girang setelah mendapat info itu dari Subandi.
"Iya aku yakin mertua aku pandai Mas. Nanti ya aku bilang sama Mak Mertua. Siapa tahu rasanya lebih oke ketimbang beli di shopee." jelas Subandi meyakinkan.
Akhirnya aku order lagi sama mertua Subandi. Nggak apalah, bisa buat perbandingan. Rasanya enak yang mana. Biar Hira puas makan madu mongsonya.
Kubaca-baca di google. Madu mongso itu memang bahannya sederhana.Tapi proses pembuatannya lumayan rumit dan ribet. Kalau dipraktekkan. Pasti ribet banget. Lagi pula, banyak rangkaian prosesnya kalau mau buat. Dijadikan tape dulu. Ketan hitam direbus. Lalu dikasih ragi. Baru kalau sudah jadi tapai, dibuat madu mongso. Itu pun harus dimasak dengan api kecil sampai dia jadi mengental. Oalah. Ribet kayaknya. Nggak kebayang sih, buatnya. Mending order sama ahlinya aja atau lewat shopee.
Kalau aku disuruh milih antara buat jajanan madu mongso sama masak rendang, aku pasti milih masak rendang aja. Meski lama. Tapi nggak ribet. Kalau buat madu mongso, nggak minat sama sekali, aku.
***
Aku serius order madu mongso sama mamak mertua Subandi. Mamak mertua Subandi memang tinggal di sana, serumah sama Subandi.
Subandi itu menantu kesayangan. Betapa tidak, apa-apa yang diminta emak mertuanya itu, pasti dituruti. Subandi sangat disayang mertuanya.
Memang, orang tua kandung Subandi sendiri, sudah lama berpulang. Jadi, Subandi juga sayang banget sama mamak mertuanya itu.
Pernah Subandi cerita nggak punya uang, pas mamaknya minta uang. Subandi langsung mengusahakan. Supaya bisa ngasih uang ke mamak mertuanya itu. Betapa sayangnya Subandi sama Mamak mertuanya itu.
__ADS_1
***
Empat hari kemudian, madu mongso pesanan aku, sampai di rumah. Kaget aku ternyata benar mamak mertua Subandi, bisa buat madu mongso.
Hira sangat menyukainya. Dalam hati, aku bersyukur, madu mongso keinginannya terwujud. Sementara di shopee, barangnya malah nggak sampai-sampai. Oalah. Lama banget yang di shopee. Untung yang di mamak mertua Subandi, sudah sampai. Jadi, Hira tak terlalu protes.
"Mas Bro gimana rasanya," tanya Subandi setelah beranjak dari rumahku.
"Eh iya lupa ngabari. Hira suka banget. Cuma kurang," kataku bergurau.
"Kurang apa Mas Bro. Kurang enak ya?" tanyanya.
"Hahahaha. Bukan kurang enak. Tapi kurang banyak. Nanti kalau ada acara-acara boleh order lagi nih," kataku lewat chat whatsapp.
Subandi langsung bilang oke. Tapi, kata dia, kalau order madu mongso, nggak bisa mendadak.
"Paling nggak, ordernya seminggu sebelum acara ya Mas Bro," sebut Subandi.
Bahkan, kubilang juga sama Subandi. Kalau madu mongso ini bisa dijadikan bisnis UMKM. Apalagi di Kota Gurindam ini nggak ada yang jualan jajanan madu mongso.
Subandi malah tertawa terbahak-bahak. Kata dia, mending bisnis togel daripada bisnis madu mongso.
"Kamu ini sembarangan ngomong. Nanti kena dor sama buser Polres baru tahu. Nginap di hotel prodeonya polres, kapok kowe!" kataku memperingtkan Subandi.
"Hahahah. Nggaklah Mas Bro. Becanda aja. Takut aku kena dor sama buser. Mending kita jadi nelayan aja. Terus cita-cita jadi toke ikan. Kan hasilnya lumayan," seru Subandi terkekeh.
"Iya awas kowe kalau macem-macem. Aku nggak mau jenguk kamu kalau kena tangkap buser!" kataku lagi masih dengan nada guyon.
Subandi lagi-lagi terkekeh. Mendengar perkataanku.
Seumur-umur aku memang belum pernah jadi orang kaya. Tapi, aku nggak ingin menghalalkan segala cara untuk dapatkan rejeki. Biarlah jadi orang biasa-biasa tapi hidup tenang. Daripada jadi orang kaya, tapi dari hasil merampok, hidup bakal nggak tenang.
__ADS_1
"Yo wis mas kita jadi nelayan wae. Terus cita-cita jadi bos! hahahahaha!" celetuk Subandi, dan kami mengakhiri percakapan siang itu.(bersambung)